The World Of The Magic

The World Of The Magic
Misi para senior..



Semua para senior di Academy magical di kumpulkan oleh mrs. Amel di hutan white land pada sore hari ini.


"Untuk apa kita dikumpulkan dihutan ini..?" tanya salah seorang senior yang bermata hijau bernama Axel


"Entah lah aku juga tidak tahu.." sahut seorang gadis yang bermata ungu bernama Adista


"Apa kalian tahu rumor tentang hutan ini..?" tanya seorang lagi yang bermata coklat bernama Sandi


"Tidak. Rumor apa yang kau maksud Sandi..?" tanya seorang gadis yang sedang memainkan pedangnya diudara, gadis bermata coklat dan bernama Arin


"Hutan ini adalah tempat si gadis bertopeng sering berlatih dengan kata lain hutan ini adalah rumah si gadis bertopeng itu.." seru Sandi menatap ketiga rekan kelompoknya.


Yah, memang sebelum menjalankan misi para senior sudah dibagi menjadi beberapa kelompok. Dan setiap kelompok berisikan 4 anggota.


"Bukankah itu bagus? Kita bisa melihat si gadis bertopeng yang selalu membantu warga dan kemudian berlatih bersamanya.." seru Adista antusias


"Sayangnya tidak semudah itu Dista.." sahut Axel


Lalu mrs. Amel pun datang "Baiklah karena semua sudah berkumpul, langsung saja aku serahkan pengumuman misi ini pada Miss Rain.."


Miss Raina pun maju dan menatap semua para senior dengan tatapan tajamnya "Misi kali ini adalah permintaan langsung dari yang mulia putri Emerald.."


"Haa??? Putri Emerald? Putri yang tidak pernah menunjukkan batang hidungnya itu? Untuk apa dia meminta kita melakukan


misi..?" tanya Arin sinis


"Diamlah Arin, lebih baik kau tidak protes. Dengarkan saja.." seru Axel kesal


Arin mendengus dan mengalihkan perhatiannya dari Axel.


"Baiklah. Yang mulia putri Emerald meminta kalian para senior untuk melakukan misi penting yaitu..."


***


Di academy para murid tingkat junior pun bingung karena academy tampak lebih sepi dari biasanya. Bahkan yang datang ke cafetaria saja jumlahnya bisa dihitung jari.


"Tidak biasanya cafetaria terlihat sepi


begini..?" seru Alina menatap bingung setiap orang yang berada di cafetaria


"Kau benar Alin, sedari tadi aku tidak melihat adanya murid senior disini.." seru Alvian lagi


"Benar. Ini sangat aneh.." seru Zou ikut menimpali perkataan adik dan temannya itu


Sergia mencegat salah satu murid middle dan bertanya padanya " Maaf, apakah kau tahu kemana perginya murid senior..?"


"Ah, aku tidak tahu. Yang tadi ku lihat mereka dikumpulkan oleh mrs. Amel dan dibawa ke suatu tempat yang tidak ku ketahui.." jelas murid middle itu


"Terima kasih ya informasinya.." seru Sergia dan kemudian murid middle itu pun berjalan pergi


"Murid senior dibawa pergi..?" lirih Zou


"Tapi kemana..?" sambungnya


Alin dan Alvian mengendikkan bahu acuh berbeda dengan Sergia, gadis itu langsung pergi meninggalkan cafetaria.


"Gia kau mau kemana..?" teriak Alvian memanggil Sergia


"Mencari seseorang.." balas Sergia teriak juga


"Kita harus mengikuti Sergia.." ucap Alin yang dibalas anggukan dari Alvian dan Zou


Mereka pun segera menyusul si gadis vampir itu "Dia sangat cepat.." lirih Alina tersenggal-senggal akibat berlari


"Namanya juga vampir.." gurau Zou


Dari kejauhan mereka melihat Sergia berhenti di dekat taman. Mereka pun langsung saja mempercepat larinya agar Sergia tidak meninggalkan mereka lagi.


"Kau meninggalkan kami Gia, memangnya apa yang kau cari.." seru Alvian


"Aku mencari Keisya.." sahut Sergia


"Untuk apa kau mencarinya..?" tanya Alina


"Aku ingin tahu kemana perginya murid senior dan Keisya pasti tahu alasannya.."


"Tapi dimana kau akan menemukan dirinya? Kau bahkan tidak tahu kan dirinya berada dimana.." seru Zou


Sergia terdiam, memang benar apa kata Zou dirinya bahkan tidak tahu kemana perginya Keisya.


***


Flashback..


"Baiklah. Yang mulia putri emerald meminta kalian para senior untuk melakukan misi penting yaitu.."


Miss Rain menggantungkan perkataannya karena merasakan aura Keisya berada di sekitarnya. Hingga tiba-tiba angin berhembus dengan kencang membuat dedaunan bergemerisik dan jubah yang dipakai setiap murid senior berkibar.


"Ini horor..." lirih Adista pelan


"Aku yang akan menjelaskan dan membagi kelompoknya Miss Rain.." seru yang baru muncul di hadapan mereka semua.


Betapa terkejutnya mereka saat melihat di depan mereka kini berdiri seorang gadis bertopeng putih dan berjubah coklat.


"Wahh... Ini gadis bertopeng yang dibicarakan banyak orang.."


"Kau benar itu dia.."


"Akhirnya aku bisa melihatnya secara langsung.."


"Ya dewa ternyata dia sangat anggun namun terlihat tangguh.."


"Dia seperti ksatria.."


Begitulah celotehan semua murid senior kala melihat gadis bertopeng itu muncul dihadapan mereka.


Flashback off.


"Dengarkan baik-baik karena aku tidak akan mengulang kalimat yang sama.." seru gadis bertopeng yang tidak lain adalah Keisya dengan nada yang lebih dingin dari biasanya


Semua murid senior memasang telinga masing-masing agar tidak melewatkan satu kata pun yang diucapkan oleh gadis bertopeng yang berada didepan mereka.


"Kalian tahu apa tujuan kalian di kumpulkan di sini..?" teriak gadis bertopeng itu dengan lantang


"Untuk menjalankan sebuah misi dari yang mulia putri Emerald.." balas para senior dengan keras


"Baiklah jika kalian sudah tahu.." seru gadis bertopeng itu dengan menjeda ucapannya


"Misi yang akan kalian jalankan akan dimulai dari yang paling mudah yaitu mengawasi setiap desa yang jauh dari kerajaan. Setiap kelompok akan menjaga satu desa. Desa yang akan kalian jaga adalah desa terpencil yang jauh dari jangkauan kerajaan dan juga rawan akan penjahat dan bandit.."


Seorang murid mengangkat tangannya seraya berkata "Nona, apakah itu tidak berbahaya bagi kami jika mengawasi desa-desa yang jauh dari jangkaun kerajaan? Bagaimana jika penyihir black land menyerang di saat kami sedang menjalankan misi..?"


"Bukankah kalian sudah di ajari bagaimana caranya untuk menjalankan misi tanpa diketahui musuh.." seru gadis bertopeng itu dengan dingin


Dia berjalan membelakangi semua murid, sedangkan mrs. Amel dan Miss Rain hanya diam menunggu apa yang akan diucapkan oleh gadis bertopeng yang berada didepan mereka.


"Bukankah kalian sudah dibekali dengan sihir dan element juga senjata yang telah kalian pelajari cara menggunakannya.."


"Tugas adalah tugas murid senior. Jika kalian tidak sanggup untuk menjalankan tugas ini lebih baik dahulu kalian tidak mendaftarkan diri masuk ke academy ini.." seru gadis bertopeng dengan sinis


Arin yang mendengar ucapan dari gadis bertopeng didepannya pun berucap dengan lantang "Aku akan menjalankan misi ini nona, apa pun yang terjadi walau nyawaku menjadi taruhannya.."


Ucapan Arin membuat beberapa teman seangkatannya menatap kaget pada dirinya. Gadis bertopeng itu pun membalikkan badan dan berteleport ke depan Arin.


"Apa kau serius dengan ucapanmu..?"


"Aku serius nona.."


Keisya menatap gadis yang berdiri di depannya tanpa rasa takut. Dia mengangkat kepalanya menatap mata Keisya dan Keisya dapat melihat kesungguhan dan ketulusan di setiap perkataan gadis didepannya.


"Mengapa kau sangat tertarik dengan misi ini Arin Mastavet..?"


"Karena tujuanku masuk ke Academy magica adalah untuk menjadi kuat agar aku bisa membantu orang-orang yang selalu tertindas." seru Arin dengan tegas


Keisya menampilkan senyum kecil yang bahkan tidak dapat dilihat oleh orang banyak, tapi Miss Rain tahu jika keponakannya itu tengah tersenyum.


"Kau tahu Arin, jika kau terlalu terobsesi dengan menjadi kuat kau bisa saja terjatuh kedalam kegelapan.." seru Keisya dingin


Arin bingung mendengar perkataan Keisya "Apa maksud anda..?"


"Kalian mau mendengar sebuah cerita..?" bukannya menjawab tapi Keisya malah balik bertanya pada mereka semua yang tentu saja dibalas dengan anggukan dari mereka semua.


Selamat menikmati cerita ini.


Semoga kalian tidak bosan ya.


Jangan lupa vote dan comment oke.


Merci.