
Selesai berdansa Melissa dan Hendry duduk di meja makan mereka, mereka menikmati hidangan dan bersulang, seseorang menyentuh pundak Melissa yang sedang mengobrol santai dengan Hendry.
"Melissa?" kata Kellsie
"Eh.. Kellsie? Apa kabarmu? Apa Kamu datang sendirian?" tanya Melissa seraya berdiri dan memeluk sahabat dekatnya ketika SMP
"Aku datang bersama Jenny, Albert, Kak Lucas dan Kak David" kata Kellsie menjelaskan
"Mana Mereka? tadi Aku hanya berjumpa dengan Kak Lucas" kata Melissa mencari-cari disekitarnya
"Itu, Mereka dibelakangmu" kata Kellsie menunjuk tempat yang berada di belakang Melissa
Mellissa menoleh, Kellsie, Jenny dan Albert adalah sahabatnya sedangkan David dan Lucas adalah sahabat Frans kakaknya. Melissa langsung melambaikan tangan kearah mereka sambil tersenyum. Sesekali Ia dan Kellsie sering bertukar kabar melalui Video Call, namun tetap berbeda rasanya saat bertemu langsung. Melissa cukup akrab dengan sahabat-sahabat kakaknya karena Mereka dulu sering datang kerumah untuk mengerjakan tugas dan bermain game.
"Ayo kesana" Ajak Kellsie menarik tangan Melissa
"Oke.. Eh, kenalin Kel.. Ini Hendry pacarku" kata Melissa
Pandangan Kellsie beralih ke Hendry yang duduk berhadapan dengan Melissa, Kellsie tersenyum, ada kesan hangat yang dirasakan gadis itu ketika Hendry mengulurkan tangannya dan tersenyum.
"Kellsie Cathlen" kata Kellsie memperkenalkan diri
"Hendry Willson" kata Hendry memperkenalkan diri
"Pacarmu rupawan Mel" kata Kellsie menyikut lengan Melissa yang tanpa malu dilakukan di depan Hendry
"Masa?" kata Melissa tersenyum
"Thanks pujiannya Ms. Cathlen" kata Hendry formal
"Ayo kita kesana, ajak Dia juga jika Dia tidak keberatan" kata Kellsie tersenyum
"Sayang, Kamu mau ikut Kami?" kata Melissa bertanya pada Hendry, Ia takut Hendry malah cemburu melihat Dirinya bergabung dengan teman-temannya, terlebih disana ada Kak lucas, pikir Melissa.
Hendry bingung, Ia tidak terlalu suka bergabung dengan keramaian namun tidak menyenangkan jika harus duduk sendirian ditengah pesta yang begitu meriah.
"Baiklah Aku akan ikut" kata Hendry dengan senyum yang dipaksakan
Melissa mengikuti langkah Kellsie, seorang perempuan bertubuh mungil dengan rambut ikal dan berkulit putih yang saat ini berada didepannya dengan melangkah sedikit pelan sambil menggandeng lengan Hendry
"Hai teman-teman, apa kabar kalian?" kata Melissa tersenyum sambil menyapa Jenny, Albert, David dan Lucas
"Lama tidak jumpa, Kamu tambah cantik" kata David tersenyum menggoda
"Lihat, bahkan Ia mengajak kekasihnya yang rupawan" kata Jenny menimpali menampakkan giginya yang putih
"Apa Kamu senang tinggal di New York? Apa Kamu kini sudah lupa dengan Kami?" tanya Lucas dengan mata merah pengaruh Wine yang diminumnya
"Jangan hiraukan Dia, biasanya Dia tidak suka mabuk.. Mungkin karena malam ini malam bahagia bagi Frans jadi Dia malah banyak minum" kata David menjelaskan
"Ngomong-ngomong siapa nama lelaki di sebelahmu?" tanya Albert penasaran
"Namanya Hendry Wilson, Dia pacarku" kata Melissa tersenyum
"Hai semua, Saya Hendry Wilson"
"Ini Jenny" Melissa menunjuk perempuan berkulit kecokelatan dengan rambut lurus di sanggul kebelakang
"Hai Jenny" kata Hendry menjabat tangan Jenny
"Hai Hendry" kata Jenny tersenyum sambil menjabat tangan Hendry
"Ini Albert" Melissa menunjuk lelaki bermata biru dengan gaya rambut fade yang disisir rapi dengan minyak rambut
"Hai juga" kata Albert ramah
"Ini Kak David" Melissa menunjuk lelaki dengan alis tebal dan bibir yang sensual dengan gaya rambut pompadour
"Hai" kata Hendry menjabat tangan David
"Hai, salam kenal.. Jaga Melissa dengan baik ya" kata David tersenyum penuh arti
"Dengan senang hati" kata Hendry tersenyum
"Ini Kellsie dan Ini Kak Lucas, yang tadi sudah berkenalan denganmu" kata Melissa tersenyum
Hendry menanggapi dengan tersenyum, ditatapnya Kellsie dengan tubuh mungil, rambut ikal, kulit putih, mata biru, dan bibir merah serta Lucas yang memiliki tinggi 180cm dengan rambut ikal gaya Messy top dan alis tebal, bola mata cokelat, sedikit brewok di wajahnya menambah kesan Manly. Hendry merasa cemburu, Ia takut bahwa Melissa menyukai Lucas yang sedari tadi terus-menerus menatap Melissa.
"Melissa, apa Kamu tahu bahwa Albert dan Jenny sekarang pacaran?" kata Kellsie tergelak
"Stttt" kata Jenny dengan menaruh satu jari telunjuk di depan bibirnya
"OMG.. Aku baru tahu nih, selamat ya" kata Melissa tersenyum
"Thanks Mel" kata Albert tersenyum
"Sebenarnya malu sih, pacaran sama sahabat sendiri" kata Jenny sedikit menutupi wajahnya dengan telapak tangannya karena merasa malu
"Itu bagus kan?" kata Melissa sambil melirik Kellsie
"Kellsie juga sudah punya pacar kok" kata Jenny balas mengumbar cerita tentang Kellsie
"Siapa?" tanya Melissa dengan nada senang
"Pacarnya kuliah di Los Angeles, jauh.. uh.. kasihan deh.." kata Jenny tergelak
"Biarin" kata Kellsie kesal
"Bagaimana dengan Kak David dan Kak Lucas?" kata Melissa tersenyum
"David sudah punya Talitha, tapi hari ini tidak bisa datang bersama karena ada urusan keluarga" kata Albert menjelaskan
"Dan Kak Lucas juga sudah punya kan?" kata Melissa tersenyum cerah
"Aku sedang menunggu seseorang, tapi malah direbut orang lain" kata Lucas tajam menatap Melissa
"Siapa Dia?" tanya Hendry tersenyum sinis
"Iya, Lucas sedang menunggu cintanya yang saat ini sedang berada di luar kota" kata David sambil tergelak, mencoba mengalihkan arah pembicaraan
"Eh Apa benar kak Daniela sudah menikah dengan salah satu konglomerat Inggris?" tanya Kellsie pada David yang satu kelas dengan Daniela saat masih SMP, Kellsie mencoba mengalihkan suasana yang canggung dan serius diantara Mereka.
"Benar, Dia sangat beruntung.. Padahal alasan kepergiannya karena bertikai dengan orang tuanya" kata David
Pertemuan yang sekian lama dinanti diantara mereka tentu saja memiliki banyak topik perbincangan, Mereka bercerita tentang berbagai pengalaman mereka, teman-teman sekolah, bahkan tentang guru mereka, dan banyak lagi topik perbincangan yang tidak dimengerti oleh Hendry. Hendry hanya menanggapi sebisanya dengan anggukan atau senyuman.
"Mari kita bersulang untuk Frans dan Cathrine" kata David mengangkat gelasnya
Semua mengangkat gelas dan bersulang, masing-masing merasa senang dan diselingi tertawa riang di sela-sela perbincangan mereka.
Tidak terasa acara pesta pernikahan Frans sudah selesai dan berjalan dengan lancar. Pengantin memutuskan untuk berbulan madu di kepulauan Karibian, sebuah mobil Mercedez S Class Limousine telah menjemput Frans dan Cathrine yang sedang berbahagia.
Pesta berakhir dengan sangat memuaskan, para tamu undangan pulang dan beristirahat dengan nyaman. Melissa dan Hendry memilih pulang ke rumah keluarga Zoan, tentu tidak nyaman jika harus menginap di hotel tempat diadakannya pesta pernikahan. Terutama bagi Melissa, tentu saja Ia sangat nyaman beristirahat di rumahnya.
Jangan lupa like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih semangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕