We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XLVIII Pernikahan Frans Zoan



Pernikahan mewah dengan persiapan yang matang sedang berlangsung, Hendry sibuk mencari Melissa yang menghilang dari pandangannya beberapa saat yang lalu, sorot mata Hendry menangkap bayangan perempuan memakai gaun Dior berwarna biru gelap yang Ia berikan beberapa waktu lalu sebagai hadiah kencan mereka, Melissa begitu cantik dengan anting dan kalung berlian serta sepatu hak tinggi yang membuat Ia tampak sangat berkilau malam ini. Namun Melissa saat ini sedang asik berbincang dengan seorang lelaki bersetelan jas abu-abu dengan senyum menawan menatap wajah Melissa. Hendry berjalan cepat menuju Melissa, Melihat Tangan lelaki itu menyibak helai rambut Melissa di sisi pipinya membuat Hendry merasa sangat marah dan kesal.


"Hai Sayang" kata Hendry dengan senyum sedikit meringis


"Hai sayangku, eh.. Perkenalkan ini Kak Lucas teman Kak Frans dan juga kakak kelasku ketika masih di bangku SMP dan ini Hendry kekasihku Kak" kata Melissa memperkenalkan keduanya yang saling menatap dingin


"Lama tidak jumpa, Kamu sudah punya kekasih rupanya?" kata Lucas tersenyum agak sinis menatap Hendry sambil menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan sebagai tanda perkenalan


"Salam kenal" kata Hendry datar namun tatapannya begitu tajam pada Lucas


"Pacaran belum tentu menikah kan?" kata Lucas tersenyum, kali ini agak tergelak


"Kami akan menikah setelah lulus kuliah dan bekerja" kata Hendry tegas


"Oh ya? Kita lihat saja, hubungan cinta monyet biasanya hanya bertahan sementara" kata Lucas tersenyum dengan mengangkat satu alisnya


"Aku yakin Kami tidak akan berpisah, kecuali ada yang berusaha memisahkan.." kata Hendry tajam dengan penuh arti


"Sudah Sayang, kok Kamu jadi marah?" kata Melissa berusaha mengajak Hendry menjauh dari Lucas


"Melissa, jika bocah ini berani menyakitimu maka datanglah padaku.. Aku selalu bersedia untukmu" kata Lucas dengan senyum namun nada bicaranya seperti sebuah ancaman


"Itu tidak akan pernah terjadi" kata Hendry mengangkat satu sudut bibirnya, tubuhnya berusaha menahan tarikan Melissa di lengannya


Setelah bersusah payah, akhirnya Melissa berhasil mengajak Hendry menjauh dari Lucas


"Apa Kamu punya hubungan khusus dengannya? Kamu tampak gelisah ketika Kami sedang bicara" tanya Hendry menatap tajam Melissa penuh kecurigaan


"Bukan begitu Sayang, Aku dan Kak Lucas tidak lebih dari Senior dan Junior saat SMP, Dia juga teman Frans bukankah tidak baik jika harus bermusuhan dengannya?!" kata Melissa menjelaskan


"Dia tampak menyukaimu" kata Hendry mendengus kesal


Melissa jelas-jelas sadar bahwa Lucas tergila-gila padanya saat SMP, jika Melissa tidak sekolah di New York, mungkin Lucas sudah memaksanya untuk jadi kekasihnya


Hendry menarik napas dalam dan menghembuskannya perlahan, Ia menatap Melissa lekat-lekat tanpa berkedip sedikitpun


"Aku tidak yakin Kamu tidak punya perasaan padanya, jelas-jelas tadi kamu tersenyum senang ketika bersamanya" kata Hendry kesal


"Terserah Kamu mau percaya atau tidak, itulah kejujuran yang bisa kukatakan padamu" kata Melissa tegas


Melissa yang kesal karena Hendry yang tidak percaya padanya kini memilih untuk menjauh dan menenangkan pikirannya.


"Kamu tidak boleh kemana-mana, jika Kamu pergi itu artinya pernyataanku tadi memang benar adanya" kata Hendry menarik tangan Melissa sehingga mereka kembali berhadapan


"Aku mau keluar dari sini, melihatmu yang tidak mempercayaiku membuat pikiranku kacau" kata Melissa sambil menatap Hendry


"Apa kini Kamu marah padaku?" tanya Hendry masih dengan nada kesal


"Jika saja Kamu tidak membuatku kesal mungkin saat ini Kita sudah berdansa layaknya pasangan lain" kata Melissa menatap Hendry kesal


"Ok, maafkan Aku sayang.. Kurasa Aku memang terlalu berebihan" kata Hendry yang menyadari sikapnya yang membuat Melissa tidak nyaman berada di dekatnya


"Jangan terlalu posesif dong, Kamu juga tahu kan bahwa Aku hanya mencintaimu" kata Melissa, kali ini dengan tatapan lembut


"Akan Aku coba" kata Hendry tersenyum


Hendry menjulurkan satu tangannya pada Melissa, Melissa meraih tangan lelaki rupawan yang memakai tuxedo hitam di hadapannya, mereka berdansa dengan sangat baik dan begitu mesra. Ratusan pasang mata merasa iri dengan kemesraan mereka. Bahkan seorang lelaki di salah satu sudut ruangan tidak sadar telah meneguk bergelas-gelas wine menatap mereka dengan tatapan murka, Dialah Lucas Moreno. Lelaki yang setia menanti Melissa diam-diam dan selalu berusaha mengetahui kabar Melissa melalui Frans Zoan sahabatnya.


Jangan Lupa Like dan Komentrnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk menulis lanjutan ceritanya..💕