
Satu kata yang mencerminkan peperangan kali ini adalah kekalahan telak di kubu penyihir black land, hanya saja mereka tidak ingin menyerah. Bibi Raina terlihat sedang menghadapi seorang penyihir black land. mereka bertukar jurus, mantra dan element. raut wajah bibi Raina tidak terbaca dia masih terlihat tenang walaupun yang sebenarnya sudah kelelahan.
Alvian pun membantu karena dia paham dengan apa yang dirasakan oleh gurunya itu.
"Biarkan saya membantu miss.." serunya pelan yang dibalas anggukan kecil dari miss Rain
Draka juga ikut turun ke medan perang karena ikatannya dengan Keisya yang membuatnya tak ingin melihat temannya itu terluka. dia terbang mengitari medan perang sambil menyemburkan apinya ke arah penyihir hitam yang hingga membuat mereka hangus terbakar. di atas kepala Draka terlihat pangeran Arzou yang sibuk melemparkan mantra-mantarnya dan sesekali menebas serangan yang mendekati mereka.
"Pangeran, tidak kah ini aneh sedari tadi pasukan musuh terlihat tenang tanpa raut wajah cemas maupun menyerah.. " perkataan Draka membuat pangeran dari Kerajaan apollous itu terdiam
"Benar ini sedikit aneh, bagaimana mungkin mereka terlihat biasa saja sedangkan pasukan mereka sudah hampir habis dibantai. lalu panglima mereka juga sudah tewas. apa yang sebenarnya di rencanakan oleh pangeran Ergus.. " batin Arzou penasaran
"Pangeran... " panggil Draka lagi
"Ah iya, kau benar Draka ini terlihat aneh. sepertinya aku harus memberitahu leader soal ini.. "
"Iya sebaiknya seperti itu.. " sahut Draka menggeram saat ada yang ingin menyerang mereka diam-diam sontak naga merah itu langsung menyemburkan api merah dan mengibaskan ekornya hingga penyihir black land itu mengakhiri nyawanya
"*Leader... " telepati pangeran Arzou pada Keisya
"Hmm.. "
"Tidak kah ini sedikit aneh, bagaimana mungkin pasukan musuh terlihat biasa saja saat mereka hampir binasa.. " seru Arzou to the point
"Menaruh curiga heh.. " nada sinis itu terlempar begitu saja membuat Arzou bingung. sebenernya ada apa pikirnya
"Sebenarnya ada apa leader.. ? "
"Ku akui kau cukup peka dengan kondisi sekitarmu, maka.. perhatikan saja arah terbitnya matahari mungkin mereka akan segera muncul.. " Keisya memutus telepati setelah mengatakan hal tersebut*
Arzou sedikit bingung dengan perkataan Keisya namun tak menutup kemungkinan jika pasukan lawan telah menyiapkan pasukan cadangan bukan.
"Itu tandanya... ini semua adalah pengalihan walaupun panglima mereka sudah tewas... " Arzou melotot saat sudah mengerti dan ingin meneriakkan kata mundur untuk pasukannya namun sudah terlambat
Dari arah terbitnya matahari, segerombolan monster dengan berbagai bentuk berlarian seperti sedang ingin memburu mangsa. walaupun kenyataannya memang begitu. Ada troll, golem, kalajengking hijau hasil eksperimen Emma, elf hitam dari kalangan elit, peri hutan gelap, dan masih banyak lagi.
"Mereka menyiapkan pasukan cadangan yang hebat di akhir Perang. ini bencana Draka.. " lirih Arzou melihat hal itu
"Tenanglah, putri Keisya tidak akan membiarkan white land di kalahkan.. " sahut Draka tenang
Keisya menatap gerombolan pasukan cadangan pamannya dengan seringai yang tampak sangat kejam. dia sedari tadi sudah memainkan pedangnya dan tidak sabar untuk turun langsung ke pertempuran. yah, sedari tadi Keisya memang hanya melihat dan membiarkan pasukannya berperang tanpa membantu mereka. dia akan berada di akhir bersama pasukan cadangan pamannya yang ternyataa tidak main-main.
Pasukan white land yang melihat banyaknya bala bantuan untuk black land mendadak pucat pasi. bagaimana tidak kemenangan yang harusnya berada di pihak mereka malah berbalik ke pihak lawan.
"Astaga ada apa ini, kenapa dewi Nyx mempermainkan takdir... " seru Sergia yang terkejut melihat banyaknya pasukan yang datang
"Kira-kira itu mencapai 10.000 pasukan bantuan.. " gumam Alina
"Sepertinya ini sudah bagian dari rencana, lihatlah pasukan kita sudah banyak yang kelelahan.. " seru Alvian mengacak rambutnya frustasi
"JANGAN MENGELUH.. LEADER TIDAK SUKA KEKALAHAN.. " teriak Arzou dari atas langit
Sergia, Alina dan Alvian menatap ke atas dan melihat Arzou yang berdiri di atas kepala Draka.
"Dia terlihat akrab dengan naga itu.. " seru Alvian
"Kau benar, kadang kakak akan ke hutan white land untuk sekedar bermain dengan Draka.. " sahut Alina menghela nafas lelah
"Bersiaplah hari ini semuanya akan di pertaruhkan untuk kebebasan White land.. " seru Sergia dengan mata yang berkilat merah lalu menghitam pertanda dia sedang menggunakan kekuatannya yang terakhir, kekuatan turun temurun dari keluarga Vallen.
Jubah kebesaran berwarna silver itu berkibar diterpa angin, juga rambutnya pun ikut berkibar menambah kesan anggun dan kejam sekaligus. dia sudah seperti dewi Athena sang dewi perang.
"Tidak ada ampun untuk kalian yang sudah mengusik ketenangan duniaku.. " suara dingin itu mengalihkan semua atensi hanya padanya
Tak lama seorang lelaki berdiri di samping Keisya. betapa terkejutnya semua pasukan black land melihat siapa yang berdiri di samping Keisya.
"Penghianat.. " desis elf hitam sinis
"Bedebah sialan beraninya kau menghianati kami.. " seru peri hutan gelap marah
"Diam, telingaku tidak mendengar ucapan kalian.. " sinis Andrew dingin
Andrew berbalik menatap Keisya "Siap menghadapi mereka bersama-sama..? "
"Tentu saja, tapi sebelum itu aku ingin membuat pelindung untuk pasukan ksatria ku yang sudah kelelahan.. " seru Keisya dengan senyum tipisnya
"Izinkan kami tetap ikut leader.. " seru Alvian
"Tentu saja.. " sahut Keisya santai
Alvian, Sergia, dan Alina keluar dari kubah pelindung. di dalam kubah itu sudah Keisya tebar serbuk yang dapat membantu para pasukannya untuk memulihkan diri dan menyembuhkan luka-luka mereka.
"Heh, kau tidak liat pasukan ini terlalu banyak sedangkan kita hanya ber tujuh.. " decak Andrew malas
"Bersikap sopanlah pada Yang mulia putri dan jangan pernah meremehkan kekuatan kami.. " sini Alina yang diangguki oleh Sergia juga Alvian
"Sepertinya kau mulai meragukan kekuatan mu sendiri.. " seru Keisya merotasikan bola matanya malas
"Bukan begitu princess hanya saja... ah sudahlah aku tiba-tiba tidak ingin membahasnya.. " gerutu Andrew kesal melihat Keisya malah menatapnya dengan remeh
"Hahah... " Keisya tertawa sampai matanya menyipit seperti bulan sabit. dia sangat suka menggoda Andrew sampai membuat lelaki itu kesal, bahagia itu sederhana bukan.
para rekannya yang melihat itu pun terdiam kaku, baru kali ini mereka melihat Keisya tertawa seperti itu hanya karena seorang pria yang berstatus sebagai jendral penyihir black land tersebut.
"Berhenti menertawai ku atau aku benar-benar marah padamu.. " sentak Andrew dengan wajah kesalnya tapi tidak membuat Keisya berhenti tertawa bahkan sekarang Raja Argus pun melihat hal itu
"Laki-laki itu berhasil membuat putri ku yang tidak punya ekspresi itu jadi tertawa, siapa dia sebenarnya.. " batin Raja Argus
"Haha.. berhentilah marah Andrew bukankah kau menyayangi ku..? "
"Tentu saja, bahkan dulu aku sempat gila karena melihatmu bersimbah darah di hadapanku.. " lirih Andrew sambil melihat kedua tangannya yang memeluk Kania dulu
"Aku benar-benar tidak berguna bukan, bahkan untuk melindungi gadis yang aku sayangi pun aku tidak bisa.. " lirih Andrew lagi
Kini mereka berbicara seolah-olah hanya ada mereka berdua disana. bahkan mereka tidak sadar jika kini berada di medan perang dan ada rekan Keisya yang mendengar perkataan Andrew.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, kau sudah berusaha melindungiku. tapi itu semua takdir dan sekarang buktikanlah kalau kau memang bisa melindungiku.. lagi.. " seru Keisya langsung memeluk Andrew erat dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang lelaki yang sedari dulu mampu membuatnya nyaman dan selalu bisa membuat sifatnya yang dingin menghangat
Alvian mengepalkan tangannya kuat-kuat saat melihat Keisya memeluk pria jendral tersebut. hatinya sakit sangat sakit. gadis yang dia sukai ternyata sudah melabuhkan hatinya pada pria lain.
"Brengsek, sialan... argghhh... " batin Alvian berteriak marah
"Apakah kita hanya akan melihat kalian bedua berpelukan, tidakkah kalian melihat pasukan musuh bisa menyerang kapan saja.. " seru Alvian dingin bahkan sorot matanya pun menyimpan kemarahan
"*Ada apa dengan Alvian.. " batin Sergia bingung
"Aneh sekali, padahal tadi dia baik-baik saja.. " gumam Alina*