We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XXXIX Penjelasan Melissa



Prof. Roger datang dengan agak tergesa-gesa, jam menunjukkan pukul 08.10 dan Dia sudah berjanji untuk mengadakan UAS hari ini pada para Mahasiswa


"Sudah siap UAS hari ini?" kata Prof. Roger menurunkan sedikit kaca matanya


"Sudah Prof" kata semua Mahasiswa serempak


Kertas soal UAS sudah di bagikan, baik Melissa ataupun Hendry tidak belajar secara optimal namun mereka masih beruntung karena beberapa soal Essay mengenai materi presentasi jadi tidak terlalu sulit bagi mereka untuk mendapatkan setidaknya nilai B.


Ujian Akhir Semester 2 sks berjalan dengan cukup kondusif, semua peserta ujian merasa lega karena liburan semester musim semi di depan mata, beberapa dari mereka sudah menyusun rencana berlibur ke luar negeri.


"Hen, tunggu" kata Melissa menarik tangan Hendry


Hendry masih bersikap dingin dan menepis tangan Melissa, Ia berjalan menuju parkiran


"Sayang tolong dengerin dulu penjelasanku" kata Melissa


Hendry masuk ke mobilnya tanpa menghiraukan Melissa, Melissa yang mengejar Hendry di sisi kiri pintu mobil Hendry tidak melihat sebuah sepeda meluncur dengan kecepatan cukup tinggi sedang hilang keseimbangan karena ada truk sampah yang sedang memotong jalan dari sisi kiri, sehingga sepeda menabrak Melissa hingga jatuh terpental dan pingsan. Hendry langsung keluar dari Mobilnya dengan wajah pucat dan khawatir, berulang kali Ia menyalahkan dan mengutuk diri sendiri.


Hendry menggendong Melissa untuk masuk ke mobilnya, Dikemudikannya mobil chevroletnya dengan kecepatan tinggi, seperti hilang kewarasannya, Hendry terus-menerus memaki dan menyalahkan dirinya sendiri.


"Hendry, kamu bodoh.. seharusnya Kamu tidak egois" kata Hendry kesal pada dirinya sendiri


"Jika terjadi sesuatu yang tidak di inginkan pada Melissa, maka Kamu lebih baik mati saja" kata Hendry memaki dirinya sendiri


Tiga puluh menit perjalanan yang ditempuh menuju rumah sakit terdekat dan Hendry mengantar langsung melissa ke ruang UGD. setelah itu, segera dihubunginya teman-teman dan keluarga Melissa.


Sudah 5 jam Melissa berada di ruang UGD dan belum juga sadarkan diri, di luar Hendry bersama Nina, Garry, Bella dan Alvin menunggu dengan wajah cemas, tak ada suara kecuali Doa dari dalam lubuk hati mereka untuk keselamatan Melissa.


Beberapa saat kemudian seorang Dokter keluar dari ruang UGD.


"Apakah di sini ada Wali Ms.Melissa?" tanya Dokter Franky


"Sedang dalam perjalanan Dokter" kata Hendry


"Bagaimana keadaan Melissa Dokter?" kata Hendry dengan nada cemas


"Saya tidak bisa bicara tentang keadaannya jika bukan wali dari pasien" kata Dokter Franky


"Saya calon suaminya, Dokter" kata Hendry nekat


"Baiklah, ikut saya" kata Dokter


"Baiklah, Dokter" kata Hendry mengikuti Dokter


Setelah sampai di ruangannya, Dokter mulai membuka suara tentang keadaan Melissa


"Ms. Melissa tidak apa-apa, hanya.. " kata Dokter Franky


"Hanya apa Dokter?" kata Hendry dengan wajah pucat dan ekspresi cemas


"Tulang lutut Ms. Melissa retak jadi membutuhkan perawatan yang intensif di rumah sakit mungkin sedikit lama, sampai proses penyembuhan" kata Dokter Franky serius


"Tidak apa-apa Dokter, saya yang akan merawat dan menanggung biaya administrasinya selama Dia di rawat" kata Hendry


"Baiklah, saat ini pasien belum sadarkan diri, mungkin beberapa jam lagi pasien baru akan sadar" kata Dokter Franky


Hendry keluar dari ruangan Dokter Franky dan menemui teman-teman untuk memberi kabar pada mereka, keluarga Melissa Mr. Gabriel, Mrs. Angelica dan Frans sudah menunggu di depan UGD, Hendry menjelaskan keadaan Melissa seperti yang dikatakan Dokter Franky


Keluarga Melissa dan Hendry menunggu di dalam ruang UGD dan karena sudah larut malam, teman-teman yang lain akhirnya terpaksa pulang lebih dulu dan akan kembali besok pagi. Frans mencoba mengajak Hendry bicara


"Kamu yang namanya Hendry? Kamu yang tadi menelepon?" tanya Frans datar sambil menatap Hendry tajam


"Iya bang" kata Hendry sopan dengan nada sedikit bergetar karena gugup


"Adikku sering cerita tentang Kamu" kata Frans menatap Hendry


"Oh, jadi ini Hendry" kata Mrs. Angelica ramah


"Sama-sama, Melissa gadis yang baik" kata Hendry sambil menghapus keringat di dahi dan tengkuknya


Hendry merasa canggung, kecelakaan Melissa juga karena dirinya, Hendry hanya bisa tersenyum kaku.


"Hen.. " kata Melissa yang sedang mengigau dalam tidurnya mencoba memanggil nama Hendry


Hendry mendekati Melissa dan menggenggam tangan gadis itu erat, seolah tak akan melepasnya


"Melissa" kata Hendry pelan


semua keluarga Zoan juga mendekat ke ranjang tempat Melissa terbaring


Perlahan Melissa membuka matanya dan melihat satu persatu orang-orang yang mendekatinya


"Hendry, Ayah, Ibu, Kakak..? ini dimana?" tanya Melissa


"Ini di rumah sakit sayang" kata Hendry dengan nada sedih


Kemudian Melissa ingat bahwa tadi siang sebuah sepeda telah menabraknya dan membuatnya tak sadarkan diri.


"Sayang, maafkan aku ya.. Aku tidak bermaksud selingkuh sama Juno, itu hanya salah paham" kata Melissa menatap Hendry


"Jangan bicara dulu sayang, Aku yang harusnya minta maaf" kata Hendry menundukkan wajahnya


"Ibu, Ayah, Kak Frans.. Ini Hendry, yang selalu ada buat Melissa" kata Melissa memperkenalkn Hendry pada keluarganya


"Iya, tadi sudah kenalan" kata Frans sedikit memberikan senyum untuk adiknya


"Iya sayang, kamu jangan banyak bicara dulu ya" kata Mrs. Angelica mengelus kepala Melissa


"Oh iya.." kata Melissa berusaha turun dari ranjangnya untuk memberikan oleh-oleh dari Hendry di dalam tasnya untuk keluarganya namun kakinya terasa sangat sakit


"Aduh" kata Melissa meringis kesakitan ketika mencoba menggerakkan kakinya


"Kenapa kakiku?" kata Melissa menatap semuanya bergantian


"Sayang, tulang lututmu retak jadi belum bisa bergerak bebas seperti biasa" kata Mrs. Angelica menjelaskan sambil memeluk Melissa


"Jadi Melissa bagaimana Bu, sebentar lagi liburan musim semi belum lagi tugas akhir harus dikerjakan" kata Melissa terisak


"Kita sembuhin kakinya dulu ya sayang, nanti liburannya kita ganti dengan liburan yang paling Indah dan Aku juga akan bantu tugas akhirmu juga" kata Hendry menghibur


"Aku akan jadi beban untukmu" kata Melissa semakin terisak


"Kata dokter, asalkan rutin terapi setiap hari bakal cepat sembuh kok" kata Hendry tersenyum


"Iya sayang, mungkin hanya perlu dirawat selama beberapa minggu" kata Mrs. Angelica


"Ibu, Ayah, Bang Frans.. Tugas merawat Melissa biar Hendry saja, jika Ibu, Ayah, sama bang Frans masih ada urusan di Boston" kata Hendry meyakinkan


"Urusan pasti ada, tapi kami tidak akan pergi dalam beberapa hari ini" kata Mr.Gabriel tegas


"Ibu, Ayah sama kak Frans tidak usah teralalu khawatir sama Melissa, nanti juga bakal cepat sembuh" kata Melissa sambil tersenyum


"Pokoknya lihat kamu membaik dulu sayang" kata Mrs. Angelica lembut sambil mengusap kepala Melissa


"Maafkan aku" kata Melissa menatap keluarganya bergantian sambil menghapus air mata yang mengalir di pipinya


"Tidak perlu menangis sayang" kata Mrs. Angelica mengelus punggung Melissa


Malam itu Hendry dan keluarga Zoan tidur di kamar pasien, karena kamar vip jadi tidak ada pasien lain selain Melissa didalamnya.


Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕