
Juno menghabiskan waktu akhir pekannya dengan memantau tempat magangnya di New York, Ia berhasil magang di perusahaan milik ayahnya yaitu di perusahaan Always Electronic. Inc. Ia sengaja memilih lokasi magang di New York agar bisa mendekati Melissa. Dengan alasan untuk menjadi calon pewaris sempurna bagi keluarganya, Ayahnya terpaksa menyetujui keinginan Juno. Mulai besok Juno sudah magang di Perusahaan Always Electronic.Inc, Juno ingin bertemu dengan Melissa setiap hari sebelum berangkat atau setelah pulang bekerja, selama kuliah di California Dia sangat rindu pada Melissa. Kabar magangnya sudah Ia beritahukan pada Melissa via whatsapp, Dia berharap bahwa Melissa senang mengetahui bahwa Ia akan tinggal di New York untuk beberapa bulan kedepan.
Sepulang dari proses pemantauan magang, Ia pulang ke rumah orang tuanya, seperti raja yang pulang ke Istana, Juno di sambut meriah oleh keluarganya, Makan malam yang hangat beserta seluruh jenis makanan mahal ala Chef restoran bintang lima terhidang di meja makan.
"Anak Ibu sekarang makin tampan saja" kata Mrs.Keyle mengelus bahu Juno
"Iya dong Bu" kata Juno sambil tertawa
"Bagaimana kuliahmu? lancar kan?" tanya Mrs.Keyle
"Lancar Bu, tapi kadang Juno kangen sama Ibu dan Ayah " kata Juno tergelak
"Siapa suruh pulang setahun sekali? " kata Mrs.Keyle mencubit pipi anaknya
"Kapan kamu mulai magang di perusahaan?" tanya Mr. Hudson pada Juno
"Mulai besok Yah, tolong jangan beri tahu karyawan Ayah kalau aku adalah anak Ayah" kata Juno
"Memangnya apa rencanamu Juno? " tanya Mr.Hudson
"Baiklah, kali ini Ayah setuju dengan ide Kamu, tapi cepat atau lambat mereka juga Akan tahu" kata Mr.Hudson tanpa ekspresi
"Bagaimana proyek Kita dengan perusahaan Great Electronic.Inc Yah, apakah menuju titik terang? " tanya Juno
"Lancar, selama hubunganmu dengan Jessyca lancar maka Mr.Robinson bersedia menjadi mitra terbaik Kita" kata Mr.Hudson serius
"Aku sudah selesai" kata Juno mengakhiri acara makan malam mereka, Juno beranjak pergi menuju kamarnya yang berada di lantai atas
Juno sangat benci dengan fakta bahwa seolah-olah hubungannya dengan Jessyca yang menentukan kesuksesan proyek perusahaan mereka. Apa yang sebaiknya Ia lakukan agar Ia dapat putus dari Jessyca, Mr.Robinson tidak merestui hubungan Jessyca dengan Erick Miller pacarnya Jessyca sehingga Jessyca di jodohkan dengannya, sedangkan Ayahnya sangat berambisi untuk mengembangkan proyek kerja sama perusahaan. Ia pilih Melissa dengan menghancurkan harapan Ayahnya atau Ia kehilangan Melissa dan masa depannya demi menyenangkan keluarganya? Dalam benak Juno, yang harus Ia lakukan adalah bekerja sama sebaik mungkin dengan Jessyca agar mereka dapat kembali pada pasangan masing-masing.
Juno menarik napas dan menatap photo Melissa di layar Handphonenya, bagaimana caranya Ia bisa mendapatkan hati gadis itu lagi? Sepulang dari perusahaan tadi Ia telah membeli Buket bunga Mawar dan Boneka beruang, keduanya masih ada di dalam mobilnya, Ia sempat ragu untuk membelikan Melissa Bunga dan Boneka tapi bukankah semua perempuan akan suka hal-hal manis? pikirnya. Juno berharap bahwa Melissa akan senang dengan pemberiannya besok.
Waktu berlalu menuju tengah malam, beberapa kali Juno memeriksa Handphonenya dan berharap Melissa membalas pesannya, namun tidak ada satupun pesan dari Melissa. Juno sedikit kecewa, namun besok Ia akan langsung menemui Melissa pagi-pagi, pikirnya. Mata yang sudah mengantuk membuat Juno akhirnya terlelap dalam tidurnya.
Jangan Lupa Like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk melanjutkan tulisannya..💕