We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter LXXV Kabar dari Juno



Melissa sedang termenung di perpustakaan memikirkan pengembangan materi dan bahan skripsinya, tiba-tiba handphonenya bergetar, sebuah nama yang tidak diharapkannya muncul di layar. Iya, telepon itu dari Juno, dengan enggan Melissa mengangkat panggilan itu pada akhirnya.


"Hallo.. Selamat siang Mel" sahut Juno dari seberang


"Hallo Jun, ada apa nih? tumben nelpon" Melissa menjawab tak bersemangat


"Mel, apa kita bisa bertemu?" kata Juno sedikit parau, ada nada murung pada suaranya yang biasanya terdengar berat dan sexy


"Jika Kamu tidak sibuk tentu saja-" kata Juno melanjutkan


"Kalau kubilang tidak bisa?" kata Melissa datar


"Ini mungkin pertemuan terakhir Kita berdua Mel, Aku sangat berharap Kamu bisa meluangkan waktu untukku" kata Juno serius


"Boleh kuajak Hendry?" tanya Melissa sedikit canggung, bukannya tidak ingin menemui Juno sendirian namun Melissa tidak mau ada kesalahpahaman lagi antara dirinya dan Hendry


"Boleh, sekalian Kamu ajak teman-temanmu yang lain juga boleh" kata Juno dengan nada kesal


"Hmm.. Baiklah, baiklah.. Aku mengerti Jun, kapan dan dimana?" tanya Melissa


"Veondra Lovera Cafe pukul 04.00 pm, Apa Kamu keberatan Mel? Biar Aku yang jemput" kata Juno serius


"Oke, Aku akan datang.. Tidak perlu dijemput, tempatnya juga tidak jauh dari kampus" kata Melissa santai


"Baiklah, Sampai jumpa nanti Mel" Juno mengakhiri pembicaraan


Melissa bingung harus mengatakan apa pada Hendry, setiap sore mereka pulang bersama, kecuali jika Melissa atau Hendry sedang tidak ada mata kuliah. Hari ini dapat dipastikan bahwa Hendry akan datang menjemputnya sore ini, apakah Ia akan jujur pada Hendry bahwa Ia akan bertemu Juno, berdua??? Whatsss? Hendry pasti tidak akan mengizinkan jika Ia berkata jujur, tapi Jika tidak mengatakannya dan ketahuan, maka Hendry akan murka, akhirnya setelah lama berpikir, Melissa memutuskan untuk memberi tahu Hendry bahwa Ia akan menemui Juno sore ini. Dengan segala konsekuensi jika Hendry akan marah padanya.


Pukul 03.40 pm Hendry datang ke perpustakaan, tangannya berada tepat di bahu Melissa, membuat Melissa sedikit terkejut dan menoleh.


"Hai sayang, masih banyak yang harus dikerjakan? Nih, kubawakan cemilan.." Hendry membawakan burger dan kentang goreng untuk Melissa


"Sebentar lagi selesai kok" Melissa tersenyum senang, tapi raut wajahnya sedikit berubah karena teringat janji dengan Juno siang tadi


"Ada yang bisa kubantu?" kata Hendry menawarkan dengan tulus


"Tidak perlu, Nanti lanjut lagi di Apartemen" kata Melissa tersenyum menatap wajah Hendry yang tampak sangat tampan dengan mantel coklat berbulu di bagian lehernya, ditatap Melissa begitu, membuat Hendry salah tingkah


"Apa ada yang salah dengan pakaianku?" tanya Hendry ragu


"Kamu jelek dan tidak cocok pakai mantel ini" kata Melissa berbohong Ia ingin melihat reaksi Hendry


"Baiklah Aku tidak akan memakainya lain kali" kata Hendry menatap mantelnya yang baru Ia beli kemarin lusa


"whahahaha.. Kamu begitu serius, Aku suka penampilanmu hari ini sayang" Melissa tertawa riang dan mengedipkan sebelah matanya dengan genit


"Hmmm.. dasar Kamu ya" kata Hendry sambil mencubit kedua pipi Melissa


Melissa selesai membereskan buku-buku dan laptopnya, bersiap untuk meninggalkan perpustakaan. Ia menyusun kata-kata dipikirannya yang akan Ia utarakan pada Hendry tentang pertemuannya dengan Juno sore ini


"Sayang.." kata Melissa ragu-ragu


"Ada apa? katakanlah" kata Hendry menatap Melissa


"Jika Aku minta sesuatu saat ini apa Kamu akan mengabulkan?" kata Melissa dengan binar cerah dimatanya


"Asal bukan permohonan yang aneh-aneh" kata Hendry serius


"Aku ada janji dengan Juno sore ini di Veondra Lovera Cafe jam 04.00 pm" kata Melissa cepat, takut menatap mata Hendry


"Berdua?" tanya Hendry dingin


"I.. Iya sayang, ada hal penting yang ingin Juno sampaikan" kata Melissa dengan nada lembut dan sedikit memelas


"Penting? Ngajak balikan mungkin.." kata Hendry dingin


"Sayang, Kamu percaya padaku kan? saat ini hanya Kamu yang ada di hatiku" kata Melissa serius menatap kedua bola mata Hendry yang hitam kecokelatan


Hendry diam sesaat, diliriknya jam di tangannya pukul 03.55 pm.


"Ok baiklah, Aku akan menunggu di Apartemenmu, dan Kamu tidak boleh pulang lewat dari jam 06.00 pm" kata Hendry datar


"Nah begitu dong, Aku janji bakal cepat selesai urusan dengan Juno, Thanks sayangku" kata Melissa sambil merangkul mesra lengan Hendry


Hendry diam, dan moodnya jadi sedikit terganggu, sebenarnya Ia ingin menunggu Melissa di depan Veondra Lovera Cafe, tapi Ia percaya pada Melissa dan memutuskan untuk menunggunya di apartemennya saja.


Melissa senang karena Hendry mempercayainya dan mengizinkannya menemui Juno, walau Hendry tampaknya tidak dalam mood yang baik saat ini, Melissa terus mengajaknya berbincang di dalam mobil tentang hal-hal konyol di kampusnya agar Hendry gembira, Namun Hendry menanggapi dengan datar dan tidak bersemangat.


Setelah sekitar 15 menit, mereka akhirnya tiba di Veondra Lovera Cafe pukul 04.05. pm Melissa turun dari mobil dan melambaikan tangannya pada Hendry.


Didalam cafe, Juno sudah datang lebih dulu sambil melihat kearah handphonenya.


"Hei.." Kata Melissa ketika tiba tepat di depan Juno


"Hei.." Juno tersenyum menatap Melissa dengan blush biru laut yang membuat kulit putih Melissa tampak makin bersinar, riasan wajah yang natural membuat wajah Melissa terlihat makin cantik, seperti biasa Juno masih sangat senang dan antusias ketika melihat Melissa


"Lama menunggu?" tanya Melissa balas tersenyum pada pria yang saat ini menatapnya tanpa berkedip


Melissa duduk dan menatap serius pada Juno


"Jadi apa yang ingin kita bahas hari ini Jun?" tanya Melissa sambil meletakkan kedua tangannya di dagu.


"Kita pesan makan dulu ya" kata Juno sambil menyodorkan daftar menu makanan dan minuman yang bisa mereka pesan


"Aku sudah makan kok barusan burger dan kentang goreng" Aku sedang kenyang kata Melissa jujur


"Baiklah, bagaimana kalau pesan kopi? bukankah Kamu sangat suka minum kopi? tolong jangan ditolak" kata Juno tergelak


"Hmmm.. Baiklah, sebenarnya Aku juga baru minum kopi instan" kata Melissa tergelak. Sebenarnya Ia belum sempat minum ketika Hendry menyodorkan kopi padanya tadi.


"Baiklah, jadi apakah harus di cancel pesanan kopinya?" kata Juno tersenyum nakal


"wahahaha.. Aku bercanda, Aku belum sempat minum apapun sebelum kesini" kata Melissa tertawa renyah


"Baiklah, Aku akan pesan 1 Cappucino full cream dan 1 Americano" kata Juno mengatakan pada pelayan yang segera mencatat pesanan Juno


"Selagi menunggu pesanan, Kamu boleh mulai menyampaikan apa yang ingin Kamu bahas hari ini Jun" kata Melissa tersenyum


"Mel, Aku akan segera menikah dengan Jessyca" kata Juno serius menatap dalam ke mata Melissa.


Melissa sedikit terkejut, tapi Ia segera menutupinya dan berusaha bersikap setenang mungkin


"Benarkah? Kapan?" kata Melissa tersenyum


"Segera Mel, diperkirakan bulan depan" kata Juno serius


"Selamat ya Jun" kata Melissa tersenyum


"Mel, Benarkah Kamu tidak apa-apa, tolong katakan kalau Kamu keberatan Mel, Aku akan berusaha membatalkan rencana pernikahanku dan Jessy jika Kamu keberatan" kata Juno menatap Melissa, berusaha menemukan jawaban yang Ia harapkan


"Aku turut bahagia Jun, saat ini Aku dengan tulus memberikan ucapan selamat dan berharap kamu bahagia bersama Jessyca, mungkin Aku akan sangat keberatan jika kata-kata ini diucapkan setahun yang lalu, saat Aku menemukan kenyataan bahwa Kamu pacaran dengan Jessyca, tapi sekarang Aku sudah benar-benar menerima kenyataan bahwa Kamu sekarang adalah pacar Jessyca dan calon suami Jessyca, tentu dulu berat bagiku menerima kenyataan itu, Aku sedih, terluka, kecewa, hari-hari yang kulalui jadi begitu murung dan terasa sangat panjang, tapi sekarang Aku bahkan bisa mengucapkan selamat untukmu Jun dan turut berbahagia" kata Melissa tersenyum.


"Ternyata benar bahwa Aku benar-benar telah kehilangan cintamu Mel, jujur Aku sangat menyesalinya, Mengapa dulu Aku tidak lebih cepat memberitahumu tentang rencanaku dan Jessyca, Kamu tahu Mel, Aku dan Jessica tidak saling mencintai" kata Juno dengan nada rendah dan sedikit lesu dengan respon Melissa.


Jujur dari lubuk hati Juno, Ia ingin mendengar bahwa Melissa masih mengharapkannya seperti dulu. Namun keadaan kini benar-benar telah berubah. Alih-alih sedih, Melissa memberikan ucapan selamat dan turut bahagia untuk pernikahannya dengan Jessyca.


"Jun, Kamu dan Jessyca pasti akan bahagia kok kalian pasangan serasi.. Jessyca gadis yang cantik, energic, menarik, smart, juga dari keluarga terpandang" kata Melissa serius


"Mel, Jessyca tidak memiliki kenangan Kita Mel, Dia asing bagiku.. Lagi pula dihatinya Ia hanya mencintai Erick" kata Juno serius


"Juno, Aku serius.. Sekarang dihatiku Aku mempunyai Hendry yang sekarang Aku cintai, Dia yang selalu ada untukku dan setia menemaniku bahkan saat Aku mengalami kecelakaan waktu itu" kata Melissa lambat


"Itu wajar, kan Hendry penyebab kecelakaan saat itu, lagi pula jika saja Aku tidak Kamu larang datang menemuimu Mel, Aku yang akan merawatmu saat itu" kata Juno ketus dan tampak marah


"Pokoknya Jun, Aku ingin kita berdua sama-sama bahagia di jalan masing-masing" kata Melissa tersenyum


"Tidak Mel, Sulit bagiku untuk melupakan perasaanku padamu Mel, Aku mengenalmu lebih dari enam tahun Mel, Kita adalah cinta pertama masing-masing" kata Juno menatap lurus ke dalam mata Melissa


"Kopinya Sir" kata pelayan menyuguhkan Kopi pesanan Juno


"Juno, perasaanmu padaku dan juga kenangan-kenangan dimasa sekolah saat kita masih remaja hanyalah masa lalu yang cukup hanya untuk dikenang saja tidak untuk dilanjutkan sekarang ini" kata Melissa tersenyum


"Aku tidak akan pernah bisa dengan mudah melupakan segala kenangan indah itu Mel, ingat bahwa jika baj*ngn Hendry melukaimu, Aku selalu siap menjadi tempatmu kembali Mel, camkan itu!" kata Juno serius


"Baiklah Kamu boleh berjanji, nanti saat Kamu mulai menyukai Jessyca atau gadis lain, Kamu juga akan lupa dengan janjimu barusan" kata Melissa tergelak


"Terserahlah jika Kamu tidak percaya Mel, Aku juga tidak akan merusak hubunganmu dengan Hendry, tapi ingatlah bahwa Kamu bisa mencariku jika Hendry sampai melukaimu" kata Juno tajam dengan nada dingin dan serius


"Ok..ok.. baiklah" Melissa mengambil kopi didepannya untuk mencairkan suasana yang sedikit canggung antara Ia dan Juno


"Ngomong-ngomong bagaimana Kuliahmu? lancar kan?" kata Melissa berusaha mengganti topik pembicaraan mereka


"Sebentar lagi Aku akan segera menyelesaikan magangku Mel dan fokus pada penyelesaian bab akhir skripsiku" kata Juno yang tidak sadar bahwa topik pembicaraan mereka berubah


"Semangat dan selamat calon sarjana muda, calon CEO dan Calon suami" kata Melissa tersenyum ceria


"Huh.." Juno mendengus tidak setuju dengan kata-kata Melissa


Melissa melirik jam tangannya, pukul 17.35. Ia berjanji pada Hendry untuk segera pulang secepatnya. Ia tahu bahwa Hendry sedang menunggunya.


"Baiklah Jun, sekali lagi Selamat tapi Aku ada urusan mendesak yang harus segera diselesaikan, deadline perbaikan proposal skripsi harus segera kuberikan pada dosen besok pagi dan Aku harus segera menyelesaikannya malam ini" kata Melissa berusaha menemukan alasan yang tepat untuk segera pulang ke apartemennya


"Mau kubantu?" tanya Juno bersemangat


"Tidak perlu, Aku bisa kok" kata Melissa tersenyum malu


"Boleh kuantar?" Juno menawarkan tumpangan untuk pulang


"Tidak usah Jun, tidak jauh kok" kata Melissa sambil melambaikan tangannya dan segera berlalu


Juno hanya bisa membalas lambaian tangan Melissa dan menatap punggung gadis itu dari belakang, gadis yang selama ini Ia cintai sekarang tidak lagi mencintainya.


Jangan Lupa like dan komentarnya ya readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕