The World Of The Magic

The World Of The Magic
Mengunjungi rumah Reynand



Hari libur, memang merupakan hari yang selalu dinantikan oleh setiap murid di Academy Magica.


Seperti sekarang di kamar asrama yang bernomor 28 itu terlihat sangat ramai dikarenakan pemilik asrama akan mengunjungi rumah salah satu dari mereka yang tidak lain adalah Reynand si anak baru.


"Kita akan berangkat sebentar lagi, jadi kuharap kalian harus sudah siap.." seru Reynand


Kini mereka sedang menunggu Alina dan Sergia yang berkemas sementara Keisya, gadis bersurai coklat itu hanya duduk santai dan dia juga tidak berkemas.


"Key, kenapa kau tidak berkemas..?" seru Zou


"Aku rasa kita tidak akan lama disana.." sahut Keisya dingin


"Kita akan menginap disana Key.." seru Alina menyahut


"Begitu? Tapi ku rasa kalian tidak akan tahan berlama-lama disana.."


"Apa maksudmu..?" seru Reynand menatap tidak suka ke arah Keisya


"Jangan berpura-pura polos Reynand, kau sudah tahu maksudku kan jadi tidak perlu bertanya..." seru Keisya datar


Reynand menahan emosinya, dia tidak ingin salah satu diantara para putri dan pangeran itu mengetahui identitas yang sudah bersusah payah dia sembunyikan.


Keisya memilih keluar dari kamar, dan dia berteleport menuju ruangan Miss Rain.


"Bi..." panggilnya saat sudah berada di ruangan Miss Rain


"Ada apa Key...?" sahut Miss Rain mengalihkan perhatian dari berkas ke arah Keisya


"Aku dan yang lain akan mengunjungi rumah Reynand, dan kau pasti sudah tahu rencana ku bukan..?"


"Iya, aku sudah melihatnya.."


Yah, selain kekuatan bayangan, Miss Rain juga mempunyai kekuatan yaitu melihat masa depan walau tidak semahir Keisya.


"Jadi apa yang harus bibi lakukan disini..?"


"Jika aku mengatakannya, mereka pasti akan membawa mu dan ibu kesana bi. Jadi ku harap kerja samanya jika sudah berada disana.." seru Keisya


"Apa pun untuk mu Key.."


"Baiklah, aku harus pergi mereka sudah menungguku.."


Keisya pun meninggalkan ruangan Miss Rain dan segera pergi menemui teman-temannya.


"Kau dari mana saja Key..?" seru Alvian bertanya


"Aku mengunjungi Miss Rain"


"Apa dia mengijinkan mu pergi..?" tanya Alvian lagi


"Iya.."


"Ayo, kereta kudanya sudah sampai.." seru Reynand


Mereka pun segera masuk ke dalam kereta kuda dan pergi meninggalkan Academy Magica.


Miss Raina pov


Keisya memberitahuku dia ingin pergi mengunjungi rumah keluarga Adarnort. Awalnya aku tidak setuju, karena mengingat bagaimana dulu mereka memperlakukan ku dan Azusa. Tapi melihat dia yang sangat keras kepala aku terpaksa menyetujuinya dengan alasan dia harus mengijinkan ku melihat apa yang akan dia rencanakan.


Betapa terkejutnya aku saat melihat apa yang telah direncanakan oleh keponakan dingin ku itu.


Hah.


Dia berencana untuk membantai keluarga Adarnort dikarenakan mereka sudah menjadi kaki tangan pangeran Ergus dengan mengalibikan kematian Dante.


Omong-omong mengingat kematian Dante, aku selalu saja diliputi rasa bersalah karena menolong kami dia harus kehilangan nyawa-nya.


Aku sangat merasa bersalah karena tidak bisa membantunya, aku sangat lemah bahkan sampai sekarang pun aku sangat lemah.


Air mata kembali menetes di pipiku, masa lalu yang menyakitkan itu selalu saja terngiang ditelingaku, berputar di kepalaku seolah tidak mengijinkan kan ku untuk bahagia.


Miss Rain pov end...


Sementara di istana, terlihat Ratu Azusa yang mondar-mandir dikamarnya, ntah kenapa perasaanya menjadi tidak enak.


"Apa yang akan terjadi? Mengapa perasaanku menjadi tidak enak? Apa yang akan terjadi pada putriku..?" seru Ratu Azusa lirih


"Ada apa Azusa mengapa kamu terlihat mencemaskan sesuatu...?" tanya Raja Argus menatap istrinya yang tengah mencemaskan sesuatu


"Ntahlah yang mulia, aku merasa akan terjadi sesuatu pada putri kita.."


"Itu hanya perasaan mu saja Azusa. Mungkin kamu merindukan putri kita. Seharusnya dia pulang hari ini.."


"Aku akan mencoba menghubungi kak Rain untuk menanyakan kabar putri kita.."


"Tapi yang mulia, perasaan seorang ibu tidak pernah salah.."


"Aku tahu azusa.."


"Salam yang mulia.." seru seorang pengawal pada Raja Argus


"Ada apa pengawal..?"


"Baiklah suruh dia masuk.."


Pengawal itu pun pamit undur diri dan memanggilkan seseorang yang ingin bertemu dengan Raja dan Ratunya.


"Salam yang mulia Raja Argus dan yang mulia Ratu Azusa..."


"Kakak.." seru Ratu Azusa terkejut karena melihat kedatangan Miss Rain keistana


"Ada apa kak? Padahal aku ingin menghubungi mu barusan untuk menanyakan kabar putri kami.." seru Raja Argus turun dari singgasana dan menghampiri Miss Rain


"Itulah yang ingin aku katakan pada kalian.." seru Miss Rain


"Ada apa kak? Apa yang terjadi dengan putriku? Sejak tadi perasaan ku memang tidak enak.." seru Ratu Azusa panik


"Keisya pergi mengunjungi rumah keluarga Adarnort.." lirih Miss Rain pelan


Deg...


Satu kalimat itu membuat jantung Ratu Azusa berhenti berdetak. Kepalanya mendadak pusing dan dia pun terjatuh beruntung Raja Argus langsung menangkapnya.


"Azusa..." teriak Raja Argus dan Miss Rain


"Putriku..." lirih Ratu Azusa sebelum kegelapan merenggut kesadarannya.


Raja Argus pun langsung membawa Ratu Azusa ke kamarnya di ikuti oleh Miss Rain di belakangnya.


"Bagaimana ini kak? Apa yang harus kita lakukan? Apa yang sebenarnya terjadi? mengapa putri ku bisa mengunjungi keluarga itu lagi..?" tanya Raja Argus bertubi-tubi


"Tenanglah yang mulia Raja Argus, percayakan semuanya pada Keisya. Aku yakin dia akan melakukan yang terbaik.." ucap Miss Rain


"Tapi bagaimana jika putriku berada dalam bahaya kak..?"


"Sebelum ini, Keisya juga selalu menantang bahaya Argus.." seru Miss Rain tanpa menggunakan embel-embel Raja pada Raja Argus


"Apa maksud kakak..?"


"Seminggu yang lalu Keisya pergi dari academy tidak ada yang tahu dia pergi kemana. Tapi dua hari kemudian dia pulang dengan kepala dan lengan yang diperban.." seru Miss Rain membuat Raja Argus melotot kaget


"APA??? Mengapa kakak tidak mengatakan itu pada kami..?"


"Maaf, tapi saat aku menghubunginya dia melarangku untuk memberi tahu kalian.."


"Anak itu benar-benar nekat sekali.."


Ratu Azusa pun sadar dan membuka matanya.


"Azusa, kau baik-baik saja.." seru Raja Argus


"Putriku. Dimana putriku yang mulia Raja Argus.." seru Ratu Azusa mencoba duduk dan segera dibantu oleh Raja Argus


"Tenanglah Azusa, aku yakin Keisya pasti baik-baik saja.." seru Miss Rain


"Tapi... Tapi aku mengkhawatirkan-nya kak.." lirih Ratu Azusa menangis


Raja pun memeluk Ratu Azusa berusaha untuk menenangkan istrinya itu.


***


"Ini rumah mu? Tamannya sangat indah..?" seru Alina saat mereka sudah sampai di depan mansion keluarga Reynand


"Aku senang jika kalian menyukai mansion


ku.." sahut Reynand tersenyum lebar


"Ada berapa jenis bunga disini..?" seru Sergia bertanya


"Ah, aku tidak pernah menghitungnya putri Sergia.."


"Mengapa sangat banyak pengawal di mansion ini..?" seru Alvian bertanya sambil mengerutkan keningnya heran


"Mungkin untuk menghindari serangan dadakan yang akan terjadi sebentar lagi.." seru Keisya datar


"Apa maksud anda nona Keisya..?" seru Reynand menatap kearah Keisya sedangkan yang ditatap hanya mengendikkan bahu tidak peduli


"Sudah, Keisya hanya bercanda mengucapkan itu.." lerai Zou


"Ayo silahkan masuk pangeran dan putri.." seru Reynand sambil membuka pintu mansion mempersilahkan teman-temannya masuk.


"Selamat datang di mansion keluarga Nort para pangeran dan putri.." seru Ayah Reynand ketika semua para putri dan pangeran sudah masuk


"Kami senang jika pangeran dan putri mau mengunjungi mansion kami. Kami merasa begitu terhormat. Dan perkenalkan nama ku Kenzi Nort ayah dari Reynand dan ini ibunya Reyanand namanya Sarah Nort.." seru Kenzi Adarnort dengan senyum manis sambil menunjuk istrinya yang berdiri disampingnya


"Aku juga senang bisa bertemu dengan mu Kenzi Adarnort dan Sarah Adarnort.." seru Keisya mengundang semua orang untuk melihat ke arah nya


Selesai....


Jangan lupa vote dan coment.


Merci.