The World Of The Magic

The World Of The Magic
Tentang dua pangeran Emerald..



"Apa kalian mau mendengar sebuah cerita..?" bukannya menjawab Keisya malah balik bertanya pada mereka semua dan tentu saja dibalas dengan anggukan semangat dari mereka.


"Cerita ini mengisahkan tentang dua orang yang bersaudara..."


Flashback.


Terlihat dua orang lelaki yang sama tampannya sedang berjalan disekitar taman bunga di istana. Mereka memang sering menghabiskan waktu di taman itu. bahkan terkadang orang tua mereka kesulitan mencari kedua putranya dikarenakan mereka selalu menghabiskan waktu berdua saja.


"Kak kau ingin masuk academy yang mana..?" tanya sang adik pada kakaknya


"Tidak tahu, aku hanya akan mengikuti kemauan ayah dan ibu saja..." jawab sang kakak


"Ah, payah. kau benar-benar payah kak.." ejek adiknya


"Lalu kau? Kau ingin masuk academy yang mana..?" tanya kakaknya


"Aku ingin masuk ke Academy Magica. academy terbaik sepanjang sejarah negeri magical"


"Kenapa ingin kesana..?"


"Karena itu adalah academy terbaik sepanjang sejarah negeri magical. Jadi aku ingin masuk ke sana agar menjadi orang yang kuat."


"Hei, kau jangan terobsesi untuk menjadi kuat, nanti akan menjadi bumerang bagimu.."


"Kakak, aku hanya ingin menjadi kuat agar bisa membantumu memimpin kerajaan kita.."


"Adikku kuat saja tidak bisa. Kita harus bisa menyeimbangi kekuatan dengan akal kita agar nantinya tidak terjatuh dalam


kegelapan.."


"Tenanglah kak, aku tidak akan terjatuh ke dalam kegelapan. Aku berjanji padamu.."


"Semoga saja.."


Waktu berlalu, bulan dan tahun pun berlalu kini kedua pangeran itu sudah beranjak dewasa.


Mereka tumbuh menjadi ksatria yang sangat tangguh. Namun memiliki sifat yang berbeda, dimana sang kakak lebih kuat dan bijaksana serta rendah hati sedangkan sifat si adik berbanding terbalik dengan sang kakak.


Sifatnya yang semena-mena dan cendrung emosian serta sombong membuat si kakak sering memperingatkan si adik agar mengubah sifatnya. Jika tidak maka sifat itu akan menjadi petaka bagi dirinya sendiri.


"Ubahlah sifat mu, jika tidak itu akan menjadi petaka untuk mu dikemudian hari.." seru si kakak


"Apa kau tidak bosan kak? Kau selalu memperingati ku tentang sifatku? Memangnya apa yang salah..?"


"Kau terlalu sombong dan kau juga sering semena-mena dengan rakyat adikku. Tidakkah kau ingin mengayomi para rakyat agar mereka senang dengan mu..?"


"Hah!! Aku tidak peduli pada orang lain kak, yang terpenting aku mendapatkan sesuatu yang bisa menghiburku.."


"Jangan seperti itu adikku, kau adalah seorang pangeran. Dan seorang pangeran tidak akan bersifat seperti itu.."


Si adik pun pergi karena kesal dengan si kakak yang selalu menasehati dirinya dan selalu mengekang kemauannya.


Beberapa minggu setelah perdebatan kedua kakak beradik itu, Raja mengumpulkan semua anggota keluarga disertai para penasehat dan perdana menteri dikarenakan sang Raja ingin memilih pengganti dirinya.


Setelah semua orang berkumpul, Raja pun berbicara dengan lantang "Aku mengangkat anak pertama ku untuk menggantikan kedudukan diriku sebagai Raja.."


Lalu pangeran pertama pun membungkuk hormat menyela keputusan sang ayah


"Maaf ayah, bukannya ananda ingin membantah perintah ayah, melainkan ananda merasa jika jabatan itu tidak pantas untuk ananda.." tolak putra pertamanya dengan halus


"Kau sangat pantas putraku, kau adil dan bijaksana serta rendah hati. Kau juga sering membantu para warga yang sedang dalam kesusahan.." sahut sang Raja


"Ayah apa tidak sebaiknya kedudukan itu diberikan kepada adik saja. Dia jauh lebih pantas ayah.."


"Tidak putraku, kau lah yang paling pantas. Adikmu belum bisa mengayomi rakyat bahkan terkadang dia juga sering menyiksa rakyat. Jadi ayah berharap kau bisa memerintah kerajaan kita dengan baik nantinya putraku.."


"Ada apa putra ku..?"


"Mengapa ayah malah memilih kakak? Aku jauh lebih pantas untuk menduduki jabatan itu ayah. Bahkan aku jauh lebih kuat darinya.." seru si adik dengan mata yang berkilat marah


"Tenang lah adikku, kau harus bisa mengontrol emosi mu.."


"Tidak usah sok baik di depan semua orang kakak, kau hanya ingin membuatku terlihat lebih buruk dimata orang lain bukan..?"


"Tidak. Itu tidak benar.."


"Tenanglah putra ku. Kau memang pantas untuk memimpin kerajaan hanya saja untuk saat ini kau belum pantas mendapatkan jabatan itu anakku.." kini terdengar suara merdu mengalun di telinga mereka, itu adalah suara sang ibu


"Aku hanya ingin menjadi Raja saat ayah turun tahta ibu.."


"Putraku ada saatnya kau harus mengalah, karena kau belum mencukupi syarat untuk menjadi Raja.."


"Aku tidak peduli ibu, aku hanya ingin menjadi Raja. Itu saja.." seru sang adik membentak ibunya hingga membuat wanita itu meneteskan air mata


"Jangan sekali-kali kau membentak wanita yang sudah melahirkan mu adik.." seru sang kakak marah "Sudah kubilangkan, kau jangan terobsesi untuk menjadi kuat. Lihat sekarang kau malah menindas ibu dan ayah.."


"Itu semua karena kau. Kau tahu, selama ini aku ingin menjadi kuat berharap agar ayah memilihku saat dia turun tahta. Tapi apa dia malah memilihmu, dia memilih diri mu yang tidak ada apa-apanya denganku.." seru si adik sambil menunjuk si kakak yang berdiri mematung mendengar ucapan adiknya.


"Lihat saja, aku akan merebut posisimu itu dan menjadi Raja hahaha.." seru si Adik dengan tawa yeng mengelegar


Dengan perasaan emosi si adik pun pergi meninggalkan istana dan tidak pernah kembali lagi, bahkan saat pelantikan kakaknya menjadi Raja dia tidak hadir.


Flashback off.


"Tapi aku tidak memiliki obsesi menjadi kuat dikarenakan punya tujuan lain seperti yang anda ceritakan nona.." seru Arin setelah Keisya menyelesaikan ceritanya


"Aku ingin menjadi kuat itu murni karena aku ingin membatu para warga yang selalu tertindas, dan selalu menjadi korban kejahatan.." sambung Arin


"Tapi ada masanya kau terlena karena kekuatan Arin.." sahut gadis bertopeng


"Nona, aku sudah pernah berjanji pada mendiang ibuku untuk selalu membantu orang yang membutuhkan bantuan ku. Maka dari itu tolong percaya lah padaku.." seru Arin kemudian membungkuk hormat


Keisya pun menutup matanya untuk menggali kehidupan masa lalu Arin Mastavat. Sesuai seperti penglihatannya, gadis yang bernama Arin ini memang tulus membantu orang yang membutuhkan bantuannya.


"Aku percayakan desa Asanka pada kelompok mu. Kau bisa memberikan laporan tugas misi mu pada Miss Rain.."


Arin terkejut mendengar perkataan gadis bertopeng itu, dia tersenyum senang


"Terima kasih nona.." seru Arin yang dibalas anggukan dari Keisya


Lalu Keisya pun membagikan kelompok misi pada murid senior,dan setiap kelompok akan mengawasi satu desa yang mana desa itu jauh dari jangkajan kerajaan.


Setelah pengumuman itu selesai, Keisya pun meninggalakan mereka dan menyuruh Mrs. Amel untuk memberikan wejangannya.


"Kau menceritakan tentang ayah dan pamanmu pada mereka..?" telepati Miss Rain sarkas


"Bagaimana jika mereka mengetahui identitasmu? Dan mengetahui jika yang kau ceritakan itu adalah sepenggal kisah masa lalu pangeran Ergus dan Raja Argus...?" Sambung Miss Rain panik


"Tidak akan bi, aku yang akan menjaminnya.."


Selesai....


jangan lupa untuk vote dan


Comment.


Merci.