
"Namaku adalah Andrew.." serunya dengan lega
Keisya terkejut sontak langsung melepaskan pedang itu dan menatap lelaki yang berstatus jendral di depannya. Keisya berjalan mundur sambil menutup mulutnya dengan sebelah tangan.
Danzo merasa heran dengan gadis yang berada di depannya. dia mencoba mengingat siapa gadis itu lewat ingatan dari pemilik tubuh yang dia tempati. Tapi, sayangnya pemilik tubuh ini tidak meninggalkan rekam jejak yang pasti mengenai gadis itu.
"Ada apa dengan mu..? kau tampak terkejut saat mengetahui namaku.." tanya Danzo sambil mengerutkan keningnya
"Ah, apa kau tangan kanan dari pemilik organisasi rose blood.." tanya keisya sambil menatap tajam Danzo
"Kau... kau mengenal organisasi kami..?" seru Danzo bertanya dan sungguh dia sangat terkejut saat mengetahui bahwa ada orang yang mengetahui organisasi rose blood di dunia antah berantah ini
"Tentu, aku sangat mengenal organisasi itu bahkan semua yang menyangkut organisasi itu aku mengenalnya.." sahut keisya lalu berbalik ingin pergi untuk menenangkan hatinya kala bertemu kembali dengan Andrew sahabat sekaligus orang yang sangat dia sayangi
"Hei kau mau kemana, kau tidak bisa pergi begitu saja saat kau sudah mengenal organisasi kami. orang yang mengenal organisasi kami dan bukan berasal dari rose blood harus menerima hukuman.." seru Danzo dingin
"Hukuman cambuk sampai mati dengan kulit yang disayat-sayat atau langsung di lemparkan ke kandang singa buas didalam ruangan khusus.." sinis keisya menolehkan kepalanya miring
"Bahkan hukuman organisasi rose blood kau pun mengetahuinya. siapa kau sebenarnya..?" tanya Danzo penasaran
"Perkenalkan aku adalah putri tunggal dari kerajaan Emerald kingdom, Putri Keisya Azura Emerald.."
"Jadi kau..." ucap Danzo terputus
"Iya aku adalah musuh mu.."
Danzo terdiam. Satu sisi gadis itu adalah musuhnya tapi disisi lain dia begitu penasaran pada sosok gadis yang mengetahui organisasi yang dipimpinnya setelah kematian Kania.
"Siapa gadis ini sebenarnya, berada di dekatnya rasanya seperti akrab dan gaya bicaranya begitu mirip dengan Kania. ah mana mungkin dia Kania. Kania tidak mungkin terdampar di dunia ini.." batin Danzo sendu, dia sangat merindukan Kania
Keisya yang mendengar batin Danzo pun diam-diam tersenyum. Ternyata Andrew masih sama seperti dulu, masih terus memikirkan dirinya dan selalu peduli padanya walaupun dirinya sudah tidak ada lagi di dunia mereka dulu.
"SAMPAI JUMPA LAGI ANDREW, DISAAT KITA BERTEMU NANTI KAU AKAN MENGETAHUI SIAPA AKU SEBENARNYA. PESANKU HANYA SATU, JIKA KAU MERASA AKRAB DENGANKU MAKA JANGAN PERNAH BERPIHAK PADA YANG SALAH.."
Suara keisya yang menggema membuat Danzo tersadar dari lamunannya. Disaat dia tersadar dia sudah tidak melihat keisya.
"Hei, kau dimana..?" teriak Danzo tapi tidak ada sahutan sama sekali
Dari kejauhan keisya menatap Danzo yang masih mencarinya. Senyum lebar yang selama ini tidak pernah terlihat pun kembali. Yah, keisya merasa jika Dewi keberuntungan sedang berpihak kepadanya, itu terbukti saat ini dia bertemu dengan Andrew. Tapi di hati kecilnya masih tidak percaya bahwa Andrew bisa berpindah dimensi ke negeri Magical land ini.
"Ini aneh, jika yang berada di tubuh jendral Danzo adalah Andrew lalu dimana jendral Danzo..? ah maksud ku apa yang terjadi padanya hingga tubuhnya bisa di tempati oleh Andrew.." gumam keisya penasaran
...****************...
Entah apa yang terjadi tapi hari ini Alina merasakan perasaan yang begitu bahagia sekali. Dia tersenyum dan selalu menyapa setiap orang yang dia temui di lorong academy. tingkahnya yang tidak seperti biasanya itu membuat Sergia yang berdiri disampingnya merasa heran.
"Alina... apa yang terjadi..?" tanya Sergia bingung
"Aku baik-baik saja memangnya ada apa..?" tanya Alina sambil tersenyum lebar
"Ah kau seperti orang yang sedang jatuh cinta, kau selalu tersenyum pada orang-orang.."
Sergia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan dalam hati mengutuk dirinya yang bertanya seperti itu.
"Seharusnya aku tidak usah bertanya tadi.." batin Sergia kesal
"Lupakan saja Alin mungkin aku yang merasa kau berbeda hari ini.." sahut Sergia
Alina pun menganggukkan kepala dan kembali tersenyum saat berpapasan dengan seorang murid senior.
Di persimpangan lorong mereka bertemu dengan Arzou dan Alvian. Mereka pun paling sapa dan berjalan bersama menuju ruang pelatihan untuk berlatih bersama yang lain.
"Perhatikan Alina seperti ada yang aneh dengannya..." bisik Sergia pada Arzou
"Memangnya kenapa..?" tanya Arzou
"Sedari tadi dia selalu tersenyum dan menyapa semua orang yang dilihatnya. Aku jadi merasa aneh dia seperti bukan Alina yang biasanya.."
Arzou pun mengalihkan tatapannya ke arah Alina dan mencoba memastikan ucapan Sergia.
Dia juga merasakan hal yang sama dengan Sergia saat melihat interaksi antara adiknya dengan orang-orang yang disapanya.
"Apakah perilaku Alina ini termasuk dalam ikatan batin dengan leader seperti yang dialami Sergia dan Alvian kala itu.." batin Arzou sambil memandang adiknya yang selalu tersenyum ramah
...****************...
Keisya menyelinap masuk ke dalam istana Raja Ergus dengan menggunakan kekuatan transparan miliknya. Dia mulai menjelajahi setiap lorong-lorong dengan santai untuk mencari tahu apa yang terjadi pada jendral Danzo sebelum tubuhnya diambil alih oleh Andrew.
"Aku merasa aneh dengan jendral Danzo beberapa hari ini.."
"Kau benar, sejak dia tidak sadarkan diri saat mendapat hukuman dari Raja Ergus dia mulai berubah saat bangun dari sakitnya.."
Saat melewati lorong yang menuju ke arah dapur istana, Keisya mendengar beberapa pelayang yang bergosip. Dia menghentikan langkahnya lalu mendekat ke arah beberapa pelayan dan tak lupa dia juga merubah penampilannya menggunakan baju pelayan kerajaan black land.
"Apa yang sedang kalian bicarakan..?" tanya keisya sambil menghampiri mereka
"Kami sedang membicarakan tentang jendral Danzo yang tiba-tiba berubah saat dia sadar dari sakitnya tempo hari.." sahut seorang pelayan yang berbadan kurus
"Memangnya dia dihukum apa oleh Yang mulia raja..?" tanya keisya
"Apa kau tidak tau..?" tanya seorang pelayan berbadan gemuk sambil memandang keisya dengan curiga
Keisya menggeleng pelan "Aku baru masuk hari ini, beberapa hari yang lalu aku pulang menemui keluarga ku. jadi aku tidak tau mengenai cerita tentang jendral Danzo.." seru keisya santai
"Oh begitu, aku kira kau pelayan baru.."
"Ckck, tentu tidak. aku memang jarang berkumpul seperti ini dengan kalian karena tugasku yang selalu melayani Yang mulia Raja.." sahut Keisya dengan senyum miring "Jadi bagaimana ceritanya..?" tanya keisya lagi
"Beberapa hari yang lalu jendral Danzo dihukum oleh Yang mulia Raja Ergus karena tidak bisa membawa orang-orang dari wilayah white land. Aku dengar dia dihadang oleh seorang gadis bertopeng tapi Yang mulia Raja tidak menerima alasan apapun. jadi jendral Danzo dihukum dan disiksa oleh Yang mulia Raja disebuah ruangan khusus yang hanya Raja yang bisa memasukinya.." jelas si pelayan gemuk
Keisya menganggukkan kepalanya mengerti dan kemudian dia pamit pergi setelah mendapatkan apa yang dia mau. dia beralasan ingin menemui Yang mulia Raja Ergus agar tidak dicurigai oleh para pelayan itu.