
Pagi-pagi sekali Key dan keempat rekannya sudah berkumpul di halaman belakang academy, karena mereka akan mengadakan pengintaian di setiap desa dan hal ini sudah mendapat persetujuan langsung dari mrs. Amel selaku kepala sekolah Academy magical
Key mesih menutup matanya karena semua teman-temannya yang berbentuk hewan tengah memberikan informasi mengenai desa yang akan mereka intai. Sedangkan keempat rekannya sedang menunggu Key memeberikan mereka tugas.
Akhirnya Key membuka matanya dan menatap keempat rekannya bergantian.
"Apa kalian serius ingin membantuku mengawasi setiap desa?" tanyanya dengan nada dingin seperti biasa
"Tentu saja kami serius karena ini juga merupakan tugas kami leader." sahut Alvian
Yah, jika hanya ada mereka berlima, mereka akan memanggil Key dengan sebutan leader berbeda saat meraka sedang berada di istana maka mereka akan memanggil Key dengan sebutan yang mulia putri.
"Baiklah, ku harap kalian tidak akan mengecewakan ku.." seru Keisya dengan sinisnya
"Tentu leader.." sahut Alina bersemangat
"Zou, kau akan bertugas di desa Asanka dan desa Klont." perintah Keisya pada pangeran Arzou
"Baik leader." sahut Zou sambil menunduk hormat
"Sergia kau di daerah kaum Vampir."
"Iya leader." sahut Sergia dengan menunduk hormat tapi matanya berkilat merah
"Alvian kau bertugas mengawasi kaum mermaid dan kaum werewolf."
"Baik leader.."
"Aku tidak ingin kau melewatkan informasi berharga satu pun Alvian.."
"Baik leader.."
"Untuk Alina, aku ingin kau mengawasi daerah kaum fairy dan juga elf.."
"Ah, itu sangat menyenangkan, baiklah leader."
"Baiklah kalian boleh pergi. Tapi ingat, jika bertemu dengan gadis berkekuatan kristal segera mundur. Mengerti.."
"Kami mengerti leader.." sahut mereka serentak
"Doa kan kami leader, semoga kami selamat saat sedang mengawasi setiap desa." seru Zou seakan akan dia seorang prajurit ksatria
"Doa ku menyertai langkah kalian. Sekarang berangkatlah.."
Zou, Alvian, Sergia dan Alina pun pergi dengan menggunakan teleportasi karena mereka sudah bisa mengendalikan kekuatan mereka.
Sementara di sudut lain terlihat Emma yang sedang mengamati hasil penelitiannya yang merupakan sosok monster yang super kuat yang telah berhasil dia ciptakan.
"Sebentar lagi monster ini akan sempurna dan aku akan pastikan semua penduduk white land mengalami kehancuran hahah.." tawa Emma menggelegar di setiap penjuru rumahnya
"Ku pastikan juga monster ini yang akan membunuh mu gadis bertopeng.." seru Emma menyeringai sinis
***
Desa Asanka dan Desa Klont berdekatan dengan desa bunga
Zou duduk diatas pohon yang paling tinggi guna memperhatikan desa asanka dan desa klont. Kedua desa itu memang berdekatan hanya berjarak 100 meter dan itu memudahkan Zou untuk mengawasi kedua desa itu.
"Sepertinya memang tidak ada masalah." seru Zou
"Apa yang dilakukan seorang pangeran disini?" sebuah suara membuat Zou berjengkit kaget dan langsung menoleh kebelakang
"Astaga, kau membuat ku terkejut." seru Zou mengusap dadanya
"Maaf pangeran.."
"Ya, ya tidak apa-apa.."
"Apa yang membuat mu berada disini pangeran? Keadaan desa belum membaik dan kau berada disini, ini akan sangat bahaya untukmu.."
"Aku hanya menjalankan tugas dari yang mulia putri Keisya.."
"Ternyata dia bergerak cepat ya."
"Tentu saja, ini untuk kedamaian negeri magical tahu."
"Baiklah, apa kau membutuhkan bantuan ku untuk mengawasi desa dari jarak dekat pangeran..?"
"Sepertinya itu ide yang bagus. Kalau begitu ayo.."
Daerah kaum Vampir
Sergia melesat menuju desa-desa di sekitar kerajaannya untuk mengetahui apa saja yang terjadi selama dia tidak ada.
Diujung jalan menuju desa terpencil dia melihat puluhan prajurit kerajaan Vallen tengah mengawal pangeran Sergio kakaknya.
"Mau kemana kalian..?" sapa Sergia saat sudah berada di depan kakaknya dan para pengawalnya
"Gia.." seru Sergio terkejut.
"Apa yang kau lakukan disini? Bukankah seharusnya kau berada di academy?" lanjut Sergio
"Jawab saja pertanyaanku kak, jangan balik bertanya." Sergia memutar bola matanya malas
"Huh, kami ingin kedesa Abana diujung kerajaan, karena sudah beberapa dari warganya menghilang secara misterius."
"Hilang secara misterius?"
"Iya, aku pun kurang mengerti. Makanya aku ingin memastikan.."
"Baiklah aku ikut jika begitu..."
"Tidak bisa, kau harus kembali ke academy. Biarkan ini menjadi tugas ku Sergia. Karena aku adalah pangeran mahkota."
Sergia mendecih sinis "Aku tahu kau pangeran mahkota kakak, tapi aku tidak bisa kembali ke academy. Aku ditugaskan langsung oleh yang mulia putri Emerald untuk menjaga keamanan daerah kaum vampir.."
"Apa? Apa kau serius? Dia memberikan tugas itu padamu?"
"Tentu saja. Itu karena dia percaya akan kekuatanku.."
"Tapi.. Bagaimana jika kau terluka..?"
"Terluka? Itu adalah konsekuensi dari apa yang sudah aku emban kakak. Lagi pula aku berbeda dari kalian, sepertinya memang ini yang sudah ditakdirkan dewa untukku.."
Seolah mengerti ucapan dari Sergia membuat Sergio menatapnya sendu "Baiklah kita berangkat sekarang. Dan aku tidak akan membiarkan mu terluka Gia."
"Terima kasih kakak.."
Daerah kaum mermaid dan kaum werewolf
Setelah melihat daerah kaum werewolf sejauh ini masih aman, Alvian memutuskan untuk menjelajahi daerah kaum mermaid.
"Apa kau melihat wujudnya?" tanya Alvian pada seorang mermaid yang kini sedang duduk diatas batu besar
"Aku tidak melihatnya pangeran. Tapi, pangeran Lios mungkin mengetahuinya?"
"Baiklah, tolong panggilkan pangeran Lios menghadapku."
"Maaf pangeran, saat ini pangeran Lios tengah menjalani hukuman dari raja Enerst."
"Apa? Yang mulia putri Emerald? Apakah anda mengenal dan pernah melihat wujudnya pangeran Alvian?" tanya mermaid itu dengan antusias
"Tentu saja, bahkan kami berteman baik.."
"Wah, aku sangat ingin bertemu dengannya.."
"Tidak lama lagi kau pasti melihatnya.."
"Kalau kau bertemu dengannya tolong sampaikan salam ku ya pangeran.."
"Baiklah akan ku sampaikan nanti. Tapi bagaimana dengan tugasku?"
"Bagaimana kalau pangeran ikut saja kekerajaan oceana untuk bertemu pangeran Lios.."
"blBagaimana caranya, aku tidak bisa bernafas di air.."
"Dengan ini.." seru sang mermaid sambil mengeluarkan sebuah botol kecil dari telapak tangannya
"Ini adalah ramuan yang dibuat oleh temanku yang seorang penyihir jika ingin berkunjung ke rumahku.."
Tak butuh waktu lama, kini Alvian sudah berada diistana oceana pun langsung menghadap ke ruang tahta.
"Salam yang mulia ." seru Alvian sambil menunduk hormat pada Raja dan Ratu yang berada di depannya
"Berdirilah pangeran Alvian.."
"Apa yang membuat pangeran mahkota kerajaan Criolous yang tampan ini datang ke istana bawah laut.." seru sang Ratu membuat senyum simpul tersemat di wajah Alvian
"Aku hanya ingin bertemu dengan pangeran Lios yang mulia.."
"Oh, anak nakal itu sedang dihukum.." seru Ratu Silla kesal
"Memangnya ada apa?"
"Ada beberapa hal penting yang ingin aku tanyakan.."
"Baiklah. pengawal panggilkan pangeran Lios kemari.."
Lima menit kemudian datanglah seorang lelaki tampan dengan berbalutkan busana berwarna putih dengan jubah berwarna coklat yang dikenal dengan nama pangeran Elios.
"Salam ayahanda, ibunda.."
"Berdirilah.."
"Ada apa ayah memanggil ananda, ini seperti tidak biasa..?"
"Memang, itu karena pangeran Alvian ingin bertemu dengan mu."
"Ibu masih saja kesal terhadapku..?"
"Tentu saja.."
"Huh.."
"Sudahlah, segera duduk Lios. Pangeran Alvian ingin bicara."
"Baik ayah.."
"Apa yang membuat mu datang ke kerajaan bawah laut Al?" tanyanya santai
"Apa kau mengetahui siapa yang membuat rakyat mu menghilang?" tanya Alvian sambil menyeruput teh yang telah disediakan
Pangeran Lios tertegun, wajahnya berubah sendu "Iya aku mengetahuinya.." seru Lios membuat kedua orang tuanya terkejut
"Dimana kau melihatnya pangeran Lios?" tanya Raja
"Sehari sebelum ayah menghukumku karena tidak mematuhi perintah ayah untuk tidak pergi ke pulau kosong itu."
"Disana aku melihat ada sekitar sepuluh kaum mermaid yang diubah menjadi kristal lalu menghilang bersamaan dengan pecahnya kristal itu." lanjut pangeran Lios dengan wajah sendu
"Aku tidak bisa berbuat banyak waktu itu karena aku berada jauh dari mereka. Aku merasa tidak berguna sebagai pengeran mahkota.." lirihnya lagi
"Jadi masih penyihir kristal itu ya yang berbuat kekacauan." seru Alvian dengan tangan mengepal
"Apa kau mengenalnya Al?"
"Tentu saja, yang mulia putri Emerald mengatakan kalau dia adalah penyihir berbakat kristal dan termasuk dalam penyihir nature bander. Dia juga merupakan ilmuan terhebat di black land.."
"Tunggu dulu, kau mengenal putri Emerald?" tanya Ratu Silla
"Ya, yang mulia. Dia teman ku, dan dialah yang memberikan ku tugas untuk mengawasi semua daerah kaum mermaid dan kaum werewolf.."
"Dia baik sekali.."
"Dia memang baik, hanya saja sifat es nya itu sering membuat orang lain kesal.."
"Kau beruntung sudah mengenal dan melihat wajahnya. Sedangkan kami yang merupakan Raja dan Ratu yang sering berkunjung ke kerajaan Emerald belum pernah melihatnya." seru Raja Ernest
"Apa dia cantik Al?"
"Tentu saja, bahkan putri Alina dari kerajaan Apollous dapat dikalahkannya."
"Wah, aku jadi penasaran secantik apa dia ya."
"Jangan terlalu membayangkannya.."
"Tidak.. Tidak.. Aku tau kau cemburu."
"Apa? Aku tidak cemburu.."
"Benarkah? Kalau begitu aku punya kesempatan untuk mendekatinya bukan?"
"Dalam mimpi mu pangeran Lios."
"Kalau begitu aku permisi dulu yang mulia, aku harus menyampaikan informasi yang kudapat kepada yang mulia putri Emerald.." seru Alvian sambil menunduk hormat pada Raja dan Ratu Oceana
"Jangan lupa sampaikan salam ku padanya ya." goda Lios membuat Alvian mendengus kesal
"Berani sekali dia menggodaku.." batin
Kaum fairy dan kaum elf
Tidak jauh beda dengan kaum lainnya, sebagian dari mereka pun dijadikan kristal oleh sipenyihir black land yang tidak lain adalah Emma.
"Sepertinya aku kalah cepat dengan si penyihir itu.." lirih Alina
Alina memutuskan meninggalkan kedua kaum itu untuk memberikan informasi yang ia dapat pada Key.
Selesai...
Jangan lupa vote dan comment ya gays..
See you...
Merci.