The World Of The Magic

The World Of The Magic
Diserang Emma..



Keesokan harinya, para pangeran dan putri kembali berkumpul di hutan white land. Kali ini mereka akan mendatangi wilayah bangsa Mermaid, Elf dan Fairy untuk membantu mengatasi masalah yang sedang terjadi.


"Kita berangkat sekarang.." seru Keisya sambil melihat kembali persiapan yang dilakukan oleh rekan-rekannya


"Baik Leader.." sahut mereka bersamaan


Keisya langsung mengambil posisi duduk di atas kepala Draka sedangkan Alina, Sergia, Arzou dan Alvian berada di punggung Draka. Mereka sengaja menunggangi Draka karena ingin menghemat energi mengingat jarak antara hutan white land dengan wilayah yang dituju sangat jauh.


"Jarak yang akan kita tuju sangat jauh lebih baik kalian semua mempersiapkan diri kita tidak tau apa yang akan terjadi di perjalanan kali ini.." peringatan itu keluar begitu saja dari bibir tipis Keisya


"Baik Leader kami akan tetap waspada.." seru Sergia dengan mata yang berkilat merah


Alina mengawasi sekitar, entah mengapa kali ini perasaannya sangat tidak enak.


"Leader.." panggil Alina yang menyita perhatian teman-temannya


"Ada apa..?" tanya Keisya sambil mengangkat sebelah alisnya


"Tiba-tiba tingkat kewaspadaan ku meningkat drastis leader dan perasaan ku juga tidak enak sedari kita berangkat tadi. Ditambah instingku mengatakan jika kita akan mendapatkan masalah kali ini.." jelas Alina serius yang membuat Sergia, Arzou dan Alvian terkejut


"Yah, yang kau rasakan adalah perasaan ku saat ini.." sahut Keisya datar dengan senyum menyeringai


"Berjagalah di belakang pangeran Alvian, Alina dan aku akan berjaga paling depan.." perintah keisya


"Baik Leader.." sahut Alina, kemudian Alina berpindah tempat dengan Alvian lalu Alina berdiri dan kembali mengawasi sekitar


"Leader mengapa Sergia, Alvian dan Alina sudah menemukan kontrak batin dengan leader sedangkan aku belum juga..?" tanya Arzou yang sedikit iri dengan teman-temannya


"Belum saatnya kau mendapatkan itu, bersabarlah.."


"Baiklah.." sahut Arzou sambil menghela nafas pasrah


......


Emma melihat lima remaja yang menunggangi seekor naga merah dan terbang di angkasa. tiba-tiba saja senyum mengerikan merekah di bibir merahnya saat melihat bahwa salah satu penunggang naga itu adalah satu sosok yang sangat dia benci.


"Putri kerajaan Emerald... hmmm, bagaimana jika aku menyerangnya, permainan yang bagus bukan..?" gumamnya disertai tawa lirih yang terdengar mengerikan di telinga jendral Danzo


"Apa yang akan panglima lakukan terhadap mereka..?" tanya jendral Danzo


"Tentu saja membuat mereka merasakan apa itu nikmatnya kematian hihihi..." jawab Emma menyeringai


"Lakukan jika itu bisa membuat mereka menyesal karena telah menentang Raja Ergus.." sahut jendral Danzo sinis


"Tentu saja aku tidak akan ragu.." sahut Emma lalu dia pun melepaskan bola sihir berwarna hitam ke arah naga merah tersebut.


"LEADER AWAS..." teriak Arzou saat merasakan gelombang kekuatan menghampiri mereka


Keisya pun menghalau serangan itu menggunakan sihir element anginnya hingga membuat mereka oleng dan hampir jatuh.


"Sialan.." umpat Alvian kemudian ikut membantu Keisya menghadapi serangan-serangan selanjutnya.


"Mendarat Draka...." seru Keisya


"Leader bagaimana ini..?" tanya Sergia khawatir


"Kita akan menghadapi mereka bersiaplah.." sahut Keisya menyeringai


Benar saja, beberapa menit setelah mereka mendarat muncullah kepulan asap yang semakin membentuk dua sosok, lelaki dan perempuan yang tak lain adalah Emma dan jenderal Danzo.


"Kalian.. mereka yang waktu itu menggunakan sihir manipulasi pada rakyat Yang mulia.." seru Sergia kala melihat Emma dan Jendral Danzo


Yah, kali ini adalah pertemuan pertama antara para pangeran dengan sang panglima dan jendral penyihir black land.


"Apakah teman-teman mu belum mengenal kamu Yang mulia..?" tanya jendral Danzo dengan seringai kejinya


"Aku sangat tersanjung jika di perbolehkan berkenalan dengan para pangeran dan putri.." lanjut Emma sambil terkekeh lirih


"Teruslah berbicara sampai pita suara kalian rusak.." sinis Keisya


"Haha.. kau terlalu sombong Yang mulia putri.." seru Jendral Danzo


"Katakan apa yang kalian lakukan di wilayah kekuasaan ku..?"


"Haha.. aku merasa terintimidasi dengan aura dan perkataannya Jendral, bagaimana jika kita menghabisi mereka saja.." seru Emma bertanya pada jendral Danzo


"Tentu saja, sedikit peregangan mungkin lebih baik sebelum peperangan tiba.." sahut jendral Danzo


Kemudian Emma dan jendral Danzo menyerang Keisya dan teman-temannya. Keisya berusaha melindungi teman-temannya dengan menggunakan kekuatan perisai miliknya.


"Bagaimana jika kau mati hari ini bukan di peperangan Emma..?" tanya Keisya menyeringai


"Aku tidak akan mati sebelum dirimu.." seru Emma marah


Keisya dan Emma bertukar serangan dan sesekali melontarkan perkataan tajam. Sedangkan di sisi lain terlihat para pangeran dan putri berkerjasama untuk melumpuhkan jendral Danzo.


Jendral Danzo menyerang Alvian dengan element petirnya tapi berhasil di tangkis oleh Alina.


"Hebat juga untuk ukuran seorang putri.." seru jendral Danzo menyeringai


"Jangan banyak bicara.." sahut Alina kesal


Alina pun menyerang Jendral Danzo dengan menggunakan element es nya dan dibantu oleh element tanah Arzou yang mengurung jendral Danzo.


Alvian mencoba menyerang Emma dari kejauhan tapi serangan itu memantul dan hampir mengenainya jika dia tidak menghindar.


"Ternyata bener, dia mempunyai kekuatan protectorul.." gumam Alvian


Tapi ada hal lain yang didapatkan Keisya saat Alvian menyerang Emma tadi. Senyumnya pun merekah saat mendapat kan sesuatu yang selama ini dia cari.


"Sepertinya sudah cukup.." seru Keisya lantang membuat perhatian mereka teralihkan


Keisya pun melemparkan sebuah serangan hingga membuat asap mengepul membuat Emma dan jendral Danzo terpental. tapi setelah asap itu menghilang Keisya dan teman-temannya sudah tidak ada di tempat itu.


"Untuk saat ini kalian ku biarkan pergi, tapi tidak saat peperangan tiba.." gumam keisya sinis