We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XLI Sembuh



Melissa merasakan mentari pagi hari ini sangat hangat dan membuatnya sangat senang, kakinya sudah bisa berjalan walau masih pelan-pelan namun Ia akan segera pulih seperti biasa, Hendry sudah kembali dari urusan administrasi rumah sakit ketika Melissa sedang menyisir rambutnya.


"Sayang, mau dibantu?" kata Hendry melangkah dan segera mendekati Melissa


"Bisa kok sayang, tidak perlu khawatir" kata Melissa tersenyum


Hendry merebut sisir dari tangan Melissa dan menyisir rambut Melissa pelan, di hadapkannya tubuh Melissa dan di peluknya erat seolah Hendry tak mau melepasnya. Melissa juga mengeratkan pelukannya di pinggang Hendry dan menyandarkan wajahnya di dada bidang Hendry


"Senang bisa melihatmu berdiri tegak seperti biasa" kata Hendry sambil mengelus rambut Melissa


"Aku juga sangat bahagia sayang" kata Melissa


"Sayang, apa kamu bosan di rumah sakit?" tanya Hendry


"Sangat" kata Melissa dengan nada pelan


"Ayo kita makan di luar" Hendry mengajak Melissa sambil menggenggam tangan gadis itu


"Ayo, mau makan apa?" tanya Melissa


"Makanan yang dapat membuat gadis yang kucintai merasa senang" kata Hendry menggoda sambil tersenyum riang


"Hmmm gimana ya? soalnya yang bikin senang namanya Hendry Wilson, apa aku harus memakannya pagi ini?" Melissa tergelak, matanya mengerling manja


"Boleh, nih makan" Hendry mendekatkan wajahnya dan bibirnya ke arah Melissa


"apaan sih?" kata Melissa sambil mencubit kedua pipi Hendry


"katanya mau dimakan? " Hendry menampakkan raut wajah pura-pura kesal


"Ayo kita makan" kata Melissa menggandeng lengan Hendry sambil tersenyum


Melissa segera membawa barang-barangnya yang ada di rumah sakit, karena setelah makan Ia akan kembali ke Apartemenya.


Hendry mengemudikan mobil chevroletnya dengan kecepatan biasa, Melissa yang sudah dua minggu di rumah sakit kini sangat menikmati pemandangan kota New York. Melissa tak berhenti tersenyum karena sangat senang mengetahui fakta bahwa kakinya sudah sembuh.


Hendry menghentikan Chevroletnya di restoran Pizza Hut, Ia tau Melissa sangat menyukai Pizza, walau Ia sering membawakannya Pizza di rumah sakit namun Hendry tau bahwa sensasi makan di rumah sakit tentu berbeda dengan makan langsung di restorannya.


"Tau saja nih kalau aku lagi pengen makan Pizza" kata Melissa berbinar bahagia


Melissa dan Hendry sangat menikmati makannannya, Melissa baru selesai makan ketika Ia mendapat telepon dari Bella


Drttt.. Drrrttt.. Handphone Melissa bergetar


"Hallo" kata Melissa


"Hallo, Mel kamu jadi pulang hari ini kan?" tanya Bella


"Jadi dong, ini juga lagi dijalan mau pulang" jawab Melissa


"Ok, nanti sore gue ke apartemenmu ya" kata Bella sambil mengedipkan matanya pada Nina yang sedang sibuk menyiapkan kejutan untuk kesembuhan Melissa


"Ok" kata Melissa senang


"Oke, bye.. sampai jumpa nanti sore" kata Bella


"Oke, bye" kata Melissa sambil memutus sambungan telepon


"Siapa yang telepon?" kata Hendry pura-pura tidak tau dengan rencana Nina dan Bella


"Bella, tadi dia bilang mau datang ke apartemen sore nanti" kata Melissa senang


"Oh.." kata Hendry singkat


Setelah makan mereka menuju apartemen Melissa, Ditengah perjalanan Melissa mampir ke toko parfume, Hendry tidak penasaran karena Ia tahu Melissa akan mengambil parfume aroma vanila, jelas aroma itulah yang dipakai Melissa selama ini dan memang Melissa mengambil parfume aroma vanila kesukaannya.


"Aku tahu kamu akan mengambil aroma vanila" kata Hendry tersenyum puas


"Hmmm.. apa jelas sekali aromanya?" tanya Melissa


"Yang jelas dan pastinya aku tahu persis aroma gadis yang selalu ada disisiku" kata Hendry tertawa


Melissa tersenyum, betapa sayangnya Ia pada lelaki di hadapannya. Melissa dan Hendry melanjutkan perjalanan pulang ke apartemen Melissa.


Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕