The World Of The Magic

The World Of The Magic
Rahasia kekuatan Emerald kingdom..



Matahari yang mulai memancarkan sinarnya mengganggu ketenangan Keisya yang masih terlelap di bawah selimutnya. hal ini tidak pernah terjadi, biasanya sebelum matahari terbit Key sudah beranjak dari tempat tidur. Tapi kali ini, gadis itu tampak baru bangun dan sepertinya dia sangat kelelahan.


Hoammm


Keisya menguap dan menggosok matanya. Keadaan seperti ini membuatnya merindukan kehidupannya sebagai Kania di dunia modern. Biasanya saat dirinya masih menjadi Kania, setiap bangun pagi akan selalu diawali dengan segelas coklat panas dan roti tawar. Tapi kali ini dirinya harus menerima kenyataan bahwa sekarang dia telah menjadi seorang Keisya. Keisya Azura Emerald, putri tunggal dari Raja Argus dan Ratu Azusa, sang penguasa dunia Magical.


Beberapa hari ini rasa rindu terhadap dunia modern membuat Key bersedih. Dia merindukan Andrew, rindu pada senjata mematikan yang selalu berhasil dia rakit, rindu pada semua anak buahnya yg setia dan Kania juga merindukan saat-saat dimana dia turun langsung menghabisi musuh-musuhnya.


Tok... Tok... Tok..


"Yang mulia putri apakah sudah bangun..?" suara pelayan yang biasa menyiapkan segala keperluannya membuat Keisya tersadar dari lamunannya


"Ya, aku sudah bangun." sahut Keisya dingin


Pintu berlapis emas itu terbuka dan terlihatlah ada tiga orang pelayan yang akan mengurusi semua keperluan sang tuan putri.


"Yang mulia putri ingin mandi dengan air beraroma apa..?" tanya seorang pelayan


"Lavender.." sahut Keisya


"Baik akan saya siapkan.."


"Yang mulia putri pilihlah gaun yang anda suka, saya sudah membawakan 5 gaun untuk anda.."


Keiysa mengerutkan keningnya, matanya menatap lima gaun yang berwarna merah, putih, ungu, biru dan coklat.


"Tinggalkan yang berwarna biru dan bawa pergi semua gaun yang membosankan itu.."


"Baik yang mulia.."


Beberapa menit kemudian, Keisya sudah selesai bersiap-siap. Lalu, dia turun dari kamarnya menuju ruang makan yang mana disana sudah ada Raja Argus dan Ratu Azusa.


"Salam kepada Yang mulia Raja Argus dan Yang mulia Ratu Azusa.." seru Keisya sambil menunduk hormat


"Bangunlah putriku, duduklah dan mari nikmati sarapanmu.." sahut Raja Argus


Keiysa pun menarik kursi dan duduk di depan ibunya lalu menyantap sarapannya.


.....


"Ayahanda.." teriak Alina saat melihat kepulangan ayahnya dari kerajaan tetangga


Memang sudah beberapa hari Raja Denis meninggalkan istana untuk berkunjung ke kerajaan tetangga yang menjalin kerjasama dengan kerajaannya. Dan lihatlah di depan gerbang sudah berdiri Ratu Silva, pangeran Arzou dan Alina yang sedari tadi sudah berteriak memanggil ayahnya dari kejauhan.


"Diamlah Aline, citra sebagai seorang putri tidak ada di dirimu, sepertinya kau harus belajar ulang tata krama.." seru pangeran Arzou marah melihat sikap sang adik yang bar bar


"Jangan bertengkar, kita berdiri disini untuk menyambut kepulangan ayah kalian.." seru Ratu Silva tegas membuat Alina dan Arzou hanya diam


Raja Denis pun turun dari kudanya dan segera berjalan menuju keluarganya yang sedari tadi sudah menunggu.


"Salam Yang mulia Raja.." seru Ratu Silva menunduk hormat


"Salam kepada ayahanda Raja.." seru Alina dan Arzou bersamaan sambil menunduk hormat pada ayahnya


"Bangunlah.." sahut Raja Denis


"Ayah, Alina sangat merindukan Ayah.." seru Alina dengan semangat sambil memeluk erat ayahnya


"Haha.. putri kecil ayah ternyata sangat merindukan ayah.."


"Tentu saja Ayah.."


"Apakah pangeran Arzou juga merindukan ayahnya ini..?" tanya Raja Denis sambil mengangkat sebelah alisnya


"Tentu saja ayah.." sahut Arzou lalu memeluk ayahnya singkat setelah sang ayah melepaskan pelukan Alina


Lalu mereka pun memilih masuk ke dalam istana dan bercengkrama layaknya sebuah keluarga kecil yang harmonis dan memang itulah kenyataannya.


"Begini ayah, Ibu... ada hal penting yang ingin kami berdua sampaikan pada kalian.." seru Alina dengan serius seolah-olah sikap manjanya hilang begitu saja


"Ada apa, apakah terjadi sesuatu pada kalian di academy..?" tanya Raja Denis bingung


"Ini bukan masalah di academy ayah.." sahut Arzou


"Lalu, ada masalah apa nak..?" tanya Ratu Silva


"Sepertinya kita jangan berbicara disini kak, terlalu berbahaya, bisa saja diantara mereka ada yang berkhianat.." seru Alina menginterupsi kakaknya


"Ah kau benar Alina hampir saja aku melupakan hal itu.." seru Arzou sambil menepuk dahinya pelan


"Mari ayah, kita berbicara di tempat yang aman.." seru Alina


Raja Denis dan Ratu Silva pun hanya mengikuti kemauan kedua anaknya dan ternyata, Arzou dan Alina malah membawa kedua orang tuanya ke dalam sebuah ruang rahasia di balik tembok di antara kamar Alina dan Arzou.


"Sejak kapan ada ruang rahasia disini..?" tanya Raja Denis sambil menatap tajam kedua anaknya


"Kami baru membuatnya beberapa hari yang lalu ayah.." sahut Arzou singkat


"Berhenti menanyakan hal itu, sekarang kami ingin berbicara serius ayah, ibu.." seru Alina yang merasa jengah melihat Kakaknya dan ayahnya yang saling menatap tajam


"Hah, baiklah katakan hal penting apa yang membuat kalian sampai membuat ruang rahasia diistana.." seru Raja Denis


"Ayah, ibu, aku dan kak Zou mendapatkan tugas baru yaitu menjadi penjaga negeri magical..." seru Alina dengan santai


"APA??? MENJADI PENJAGA NEGERI MAGICAL??" teriak Ratu Silva terkejut dengan mata melotot


"Iya ibu, kami terpilih menjadi rekan Yang mulia putri Keisya untuk menjaga negeri magical.." sahut Arzou lagi


"Yang mulia putri..." lirih Raja Denis


"Ya, ternyata selama ini Yang mulia putri adalah penjaga negeri magical atau bisa dibilang dia adalah Penguasa di dunia Magical ini.." jelas Arzou yang dibalas anggukan setuju dari Alina


....


Keisya pun berjalan menuju ruang singgasana untuk menemui ayahnya. Tadi saat dia sedang berada di perpustakaan seorang pengawal mengatakan bahwa Yang mulia Raja Argus memanggilnya ke ruang singgasana.


"YANG MULIA PUTRI KEISYA MEMASUKI RUANGAN.." teriak seorang pengawal mengumumkan kedatangannya


"Salam Yang mulia Raja Argus dan Yang mulia Ratu Azusa.." seru Keisya menunduk hormat


"Berdirilah putriku.." sahut sang Raja


"Tinggalkan kami bertiga.." seru Ratu Azusa memerintah dan dipatuhi oleh semua pelayan dan pengawal


Sekarang tinggallah mereka bertiga diruang singgasana itu dan hal ini semakin membuat Keisya bingung.


"Ada apa? mengapa Ibu memerintahkan mereka untuk keluar..?" tanya Keisya


"Begini sayang, Ayah ingin memberikan sesuatu pada mu.."


Alis Keisya mengerut, otaknya berpikir apa yang ingin diberikan ayahnya padanya.


"Sesuatu apa ayah..?"


"Kemarilah nak.." seru Ratu Azusa membuat Keisya naik menuju kursi singgasana


"Berjanjilah kau akan menerimanya nak dan berjanjilah untuk menjaganya.." seru Ratu Azusa lagi


"Memangnya apa yang ingin kalian berikan..?"


"Sesuatu yang besar yang menjadi kekuatan kerajaan Emerald kingdom untuk tetap berdiri gagah di dunia Magical ini.."