We Will Never Be Apart

We Will Never Be Apart
Chapter XXIII Presentasi di depan kelas



Pukul 09.00 Sehabis sarapan sandwitch isi sosis dan minum secangkir kopi, Juno langsung mengemudikan mobil BMW Alpina B7 hitam miliknya menuju Apartemen Melissa, namun setibanya di Apartemen Melissa, Juno tidak mendapati Melissa ada disana, Juno sedikit kesal dan kecewa namun Ia lanjut mengemudikan mobilnya menuju perusahaan dan memutuskan untuk kembali ke apartemen Melissa saat pulang bekerja.


***


Melissa duduk di dekat Bella sambil mengobrol seperti biasa, sedangkan Jack tidak terlalu sering bicara pada Hendry, Ia masih belum bisa menerima fakta bahwa Hendry dan Melissa berpacaran. Ada rasa sakit hati dan kecewa di hati Jack namun apa boleh buat, Ia harus merelakan Melissa yang tidak mencintainya, Hendry sibuk mempersiapkan presentasi yang dipilih secara Random oleh Prof. Roger, Hendry antisipasi mungkin kelompoknya kebagian presentasi hari ini.


Prof. Roger datang tepat pukul 08.00 dan meletakkan tas hitamnya di atas meja dosen, Ia menatap mata para mahasiswa untuk melihat kesiapan mereka.


"Baiklah, semuanya.. Hari ini saya akan memilih 3 kelompok yang akan tampil presentasi kedepan kelas, untuk itu saya sudah menyiapkan beberapa kertas gulung yang masing-masing sudah berisi nomor kelompok yang akan maju hari ini, apakah kalian semua siap? " kata Prof. Roger


"Siap" jawab mahasiswa serempak


"Kelompok pertama maju adalah kelompok 7" kata Prof. Roger


Semua anggota kelompok 7 maju kedepan, dengan dipimpin oleh ketua dan moderator, presentasi berjalan dengan baik dan lancar, beberapa mahasiswa bertanya termasuk Melissa dan dapat dijawab dengan baik oleh kelompok 7.


"Selanjutnya giliran kelompok 3" kata Prof. Roger sambil melipat gulungan ditangannya


Hendry, Jack, Melissa, Jasson dan Laura maju kedepan. Jack sebagai moderator berbicara dengan lancar, Hendry menjelaskan isi Presentasi dengan baik, Melissa sebagai notulen menjalankan tugasnya sengan sangat baik, Jasson dan Laura menanggapi pertanyaan dari teman-teman dengan lancar. Tak ada kendala yang berarti selama presentasi berlangsung, presentasi kelompok mereka bisa dikatakan sukses.


"Baiklah, selanjutnua kelompok 6" kata Prof. Roger


***


Semua presentasi berjalan dengan baik, setelah perkuliahan berakhir Hendry mendekati Melissa.


"Nanti makan siang sama-sama ya sayang.. " kata Hendry pada Melissa


"Hmmm.. bagaimana ya.." kata Melissa melirik Bella


"Iya silahkan, Kamu makan bareng Hendry saja.. nanti Aku akan makan sama Alvin" kata Bella mengedipkan matanya


Diluar sedang Hujan gerimis Hendry menawari Melissa dan Bella untuk ikut mobilnya. Akhirnya Melissa dan Bella ikut Hendry menuju jurusan Hukum.


***


Kantin jurusan begitu ramai pada jam makan siang, Hendry meminta Melissa untuk duduk di meja yang mereka pilih, sedangkan Hendry masuk ke dalam barisan untuk mengantri. Ia membeli 2 Burger dan 2 Cola untuknya dan Melissa. Jam makan siang tampak singkat karena Mereka harus kembali ke jurusan masing-masing.


Hendry yang tidak punya mata kuliah setelah itu, memutuskan untuk menunggu Melissa di perpustakaan sambil mengerjakan tugas kuliahnya. Pukul 03.00 Melissa dan Hendry pulang bersama.


"Mau mampir dulu?" tanya Melissa


"Tidak perlu, sampai ketemu besok ya Sayang" kata Hendry dari dalam mobil


"Ok, sampai jumpa besok Sayang" kata Melissa mengecup bibir Hendry singkat


"Ok, bye Sayang" kata Hendry mengemudikan Chevroletnya menuju Villa


***


Juno bersiap pulang karena jam 16.00 adalah jam pulang seluruh karyawan kecuali karyawan yang sedang lembur, selama di perjalanan Juno tidak sabar bertemu dengan Melissa. Ia membayangkan Melissa akan senang bertemu dengannya.


Tidak lama kemudian Ia tiba di Apartemen Melissa, Ia turun dari Mobilnya dengan membawa bunga dan boneka lalu membunyikan bel dengan susah payah.


Melissa yang sedang nonton televisi berdiri untuk membukakan pintu, Dia sudah menebak bahwa Juno akan datang.


"Hai.. " sapa Juno


"Nih bunga dan boneka untuk kamu Mel" Juno memberikan buket bunga mawar dan boneka dengan seringai di wajahnya


"Kamu tidak perlu repot-repot Jun, untuk apa ini? " kata Melissa menolak


"Aku tidak repot kok Mel, ini pemberian dariku" kata Juno memaksa sambil menyodorkan boneka dan bunganya


Melissa menerima dengan terpaksa dan tanpa senyum di wajahnya sedangkan Juno masih berdiri di depan pintu.


"Apa Aku boleh masuk? " kata Juno sedikit meringis


"Boleh saja, silahkan" Melissa tanpa senyum di wajahnya dan mempersilahkan Juno masuk


"Kamu mau minum apa?" tanya Melissa berbasa-basi


"Apa saja boleh" kata Juno tersenyum senang karena Melissa membolehkan Ia masuk


"Ok tunggu disini" kata Melissa sambil berlalu menuju dapur


Melissa membawakan Kentang goreng dan 2 cangkir kopi untuknya dan Juno, Ia mulai membuka suara


"Jadi kamu datang hanya untuk memberiku bunga dan boneka? " tanya Melissa sambil melipat satu kakinya


"Mel, Aku kesini sebenarnya ingin minta maaf sama Kamu sekali lagi" kata Juno dengan serius


"Aku sudah maafin kamu" jawab Melissa santai


"Benarkah? jadi kita bisa dekat seperti dulu lagi kan?" kata Juno penuh harap sambil meminum kopi di hadapannya


"Untuk dekat sebagai teman boleh saja, tapi kalau lebih dari itu, Aku tidak bisa Jun" kata Melissa


"Mel, Aku tulus.. Aku bakal menunggu Kamu putus dari Lelaki B******k itu" kata Juno


"Jangan pernah bilang dia br*****k" kata Melissa tajam


"Aku ingin kamu memberiku kesempatan kedua Mel, Aku janji bakal segera putus dari Jessyca dan kita bisa bersama" kata Juno meyakinkan Melissa


"Tolong Juno, ini sudah sangat terlambat, Aku tidak mau jadi seorang penghianat.. Kamupun tahu bahwa Aku sudah menjadi milik Hendry" kata Melissa


"Kalian mungkin pacaran tapi belum menikah kan? Kamu masih bebas didekati siapapun Mel" Kata Juno manajamkan matanya


"Tidak Juno, maafkan Aku.. keputusanku tidak akan berubah, Kamu lelaki yang baik, tentu banyak wanita baik yang cocok untukmu" kata Melissa menatap Juno


"Ok, mungkin lain kali Kamu akan berubah pikiran, Aku akan datang besok, lusa dan seterusnya" kata Juno sambil beranjak dari tempat duduknya


"Tidak mungkin Jun" jawab Melissa tegas


"Pokoknya besok atau lusa aku akan datang lagi" kata Juno pergi meninggalkan Melissa dengan yang kesal.


"Dasar keras kepala" gumam Melissa sambil menutup pintu Apartemennya


Juno masuk ke mobilnya dan membanting pintu mobilnya dengan keras, lalu melaju dengan kecepatan tinggi. Sepanjang jalan bayangan Melissa selalu muncul dikepalanya, Juno merasa sangat kesal pada Melissa, seharusnya Melissa tidak terlalu cepat menjalin hubungan dengan lelaki lain tanpa tahu kebenaran hubungannya dengan Jessyca.


"Kamu akan jadi milikku Melissa, Kamu tidak boleh jadi milik lelaki lain.. Kamu tunggu saja" gumam Juno sambil menggenggam kuat kemudi mobilnya


Jangan Lupa Like dan komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk melanjutkan tulisannya..💕