The World Of The Magic

The World Of The Magic
Mimpi...



Malam hari, setelah acara penyambutan putri Keisya selesai Raja Argus dan Ratu Azusa serta Rain pun memutuskan untuk bersantai di taman kerajaan.


"Acara tadi benar-benar meriah, mereka sangat antusias menyambut kedatangan keponakan ku.." seru Rain sambil menyeruput tehnya


"Kakak benar dan aku bersyukur untuk hal itu." sahut Raja Argus


"Kak, tadi malam saat kakak menolak untuk menemani putriku tidur aku mengalami hal aneh.." seru Ratu Azusa membuka percakapan serius diantara mereka


"Hal aneh apa..?" tanya Rain bingung


"Aku melihat gambaran seluruh negeri magical ini di bola mata Keisya termasuk gambaran black land. Bukankah itu hal


aneh..?" jelas Ratu Azusa sambil menatap kearah Rain dan Raja Argus bergantian


"Tapi anehnya aku tidak melihat hal semacam itu di bola mata putri Keisya.." seru Raja Argus menyambung perkataan Ratu Azusa


Rain tentu saja sangat bingung dengan penjelasan mereka berdua yang seperti ini. Apa maksudnya coba melihat gambaran seluruh negeri magical termasuk black land di bola mata putri Keisya, bahkan magic ball saja tidak bisa melakukannya.


"Omong kosong apa yang kau katakan Azu, mana ada hal yang seperti itu. bisa melihat seluruh negeri magical dan black land, bahkan magic ball saja tidak bisa melakukan hal itu.." sanggah Rain dengan cepat


"Aku tidak berbohong kak dan aku juga tidak tau mengapa yang mulia Raja tidak bisa melihatnya.." lirih Ratu Azusa pelan sambil menundukkan kepalanya


"Itu hal yang mustahil Azu.." seru Rain sambil mengusap wajahnya dengan sebelah tangan


"Sebenarnya aku juga cukup penasaran mengenai hal ini kak, apa perlu kita panggil peramal kerajaan..?" tanya Raja Argus


"Tidak perlu yang mulia Raja, hamba rasa jika memang hal ini benar dialami oleh putri Keisya cukup kita saja yang tahu. Hamba takut jika memang hal ini benar maka nyawa keponakan hamba akan terancam.." seru Rain serius


"Kak Rain benar yang mulia Raja.. sahut Ratu Azusa


"Tapi bagaimana cara membuktikan bahwa ucapan mu itu benar Azu..?" tanya Rain pada Ratu Azusa


Ratu Azusa menggelengkan kepalanya pelan. Sungguh dia tidak tau bagaimana caranya untuk membuktikan semua yang telah dilihatnya pada kedua orang ini.


"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan aku yakin ini hanya masalah biasa.." seru Raja Argus menenangkan


"Mungkin yang mulia Raja benar, tapi hamba akan tetap menyelidiki hal ini. Hamba takut jika suatu saat nanti hal buruk menimpa putri Keisya.." seru Rain


"Baik jika itu mau mu kak.." sahut Raja Argus santai


"Kakak tolong selidiki hal ini aku tidak tenang jika tidak mendapatkan kepastian mengenai putriku.." seru Ratu Azusa memohon dengan wajah memelasnya


"Tentu saja Azu apa pun akan aku lakukan untuk keponakan ku.." sahut Rain dengan senyum lembutnya sambil mengelus bahu Ratu Azusa


"Ini sudah larut malam, sebaiknya kita sudahi perbincangan ini.." seru Raja Argus sambil berdiri dari tempatnya


"Anda benar yang mulia, kalau begitu hamba pamit undur diri. Selamat malam yang mulia Raja dan adikku Azusa.." sahut Rain lalu membungkuk hormat dan berjalan pergi meninggalkan Raja Argus dan Ratu Azusa


"Ayo sayang kita istirahat aku tau kau lelah seharian ini.." seru Raja Argus sambil menarik tangan Ratu Azusa dengan lembut


Raja Argus dan Ratu Azusa pun pergi ke kamarnya dan setelah membersihkan diri mereka berdua pun tertidur.


....


Rain berjalan menuju ke arah lemari miliknya dan membukanya. Dia mengambil sebuah peti berukuran sedang yang terlihat sudah berdebu.


Rain meniup debu itu hingga dirinya terbatuk-batuk dan matanya juga kelilipan.


"Aduh, mengapa debu ini bisa setebal ini sih padahal aku hanya tidak memakai benda ini selama 3 tahun ckckck.." gerutu Rain sambil menggelengkan kepalanya prihatin


Setelah itu, Rain membuka peti tersebut dan memperlihatkan sebuah bola kristal berwarna biru yang sangat indah.


"Sudah lama rasanya aku tidak memegang mu magic ball.." lirih Rain sambil tersenyum tipis


Rain adalah salah satu pemilik magic ball dan tidak banyak yang tahu itu. Magic ball memang adalah sebuah harta karun yang sangat langka di negeri magical ini.


Tak membuang banyak waktu, Rain segera melafalkan mantra hingga magic ball itu bercahaya dan memperlihatkan seorang bayi mungil yang sedang tertidur di dalam keranjang bayi.


"Sebenarnya apa yang kau miliki Keisya, kekuatan mu sangat besar bahkan sihir bayanganku pun merespon mu.." lirih Rain bingung


Sedangkan di kamar Raja dan Ratu, keadaan masihlah tenang hingga tiba-tiba saja sang Ratu mendadak gelisah dalam tidurnya.


Alam mimpi..


"Dimana ini..? sangat indah.." gumam Ratu Azusa


Ratu Azusa terus melangkah sambil sesekali tangannya bersentuhan dengan para bunga itu. Langkah kakinya terus membawa Ratu Azusa menuju sebuah tempat yang tidak kalah indah dari sebelumnya.


Tapi tiba-tiba saja mata Ratu Azusa tidak sengaja melihat seorang lelaki tua yang sedang duduk dengan posisi Lotus diatas sebuah batu besar.


Ratu Azusa pun melangkah dengan pelan mendekati lelaki tua itu.


"Permisi tuan.." sapa Ratu Azusa menyapa lelaki tua itu


Mata lelaki tua yang tadinya tertutup rapat kini terbuka dan menampilkan bola mata coklat dengan tatapan tajam.


"Kau sudah tiba.." serunya pelan tapi suaranya terasa menggema ditelinga Ratu Azusa


"Apa maksud anda tuan dan kalau boleh saya tau ini tempat apa..?" tanya Ratu Azusa sopan


"Aku yang memanggilmu kesini Ratu Azusa dan sekarang kau sedang berada di alam mimpi yang ku buat.." sahut lelaki tua itu


"Apaa..?" Ratu Azusa tentu saja terkejut mendengar perkataan orang itu


"Kau tau apa alasan ku menemui mu Ratu..?" tanya lelaki tua itu dengan senyum misteriusnya


"Maaf atas kelancaran saja tuan tapi tuan tau dari mana nama saya dan yah saya tidak tau alasan tuan memanggil saya kesini.." seru Ratu Azusa sopan dan penuh kelembutan


"Kau tidak perlu tau darimana aku mengenal mu yang jelas karena kekuatan putrimu lah yang membuat ku harus menemui mu.." seru lelaki tua


"Kekuatan putriku..?"


"Iya dan apa yang kau lihat di bola mata putrimu itu sudah melambangkan


segalanya.." seru lelaki tua


"Yah benar, putrimu ditakdirkan untuk memiliki kekuatan yang sangat besar bahkan tidak akan ada yang bisa mengalahkannya. Dan juga putri mu akan menjadi penguasa di negeri magical dan black land akan termasuk ke dalam wilayahnya.." jelas lelaki tua itu


"Apa..? Itu mustahil tuan putriku tidak akan bisa melakukannya dan lagi dia hanyalah seorang gadis.." lirih Ratu Azusa terkejut


"Itu sudah menjadi kehendak dewa Ratu Azusa dan kau tidak bisa mengelak. Jagalah putrimu dengan baik karena kehadirannya membawa kedamaian bagi magical land dan kau tenang saja putri mu tidak akan sendirian menjaga negeri magical ini. Nanti akan datang 4 orang anak yang akan membantunya menjaga negeri ini dan putrimu sebagai Leader mereka.." Jelas lelaki tua itu lagi


Saat Ratu Azusa ingin kembali bertanya tapi tiba-tiba saja mulutnya seakan terkunci dan tidak bisa berbicara. Lalu, perlahan tubuhnya memudar dan hilang dihembus angin.


"Hah..Hah..Hah.." Ratu Azusa terbangun dari tidurnya dengan nafas yang tersengal-sengal


Raja Argus yang merasakan ada pergerakan di sekitarnya pun ikut terbangun.


"Ada apa Azu..?" tanya Raja Argus saat melihat Ratunya terduduk dengan keringat yang membasahi tubuhnya


"Yang mulia Raja.." lirih Ratu Azusa pelan dengan suara bergetar


"Ada apa sayang katakanlah.." bisik Raja Argus pelan sambil sesekali mencium pucuk kepala istrinya


"Yang mulia aku bermimpi bertemu dengan seorang lelaki tua dan dia bilang apa yang aku lihat di bola mata Keisya adalah kebenaran tentang kekuatan putri kita. Lelaki tua itu juga mengatakan kalau putri kita akan menjadi penguasa negeri magical termasuk wilayah Black land.." seru Ratu Azusa sambil menatap mata Raja Argus


Raja Argus terkejut, dia tidak menyangka bahwa Ratu Azusa akan mendapatkan mimpi tentang hal ini.


"Dia juga mengatakan kalau bukan hanya putri kita melainkan akan ada 4 orang lagi yang akan membantu putri kita.." seru Ratu Azusa


"Benarkah..?"


"Tentu yang mulia tapi aku takut kalau suatu saat nanti hal buruk terjadi pada putri kita. Aku takut kalau adik Ergus akan mengincar putri kita.." lirih Ratu Azusa pelan saat mengingat Ergus yang merupakan adik sang suami yang kini entah berada dimana


"Tenanglah tidak akan ada yang terjadi pada putri kita, aku akan berusaha melindunginya Azu. Maka dari itu kita tidak boleh membicarakan hal ini pada orang lain. Besok kita akan menanyakan perihal ini pada kak Rain.."


"Baiklah yang mulia Raja aku setuju dengan anda.." lirih Ratu Azusa pelan


"Sebaiknya kita lanjutkan tidur, ini masih sangat malam."


"Baik yang mulia.."


Dengan terpaksa Ratu Azusa kembali memejamkan matanya.