
Ringisan dan teriakan sakit dari anak Mr. Jio yang di cambuk oleh Kania pun terdengar di sepenjuru ruangan. Mr. Jio dan istrinya hanya mampu menangis menatap penderitaan anak mereka.
"Leader..." panggilan itu membuat Kania menghentikan aksinya
"Oh kalian sudah datang.." sahut Kania dingin
"Silahkan, para wanita cantik sudah menunggu kalian. Hmm, aku ingin menonton secara live tapi kalian melakukannya setelah aku selesai.." seru Kania dan kembali mencambuk
"Baiklah Leader.." sahut para anak buahnya dengan antusias
**Akkkrrrrhh...
Jala*g....
Matilah.. Akkkrrrrhh**..
"Baiklah sekarang giliran belati cantikku ini.."
Kania pun mencengkram dagu pria itu dan menatapnya.
"Hmm... wajah mu lumayan tampan, tapi tidak setelah ini.." Kania menggores pipi pria itu hingga darah kembali mengucur
"Sakit... kau.. benar-benar.. iblis.." seru pria itu marah bercampur takut
"Kau seharunya merasa terhormat karena aku sendiri yang menghukum mu. Kau seharunya senang karena aku the beauty archangel memberimu sebuah kematian yang keren.." sahut Kania dingin
Mendengar kata the beauty archangel keluar dari bibir tipis Kania, membuat semua orang yang disiksa membulatkan matanya kaget. Siapa yang tidak tau mengenai Leader the beauty archangel yang banyak dibicarakan oleh publik. Dimana organisasi Rose blood adalah tempatnya dan dia juga merupakan pembunuh berdarah dingin.
Jika saja mereka tau kalau Kania itu adalah Leader mafia Rose Blood sudah dipastikan mereka tidak akan melakukan hal bodoh seperti ini.
"Kau.... Leader... Rose.. Blood..?" seru mereka terkejut
"Oh sepertinya kalian baru tau itu.." sinis Kania
Kania yang sudah bosan langsung memenggal kepala putra Mr. Jio. Kepala itu menggelinding ke dekat Mr. Jio dan membuatnya menegang dengan air mata yang jatuh ke pipinya begitu pula istrinya yang langsung jatuh pingsan saat melihat kepala anaknya terpisah dari tubuhnya.
"PUTRAKU...." teriakan dari istri Mr. Jio melengking lalu jatuh tak sadarkan diri
"Huh, membosankan.." seru Kania yang berjalan meninggalkan mayat pemuda itu
"Sekarang giliran kalian.." sambung Kania
Para anak buah Kania yang di perintahkan untuk bermain dengan wanita tahanan itu pun sangat senang. Bagaimana tidak, selain akan mendapatkan kepuasan mereka juga dapat memperlihatkan keperkasaan mereka pada sang Leader. Terlebih para wanita itu memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang lumayan menggoda.
"Anda sangat menyukai tontonan dewasa secara langsung seperti ini.." seru Drew sambil meminum jus jeruk yang baru saja dia pesan pada pelayan markas
"Tentu saja, bukankah hal ini menarik..?" tanya Kania santai
"Bukan menarik tapi menjijikan.." sahut Drew kesal
"Jika begini aku meragukan kenormalan mu Drew. Seharusnya kalau kau normal kau akan bergairah dengan adegan itu dan ikut bersama mereka menggarap wanita itu. tapi lihatlah bahkan kau tidak menunjukan reaksi apa pun.." seru Kania mengejek
"Aku normal hanya saja adegan yang seperti ini tidak pantas di tonton karena menjijikkan.." sahut Drew kesal karena dikatai tidak normal olek Kania
"Begitukah..? kalau memang benar silahkan tunjukkan padaku ku." seru Kania menantang sambil mengangkat dagunya dan menunjuk seorang gadis yang sedang menangis di pojokan
"Huh, aku tidak ingin. Gadis itu tidak menarik." sahut Drew santai
"Bukan dia yang tidak menarik, kau saja yang tidak normal.." seru Kania
Mereka menggilir para wanita itu dan tidak membiarkan mereka beristirahat barang sebentar.
"Cukup.." seru Kania membuat semua anak buahnya berhenti dan mengenakan kembali pakaiannya
"Kau.. benar-benar tidak punya hati.. hiks..hiks.. kau iblis.. hiks.." wanita itu mengutuk Kania sambil menangis
"Oh aku memang iblis dan kau seharusnya tau itu sejak tadi.." sahut Kania santai
"Aku bersumpah tidak akan memaafkan mu.." seru salah satu dari wanita itu lagi
"Aku tidak membutuhkan itu.." sahut Kania sambil tersenyum miring
"Kau wanita, kenapa kau lakukan ini pada kami hikss.. hikss... kau biada*.. hiks.."
"Aku suka ratapan kalian.." sahut Kania menyeringai
Lalu Kania mengalihkan tatapannya pada anak buahnya yang sudah berpakaian lengkap.
"Bawa mereka dan berikan pada Lion ku, dia pasti sudah lapar.." seru Kania memerintahkan
"Baik Leader.." sahut para anak buahnya serentak
Lion adalah seekor singa jantan yang menjadi peliharaan Kania.
"Tolong jangan siksa kami lagi.."
"Tidak akan karena setelah ini kehidupan kalian akan berakhir.." sahut Kania lalu berjalan meninggalkan ruangan introgasi bersama dengan Drew
"Apa rencana anda kali ini..?" tanya Drew di sela perjalanan mereka
"Aku hanya akan berada di ruangan khusus ku dan jangan menganggu ku." sahut Kania santai
"Baik kalau itu yang anda inginkan, saya akan kembali berlatih dengan yang lainnya." seru Drew
"Berjuanglah untuk menjadi yang terkuat Drew dan jangan lupa jaga kesehatan mu juga.." seru Kania sambil berjalan pergi
Drew merasa aneh dengan perkataan Kania, secara Kania tidak pernah peduli dengan orang lain selain dirinya sendiri. Tapi kali ini Kania malah menyemangatinya dan memerintahkannya untuk menjaga kesehatan.
"Ada apa dengannya.." lirih Drew
Drew kemudian menggelengkan kepalanya dan tidak terlalu memikirkan perkataan Kania padanya barusan. Drew pun melanjutkan perjalannya menuju ruang latihan.
Sedangkan itu Kania sudah berada di ruangan khusus miliknya tempat dimana semua senjata mematikan tersimpan tanpa ada yang tau kecuali Drew.
Kania mulai mengambil bijih besi dan bahan-bahan lainnya untuk pembuatan senjata dan tak lupa Kania juga membawa alat-alat yang diperlukan. Kania kembali merakit senjata yang mematikan untuk yang kesekian kalinya.
Ntah apa yang dipikirkan oleh Kania hingga dia kembali menambah senjata di dalam ruangannya padahal di sana sudah tertata banyak sekali senjata.
"Senjata-senjata ini akan aku gunakan untuk membalas kematian Papa dan Mama. Liat saja aku sendiri yang akan membuat kepala kalian terpisah dari tubuh kalian." seru Kania sambil mengepalkan tangannya hingga kuku-kukunya menusuk kulit hingga menyebabkan darah merembes dari sela-sela jarinya
"Tunggu saja pembalasan dari ku Leader of the beauty archangel.." sambung Kania dengan tatapan mata tajam serta aura membunuh yang lebih pekat dari pada saat mengintimidasi para karyawan kantor.
Terima kasih sudah membaca..
Jangan lupa tinggalkan jejak yah..