
"Aku juga senang bertemu dengan mu Kenzi Adarnort dan Sarah Adarnort.." seru Keisya mengundang semua orang untuk melihat kearahnya.
"Key, itu sangat tidak sopan.." tegur Zou
Keisya maju selangkah kedepan, lalu memandang tepat di manik mata Kenzi Adarnort.
"Kau mengenalku..?" tanya Keisya sinis
"Kau, seperti mirip seseorang.." ucap Sarah tertegun saat menatap wajah Keisya
"Begitu ya, ku harap kalian tidak melupakannya..." seru Keisya lalu berjalan memutari tubuh Kenzi dan Sarah
"Apa yang kau lakukan..?" seru Reynand mengerutkan keningnya heran
"Key..." lirih Zou merasa tidak enak dengan tingkah Keisya
"Jadi ini, mansion keluarga Adarnort..?" ta ya Keisya
"Nort. Nama marga kami adalah nort bukan Adarnort.." seru Sarah mendelik tak suka
"Oh.. oh, kalian bisa menipu mereka.." tunjuk Keisya pada Zou, Alvian, Alina dan Sergia bergantian "Tapi kalian tidak bisa menipuku.." sambungnya
"Siapa kau sebenarnya..?" seru Kenzi bertanya
Sekarang suasana di mansion itu menjadi tegang, karena perdebatan yang dimulai Keisya.
"Kau mengenal Dante? Dante Alfrizzy." seru Keisya menatap tajam Kenzi yang dibalas tatapan tajam juga olehnya
"Siapa dia kami tidak mengenalnya.." seru Reynand
Keisya berteleport menjauh dari Kenzi dan tiba di depan seorang pengawal yang berada di samping Reynand.
"Kau mengenal Dante..?" seru Keisya dingin
"Ti...tidak nona, kami tidak mengenalnya.." sahut pengawal itu gugup
Keisya mencabut pedangnya dan langsung memenggal kepala pengawal itu. Darah menyembur dan membasahi baju Keisya tapi itu tidak membuat dirinya takut.
"Apa yang kau lakukan.." teriak Alina terkejut dengan mata yang melotot
"Kau membunuh pengawal yang tidak bersalah.." teriak Sergia shock
"Jangan menilai seseorang jika kalian tidak tahu apa-apa.." seru Keisya dingin menatap tajam Sergia dan Alin
"Tapi mereka memang tidak bersalah Key.." seru Alvian
"Tahu apa kau.." ketus Keisya dingin
Keisya kembali berteleport menuju seorang pengawal yang berada di belakang Sarah dan langsung menggoreskan pedangnya di lengan si pengawal.
"Apa kau mengenal Dante..?" tanya Keisya mengulangi pertanyaannya
"I..iya aku mengenal Dante.." seru pengawal itu meringis karena luka sayatan di lengannya sangat dalam
"Apa yang kau lakukan padanya..?"
"Aku tidak melakukan apa pun nona.."
"Pembohong.." seru Keisya dinginĀ "Sekali lagi ku tanyakan, apa yang kau perbuat
padanya..?"
"Aku menyiksa dan memenggal kepalanya nona.." seru pengawal itu terbata-bata
Alina dan yang lainnya menatap tidak percaya pada pengakuan yang dikatakan si pengawal
"Apa alasan kau berbuat seperti itu padanya.." aura kepemimpinan Keisya keluar sehingga membuat orang berada disana gemetar dan berlutut karena begitu terintimidasi
"Karena dia berkhianat pada keluarga ini nona.."
"Bodoh. Apa membantu seorang ah tidak dua orang tahanan yang disiksa begitu kejam oleh keluarga ini disebut penghianat..?" seru Keisya tajam
"Kalian benar-benar bodoh karena berada di bawah pimpinan keluarga ini.." sambung Keisya lagi
Reynand yang emosi mendengar Keisya berbicara seperti itu pun melepaskan sihirnya. Tapi Keisya bukanlah orang yang bodoh. Dia tahu, dan langsung membalikkan serangan itu hingga kembali pada pemiliknya.
"Jangan terburu-buru panglima, aku sangat tidak suka kalau seseorang menyerang ku secara diam-diam.." seru Keisya
"Panglima..?" lirih Alvian bingung
Slashhh..
Arrrgghhh..
Sayatan luka yang dalam terukir di lengan Rey dan membuatnya memekik kesakitan. Rey jatuh terduduk karena tidak siap menerima serangan mendadak dari Keisya.
"Itu balasan karena kau berani menganggu para warga di wilayah kekuasaanku.."
Slashhh
"Itu balasan karena kau adalah kaki tangan pangeran Ergus.." seru Keisya menyayat lengan kanan Rey
"Apa, Rey kaki tangan Raja Ergus?" kaget Zou
Yah, Keisya masih menyebut pamannya sebagai pangeran bukan Raja.
"Jadi, selama ini dia memata-matai
academy..?" seru Alvian lirih
"Bajingan.." seru Alina mengumpat
"Jadi ini alasan mengapa Keisya tidak menyukai Reynand.." batin Sergia
Slashhh.....
"Itu balasan karena kau sudah melukai Draka ku.." keisya kembali menyayat punggung Reynand
Reynand tidak bisa bergerak karena Keisya menekan gravitasi di ruangan itu.
"Jadi dia yang melukai naga merah itu..?" kaget Alina
"anaga merah..?" seru Sergia bertanya dengan bingung
"Iya, kami baru melihatnya semalam saat Keisya melatih kami.." sahut Alvian
"Keisya menyayangi naga itu.." lirih Alvian
Dia tiba di kerajaan Emerald tepatnya di kamar Ratu Azusa.
Ratu Azusa yang kala itu sedang beristirahat setelah menangis dan ditemani Miss Rain pun terkejut karena kedatangan Kenzi Adarnort.
"Kenzi.. " lirih mereka berdua terkejut dan mendadak panik
"Lama tak bertemu Azusa dan Rain atau bisa ku panggil yang mulia Ratu Azusa..." seru Kenzi mengejek lalu membungkuk hormat
"Apa yang kau lakukan disini..?" tanya Rain
"Hanya ingin memberikan bocah itu kejutan.."
Kenzi menontrol pergerakan tubuh ratu Azusa dan Miss Rain sehingga memasuki portal.
Raja Argus yang baru saja ingin menghampiri istri dan kakak iparnya terkejut melihat kepala keluarga Adarnort berada di kamarnya dan sedang mengontrol tubuh istri dan kakaknya.
Raja menyerang Kenzi tapi itu tidak berhasil karena Kenzi sudah menutup portalnya.
"Kita ke Academy magica sekarang.." teriak Raja Argus emosi,
Raja Argus yakin, Keisya pasti menyelamatkan ibu dan bibinya, dan dia juga pasti membawa mereka ke academy.
"Keisya.." lirih Miss Rain saat sudah tiba di mansion keluarga Adarnort
Keisya pun menoleh dan mendapati bibi dan juga ibunya sudah berada di tangan Kenzi.
"Miss Rain.." seru Keisya dingin
"Haha...kau kira aku bodoh heh. Kau pasti memiliki hubungan dengan mereka, karena Dante dibunuh untuk membantu mereka keluar dari sini..." seru Kenzi tertawa sarkas
"Oh begitu, jadi mereka berdua yang diselamatkan Dante, hingga membuatnya meninggal..?" seru Keisya sinis menatap dua wanita yang sedang berada di dalam kurungan Kenzi
Kenzi mengernyit "Apa kau tidak tahu..?"
"Tidak.." seru Keisya santai
Para pangeran dan putri terkejut mendengar ucapan Keisya. Saat Alina ingin menyela, Zou langsung menahannya.
"Jangan Alin, kita tidak tahu mana yang benar. Lebih baik kita tidak ikut campur.." bisik Zou
"Tapi kak, itu Miss Rain dan yang mulia Ratu Azusa.."
"Kita ikuti saja permainan Keisya Alin, jika kita ikut berbicara, nanti malah akan membuat masalah..."
"Baiklah.." sahut Alina pasrah
"Sepertinya kau salah menanggapi perkataanku Kenzi.." seru Keisya menyeringai
"Bukankah sedari tadi aku hanya bertanya soal Dante bukan mereka berdua.."
Ratu Azusa menatap cemas pada putrinya yang terkesan menantang Kenzi. Dia takut jika nanti putrinya diperlakukan buruk oleh pria yang sedang menyekap dirinya ini.
"Sudah aku bilangkan, aku kesini untuk membalas semua yang telah kau perbuat pada Dante dan rakyat ku.." seru Keisya dingin
Senyum tipis menghiasi bibir Ratu Azusa kala mendengar putrinya berbicara layaknya seorang Ratu.
Inilah yang selama ini ingin dia dengar dari putrinya. Tapi Keisya selalu saja mengelak dan terkesan tidak peduli pada kerajaan. Dan kini dia mendengar secara langsung jika putrinya membela rakyat.
"Aku hanya punya urusan dengan Dante tapi tidak dengan rakyat mu.." seru Kenzi sarkas
"Bukan kau, tapi putramu Reynand Adarnort.." tunjuk Keisya pada Rey yang masih meringis kesakitan dan tidak bisa bergerak
"Dia menculik beberapa warga dan membawanya ke black land, apa itu tidak mencari masalah namanya..?"
"Aku bisa saja langsung membantai kalian, tapi aku akan sedikit bermain terlebih
dahulu.."
Keisya berteleport dan menyayat lengan Kenzi dengan pedangnya dan membawa Ratu Azusa serta Miss Rain ke arahnya.
Lalu keisya merapalkan sebuah mantra yang hanya dia yang tahu. Lalu terlihatlah sebuah portal berwana putih. Keisya langsung mendorong teman-temannya juga ibu dan bibinya masuk ke dalam portal.
Setelah dirasa sudah aman baru lah Keisya memandang bengis pada musuh di depannya, dengan gerakan kilat dia berteleport dan menebas kepala Sarah tanpa rasa iba.
Kepala itu menggelinding hingga sampai di depan Rey, membuat pria itu menatap tidak percaya pada apa yang dilihatnya.
Rey mendongak ke atas dan melihat Keisya yang memandang bengis ke arahnya "Itu balasan untuk kematian Dante.." seru Keisya
Keisya menyerang Kenzi. Suara pedang yang beradu sangat memekakkan telinga. Kenzi menyerang secara membabi buta dan itu membuat keunggulan tersendiri bagi Keisya.
Gadis bersurai coklat itu tetap menekan gravitasi di sekitarnya hingga membuat lawan menjadi sulit bergerak. Disaat yang bersamaan Keisya berhasil memenggal kepala Kenzi.
"Ini balasan untuk kesakitan dan penderitaan yang dialami Ratu Azusa dan juga Miss Rain.."
Lalu pandangan Keisya beralih pada Reynand yang terlihat lemas tak berdaya akibat darah yang terus mengalir, serta mental yang drop karena melihat kematian kedua orang tuanya di depan matanya.
"Dimana kesombongan yang kau miliki panglima..?" seru Keisya menodongkan pedangnya di leher Rey
"Kau selalu bersikap sombong jika berada di dekat Raja mu, lalu kau menculik setiap rakyat ku yang memiliki jiwa pemberontak di tubuhnya.."
"Lalu kau menyakiti Draka, dan membuatnya teluka parah.." seru Keisya menyeringai di depan Rey yang sedang menadangnya tajam
"Aku tidak akan memaafkan mu.." teriak Rey
"Hah! Seharusnya itu adalah kata-kataku panglima. Kau tidak akan ku maafkan.." seru Keisya lalu mengangkat pedangnya tinggi dan memenggal kepala Rey
Darah kembali meyembur ke tubuh Keisya dan gadis itu menatap kepala Rey yang berada tepat di depan dibawahnya.
"Semua sudah selesai.." lirihnya
"Beristirahatlah dengan tenang paman Dante, aku sudah membalaskan dendam mu.." seru Keisya lalu dia keluar dari mansion itu dan menatap mansion itu dengan tatapan tajamnya
Kemudian dia mengangkat jari telunjuknya dan berguman "Hancurkan tanpa sisa.."
Beberapa detik kemudian api biru berkobar dengan besar dan melahap habis mansion mewah keluarga Adarnort beserta mayat pemiliknya dan semua pekerja disana.
Setelah semuanya habis dilahap api, lalu mansion itu runtuh dan langsung di telan tanah, hingga tidak meninggalkan bekas sama sekali.
Selesai....
Terima kasih untuk kalian yang selalu membaca cerita ku.
Jangan lupa vote dan comment ya gays.
Merci.