The World Of The Magic

The World Of The Magic
Academy Magica..



"Tidak pernah, kata orang banyak sih putri mahkota kerajaan ini sangat tertutup, bahkan rakyatnya saja tidak pernah melihatnya kecuali saat dia masih bayi." sahut Arzou


"Pasti dia sangat sombong." seru Alin dengan sinis


"Sepertinya begitu." sahut Sergia


"Sebaiknya kita kembali pada orang tua kita." seru Alvin


Mereka pun berpisah karena melihat semua orang sudah keluar dari ruang rapat. Mereka segera menghampiri kedua orang tuanya untuk menanyakan kabar baik apa yang sudah di putuskan oleh raja Argus.


...


Trangg..... Trang... Sring...


Suara pedang yang beradu memekakkan telinga, terlihat seorang gadis yang mengenakan pakaian berwarna silver sedang berlatih pedang dengan menggunakan manekin yang sudah dia aliri dengan sihirnya.


Dia Keisya, dia memang selalu belajar mandiri tanpa bantuan orang lain, bukan karena dia tidak butuh orang lain melainkan dirinya takut menyusahkan orang lain. Banyak yang bilang jika dirinya sombong tapi itu tidaklah benar.


"Key.." panggilan lembut itu menyapa Keisya membuatnya langsung berbalik menatap wanita paling berharga dihidupnya itu


"Ibu..." sahut Keisya dingin


"Besok kamu akan masuk ke Academy Magica.." seru Ratu Azusa sambil mengelus rambut coklat sang putri


"Iya.." sahut Key acuh


"Ibu harap jika nanti kamu sudah berada di sana, kamu bisa mempunyai teman.." seru Ratu Azusa sambil tersenyum lembut


Keisya tidak menjawab dirinya memilih diam.


"Istirahatlah sayang, sudah cukup untuk latihan hari ini.." seru sang Ratu lagi


"Iya bu.." lalu Keisya pun menghilang dalam kedipan mata


Ratu Azusa pun tersenyum dengan respon sang putri, baginya Keisya adalah segalanya. Walaupun putrinya itu bersifat dingin itu tidak masalah baginya.


"Semoga kamu bisa mempunyai teman yang tulus disana nak.." lirihnya Ratu Azusa pelan


Kemudian dia segera beranjak dari duduknya dan segera masuk kembali ke dalam istana untuk menemui suaminya yang berada di ruang tahta.


"Bagaimana sayang..?" tanya Raja Argus saat melihat istrinya sudah berada di depannya


"Seperti biasa, Keisya hanya merespon dengan kalimat yang singkat." jawab ratu Azusa dengan lirih


"Tidak apa sayang, yang penting putri kita mau sekolah di Academy Magica.." sahut Raja Argus


"Tapi aku ingin sekali melihatnya tersenyum, dia sangat pelit sekali dengan senyumnya." ucap ratu Azusa cemberut


"Haha... Kau terlihat lebih cantik jika memasang wajah seperti itu." ucap raja Argus menggoda istrinya itu


Wajah ratu Azusa memerah mendengar godaan suaminya itu, dirinya hanya menunduk malu sedangkan raja Argus tertawa. Istrinya tidak berubah masih sama seperti dahulu.


"Ya sudah, lebih baik kamu istirahat sayang, kamu terlihat lelah.." seru Raja Argus sambil mengelus rambut Ratunya


"Baiklah aku istirahat dulu.." Ratu Azusa pun menghilang dalam sekejap dari hadapan Raja Argus


Raja Argus lalu kembali duduk disinggasananya.


....


Keesokan harinya....


Di sebuah kamar yang bernuansa hijau toska terlihat Keisya yang tengah memasukkan semua pakaiannya ke dalam tas. Wajahnya sangat datar tidak terdapat ekspresi apa pun, bahkan dirinya terkesan seperti tidak peduli akan apapun.


"Selesai.." lirihnya ketika dirinya sudah selesai merapikan pakaiannya


"Sebentar lagi kereta kuda MA akan menjemput ku.." sambungnya lagi


[MA : Magical Academy]


Setelah dirasa tidak ada yang tertinggal Keisya pun membawa tasnya dan segera keluar dari kamar. Sesampainya Keisya di pintu utama istana terlihat kedua orang tuanya sudah menunggu kedatangan dirinya.


"Apa kau sudah siap sayang..?" tanya Raja Argus


"Sudah.." sahut Keisya dingin


"Jaga dirimu sayang, pulanglah jika sudah liburan..." seru Ratu Azusa dengan mata yang berkaca-kaca


"Iya.." sahut Keisya pelan


"Kami akan merindukan mu.." seru Raja Argus sambil memeluk putri semata wayangnya itu disusul oleh sang ratu yang juga memeluk putrinya.


Keisya melepaskan pelukan orang tuanya lalu menatap mata mereka bergantian "Jaga diri kalian juga Ibu, Ayah. Aku sudah menyiapkan mata-mata untuk mengawasi keadaan kalian selama aku berada di academy, dan selalu beritahu aku apa pun yang terjadi selama aku pergi."


Kalimat terpanjang selama sejarah negeri magical keluar dari bibir mungil Keisya membuat kedua orang tuanya terharu, dibalik sifatnya yang dingin itu ternyata dirinya selalu mengkhawatirkan keselamatan Raja dan Ratu.


"Terima kasih sayang..1" ucap ratu Azusa yang dibalas anggukan dari Keisya


Tak berapa lama kemudian terdengar suara ringkikan kuda yang pertanda jemputan Keisya sudah datang. Keisya pun keluar diiringi oleh Ayah dan Ibunya.


"Aku pergi, sampai jumpa lagi Ayah, Ibu.." pamit Keisya dengan sedikit senyum yang terlukis dibibirnya


Air mata Ratu Azusa menetes kala harus melepaskan kepergian putrinya untuk belajar di Academy Magica.


"Jangan menangis Ibu.." tangan Keisya menghapus air mata yang mengalir di mata Ibunya


"Putri ku.." Ratu Azusa kembali memeluk Keisya dengan erat yang dibalas dengan pelukan yang tidak kalah eratnya oleh Keisya


Setelah Keisya merasa cukup dengan perbincangannya dengan Ibu dan Ayahnya, dirinya pun masuk ke dalam kereta kuda dan melambaikan tangannya pada kedua orang tuanya.


***


Sementara di Academy Magica sudah sangat ramai dengan banyaknya murid baru. Suara bising terdengar di seluruh penjuru, bahkan sebagian dari murid baru itu menatap kagum pada bangunan besar yang bertuliskan


Academy Magica. Disebelah kiri dan kanannya ada dua bangunan yang besar namun tidak melebihi bangunan utama yang setiap gedungnya ada sebuah papan yang bertuliskan 'asrama perempuan' yang sebelah kiri berwarna merah dan 'asrama laki-laki' disebelah kanan dengan warna biru.


Dan diatas gedung tersebut banyak murid yang berlalu-lalang namun tidak dengan berjalan kaki maupun menaiki kendaraan, melainkan mereka menggunakan sesuatu yang diyakini adalah sihir mereka.


"Wah, keren.." ucap Sergia matanya tidak berhenti menatap kagum pada apa yang dilihatnya


"Kau benar, baru kali ini aku melihat hal yang begitu ajaib dalam sihir." kata Alvian


"Hei.. kalian sudah tiba ternyata.."


Sapaan itu membuat Alvian dan Sergia menoleh kebelakang dan melihat ada Arzou juga Alin disana.


"Ternyata kalian. Kami baru saja tiba.." sahut Sergia


"Bagaimana menurut kalian dengan sihir-sihir mereka..?" tanya Alvian sambil menunjuk para murid-murid Academy Magica yang sedang menguji sihir mereka


"Waah... Aku baru kali ini melihat yang seperti ini.." kagum Alin menatap berbinar


"Apakah sihir kita bisa seperti itu..?" tanya Arzou


"Aku tidak tahu, soalnya aku baru mempelajari beberapa sihir dasar saja.." jawab Sergia


Yah,, banyak diantara para putri dan pangeran yang belum bisa mengembangkan sihir mereka. Mereka hanya mempelajari beberapa sihir-sihir dasar yang menurut mereka mampu mereka kuasai untuk membantu kerajaan mereka. Padahal jika mereka mau mereka bisa saja mengembangkan sihir dasar yang mereka pelajari menjadi beberapa sihir yang kuat.


Tapi berbeda dengan Keisya, dia adalah putri yang berbeda dari yang lain. Jika yang lain sibuk dengan berdandan atau mengikuti orang tua mereka melakukan pertemuan antar para Raja, Keisya malah asik dengan dunianya yang penuh dengan belajar.


Suara ringkikan kuda yang begitu melengking menyita perhatian semua orang yang berada di Academy Magica, termasuk Sergia, Alvian,Alin dan Arzou.


Parasnya yang cantik membuat Keisya menjadi sorotan para pangeran maupun laki-laki bangsawan. Tapi Keisya tidak peduli dengan tatapan mereka dirinya hanya berjalan menuju kerumunan orang dan berhenti di depan keempat remaja yang menatap dirinya dengan bingung yang tidak lain adalah Sergia, Alvian, Alin dan Arzou.


Keisya hanya memperhatikan mereka dengan tatapan datar dan dingin.


"Mereka yang waktu itu kan..?" batin Keisya


"Kenapa kau menatap kami seperti itu..?" tanya Alin memecah keheningan diantara mereka tapi perkataan Alin hanya angin lalu yang tidak mendapat jawaban dari Keisya


"Selamat datang di Academy Magica, perkenalkan nama ku Amelisa Drautond kalian bisa memanggilku Mrs. Amel, Aku adalah kepala sekolah Academy Magica. "


Mendengar suara itu mereka langsung mengalihkan perhatian mereka menghadap seorang wanita paruh baya yang baru saja memperkenalkan dirinya.


"Aku akan menjelaskan sedikit tentang Academy Magica pada kalian. Academy Magica atau biasa disingkat menjadi MA memiliki empat bangunan besar, yang berada disebelah kiri yang berwarna merah adalah asrama perempuan dan yang disebelah kanan yang berwarna biru adalah asrama laki-laki. Lalu gedung yang berada di tengah adalah sekolah. Di MA ini terdapat tiga tingkatan pertama junior, lalu Middle, lalu ada senior. Setiap tingkatan dibagi lagi menjadi dua rombel, yaitu untuk jelas junior ada kelas Galaxy dan Bulan, untuk kelas Middle ada kelas matahari dan Venus, lalu untuk kelas senior ada kelas gold dan golden. Lalu gedung yang terakhir yang berada di belakang sekolah adalah tempat untuk melatih kekuatan setiap murid"


"baiklah untuk saat ini itu saja yang ingin saya beritahu. Sekali lagi selamat datang di Academy Magica.."


Setelah kata sambutan dari kepala sekolah MA selesai, murid-murid dipersilahkan untuk mengambil kunci kamar mereka yang berada di ruang tata usaha.


MA memiliki peraturan khusus yaitu memperbolehkan setiap murid memilih teman sekamarnya sendiri, karena ini demi kenyamanan setiap murid juga. Ada beberapa murid yang nemilih satu kamar terdiri dari dua atau tiga orang, bahkan ada yang memilih sendiri saja di kamarnya dan itu termasuk Keisya yang memang tidak menyukai keramaian.


"Apa kalian mengenal gadis tadi...?" tanya Alin saat mereka sedang berjalan menuju tata usaha untuk mengambil kunci kamar


Alin memutuskan untuk sekamar dengan Sergia begitu pula dengan Zou yang menutuskan untuk sekamar dengan Alvian.


"Ntahlah, aku tidak mengenalnya.." jawab Alvian yang diangguki oleh Sergia dan Zou


"Tapi sepertinya dia gadis yang dingin.." satu Sergia


Tidak ada yang membalas ucapan Sergia, mereka semua sibuk dengan pikiran masing-masing. Sampai tidak sadar jika sudah berdiri di depan pintu tata usaha.


Zou mengetuk pintu dan setelah mendapat ijin masuk dari si pemilik baru lah mereka masuk kedalam ruangan itu.


"Permisi Miss kami ingin mengambil kunci kamar.." ucap Sergia sopan


"Ah, maaf putri dan pangeran saya terlalu sibuk, saya jadi mengacuhkan anda semua.." sahut seorang guru paruh baya yang memakai kacamata


"Tidak apa Miss. Kami tau anda sangat sibuk mengurusi data murid baru.." sahut Alvian yang dibalas senyuman oleh sang guru


"Perkenalkan nama saya Rain Dawson, anda semua bisa memanggil saya Miss. Rain dan ini kunci kamar anda putri Alina dan putri Sergia, lalu ini kunci kamar anda pangeran Arzou dan pangeran Alvian." sambil menyerahkan dua buah kunci


"Terima kasih Miss. Rain." sahut mereka serentak


Saat mereka hendak mengambil kunci itu, pintu ruangan Miss. Rain diketuk. Setelah mendapat ijin masuk barulah si pengetuk masuk ke dalam ruangan.


"Salam putri...." seru Miss Rain


Ucapan Miss. Rain terpotong karena seseorang itu mengangkat tangannya pertanda tidak mengijinkan Miss. Raina melanjutkan ucapannya.


Yah.. Dia adalah Keisya, kenpa Miss Rain mengenal Keisya? Itu karena Missl Rain merupakan mantan penasehat kerajaan emerald. Selain mantan penasehat kerajaan Miss Rain juga merupakan bibi dari Keisya karena Miss Rain adalah Kakak sepupu dari ibu Keisya.


"Tidak usah terlalu formal padaku Bi." seru Keisya dengan nada dingin


"Ah, kau tidak berubah masih saja dingin.." ucap Miss Rain


"Maaf Miss Anda mengenalnya..?" tanya Zou membuat semua pasang mata melihat kerahnya


"Ya dia adalah keponakan ku.." sahut Miss Rain santai


"Keponakan..?" ucap Sergia, Alvian dan Alin serentak karena kaget dan dibalas anggukan santai oleh Miss Rain


"Kunci kamar ku Bi." ucap Keisya mendesak agar dirinya tidak terlalu lama berada diantara para putri dan pangeran itu


"Siapa teman sekamar mu Key..?" tanya Miss Rain


"Sendiri.."


"Bagaimana jika kau sekamar dengan putri Sergia dan putri Alin.." seru Miss Rain


"Tidak.."


"Ayolah, Ibu mu bilang kau harus bisa mempunyai teman bukan..?"


"Tidak.."


"Putri Sergia bolehkah Keisya ikut sekamar dengan kalian..?" tanya Miss Rain menatap Sergia lekat


Sergia dan Alin terkejut mendengar ucapan Miss Rain, pasalnya mereka tidak terlalu kenal dengan gadis yang berada didepan mereka ini.


"Tapi.. Miss.." seru Alina ragu


"Saya mohon, bertemanlah dengan Keisya, saya yakin putri Sergia dan putri Alin bisa mengajarkan arti pertemanan untuk keponakan ku yang sangat dingin ini."


"Aku tidak mau Bi.." sahut Keisya dingin


"Kau harus mau Keisya, sampai kapan kau tidak punya teman..."


"Terserah.."


Sekarang Keisya pasrah akan kemauan sang Bibi yang memang tidak bisa dibantah itu, bahkan jika bibinya itu berkunjung ke istana dialah orang pertama yang dengan senang hati terus mengomeli Keisya sepanjang hari mengenai sifat dinginnya itu.


"Bagaimana putri, apakah boleh..?" tanya Miss Rain


"Jika dia mau, kami akan memperbolehkannya.." sahut Alin dengan senyum manis


"Nah, kau dengar Keisya, kau boleh sekamar dengan mereka dan kamar mu nomor 28.."


"Terserah.." Keisya yang kesal pun langsung menghilang dengan teleportasinya.


Keempat orang itu kaget melihat Keisya yang sudah menghilang dari hadapan mereka.


"Hah..."


"Maafkan sifat Keysa, dia memang seperti itu. Saya harap putri Sergia dan putri Alin mau berteman dengannya.."


"Kami akan berusaha Miss.."


"Keisya juga bisa membantu putri dan pangeran untuk mengembangkan kekuatan sihir kalian, itulah alasan utama mengapa saya meminta dia untuk sekamar dengan anda putri.."


"Memangnya dia sudah mahir menggunakan sihir?.." tanya Arzou


"Sudah, bahkan Keisya sangat mahir menggunakan sihirnya dan dia juga mahir dalam bertarung menggunakan senjata.."


"Wahh... Benarkah..?" tanya Sergia kagum


"Benar putri, jika Keisya menunjukkan sihirnya mungkin dia akan langsung masuk tingkat senior. Begitulah kira-kira.."


Zou, Alvian, Sergia dan Juga Alin terkejut mendengar penjelasan Mrs. Rain tentang Keisya.


Selesai.....


Apakah para putri dan pangeran mampu meluluhkan sifat Keisya yang notabennya adalah putri emerald?????


Tunggu kelanjutannya ya....


Merci....


See you...