
Setelah sesi perkenalan dan penjelasan tentang tata tertib kelas, jam istirahat pun berbunyi.
"Baiklah anak-anak sampai disini dulu penjelasannya, kita lanjutkan minggu depan.." kata Miss Risa keluar dari kelas
Semua murid junior galaxy pun berhamburan dari kelas menuju cafetaria untuk mengisi perut mereka yang sedari tadi berbunyi.
Sergia, Alin, Zou, dan Alvian pun berjalan meninggalkan kelas saat kelas sudah mulai sepi. Mereka pergi tanpa mengajak Keisya karena gadis itu sudah menghilang sejak tadi.
"Anak itu hobby nya ngilang kali ya.." ucap Alvian yang dibalas kendikan bahu oleh semua temannya
"Palingan dia sudah berada di cafetaria lebih dulu.." ucap Zou
Sejak perbincangan Alin dan Keisya yang terdengar sangat tidak bersahabat itu selesai, Sergia dan Alin memang tidak banyak bicara mereka berdua cendrung memilih diam.
"Aku penasaran pada gadis itu, mengapa dia begitu dihormati.." ucap Sergia berucap setelah lama terdiam
"Dia sangat sombong.." ucap Alin sinis
"Kau salah Alin, menurutku dia tidak sombong.." sahut Zou.
"Mengapa kakak malah membelanya sih.." gerutu Alina
"Aku tidak membelanya Alin.." sahut Zou
"Sudahlah jangan membicarakan dia lagi, lebih baik kita menikmati makanan.." ucap Alvian menengahi perbincangan kedua kakak beradik itu saat sudah sampai di cafetaria.
***
Disebuah hutan yang sangat gelap tanpa ada cahaya yang menyinari, terlihat sebuah bangunan besar menyerupai istana berdiri di tengah-tengah hutan tersebut.
Istana itu sangat gelap hanya ada beberapa cahaya obor yang meneranginya, sinar rembulan tidak dapat menembus kedalam hutan itu.
Diatas singgasana duduk seorang laki-laki paruh baya yang tampan, wajahnya hampir mirip dengan raja Argus.
Yah... Dia adalah raja Ergus, adik kandung dari raja Argus.
Raja Ergus adalah raja yang bengis dan kejam, siapa pun yang berani membantah ucapannya dan menentangnya maka kematian adalah hal yang pantas mereka dapatkan.
Dia sangat terobsesi untuk menjadi pemimpin negeri Magical ini, maka dari itu dia menghalalkan segala cara untuk melengserkan kedudukan kakaknya.
Awalnya dia adalah pangeran yang sangat baik, dia dan Raja Argus saling menyayangi satu sama lain. Hingga ayah mereka yang bernama Raja Defron menyerahkan tahtanya untuk Raja Argus yang dia anggap lebih dewasa dan lebih adil untuk memimpin negeri magical.
Pangeran Ergus tidak terima, dia menentang keputusan Raja Defron dan bersumpah akan mengambil tahta Raja Argus apapun caranya. Lalu setelah mengucapkan itu pangeran Ergus pergi dan tidak pernah kembali lagi ke kerajaan Emerald.
Raja Ergus mendiami wilayah black land yang sangat gelap itu. Dia mengumpulkan semua para pemberontak dan para pengawal yang berkhianat dari berbagai kerajaan dan menjadikan dirinya sebagai Raja mereka.
"Panggilkan aku Reynand.." seru Raja Ergus pada seorang pengawal yang berada di dalam ruangannya
"Baik yang mulia..."
Pengawal itu pun pergi setalah mendapat perintah dari Raja Ergus
"Salam yang mulia.." ucap seorang pemuda yang berambut pirang menunduk di depan tahta Raja Ergus
"Aku ingin kau menyusup ke Academy Magica Reynand, kumpulkan semua murid yang berjiwa pemberontak.." ucap Raja Ergus pada pemuda yang dipanggilnya dengan nama Reynand
"Laksanakan yang mulia.." ucap Reynand tegas
"Hamba pamit undur diri yang mulia.." sambungnya yang kemudian beranjak dari tempatnya dan keluar dari ruang tahta.
"Sepertinya menarik jika aku sekolah di Academy Magica.." ucapnya dengan seringai yang tercetak di bibirnya
***
Pelajaran kedua di jelas junior galaxy adalah pembelajaran ramuan yang akan diajarkan oleh Mr. Joni.
"Baiklah anak-anak hari ini kita akan membuat sebuah ramuan yang dinamakan ramuan kejujuran. Dan bahan-bahan yang diperlukan sudah berada didepan kalian.." ucap Mr. Joni
Semua murid pun mengangguk mendengar penjelasan Mr. Joni dan ada juga sebagian dari mereka yang tidak mengerti dengan bahan yang berada di depannya.
"Pertama kalian harus memasukkan serbuk bunga daisy kedalam tabung yang sudah disediakan, lalu masukkan daun semanggi merah.." Mr. Joni menunjukkan cara pembuatannya
"Setelah itu aduk hingga cairan berwarna hijau kebiruan, lalu yang terakhir masukkan potongan kuku werewolf.."
Setelah ramuan itu selesai dibuat Mr. Joni maka ramuan yang tadi berwarna hijau kebiruan berubah menjadi kuning keemasan.
"wahhhh.. " seru semua murid menatap kagum ramuan yang sudah jadi itu
"Bagaimana? Apa kalian sudah mengerti..?" tanya Mr. Joni yang dibalas teriakan semangat dari muridnya
Mulailah mereka para murid mengerjakan ramuan kejujuran itu dengan hati-hati agar berhasil. Tapi walaupun begitu banyak yang tidak berhasil dan malah menghasilkan ramuan yang berwarna hitam tanda ramuan mereka gagal.
Keisya berhasil karena dia pernah mempelajarinya di laboratorium kerajaan. Sergia dan Zou juga berhasil sedangkan Alin dan Alvian tidak berhasil, mereka malah menghasilkan ramuan berwarna hitam bukan berwarna kuning keemasan.
"Huh, susah sekali padahal aku sudah berusaha.." ucap Alin lirih
"Yeyy,,, aku berhasil.." ucap Sergia lalu bertos ria dengan Zou
"Huaaa... Nilai ku pasti jelek di pelajaran pertama ramuan ini.." seru Alvian lemah
Jam pulang pun berdentang nyaring membuat semua murid bersorak senang, ini lah surga bagi para murid untuk segera mengistirahatkan tubuh mereka di asrama.
"Baiklah sampai disini dulu, kita lanjutkan besok. Yang gagal, kalian harus belajar lebih giat lagi.." kata Mr. Joni
"Iya Mr...." sahut semua murid serentak
Mereka pun segera keluar dari kelas bersama-sama.
"Key, kamu bisa gak bantu kami untuk melatih sihir kami.." ucap Sergia penuh harap pada Keisya yang berjalan di sampingnya membuat mereka menatap Keisya
"Iya, kami baru bisa mempelajari sihir dasar dan belum mampu mengendalikan ataupun mengembangkannya" ucap Zou
"Aku tidak bisa.." sahut Keisya datar
"Oh ayolah Key kami tau kamu bisa.." ucap Alvian menimpali
"Aku tidak bisa.." tolak Keisya lagi
"Cih, sombong.." ketus Alin berdecih sinis
"Seharusnya ilmu mu itu dibagikan agar kau mendapat berkah dari para dewa bukannya kau malah bersikap sombong.." sambung Alin
"Aku tahu Miss Rain mengatakan pada kalian jika aku bisa mengajari kalian kan.." ucap Keisya dingin
"Asal kalian tahu bukan itu maksud dari ucapannya.." seringai Keisya
"La..lalu apa maksudnya..?" tanya Sergia gugup ini baru pertama kali dirinya gugup berbicara dengan seseorang
Keisya menatap mereka bergantian hingga berhenti tepat di mata Alin "Dia ingin aku melindungi kalian.." sahutnya
"Apa???? Melindungi dari apa..?" teriak mereka bersamaan
"Kalian akan tahu nanti, tapi perlu kalian ketahui jika kalian tidak bisa mengubah sifat kalian, maka kalian akan mendapat petaka terutama kau Alina Caroline Apollous.." ucap Keisya panjang
"Melelahkan sekali jika berbicara panjang begini. Ini semua karena bibi Rain..." batin Keisya kesal
"Apa maksud mu..?" teriak Alin tidak terima dengan ucapan Keisya
"Alin, tidak baik meneriaki orang seperti itu, kamu adalah seorang putri tidak baik seorang putri berteriak.." ucap Sergia tegas dengan pandangan tajam
Keisya tersenyum tipis, dia tahu jika Sergia lah yang paling dewasa diantara mereka semua. Gadis itu mampu mengontrol emosinya.
"Sergia...." panggil Keisya membuat Sergia, Zou, Alvian dan Alin melihat kerahnya
"Aku mau mengajarimu berlatih.." sahut Keisya
"Apa? Kau serius...?" tanya Sergia tersenyum senang tanpa sadar dia memeluk Keisya
"Aku serius..." sahut Keisya dingin
"aterima kasih Keisya.." ucap Sergia yang dibalas anggukan dari Keisya
"Lalu bagaimana dengan kami Key..?" tanya Zou
"Sudah kubilang kalian harus bisa mengubah sifat kalian kan, itulah syaratnya.." sahut Keisya dingin
"Kami tidak mengerti maksud mu Keisya.." ucap Alvian
"Itulah tugas kalian untuk mencari tahu.." sahut Keisya lalu menghilang dari hadapan mereka.
"Apa maksud ucapannya..?" tanya Alin
"Ntahlah, tapi Sergia sudah berhasil melakukannya.." ucap Zou menatap Sergia yang tersenyum senang.
Selesai....
Merci.