
Dengan keras Mr. Robinson menarik tangan Jessyca kedalam rumah mereka, Mr. Eugene dan Juno mengikuti tepat dibelakang, Jessyca berusaha menarik tangannya dari Mr. Robinson yang tampak sangat murka. Kini mereka berempat duduk di sopa ruang tamu. Sebelum membuka suara, Mr. Robinson menarik napas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan, ditatapnya Jessyca dengan pandangan tajam yang dingin.
"Ayah Ingin tanya, Apakah Kamu dan Juno sudah putus?" kata Mr. Robinson pada Jessyca
"Kami belum putus" kata Jessyca acuh
"Jadi mengapa Kamu izinkan Erick datang ke Apartemenmu? Ayah kira Kamu harusnya sangat membencinya, mengingat perselingkuhan Dia dengan wanita lain" kata Mr. Robinson dengan nada sinis
Jessyca agak terkejut dengan pertanyaan Ayahnya, Ia tidak pernah menceritakan bahwa Erick menghianatinya, hal ini membuktikan bahwa sebenarnya Ia masih diawasi oleh Mr. Robinson.
"Ayah, mengapa Ayah tahu bahwa Erick berhianat dan tidak tahu mengenai alasan mengapa Ia bisa kuizinkan datang ke Apartemenku? Apakah mata-mata Ayah kurang kompeten belakangan ini?" kata Jessyca ketus
"KAU.." kata Mr. Robinson menatap marah pada Jessyca
Sebenarnya orang suruhan Mr. Robinson mengawasi Jessyca dengan baik, mereka selalu menjaga jarak aman agar Jessyca tidak curiga, saat Erick menyelamatkan Jessyca, jarak mereka cukup jauh dari lokasi kejadian sehingga mereka terlambat dan laporan mereka kepada Mr. Eugene tertunda karena Mr. Eugene sibuk mengurusi meeting dan pertemuan dengan Mr. Nakagawa.
Mr. Eugene mendekati Mr. Robinson dan membisikkan peristiwa yang terjadi sore hari ketika Jessyca pulang bekerja. Mr. Robinson tampak semakin kesal mengetahui bahwa orang yang menyelamatkan Jessyca adalah Erick.
"Pecat mereka besok" kata Mr. Robinson pada Mr. Eugene
Mr. Eugene mengiyakan dan kembali duduk di dekat Juno. Mr. Robinson kembali menatap Jessyca
"Dengar Anakku Jessyca, berapa kali harus Ayah bilang bahwa orang seperti Erick hanya memanfaatkanmu sayang, Ia tidak benar-benar mencintaimu" kata Mr. Robinson tajam
"Ayah, Jessy sudah besar. Sudah seharusnya menentukan siapa yang akan jadi pasangan hidup Jessy nantinya" kata Jessyca bersikeras
"Juno, kapan Kamu akan melamar Jessyca?" tanya Mr. Robinson sambil menatap serius kearah Juno
Juno melap tengkuknya yang terasa dingin dan berkeringat, Ia gugup atas pertanyaan Mr. Robinson yang tiba-tiba.
"Secepatnya setelah proyek perusahaan selesai" kata Juno dengan senyum dipaksa
"Ayah harap Kamu mampu mempertahankan Jessyca untuk tetap bersamamu Juno" kata Mr. Robinson tegas
Jessyca melirik Juno dengan raut wajah masam, bisa-bisanya Juno menyetujui permintaan Ayahnya, padahal Ia tahu Juno masih mencintai Melissa.
"Kalau tidak ada lagi yang perlu dibicarakan, Jessy pamit, Ayah" kata Jessyca berdiri
"Kamu tidak boleh kembali ke Apartemen malam ini Jessy" kata Mr. Robinson sedikit berteriak
Jessyca terkejut, Ia tahu bahwa Ia tidak akan diizinkan kembali ke Apartemennya malam ini, tapi bayangan Erick muncul di kepalanya, bagaimana jika Erick mengkhawatirkannya. Ia ingin menelepon Erick, tapi Handphonenya diambil Mr. Robonson saat di dalam mobil.
"Jika Aku tetap kembali?" tanya Jessy dengan nada jengkel
"Kamu ingin menikah dengan Juno malam ini?" tanya Mr. Robinson sinis
"Kembalikan handphoneku, Aku tidak akan kembali ke Apartemen malam ini" kata Jessyca pada Mr. Robinson
"Kembalikan handphonenya" kata Mr. Robinson pada Mr. Eugene
Setelah menerima handphone dari Mr. Eugene, Jessyca pergi menuju kamarnya. Ia membuka handphonenya dan mengirim pesan singkat pada Erick
"Sayang, Aku tidak pulang malam ini karena ada sedikit urusan, jangan menghawatirkan apapun, selamat malam. semoga mimpi indah" ❤ -Jessyca
Jessyca menatap nanar langit-langit di kamarnya, tidak lama kemudian butiran bening mengalir dikedua sudut matanya, Ia segera menghapusnya. Sebuah pesan masuk membuatnya tersadar dari rasa sedihnya.
"Selamat malam sayang, apapun yang Ayahmu katakan pasti itulah yang terbaik untukmu. Semoga ada Aku di mimpimu malam ini" 💋 -Erick
Jessyca begitu lelah, tidak lama kemudian Ia terlelap. Sementara di luar, Juno sedang berpamitan pulang pada Mr. Robinson, dengan ramah Mr. Robinson menawari Juno untuk menginap, namun Juno menolak dan memilih pulang ke rumahnya dengan alasan masih banyak pekerjaan kantor yang belum Ia selesaikan.
Selama di perjalanan pulang, Juno memikirkan kembali kejadian hari ini, entah mengapa ada rasa tidak rela ketika melihat Jessyca lebih memilih Erick dari pada dirinya padahal Juno tahu bahwa hal itu wajar karena sejak awal Jessyca memang tidak mencintainya dan Diapun mencintai Melissa.. Benarkah? Benarkah Ia masih mencintai Melissa? Juno berpikir dan tidak bisa tidur nyenyak malam itu karena memikirkan perasaannya yang jadi rumit.
Jangan Lupa like dan komentarnya ya readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕