
Jessyca masih menangisi penghianatan Erick dan menolak mengangkat telepon Erick, Ia sedang tidak dalam keadaan siap untuk bertemu Juno namun Ia ingin minta tolong Juno untuk membantunya membalas Erick atas rasa sakit dan penghianatan yang Ia rasakan.
Matahari senja mulai tenggelam, Jessyca berdandan dengan sangat cantik, dikenakannya jam tangan, gaun merah dan sepatu bermerk, rambutnya yang panjang dan ikal Ia sanggul ke belakang dengan anggun, warna rambut keemasan dan kulit putih serta bola mata biru membuat Jessyca sangat bersinar malam itu.
Pukul 19.30 Jessyca mengemudikan mobil Subaru Forester berwarna putih keluaran terbaru dari apertemennya menuju restoran Veselka, saat tiba disana Ia melihat Juno dengan setelan jas formal bermerk, mereka tampak seperti muda-mudi yang sedang berkencan. Juno sempat terpesona untuk sesaat, kemudian Ia sadar dan melambaikan tangannya ke arah Jessyca.
"Hai, sudah lama menunggu? " kata Jessyca sambil menarik kursinya
"Baru datang kok" kata Juno tersenyum
"Sorry telat 10 menit.." kata Jessyca dengan nada datar
"Tidak masalah, maaf mendadak minta bertemu malam ini" kata Juno
"Mau bahas apa? " tanya Jessyca berbasa-basi
"Hmmm.. Kita pesan makanan dulu baru bicara, ok?" kata Juno sambil mengedipkan sebelah matanya
"Ok, Aku pesan Steak dan Raspberry Lemonade" kata Jessyca tanpa tersenyum, kentara sekali bahwa Jessyca sedang menghadapi masalah
"Ok" kata Juno mengiyakan dan memesan menu yang sama
Selama menunggu pesanan, Mereka melanjutkan perbincangan yang sempat tertunda
"Jadi Mengapa kamu menangis tadi siang?" tanya Juno pada Jessyca
"Erick selingkuh dariku" kata Jessyca murung
"Erick selingkuh? bukankah Dia sangat sayang sama Kamu?" tanya Juno
"Dia berubah Jun, sekarang aku benci sama Dia" kata Jessyca bulir airmata disudut matanya mengalir dipipinya
Jessyca memulai cerita yang dialaminya tadi pagi, mulai dari berangkat ke rumah Erick sampai mendapati Erick selingkuh, Juno menanggapinya dengan serius dan turut bersimpati dengan yang di rasakan Jessyca, dihapusnya air mata gadis itu dengan sapu tangannya, membuat Jessyca sedikit lega dan merasa senang dengan perlakuan Juno padanya.
"Katamu sudah jelaskan mengenai hubungan Kita sama Melissa?" kata Jessyca
"Sudah.. tapi terlambat, Melissa sekarang sudah pacaran dengan lelaki lain" kata Juno lesu
"Aku bermaksud minta tolong Kamu untuk bantu menjelaskan ke Melissa kalau Kita hanya pura-pura pacaran" kata Juno menatap Jessyca
"Aku bersedia bantu Kamu untuk menjelaskan tentang kesepakatan hubungan Kita pada Melissa" kata Jessyca sambil menyentuh dagunya
"Tapi.. " kata Jessyca melanjutkan
"Tapi apa? " tanya Juno tampak penasaran
"Tapi Kamu juga harus bantu Aku" kata Jessyca santai
"Bantu apa?" tanya Juno
"Bantu Aku meyakinkan Erick bahwa Kamu adalah pengganti yang jauh lebih baik daripada Dia, Aku ingin membalas rasa sakit hatiku" kata Jessyca berapi-api
"Kamu serius, tapi cuma pura-pura didepan Erick kan? " tanya Juno memastikan
"Iya, Kamu berpura-pura jadi pacarku yang sebenarnya tapi hanya di depan Errick dan Aku juga bakal bantu ngejelasin ke Melissa kalau Kita cuma pura-pura pacaran" kata Jessyca
"Ok, aku setuju.." kata Juno mengulurkan tangannya tanda bahwa mereka sudah sepakat
"Ok" kata Jessyca mantap sambil menjabat tangan Juno
Mereka menyantap Steak mereka dengan perasaan senang, Jessyca sudah menyiapkan skenario yang harus di lakoni Juno agar Erick merasa sakit hati, sedangkan Juno sudah merancang rencana pertemuan Jessyca dan Melissa. Malam itu tanpa mereka sadari hubungan mereka justru akan menjadi semakin dekat dan mungkin akan menjadi alur kisah cinta yang baru bagi keduanya.
Jangan lupa Like dan Komentarnya ya Readers agar Author lebih bersemangat untuk melanjutkan menulis ceritanya.. 💕