
Erick Miller menonton acara di televisi tentang kabar Jessyca dan Juno, sebuah senyum miris menghiasi wajahnya. Ia sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya, kini Ia sangat merindukan Jessyca. Setelah acara jumpa pers berlangsung, beberapa kali Erick mencoba menghubungi Jessyca namun gadis itu tidak menjawab telepon darinya, lalu Ia mengirimkan sebuah pesan yang isinya tentang permohonan maaf dan penjelasannya namun pesannya juga tidak dibalas oleh Jessyca.
Semalaman Erick menunggu balasan pesan dari Jessyca, Ia hampir tidak tidur sama sekali. Pagi ini Ia memutuskan untuk datang ke Apartemen Jessyca secara langsung, Ia ingin mengobrol dengan gadis itu, atau sekedar bisa melihatnya saja sudah membuatnya senang. Ia lalu mengemudikan mobil jeepnya menuju Apartemen Jessyca.
"Ting..Tong.. " Ia membunyikan bel Apartemen, sekitar lima menit menunggu akhirnya pintu Apartemen dibuka
Jessyca membuka pintu Apartemennya dan melihat Erick dengan tatapan tidak ramah. Erick datang dengan sebuket bunga tulip, Ia tahu Jessyca menyukai bunga tulip dan berharap Jessyca akan menerima permohonan maafnya.
"Jess.. " kata Erick menatap dalam kedua bola mata Jessyca
"Ada perlu apa denganku?" kata Jessyca ketus
"Kamu sudah membaca pesanku kan?" kata Erick menatap Jessyca
"Iya, mengapa? Aku sengaja tidak membalas pesanmu" kata Jessyca dengan nada tidak senang
"Jess, Aku butuh mengobrol berdua denganmu saat ini" kata Erick menjelaskan sambil menatap kedua bola mata biru Jessyca
"Erick, Kamu tahu hubungan Kita telah berakhir.. Aku harap Kamu tidak menemuiku lagi" kata Jessyca dengan tegas
"Jika memang demikian, mengapa matamu sembab? Kamu menangis kan?" kata Erick
"Barusan Aku masak dan irisan bawang membuat mataku sedikit berair" kata Jessyca dengan nada santai
"Sebuah kebenaran yang harus Kamu terima Erick, hubungan Kita telah berakhir dan Aku semakin hari akan semakin lupa dengan segala kenangan tentangmu!" kata Jessyca, kali ini dengan tatapan tajam pada Erick
"Aku mohon Jess, bukankah tidak ada manusia yang tidak pernah melakukan kesalahan? begitu juga denganku, semua yang kutulis dalam pesan whatsapp semalam adalah kebenaran, Aku sangat mencintaimu Jess" kata Erick dengan nada memelas dan putus asa
Jessyca menarik napas dalam, Ia juga sebenarnya masih mencintai Erick namun kenyataan tentang Ia yang melihat perselingkuhan Erick dengan wanita lain membuatnya enggan memberikan maaf pada Erick.
"Cukup Erick! Aku tidak akan bisa mencintaimu seperti dulu lagi, bahkan jika Aku memaafkanmu" kata Jessyca dengan nada marah dan kesal
"Begitu juga Aku, Aku tidak akan menyerah begitu saja.. Untuk saat ini Aku hanya ingin Kamu setidaknya menerima bunga tulip ini" kata Erick sambil menyerahkan bunga yang Ia bawa pada Jessyca
"Terima Kasih, tolong jangan datang lagi setelah ini" kata Jessyca mengambil bunga dari tangan Erick
"Aku akan selalu datang jika Aku berniat untuk datang, tidak ada yang bisa mencegahku!" kata Erick menarik dagu Jessyca sehingga wajah mereka menjadi sangat dekat
Jessyca segera menghindar dan memundurkan tubuhnya, tanpa basa basi Ia sesegera menutup pintu Apartemennya. Ia meletakkan bunga dari Erick di atas meja ruang tamu dan Ia segera menuju ke kamarnya, membenamkan wajahnya pada bantal dan menangis sejadi-jadinya. Mengapa Erick harus berslingkuh darinya? Apakah ini karma karena Ia menyakiti hati Melissa atas hubungan palsunya dengan Juno? Jika itu adalah karma maka saat ini Ia merasa sangat menyesal, rasanya sakit sekali karena harus menolak Erick yang sangat Ia cintai, dalam hening kamarnya, Jessyca terus menangis.
Erick hanya menatap sedih pada pintu Apartemen Jessyca, lalu Ia pergi untuk bekerja di peternakan sapi di dekat tempat tinggalnya, selama bekerja Erick terus memikirkan cara untuk merebut kembali hati Jessyca.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕