The World Of The Magic

The World Of The Magic
Kembali...



Setelah dua hari meninggalkan academy, Keisya pun memutuskan untuk kembali. Dia berteleport menuju academy magica dan langsung ke ruangan Miss Rain karena dia sangat tahu kalau bibinya itu mengkhawatirkannya.


"Bi..." panggilnya dengan nada dingin kala sudah berada di ruangan Miss Rain


Miss Rain yang mendengar suara Keisya pun mendongakkan kepala dan betapa terkejutnya dirinya melihat keponakannya itu kini berada di depan dirinya.


"Bi..." panggil Keisya mengulangi ucapannya karena Miss Rain yang hanya diam memandanginya


"Keisya, kamu dari mana saja hah? Sudah dua hari kamu menghilang dari academy ini, dan kini kamu kembali dengan keadaan seperti ini..." ucap Miss Rain marah namun terdengar panik sekali


"Ceritanya panjang bi dan aku tidak bisa menceritakan apa pun padamu.." sahutnya dingin sambil menghela nafas


"Tapi setidaknya kamu cerita pada bibi mengapa kamu terluka setelah pergi dari academy selama dua hari...."


"Aku diserang bi..." sahutnya datar


"Siapa yang berani menyerang kamu Key, siapa...?" tanya miss Rain terkejut


"Seseorang yang tenggelam dalam kegelapan.."


"Siapa dia...?"


"Bibi akan tahu nanti. yang jelas sekarang bibi perintahkan para senior di Academy magica.aku ingin mereka semua untuk melakukan tugasnya.." ucap Keisya dengan tegas


"Tapi mereka..."


"Tidak ada bantahan bi, tugas tetaplah tugas, dan mereka harus menjalaninya.." ucap Keisya memotong perkataan Miss Rain


"Dimulai dari yang paling mudah yaitu menjaga beberapa desa yang rawan akan bandit dan penjahat lainnya.." sambungnya dengan datar


Miss Rain tidak dapat menolak karena Keisya sudah menggunakan aura kepemimpinannya.


"Baik akan saya laksanakan yang mulia putri Emerald.." sahut Miss Rain membungkuk hormat


"Satu lagi bi, jangan sampai Reynand mendengar misi para senior itu karena dia bisa saja menggagalkannya..."


"Baiklah yang mulia putri.."


Keisya pun meninggalakan ruangan Miss Rain dengan berteleport sedangkan Miss Rain memijit dahinya pelan


"Baiklah waktunya untuk memulai misi anak-anak.." lirihnya


Sedangkan di kelas junior galaxy terlihat Zou, Alvian, Rey, Alina dan Sergia yang sedang duduk berkumpul. Mereka tidak pergi ke cafetaria, karena ingin membicarakan beberapa hal.


"Sudah dua hari Keisya pergi dan tidak kembali.." ucap Sergia memulai percakapan setelah hening beberapa saat


"Iya, bahkan Miss Rain tidak mendapat kabar apa pun darinya.." ucap Zou


"Kenapa kalian mengkhawatirkannya? Bukankah dia tidak pernah baik pada


kalian..?" tanya Reynand


"Walaupun dia sangat dingin pada kami, dia tetap teman kami.." seru Alina menatap Rey sengit


"Sudahlah jangan bertengkar, aku yakin dia pasti baik-baik saja.." seru Alvian menengahi


"Kemana sebenarnya gadis dingin itu..?" batin Reynand


Untuk beberapa saat mereka hanya terdiam tidak ada yang memulai percakapan diantara mereka.


Pikiran Reynand melayang pada kejadian dua hari yang lalu dimana gadis bertopeng itu berani menyusup ke dalam wilayah black land tepatnya ke istana Raja Ergus.


"Siapa sebenarnya dia.." lirihnya pelan bahkan tidak ada yang mendengarnya.


Sementara di asrama tepatnya di kamar yang bernuansa biru langit terlihat Keisya yang tengah berbaring di atas kasur. Matanya memandang langit-langit kamar, pikirannya menerawang kembali pada kejadian di istana Raja Ergus.


"Paman Ergus memang kuat, bahkan dia bisa menandingi kecepatan ku.." seru Keisya pelan


"Apa yang harus ku lakukan, bahkan sekarang saja aku sudah kalah telak.."


Dihembuskannya nafas pelan sekali lagi berharap dengan itu suasana hatinya yang memburuk bisa normal kembali.


***


"Siapa gadis bertopeng itu? Mengapa perasaan ku seakan-akan mengenalnya dan terasa akrab dengannya.." seru Raja Ergus sambil menatap lurus menerawang


"Senyumannya sangat mirip dengan kak Argus, apa jangan-jangan dia anak kak Argus? Ah tapi aku tidak yakin karena aku tidak pernah bertemu dengan anaknya.."


"Bahkan kata-kata mereka pun sama.." lirihnya


"Salam yang mulia.." ucap jendral Danzo membuat Raja Ergus mengalihkan perhatiannya pada pemuda itu


"Ada apa...?" tanya Raja Ergus


"Panglima Rey kembali mengirimkan para warga yang berjiwa pemberontak yang


"Bagus, teruslah seperti itu.." sahut Raja Ergus menyeringai dia sudah melupakan hal mengenai gadis bertopeng itu.


"Tapi apakah tidak masalah jika gadis bertopeng itu datang kembali yang mulia..?"


"Dia hanya gadis penyihir amatir, kita akan dengan mudah mengalahkannya.."


"Baiklah yang mulia, kalau begitu hamba pamit undur diri.."


Jendral Danzo pun meninggalkan ruang tahta dan kembali bertugas untuk mengawasi para penyihir black land agar tidak ada yang berkhianat dan melatih para pengawal di istana.


***


Jam menunjukkan pukul 03:26 pertanda semua murid sudah selesai belajar dan waktunya kembali ke asrama.


"Semoga ada keajaiban saat kita tiba di asrama nanti.." seru Alina yang dibalas anggukan oleh Sergia


Saat ini mereka sudah berada di lorong yang akan menghubungkan mereka ke asramanya, asrama yang bernomor 28 tersebut.


Sergia membuka pintu dan mereka pun masuk. Mereka langsung menuju pintu kamar Keisya dan mengetuknya.


"Key apa kau ada di dalam..?" panggil Sergia


Tak lama pintu kamar pun terbuka dan menampilkan Keisya dengan wajah khas bangun tidurnya. Dia memakai piyama berwarna biru disertai gambar panda kecil sebagai hiasan bajunya.


Alina dan Sergia menatap Keisya dari atas hingga kebawah, begitu terus berulang kali hingga suara dingin khas Keisya mengintrupsi mereka berdua.


"Kalian mau ngapain kesini..?" tanya Keisya dengan nada dingin


"Kau dari mana saja Key, kami mencarimu kemana-mana. Bahkan kami sengaja keluar dari academy untuk mencarimu.." seru Alin menatap Keisya


Memang saat Keisya menghilang kemarin mereka berempat terlalu panik, hingga besoknya mereka meminta ijin pada guru yang bertugas agar memberikan mereka ijin keluar academy dengan alasan kembali ke kerajaan karena ada yang ingin mereka jemput.


Lalu pandangan Alin dan Sergia menoleh ke arah kepala dan lengan Keisya yang di perban.


"Ini kenapa bisa diperban Key? Siapa yang melukai mu..?" tanya Sergia


"Paman ku.." batin Keisya


"Ini hanya luka biasa, dan terima kasih sudah mengkhwatirkan ku.."


"Tapi, kau kemana saja selama dua hari..?"


"Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan.."


"Tapi setidaknya kau memberitahu kami agar kami tidak mencemaskan mu.." seru Alina


"Maaf.." sahut Keisya


"Ah sudahlah yang terpenting kau sudah berada di sini.." kata Sergia


"Dan kau baik-baik saja." sambungnya


"Iya.."


"Apa kau sudah bertemu Miss Rain? Dia sangat khawatir padamu..?" tanya Alina


"Sudah. Dia memang seperti itu.."


"Oh iya kami diajak untuk bermain ke rumahnya Rey minggu ini apa kau mau ikut..?"


Keisya tentu saja terkejut, bukankah pria itu tinggal di black land? Lalu mengapa dia mengajak teman-temanku mengunjungi rumahnya? begitulah pikirnya


"Apa kalian akan ikut..?" tanya Keisya


"Kami akan pergi jika kau juga mengucapkan kata 'iya'.." seru Alina


"Mengapa begitu..?"


"Kan kita berlima adalah teman, jika salah satu diantara kita tidak mengijinkan pergi maka yang lain tidak boleh membantah begitu.." jelas Sergia


Keisya menganggukkan kepalanya "Iya aku juga akan ikut.." seru Keisya dia ingin mengunjungi rumah keluarga Adarnort itu untuk mencari tahu sesuatu.


Selesai..


Terima kasih sudah membaca.


Semoga kalian tidak bosan ya.


Dan jangan lupa vote dan comment.


Merci.