The World Of The Magic

The World Of The Magic
Menghilang 2



"Bagaimana ini, Keisya belum juga ditemukan sekarang sudah sampir malam.." ucap Alina cemas


"Tenanglah Alina, kita tunggu sebentar lagi jika Keisya tidak juga muncul kita akan memberitahu Miss Rain.." sahut Zou


30 menit kemudian harapan mereka sirna Keisya tidak juga muncul Alina, Sergia, Zou dan Alvian pun memutuskan untuk pergi keruangan Miss Rain.


"Bagaimana jika Miss Rain memarahi kita..?" tanya Sergia


"Apa yang terjadi sebenarnya..?" lirih Alina


"Dimana sebenarnya gadis menyebalkan


itu..?" batin Alvian


"Astaga dia merepotkan saja, perasaanku juga tidak enak sedari tadi.." batin Zou


Saat ini keempat remaja itu tengah berjalan dengan cepat menuju lorong yang berhubungan dengan ruangan miss Rain.


Tok.. Tok.. Tok..


Suara sahutan dari dalam ruangan membuat mereka berempat berani memasuki ruangan Miss Rain tersebut.


"Ada apa pangeran dan putri datang kesini? Bukankah sebentar lagi waktu makan malam akan segera dimulai..?" tanya Miss Rain sambil mengerutkan keningnya heran


"Maaf Miss kami..." ucap Sergia ragu


"Ada apa? bicaralah dengan benar putri Sergia.." ucap Miss Rain


"Keisya hilang Miss dia tidak terlihat sejak pagi tadi.." ucap Alvian dengan santai


"APA...???" seru Miss Rain terkejut, raut wajahnya yang tadi santai kini mendadak pucat pasi, rasa khawatir menghantui hatinya.


"Apa dia tidak memberitahu kalian kemana dia akan pergi..?" tanya Miss Rain


"Tidak Miss setelah dia mengantar kami berdua ke kamar habis latihan, dia pergi ntah kemana.." seru Alina


"Sebentar aku akan mencoba berkomunikasi dengannya.."


Miss Rain pun menutup matanya dan meletakkan jari di pelipisnya "Keisya.." ucapnya


"Keisya apa kau dengar bibi..?"


"Keisya..."


"Ada apa bi.." terdengar suara Keisya yang terbata-bata


Keempat remaja itu terdiam melihat Miss Rain bertelepati dengan Keisya. Mereka juga sangat khawatir dengan gadis itu apa lagi saat melihat wajah sendu Miss Rain.


"Kamu kenapa Key..?"


"Key jawab bibi Key..."


"Aku.. Tidak.. Apa-apa bi.." sahut Key lirih


"Tidak apa-apa bagaimana hah? Suaramu sudah tersendat-sendat begitu kamu masih bisa bilang tidak apa..." marah Miss Rain


"Sungguh bi, aku tidak apa. Tolong jangan beritahu ayah dan ibu.."


"Kamu dimana, biar bibi datang menjemput mu.."


"Tidak perlu bi, bibi tidak memiliki akses untuk ke sini.."


"Apa maksud mu..?"


"Keisya.."


"Keisya.."


Miss Rain pun membuka matanya setelah tidak lagi mendapat jawaban dari Keisya.


"Bagaimana Miss..?" tanya Alina lebih dulu


"Saya juga tidak mengerti putri Alin, Keisya bilang kita tidak memiliki akses menuju tempat dimana Keisya berada sekarang.." lirih Miss Rain


"Apa yang harus kita lakukan Miss..?" tanya Zou


"kita harus menunggu sampai Keisya


datang.." ucap Miss Rain walau sebenarnya dia tidak yakin


"Apa kita memberitahu orang tuanya saja Miss..?" saran Alvian


"Tidak perlu pangeran Alvian, Keisya adalah gadis yang kuat dia akan datang dengan sendirinya.."


"Tapi bagaimana kalau dia tidak datang..?" tanya Sergia ragu


"Dia pasti datang. Karena dia bukanlah gadis yang lemah.." sahut Miss Rain


"Lebih baik pangeran dan putri kembali ke cafetaria karena jam makan malam sudah hampir dimulai.." sambung Miss Rain lagi


"Tapi Miss.." ragu Alina


"Saya tahu kalian khawatir, tapi kita harus percaya pada Keisya.." seru Miss Rain membuat keempat remaja itu mengangguk pasrah dan segera keluar dari ruangan Miss Rain


"akamu dimana Key? Jangan membuat bibi panik..?" lirih Miss Rain


***


Disaat dia telah menteleport para penduduk tiba-tiba terdengar suara ledakan di dalam ruangan penjara bawah tanah itu.


Boommm


Duaarrr


Duarrrr


Banyak ledakan terjadi, hingga Keisya yang belum siap terhadap serangan itu kembali terpental dan menabrak dinding. Disaat genting seperti ini bibinya malah menelepati dirinya.


Keisya hanya menjawab seperlunya saja setelah itu dia kembali bertarung dengan para penyihir black land. Darah segar kembali mengalir di kepala Keisya.


"Kau pikir kau bisa lolos dengan mudah


heh.." ucap Rey menebaskan pedangnya ke arah Keisya


mudah.." sahut Keisya dingin


Keisya pun membalas dengan menahan pedang Rey yang hendak menebasnya. Gadis itu pun kemudian mengontrol pikiran Rey dan dengan sendirinya Rey mengarahkan pedangnya ke lehernya sendiri.


"Apa? Bagaimana mungkin? Mengapa tanganku bergerak sendiri..?" seru Rey cemas


Danzo pun maju membantu Rey, tapi sebelum itu terjadi Keisya sudah lebih dulu membuat Danzo terperangkap di dalam sulur-sulur tanaman beracun miliknya.


Disaat Keisya sudah tidak bisa menahan serangan dari para penyihir black land lebih lama lagi karena kepalanya yang pusing dia pun memutuskan untuk mundur dan menghilang dari sana.


Suasana yang hening membuat Danzo dan Rey melihat ke arah lawan mereka dan betapa terkejutnya mereka saat melihat dia sana sudah tidak ada siapa-siapa lagi.


Sementara Keisya berteleport dan menemukan sebuah gua yang masih dalam wilayah black land.


"Untuk sementara aku akan berada di sini dulu sampai luka ku sembuh.." seru Keisya berjalan masuk ke dalam gua dengan tertatih-tatih


"Selamat datang putri Keisya Azura Emerald.." sebuah suara mengagetkan Keisya saat dirinya sudah berada di dalam gua


"SIAPA DISANA..????" teriak Keisya dengan lantang


"Kemarilah yang mulia putri.."


"Siapa disana? Mengapa kau tahu aku putri kerajaan Emerald..?" seru Keisya bertanya dengan bingung padahal dirinya kini masih dalam masa penyamarannya sebagai gadis bertopeng


"Kemarilah yang mulia putri!! Aku akan memberitahumu.."


Karena penasaran, Keisya pun berjalan mengikuti suara tersebut, dan dapat Keisya lihat disana hanya ada sebuah kalung Kristal.


"Siapa yang berbicara tadi.." seru Keisya pelan


"Ini aku yang mulia putri, kristal yang berada di depan mu.."


"Hah! kau bisa bicara..?" tanya Keisya terkejut


"Jangan takut yang mulia putri, aku adalah salah satu pusaka kerajaan Emerald.."


"Apa maksud mu dengan pusaka..?" tanya Keisya dengan bingung


"Iya, yang mulia putri, aku adalah kalung kristal yang selalu di pakai yang mulia Raja Defron.."


"Kalung kakek ku? Jika memang benar kau adalah kalung kakek ku mengapa kau bisa berada di wilayah black land..?"


"Itu karena yang mulia raja Defron yang meletakkan ku di sini. Yang mulia bilang aku akan aman disini, yang mulia juga menyegel sebagian kekuatannya di sini.."


"Apa ayah ku atau paman Ergus mengetahui keberadaa mu..?"


"Awalnya mereka mengetahuinya. Tapi pangeran Argus tidak begitu peduli, dia tidak mau mengambil sesuatu yang bukan miliknya sedangkan pangeran Ergus, dia selalu berusaha mencariku. Tapi saat dia datang kesini di tidak mendapatkan apa-apa, dari situlah dia berpikir jika yang dikatakan oleh para peramal itu hanya sebuah kebohongan.."


"Paman Ergus tidak mungkin melupakan mu kalung kristal, dia pasti akan mencari mu


lagi."


"Apakah tidak ada yang datang kesini untuk mengambil mu..?"


"Tidak akan ada yang bisa mengambilku yang mulia putri, karena yang mulia Raja Defron sudah bersumpah bahwa yang bisa melihat ku hanyalah keturunannya yang memiliki jiwa kepemimpinan yang besar serta keturunannya yang selalu berusaha sekuat tenaga untuk melindungi negeri magical.."


"Lalu, mengapa aku bisa melihatmu..?"


"Itu karena yang mulia putri memenuhi semua syarat yang sudah ditentukan oleh yang mulia Raja Defron.."


"Memenuhi syarat? Haha.. jangan membual aku tidak pernah melakukan apa pun. Aku tidak berjiwa kepemimpinan.." ucap Keisya dengan tawa sedikit garing


"Itu benar yang mulia putri, aku mengetahui semua yang anda lakukan. mulai dari anda yang selalu membantu para warga dengan menyamar sebagai gadis bertopeng, lalu anda yang selalu berusaha melindungi semua keluarga kerajaan dan lagi anda kesini dalam keadaan terluka karena bertarung dengan pangeran Ergus untuk menyelamatkan warga desa klont yang mereka jadikan tawanan."


"Apa saja yang kau ketahui tentang ku?" seru Keisya dingin dia begitu terkejut karena semua penyamarannya diketahui oleh kalung kristal itu


"Aku mengetahui semuanya yang mulia putri, aku selalu mengetahui semua yang dilakukan seluruh anggota keluarga yang mempunyai darah kerajaan Emerald.."


"Terserah kau saja. Lalu mengapa kau memanggilku? Aku kesini hanya untuk beristirahat untuk memulihkan kekuatan ku.." seru Keisya dengan cuek lalu dia duduk dan bersandar di dinding gua


"Aku ingin yang mulia putri memakai ku, seperti yang mulia Raja Defron memakai ku.."


"Kenapa kau menyuruhku memakai mu? Apa ayahku tidak bisa melihatmu..?"


"Pangeran Argus bisa melihat ku yang mulia putri hanya saja dia tidak ingin memakai ku, dia mengatakan akan ada seseorang dari keturunannya nanti yang akan mengambil ku. Dari situ aku tahu bahwa itu adalah anda.."


"Lalu, apa yang harus aku lakukan padamu..?"


"Anda hanya perlu menyentuh ku, maka aku akan terpasang dengan sendirinya di leher anda tanpa bisa terlepas.."


Keisya pun berdiri dan melangkah dengan pelan menuju ke arah kalung itu dan meletakkan tangannya diatas permata biru safir yang menjadi hiasan dikalung itu.


Tiba-tiba cahaya kalung itu pun terpasang dengan sempurna di leher Keisya dan berubah warna dari hijau toska menjadi biru seperti warna kesukaan Keisya.


"Kenapa kau berubah warna..?" tanya Keisya


"Karena aku akan berubah warna sesuai warna kesukaan orang yang memakai ku yang mulia putri.."


"Oh begitu, apakah orang-orang bisa melihat mu..?"


"Tidak yang mulia, yang bisa melihatku hanya keturunan kerajaan Emerald.."


"Berarti paman Ergus bisa melihatmu jika aku memakaimu...?"


"Tidak perlu cemas yang mulia, walau pun dia bisa melihat ku, dia tidak akan bisa merebutku dari mu.."


"Tapi dia bisa tahu identitas ku kalau begitu, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kedua orang tua ku. Paman Ergus pasti melakukan apa pun untuk mendapatkan mu.."


"Tenang yang mulia putri, aku bisa mengatasi hal itu. Dan maaf waktu ku berbicara dengan mu sudah habis, dan ini terakhir kalinya aku berbicara.."


"Baiklah aku mengerti.."


Setelah itu hanya keheningan yang terjadi di dalam gua itu. Keisya pun segera mengeluarkan perban dari dalam jubahnya untuk membalut luka di tangan dan kepalanya.


Terima kasih sudah mau membaca cerita ini.


Semoga cerita ini bisa menghibur kalian.


Jangan lupa vote dan comment ya.


Merci.