We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XXVI Jessyca Laura Wayne



Jassyca menatap Handphonenya dengan kesal, Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Erick mengabaikan teleponnya, sejak hubungannya berpacaran dengan Juno Bram beredar di facebook, Ia kesulitan menghubungi Erick walaupun sudah dijelaskannya pada Erick bahwa hubungan Ia dan Juno hanya sebatas kerja sama politik tapi Erick tetap saja berubah, Erick mengatakan bahwa Ia bisa mengerti namun kenyataannya Ia menghindari Jessyca. Jessyca segera berganti pakaian, Ia keluar dari apertemennya menuju perumahan Buffalo, New York. Jika di bandingkan dengan Juno status sosial Erick memang jauh dibawah Juno namun Jessyca sangat mencintai Erick sejak dulu.


Perumahan dengan pemandangan pedesaan disekelilingnya adalah tempat ternyaman bagi Jessyca, Ia sering berkunjung ke rumah Erick dan membantunya mengembala sapi jika Ia sedang tidak sibuk di perusahaan. Hari ini Jessyca datang tanpa pemberitahuan, Ia rindu pada Erick yang belakangan ini tidak lagi perhatian padanya.


Rumah Erick tidak besar juga tidak terlalu sempit, halamannya cukup luas, terdapat pohon kelapa di sisi kanan rumahnya, Jessyca mendekat perlahan, didengarnya suara perempuan dari dalam rumah Erick, tapi Jessyca tetap berpikir positif karena Erick tinggal dengan Ibu dan adik perempuannya jadi mungkin itu suara Ibu atau adiknya.


Jessyca membuka pintu rumah Erick, suara cekikikan laki-laki dan perempuan berasal dari sebuah kamar di ujung dekat lorong menuju dapur, Jessyca mulai curiga dan segera menuju sumber suara, dan tak lama kemudian didapatinya Erick sedang bercumbu mesra dengan perempuan yang tidak Ia kenal.


"Erick" kata Jessyca memekik


"Jessy.. " kata Erick terburu-buru mengenakan celana dan pakaiannya


"Kamu.. beraninya berselingkuh dibelakangku" kata Jessyca dengan air mata berlinang


"Tunggu Jessy, semua ini bisa dijelaskan" kata Erick berusaha menarik tangan Jessyca


"Mulai sekarang kita putus" kata Jessyca dengan nada tegas


"Tidak! Tunggu, Jessyca.. " kata Erick berusaha mengejar mobil Jessyca yang melaju kencang


Jessyca pulang ke apertemennya dengan hati hancur, Dia menghapus air matanya yang tidak kunjung reda. Ia ingin bunuh diri saja, rasa patah hati membuatnya ingin mengakhiri hidupnya.


Drrt.. drttt.. Sebuah panggilan suara dari Juno membuatnya mengambil Handphonenya dengan cepat, terbesit dalam pikirannya untuk membalas penghianatan yang dilakukan Erick padanya.


"Halo" kata Jessyca dengan suara masih sesegukan


"Hallo Jes, Kamu baik-baik saja? Apa Kamu sedang menangis?" tanya Juno


"Bukan urusan Kamu, ada apa?" tanya Jessyca ketus karena sedang bad mood


"Ada yang ingin kubicarakan malam ini, temui Aku di restoran Veselka jam 20.00" kata Juno


"Ok" kata Jessyca sambil menutup teleponnya


Jessyca sebenarnya tidak bersemangat untuk bertemu Jono namun Ia sedang butuh hiburan atas luka dan patah hatinya dari Erick sehingga Ia menyetujui pertemuannya dengan Juno nanti malam.


Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕