
Makan siang tersaji dengan menu sambal cumi pedas, Lobster bakar madu, tumis sayur bayam dan kol merah, jus buah Delima serta Cake Blueberry Jam memenuhi meja makan. Tidak ada satupun yang tidak enak, semua makan yang tersaji sangat lezat.
"Thanks makan siangnya, Lezat sekali.." Melissa memuji dengan tulus
"Tidak masalah, aku memang punya bakat masak" Hendry agaknya memuji diri sendiri
"Eh, Dia orangnya jangan dipuji" Nina tergelak, mengerlingkan matanya kearah Melissa
Melissa hanya membalas dengan senyuman
"Bang Hendry udah cocok jadi Chef, bahkan Kak Nina kalah jauh kalau soal masak" kata Garry mengacungkan satu jempolnya
"Awas Kamu kalau makan masakanku lagi" Kata Nina dengan nada kesal
"Makanya kalau masak jangan sambil pegang Handphone" kata Garry mencibirkan bibirnya ke arah Nina
Semua orang tertawa dengan pertikaian kakak adik itu, Hendry tidak heran karena mereka sudah biasa seperti itu ketika berkumpul bersama.
"Teman-teman, ayo siap-siap setelah ini kita pergi menuju air terjun Passic Falls" Kata Garry bersemangat setelah menyelesaikan makannya
"Kalian bawa baju ganti kan? " kata Hendry
"Iya dong, iya kan?" ujar Nina sambil menyentuh lengan Melissa
"Celaka Na, gara-gara buru-buru tadi pagi aku lupa membawa baju renang" Melissa menjawab agak panik
"Jadi bagaimana nih? " ucap Nina sambil menggigit kuku jempol tangannya
"tidak apa-apa, bisa pinjam baju dan celanaku kalau mau" Hendry menawarkan
"Eh.. tidak usah, nanti aku akan berusaha agar tidak terkena cipratan air" Melissa meyakinkan
Hendry hanya mengangkat kedua bahunya. Ia tidak yakin seseorang yang melihat indahnya air terjun Passic Falls tidak memiliki keinginan untuk berenang atau bermain air nantinya, apalagi Melissa baru pertama kali datang ke sini, pikirnya.
Jarak Villa Hendry ke Passic Falls hanya membutuhkan jalan kaki 5 menit, jaraknya cukup dekat, itulah mengapa Nina dan Garry sering berkunjung karena selain udara segar, pemandangannya juga sangat indah, dan ada banyak pengunjung yang datang ke air terjun Passic Falls saat mereka tiba di sana.
"Wow.. Indahnya?" Melissa berdecak kagum melihat pemandangan air terjun dihadapannya
"Apa Aku bilang, tidak menyesal kan kamu ikut Kami ke sini Mel? " Nina tersenyum puas
Garry melepas pakaian atasnya, tubuh anak SMA yang mulai berisi sukses penjadi pemandangan indah remaja putri di bawah air terjun sana, Garry tampak tidak sabar untuk menikmati aliran air di bawah sana. Nina mengganti pakaiannya dengan pakaian renang yang sudah Ia di siapkan sebelumnya dan menyusul Garry, Melissa hanya sibuk mengambil potret untuk Ia abadikan, dan mengambil beberapa selfie, sayang sekali Ia tidak bisa menikmati langsung air terjunnya seperti Nina dan Garry, pikirnya. Tapi kemana Hendry? mata Melissa mulai mencari-cari keberadaan Hendry.
Sorot matanya berhasil menangkap sosok lelaki yang Ia cari, Hendry sedang mengobrol sambil kadang-kadang diselingi tertawa dengan seorang perempuan, kira-kira umurnya sebaya mereka, kulitnya putih, wajahnya lumayan meski lebih cantik dirinya, rambutnya panjang sepinggang, tubuhnya berisi dengan tinggi kira-kira 158 cm. pikir Melissa, apa Hendry sudah punya pacar? batinnya. Entah mengapa rasanya sedikit menyesakkan dada ketika melihat mereka tampak akrab.
Melissa melanjutkan aktivitasnya, masa bodoh pikirnya, masa aku cemburu? tidak mungkin. Melissa berkali-kali menepis fakta bahwa Ia cemburu.
"Hei.. Tidak jadi berenang?" tanya Hendry tersenyum
"Tidak.. " jawab Melissa datar
"Apa yang sedang Kamu lakukan?" Hendry bertanya lagi
"Tidak ada" Melissa melanjutkan memotret
"Mau kesana sama-sama? " Hendry menunjuk tempat yang agak tinggi
Melisa menjawab dengan menggelengkan kepalanya, namun Hendry menjelaskan
"Di sana air terjunnya akan terlihat lebih Indah" Hendry menarik tangan Melissa bermaksud mengajaknya ke tempat yang Ia tunjuk tadi
"Lepaskan.. Jangan sentuh aku" Melissa menepis tangan Hendry
Hendry terkejut dengan sikap Melissa, Ia tak menyangka akan mengalami penolakan keras, ada apa dengan Melissa? pikir Hendry, Ia segera melepaskan tangannya.
"Ada apa? " tanya Hendry sambil ditatapnya Melissa
"Tidak ada apa-apa.." Melissa menjawab sambil menghindari tatapan Hendry
Tangan Hendry mendekap kedua pipi Melissa sehingga mereka bertatapan.
"Ada apa?" tanya Hendry sekali lagi
"TIDAK ADA APA-APA" jawab Melissa agak keras
Ia mundur dan menjauh dari Hendry, kakinya tumitnya menginjak batu yang permukaannya tidak rata sehingga tubuhnya langsung mendarat ke tanah
"Brukkk"
"Auuww" Melissa memekik kesakitan
Hendry langsung mengahampiri Melissa, disentuhnya kaki Melissa dengan lembut dan sedikit dipijit-pijit. Melissa yang menerima perlakuan seperti itu hanya menundukkan wajahnya, berusaha menyembunyikan pipinya yang merona.
"Nina, Garry, Kami duluan ya.. Melissa jatuh dan kakinya bengkak" Seru Hendry
"Eh, Apakah parah Hen? kami masih basah-basahan nih.. Nanti kami langsung susul kalian" Sahut Nina dengan nada khawatir
Tanpa pikir panjang, Hendry menggendong Melissa dan tangan Melissa melingkar di leher Hendry. Mereka persis seperti pengantin baru yang begitu mesra. Hendry mengambil langkah panjang agar bisa sampai di Villanya lebih cepat.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕