We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LVI Milikmu



Hendry menjemput Melissa di Apartemennya pagi ini, namun Apartemen Melissa tampak sepi. Hendry membuka Handphonenya, ada satu pesan masuk dari Melissa yang bunyinya:


"Sayang, Aku dan Bella berangkat lebih dulu karena Kami akan ke perpustakaan untuk mengembalikan buku yang kemarin Bella pinjam untuk mengerjakan tugas, Kita akan terlambat jika harus pergi bersama"


Hendry membalas singkat pesan Melissa:


"Ok Sayang, sampai jumpa di kampus"


Hendry menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan, itu pasti hanya alasan Melissa untuk menghindarinya. Jika memang ingin ke Perpustakaan lebih pagi, bukankah Melissa bisa memintanya untuk menjemput lebih awal. Hendry segera mengemudikan mobilnya menuju MKU


Melissa sedang menyelesaikan beberapa catatan penting yang Ia salin dari binder Bella, Ia tidak menyadari kehadiran Hendry. Namun bagi Hendry, Melissa tampak mengabaikannya dan itu membuatnya jadi kesal


Prof Roger masuk ke ruang kelas, menyalakan proyektor yang sudah berisi materi lngkap, lalu Prof Roger menjelaskan materi kuliah seperti biasanya, Bella yang biasanya mengajak Melissa berbincang kali ini lebih memilih diam.


Melissa tampak serius memperhatikan materi, bahkan di beberapa kesempatan Melissa menanyakan hal yang kurang jelas pada Prof. Roger dan mendapat respon yang sangat baik. Hal itu membuat Melissa sedikit bersemangat, mungkin ini caranya memperbaiki moodnya, pikir Bella sambil merenung


Perkuliahan selesai Melissa segera mengajak Bella keluar dari ruangan, Ia merasa belum siap melihat wajah Hendry karena rasa sakit dihatinya, walaupun Ia sangat rindu. Belum sempat keluar dari ruang kelas, seseorang menarik tangan Melissa, sehingga Melissa menoleh


"Mel, Kita perlu bicara sebentar" kata Hendry menatap lurus mata Melissa


"Katakan disini saja, tiga puluh menit lagi Aku ada mata kuliah" kata Melissa datar


"Aku antar ke jurusan ya" kata Hendry berharap Melissa mau ikut dengannya


"Tidak usah, hari ini Aku akan ikut Bella dan Alvin" kata Melissa tanpa tersenyum


"Baiklah kalau begitu, nanti jam makan siang Aku akan menjemputmu. Kita makan siang, Kamu yang tentukan tempatnya" kata Hendry serius dengan perasaan kecewa dihatinya


"Ok, jemput Aku jam 12.30 di jurusan" kata Melissa sambil berlalu


"Hen, Kami duluan ya" kata Bella tersenyum pada Hendry sambil mengikuti Melissa


"Sampai jumpa" kata Hendry juga tersenyum pada Bella


Bella segera menyusul Melissa yang berjalan sangat cepat. Kentara sekali bahwa Melissa sedang menghindar dari Hendry, padahal Bella bahkan belum menghubungi Alvin untuk menjemput Mereka, Bella jadi terburu-buru minta jemput Alvin secara mendadak.


"Mel, jalannya pelan-pelan, kakiku bisa terkilir nih.. Kamu kenapa sih?" kata Bella dengan napas tersengal


Melissa melambatkan jalannya, sehingga sejajar dengan Bella


"Aku juga tidak tahu, ada apa dengan sikapku.." kata Melissa datar


"Aku tahu Kamu masih marah sama Hendry, tapi kan Dia sudah baik tadi, bahkan masih bersikap seperti biasa, walaupun Kamu bersikap dingin padanya" kata Bella panjang lebar


"Dia menyebalkan" kata Melissa dengan wajah ditekuk


"Segeralah baikan, Kuharap Kamu dan Dia bisa menyelesaikan masalah Kalian dengan baik" kata Bella menasehati


"Aku bahkan berencana break dulu" kata Melissa tanpa tersenyum


"Apa yang Kamu pikirkan Mel? hanya karena masalah Hendry membawakan makanan untuk Joana Kamu jadi ingin putus dengannya?" kata Bella dengan mata terbelalak


"Iya, kurasa Hendry sebenarnya menyukai Joana tapi Ia tidak sadar dengan perasaannya" kata Melissa dingin


"Terserah! Tapi jangan sampai Kamu menyesal dan jangan bilang Aku tidak mencegahmu untuk melakukannya" kata Bella kali ini dengan nada tinggi


Melissa diam sebentar, sebuah mobil sedan berwarna merah milik Alvin segera menjemput mereka menuju jurusan, Mata kuliah Hukum Perdata berjalan dengan lancar, Melissa masih memikirkan kata-kata Bella dan mempertimbangkan keputusannya. Tidak terasa jam makan siang telah tiba, Prof Arnold meninggalkan ruang kelas, Melissa berpisah dari Bella dan keluar menemui Hendry yang ternyata sudah ada di depan jurusan


Hendry mendekati Melissa dan berusaha menggenggam tangannya namun Melissa menepis tangan Hendry dan segera berjalan dengan cepat menuju tempat mobil Hendry diparkirkan


"Makan dimana Sayang?" tanya Hendry yang sekarang sudah berada di dalam mobil


"Makan di tempat yang memungkinkan kita bisa membahas masalah Kita" kata Melissa dingin


Sepanjang jalan Melissa hanya diam, Hendry mengurungkan niatnya untuk mengajak Melissa berbincang, sesekali Hendry mengusap tengkuknya yang terasa dingin dan berkeringat


Hendry mengajak Melissa makan di Wolfgang's Steakhouse yang lokasinya dekat dengan Park Avenue tempat yang menurutnya cocok untuk berbincang dengan pemandangan indah dengan suasana nyaman, tidak terlalu banyak pengunjung pada siang hari.


Melissa duduk berhadapan dengan Hendry yang sedang sibuk bolak balik halaman menu makan siang Mereka.


"Mau makan apa Sayang?" tanya Hendry tersenyum


"Apapun boleh" kata Melissa datar


"Steak rib eye plus baked potato dan kopi espresso masing-masing dua porsi" kata Hendry pada pelayan restoran


Hendry menatap Melissa yang tampak bosan dan melamun


"Sayang, jangan marah lagi ya" kata Hendry sambil menggenggam jemari Melissa


"Kenapa harus marah?" kata Melissa dingin


"Siapapun tahu bahwa saat ini Kamu sedang marah, Aku minta maaf atas kejadian kemarin" kata Hendry dengan nada bersalah


"Oh, akhirnya Kamu sadar" kata Melissa dengan nada sinis


"Aku tahu Kamu pasti terkejut karena Aku secara tiba-tiba muncul di rumah sakit dan membawakan makanan untuk Joana" kata Hendry sambil menatap Melissa


"Siapa yang tidak marah! Kamu seperti seorang lelaki yang sedang dipergoki selingkuh dengan perempuan lain dan dengan santainya menyapa Aku dan Bella seperti seorang teman" kata Melissa dengan nada mulai meninggi


"Aku bermaksud mengajakmu ke rumah sakit tapi kupikir Kamu butuh istirahat setelah pulang dari Boston, lalu Aku memutuskan untuk memberi tahumu tentang masalah Joana setelah pulang dari rumah sakit, Aku memang ingin mampir ke Apartemenmu setelah itu Sayang.. " kata Hendry menjelaskan


"Huh, itu pasti hanya alasan yang Kamu buat-buat" kata Melissa mendengus kesal


"Aku harus bagaimana agar Kamu percaya? Kamu ingat, bukankah Kamu bilang bahwa Aku tidak boleh terlalu cemburu ketika Kamu dekat dengan Juno atau seseorang yang Kamu panggil Kak Lucas, ini sama Sayang.. Kamu juga harus mempercayaiku" kata Hendry serius


"Ini berbeda, Juno ataupun Kak Lucas sudah tidak ada lagi dikehidupanku! lagi pula mengapa Kamu mengungkit-ungkit tentang Mereka sekarang?!" kata Melissa dengan nada marah


"Bukan begitu, Aku bingung kenapa Kamu harus cemburu sampai seperti ini? Aku hanya milikmu Sayang, Joana tidak lebih dari seorang sahabat bagiku" kata Hendry dengan nada meyakinkan


"Kalau begitu jawab pertanyaanku" kata Melissa dingin


"Tanyakan apapun yang ingin Kamu ketahui" kata Hendry menatap Melissa dalam-dalam


"Sebaiknya Kamu bisa menjawab dengan tepat" kata Melissa sinis


"Baiklah, Aku siap" kata Hendry menarik napasnya


Sebelum Melissa mengajukan pertanyaan, makanan yang Mereka pesan sudah terhidang di hadapan mereka dan seolah memanggil untuk segera dicicipi. Namun Melissa melanjutkan kata-katanya yang sempat tertunda


"Jika Aku dan Joana dalam keadaan terdesak di tepi jurang dan nyawa Kami terancam, Kamu hanya bisa menyelamatkan satu diantara Kami. Siapa yang akan Kamu selamatkan? waktumu hanya satu menit" kata Melissa menatap dingin


Hendry diam sesaat, menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, lalu Ia menjawab pertanyaan Melissa


"Aku akan menyelamatkanmu" kata Hendry menatap Melissa


"Huh, itu hanya untuk membuatku senang kan? Apa alasanmu?" kata Melissa penasaran dan kali ini dengan jantung yang berdebar-debar


"Joana pasti punya lelaki lain yang akan menyelamatkannya dan melindunginya, sedangkan Kamu.. Aku tidak akan membiarkan lelaki lain menyelamatkanmu atau melindungimu.. Karena Kamu milikku" kata Hendry serius dan menatap Melissa dalam-dalam


Mendengar jawaban Hendry, Melissa berusaha keras menahan senyum diwajahnya, namun wajahnya kini mulai memerah karena malu, matanya tidak bisa menyembunyikan rasa senang atas jawaban Hendry.


"Hmmm.. Makanannya sudah siap, Kita makan dulu" kata Melissa mengalihkan pembicaraan mereka


"Bagaimana dengan jawabanku" kata Hendry menatap Melissa sambil menunggu jawaban gadis itu


"Yah, untuk saat ini Kamu aman" kata Melissa tersenyum


"Oh... Syukurlah" kata Hendry tersenyum lega


"Bukan berarti Kamu bebas menemui Joana kapanpun dan dimanapun" kata Melissa menyipitkan matanya


"Iya sayang, mulai sekarang Aku akan mengajakmu jika Aku harus membantunya, atau Aku harus menolaknya?" kata Hendry pelan, Ia takut Melissa akan marah lagi padanya


"Aku akan coba mempercayaimu, jangan menghianati kepercayaanku" kata Melissa menatap Hendry tajam


"Aku janji, jadi jangan marah lagi ya Sayang.. " kata Hendry tersenyum


"Huh.." Melissa mendengus


Bagaimana bisa Hendry menjawab dengan sempurna? Melissa pikir Hendry akan menjawab bahwa Ia akan menyelamatkannya dengan tubuhnya dan menyelamatkan Joana dengan cara lain, seperti jawaban kebanyakan orang, pikir Melissa. Tidak disangka jawaban Hendry membuatnya puas.


Selesai makan, Hendry dan Melissa kembali ke jurusan masing-masing, Hendry mengecup singkat bibir Melissa sebelum meluncurkan mobilnya menuju jurusan.


Di ruang kelas, Bella menatap Melissa yang tampak sangat senang, Ia dapat menebak bahwa Hendry berhasil membuat sahabatnya mengurungkan niat untuk putus dari Hendry.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕