
Hendry mengemasi semua barang-barangnya dan membawa oleh-oleh untuk Melissa dan keluarga Stuart. Ia sudah bersiap akan pulang hari ini tanpa memberitahu Melissa bahwa Ia akan kembali ke New York. Hendry sengaja pulang satu hari lebih cepat untuk memberi kejutan pada Melissa. Hendry lalu berpamitan dengan Ayah, Ibu dan adiknya.
"Jenny, jaga Ibu dan Ayah ya" kata Hendry sambil mengusap kepala adiknya
"Iya kak, kenapa kakak pulangnya cepat?" kata Jenny lesu sambil memeluk Hendry
"Kakak masih banyak tugas kuliah sayang" kata Hendry balas memeluk adiknya
"Hendry, baik-baik dan jaga kesehatan di sana ya nak" kata Mrs. Carlina
"Iya Bu, apa benar Ibu sudah sehat sekarang?" kata Hendry memeriksa bagian kepala Ibunya yang terbentur
"Ibu baik-baik saja, sekarang sudah sehat seperti biasa" kata Mrs. Carlina tersenyum menatap perilaku anaknya
"Syukurlah" kata Hendry mengecup tangan Ibunya
"Cepat selesaikan kuliahmu dan lanjutkan tugas Ayah di perusahaan" kata Mr. Wilson sambil menepuk punggung Hendry
"Iya Ayah" kata Hendry tersenyum
Hendry melambaikan tangannya pada keluarganya, Jenny adiknya masih berlinang air mata, sudah dua tahun Ia tidak bertemu kakaknya dan merasa sangat rindu.
Hendry sedih karena meninggalkan keluarganya dan merasa senang karena akan segera bertemu pujaan hatinya, kekasih yang Ia cintai dengan segenap hati dan jiwanya.
"Hallo sayang, kamu dimana.. Aku pulang dan bawa oleh-oleh dari Ind.." kalimat Hendry terpotong ketika Ia melihat Juno dan Melissa dalam pose wajah Juno yang hanya berjarak 5cm dari wajah Melissa
"Sayang.. Sudah pulang?" kata Melissa segera meninggalkan Juno dan menuju ke arah Hendry
Hendry yang salah paham segera mundur dan berjalan cepat meninggalkan Melissa, Melissa mengejarnya dan menarik tangan Hendry
"Sayang, ini tidak seperti yang terlihat.. Aku bisa jelaskan semuanya" kata Melissa
"Jadi saat Aku tidak ada Kamu bersenang-senang dengan Lelaki lain?" kata Hendry menatap tajam
"Bukan begitu sayang, tadi.. " belum sempat Melissa melanjutkan Hendry segera memotong
"Cukup, Aku tidak menyangka akan dihianati seperti ini" kata Hendry sambil menepis tangan Melissa dan pergi meninggalkan Melissa tanpa menoleh sedikitpun
Hendry mengemudikan mobilnya menuju Villa dengan kecepatan di atas rata-rata, Ia merasa kecewa, sedih, sesak dan sakit hati pada Melissa. Ia sama sekali tidak menduga bahwa selama kepergiannya Melissa tega menghianatinya. Hendry mengepalkan tangannya kesal.
Sesampainya di Villa, Hendry mengganti pakaiannya dan membanting barang-barang yang ada di kamar tidurnya, saat kesal Hendry melampiaskan kekesalannya pada barang disekitarnya, sehingga beberapa barang jadi rusak dan terpaksa harus diganti. Setelah tenang Hendry tertidur dan berusaha melupakan segala rasa sakit yang menimpanya. Ia bahkan belum makan dan minum sejak turun dari pesawat, rasa sakit yang teramat sangat telah menghujam tepat di jantung hatinya dan buliran air mata mengalir dengan sendirinya tanpa dikomando. Ia tidak menyangka bahwa Melissa akan menghianatinya, ini pertama kalinya Hendry menjatuhkan airmatanya karena seorang wanita. Selama hidupnya Hendry tidak pernah sedih karena wanita. Memikirkan penghianatan Melissa membuatnya tidak bisa tidur nyenyak, ternyata patah hati begitu menyakitkan baginya.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih semangat untuk menulis lanjutan ceritanya.. 💕