
"Leader boleh saya bicara dengan anda..? " suara Alvian menghentikan langkah Keisya yang sedang berjalan di lorong istana
Keisya menoleh dengan tatapan dinginnya "ada apa? "
"Ada yang ingin saya sampaikan leader, mari ikuti saya.. "
Mereka pun berjalan beriringan hingga akhirnya Alvian menghentikan langkahnya tepat di taman samping kerajaan Emerald yang di penuhi dengan berbagai macam bunga.
Key hanya diam dan memperhatikan pria disampingnya yang merupakan salah satu rekannya itu. Alvian hanya diam tanpa membuka percakapan sejak mereka tiba di taman tersebut.
"Kau membuang waktuku pangeran Alvian.. " sinis Keisya
Alvian menoleh, matanya memandang Keisya mencoba menyelami hazel coklat itu lebih dalam. Namun, yang dia temukan hanya lorong panjang yang gelap nan sunyi. Hazel coklat itu seakan menutup diri dan tak ingin orang lain tau betapa indahnya dirinya.
"Kenapa anda begitu dekat dengan jendral itu leader, bukankah dia musuh kita.. " lirih Alvian bertanya namun jika di perhatikan raut wajahnya menunjukkan ketidaksukaannya pada Danzo
Key menaikkan alisnya sebelah menatap remeh pangeran Alvian.
"Apa masalahmu? tidakkah kau dengar tadi jika aku dan dirinya berteman..? " seru Key dingin
"Ingatlah leader dia yang membawa sebagian rakyat white land ke black land dengan cara memanipulasi pikiran mereka dibantu oleh penyihir Emma.. " seru Alvian mengertakkan giginya dan tangannya pun mengepal dengan tatapan benci
Itu pekerjaan jendral Danzo yang asli, bukan Andrew ku.. batin Keisya geram
"Lalu.. " seru Keisya dingin
"Leader, tidak bisakah anda melihat kejahatan yang pria itu lakukan? jangan hanya karena telah membantu kita dengan mengkhianati pasukannya bisa membuat Anda mempercayai dirinya. bahkan kami yang merupakan rekan anda saja anda belum terlalu mempercayai kami, bagaimana mungkin dia yang hanya mengkhianati pasukannya membuat Anda sangat percaya padanya.. "
Keisya menatap tajam ke arah Alvian, kemarahan Keisya membuat dada Alvian terasa sakit seperti di remas dan di tusuk oleh berbagai benda tajam. perlu diingat jika Alvian dan Sergia terikat batin dengan Keisya dan mereka dapat merasakan kemarahan dari sang leader.
"Arggggggggghhhhh" teriak Alvian keras sambil memegang dadanya dengan sebelah tangan sementara sebelah tangannya menahan berat badannya
.............
"Argghhhhh.. " teriak Sergia yang saat ini tengah bersantai bersama Alina dan Arzou di danau istana
"Gia.." seru Alina dan Arzou panik sambil membantu Sergia
"Yang mulia putri.. apa yang terjadi padanya argghhh.. " seru Sergia terbata-bata menahan rasa sakit di dadanya
"Kakak bagaimana ini, siapa yang memancing kemarahan yang mulia putri.. "
"Entahlah yang penting kita juga harus mencari Alvian karena Alvian juga pasti merasakan hal yang sama dengan Sergia.. "
"Ah kakak benar, lebih baik kakak yang mencarinya aku akan menjaga Sergia disini.. " seru Alina yang dibalas anggukan singkat dari Arzou
Zou berlari menyusuri lorong-lorong istana yang panjang dan sesekali dirinya menabrak pelayan atau pengawal yang berlalu lalang.
"Apa kau melihat pangeran Alvian..? " tanya Zou pada seorang pengawal
"Tidak pangeran.. "
Arzou pun kembali pergi setelah mengucapkan Terima kasih.
"Apa kau melihat pangeran Alvian? " tanya Zou pada seorang pelayan
"Pangeran alvian.. tadi saya melihatnya berada di taman samping istana pangeran. pangeran Alvian bersama dengan yang mulia putri.. " sahut pelayan itu lalu pamit undur diri meninggalkan Arzou yang mematung dengan berbagai pertanyaan di otaknya
*Apa yang dilakukan Alvian bersama yang mulia putri.. apa jangan-jangan dia yang memancing kemarahannya..
Astaga Alvian begitu bodoh karena telah melakukan hal gila seperti ini*..
Arzou melanjutkan langkahnya menuju taman samping kerajaan dan setelah lama berjalan akhirnya dia pun sampai. dan benar saja di sana terlihat Alvian yang terduduk dengan lemas tapi tidak ada leader mereka disana.
"Al... " teriak Zou lalu dengan segera membopong tubuh lemah Alvian dan memilih berteleport ke tempat dimana ada Alina adan Sergia
"Kakak, Alvian.. " seru Alina
"Apa yang sebenarnya terjadi..? " tanya Sergia lemah
"Aku juga tidak tau, aku melihat Alvian tergeletak di sana sendiri dan menurut perkataan seorang pelayan tadi dia bersama dengan yang mulia putri. tapi saat aku tiba disana hanya ada dirinya sendiri.. " jelas Arzou
"Al bisa kau ceritakan ada apa..? kenapa amarah yang mulia putri terpancing.. " tanya Alina sambil menepuk bahu Alvian pelan
Alvian hanya diam, enggan untuk bercerita kepada mereka semua. Tatapan matanya kosong dengan tangan mengepal.
*Flasback
"Leader, tidak bisakah anda melihat kejahatan yang pria itu lakukan? jangan hanya karena telah membantu kita dengan mengkhianati pasukannya bisa membuat Anda mempercayai dirinya. bahkan kami yang merupakan rekan anda saja anda belum terlalu mempercayai kami, bagaimana mungkin dia yang hanya mengkhianati pasukannya membuat Anda sangat percaya padanya*.. "
"*Arggggggggghhhhh"
"Tau apa kau tentangnya.. "
"Sepertinya anda ikut terkena sihir manipulasinya sehingga anda tidak bisa membedakan lagi mana yang jahat leader.. "
"Diam pangeran Alvian, lancang sekali kau mengatakan hal itu padaku.. " mata Keisya bersinar dari warna gold ke warna merah kehitaman
"Leader... aku mengatakan hal yang ben... "
"Sudah kukatakan diam bukan.. " seru Keisya marah dengan bola api hitam yang kini terbentuk di telapak tangannya
"Sepertinya kau ingin merasakan kekuatan ku yang sebenarnya.. " sini Keisya sinis
Alvian tergagap dan berjalan mundur, ingin menghindar.
"Bukankah sudah kau dengar tadi jika aku lebih dulu berteman dengannya sebelum bertemu dengan Draka. bukan kah itu sudah lebih dari jelas Pangeran Alvian Zernand Criolous.. " seru Keisya dingin bahkan sangat dingin
"Perlu kau tau, Danzo adalah milikku, Calon raja dunia ini dan dia akan memerintah kerajaan Emerald bersama ku.. "
setelah mengatakan hal itu, Key pun menghilang dari hadapan Alvian. dia meninggalkan pangeran Criolous itu tanpa membantunya sama sekali dan tanpa Key sadari dia telah melukai hati Alvian.
flashback off.
"Alvian ada apa..? " suara Alina kembali menyadarkan Alvian dari lamunannya tentang percakapan dengan Key
"Tidak ada apa-apa.. " sahutnya singkat
"Aku ingin kembali ke kerajaan ku hari ini, jika kalian belum ingin kembali tak apa.. " lanjutnya lalu dia pun berteleport menuju kamar yang di tempatinya
"Ada yang aneh dengannya.. " seru Sergia
"Aku juga merasakannya.. " sahut Alina dan Zou bersamaan
............
"Kau terlihat kesal ada apa..? " tanya Danzo pada key yang kini berada di depannya
"Pangeran Criolous itu meremehkanmu.. " sahut key singkat
"Itu wajar, pemilik tubuh ini yang sebelumnya memang melakukan kejahatan pada kerajaan ini dan rakyatnya bukan.. "
"Iya, tapi kan itu jendral Danzo bukan dirimu.. "
Danzo terkekeh singkat "Kania, pandangan rakyat sudah buruk karena perilaku pemilik tubuh sebelumnya jadi ijinkan aku untuk merubah pandangan mereka terhadap ku.. "
"Kau ingin melakukan apa..? "
"Sesuatu yang tak pernah dilakukan oleh jendral Danzo sebelumnya.. " sahutnya yang membuat Keisya menatap bingung kearahnya
Merci...