We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XLVI Chinatown



Hendry dan Melissa melangkahkan kakinya melewati gerbang Paifang, Melissa menggandeng lengan Hendry ketika mereka berjalan, saat itu beberapa pengunjung sedang ramai berlalu lalang sehingga Melissa tidak ingin mereka terpisah karena Hendry baru pertama kali datang ke Chinatown.


Hendry mengamati sekitarnya, jika harus di deskripsikan maka Gerbang Chinatown tradisional Paifang dengan memiliki ikon Singa putih di masing-masing sisi kiri dan kanannya yang terletak di persimpangan Beach Street dan Surface Road tampak begitu kokoh. Sebuah taman dibangun di lokasi pusat Chinatown dekat dengan tempat Hendry dan Melissa berada saat ini. Gerbang terlihat dari Terminal Bus Stasiun Selatan yang merupakan tujuan wisata populer dan merupakan tempat yang bagus untuk berfoto.


"Sayang, biar kuambil foto untuk kenang-kenangan. Berdirilah di sana" kata Melissa menunjuk sisi kanan gerbang Paifang


"Baiklah" kata Hendry mengambil posisi di sebelah kanan Gerbang Paifang dengan pose sambil melipat kedua tangan di dadanya yang bidang


"Ckrekk.. Ok lagi" kata Melissa mengacungkan jempolnya


"Begini?" kata Hendry dengan pose satu tangan menempel di saku jeansnya


"Ckrekk.. ckrekk.. ckekk" beberapa foto dengan berbagai pose sudah diambil


"Keren" kata Melissa tersenyum senang


"Baiklah, ayo gantian" kata Hendry menawarkan


"Baiklah, Ayo" Melissa bersemangat berfoto dengan berbagai pose yang sedang trend


"Kita foto berdua ya" kata Hendry ketika mendekati Melissa


"Selfie?" kata Melissa bertanya


"Brother.. Bisakah tolong kami mengambil beberapa foto?" kata Hendry minta tolong pada pemuda keturunan China yang sedang berjalan melewatinya


"Ok, boleh saja" kata pemuda itu sambil mengambil Camera yang di sodorkan oleh Hendry


"Ckrekk.. Ckrekk..Ckrekk.." beberapa foto dengan berbagai fose sudah diambil oleh pemuda tadi dengan menggunakan Camera milik Hendry


"Thanks ya" kata Hendry tersenyum


"Tidak masalah" kata pemuda china sambil tersenyum dan berlalu


"Mana hasilnya?" kata Melissa


"Nih" Hendry membiarkan Melissa melihat hasilnya


"Tidak buruk" kata Melissa tersenyum


"Sayang, mau beli es krim?" tanya Hendry sambil melirik Melissa yang mulai berkeringat


"Boleh, belikan aku es krim rasa cokelat ya Sayang" kata Melissa


"Hei.. Pencuri!" Hendry yang terkejut spontan mengejar pencuri dengan tungkainya yang panjang


Melissa berusaha mengikuti Hendry dari belakang namun tertinggal jauh di belakang.


"Tolong, ada pencuri" kata Melissa pada siapa saja yang ada di sekitarnya


Beberapa orang ikut mengejar sampai pencuri tersebut terdesak di sebuah gang sempit, saat berusaha memanjat tembok, Hendry menarik kakinya hingga mereka jatuh.


"Kembalikan dompetku!" Hendry menarik paksa dompetnya


Terjadi aksi tarik menarik antara pencuri dan Hendry, pencuri yang terdesak memukul wajah Hendry hingga pegngan Hendry terlepas. Hendry membalasnya dengan sekuat tenaga, terjadi baku hantam di antara mereka, sampai beberapa saat orang-orang tiba di lokasi dan berhasil memisahkan keduanya.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" Melissa menatap wajah Hendry yang tampak lebam karena di pukul


"Jangan cemas sayang, Aku tidak apa-apa" kata Hendry tersenyum


"Halo, 911? terjadi aksi pencurian di daerah Chinatown, Boston. Mohon segera datang secepatnya" kata Melissa sambil memutus sambungan telepon


"Ayo pergi dari sini" Melissa mengajak Hendry menjauh


Tidak lama kemudian, polisi datang menangkap pencuri yang bernama Bou Xiang, menurut keterangan dari pelaku Ia terpaksa mencuri karena anaknya membutuhkan biaya sekolah dan makanan, Ia yang baru saja di PHK tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Bou Xiang segera dilarikan ke kantor polisi untuk introgasi lebih lanjut.


"Sayang, ayo kita ke rumah sakit.. Aku tidak mau acara pernikahan kak Frans besok jadi tidak sempurna karena wajah kekasihku jadi bengkak" kata Melissa dengan nada khawatir


Hendry sempat tergelak, Ia merasa lucu dengan pernyataan Melissa.


"Ayo kita ke rumah sakit, Aku tidak mau kekasihku jadi malu karena wajahku bengkak" kata Hendry tergelak


"Bukan begitu sayang, Aku hanya khawatir" kata Melissa


"Iya sayang, kamu mudah sekali terpancing" kata Hendry tersenyum


"Maaf karena mengajakmu ke sini, Aku tidak pernah menyangka bahwa hal ini akan terjadi" kata Melissa penuh penyesalan


"Tidak usah cemas, ini hanya pukulan ringan kok" kata Hendry menyentuh pipinya yang memang lebam


"Ayo pergi" Melissa berdiri dan menarik tangan Hendry


Hendry dan Melissa menyetop taxy dan pergi menuju Massachusetts General Hospital.


Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕