The World Of The Magic

The World Of The Magic
Sergia ternyata mate seorang alpha king



Saling melepas pelukan, lalu kembali kewajah datar dan dinginnya seolah kejadian romantis tadi tidak pernah ada. dari atas langit Arzou menggelengkan kepalanya pelan dia cukup peka dengan sahabatnya itu.


"Kisah cinta yang menyedihkan.. " batin Arzou menatap iba ke arah Alvian


senyum smirk andalan Keisya sewaktu menjadi Kania menandakan jika tidak ada ampun bagi musuh. Andrew langsung bergerak maju tanpa menunggu aba-aba dari Keisya. melihat pergerakan Andrew sontak Alvian berdecih sinis dan ikut bergerak menghabisi musuh yang berani menghadang langkahnya.


berulang kali Alina terpental tapi dia terus bangkit tanpa kata menyerah dan kembali melemparkan pisau-pisau tajam dari element es-nya. Arzou pun membantu sang adik dengan melemparkan salah satu pedangnya untuk memenggal kepala musuh.


"Terima kasih Kak.. " seru Alina tersenyum manis


"Berhati-hatilah Alin.. " sahut Arzou yang dibalas anggukan dari Alina


Sergia menggunakan kekuatan pengontrol darah miliknya untuk menghabisi lawan tanpa menyentuh. seringai licik tergambat dibibirnya yang merah disertai taring runcing yang mencuat disela-sela bibirnya. seekor rogue mendekati Sergia dan menerkamnya dari belakang membuat Sergia jatuh ke tanah. mereka bergulat untuk membuktikan siapa yang paling kuat dan rogue itu terlihat sangat ingin mencabut kepala Sergia dari tempatnya.


Sergia tidak tinggal diam, dia mencoba mengontrol rogue itu. Namun, karena kurang fokus dia sama sekali tidak bisa mengintrolnya.


Seekor werewolf coklat bertubuh besar menerjang rogue tersebut hingga akhirnya Sergia terbebesa dari cengkraman. werewolf coklat itu menggeram marah, lalu melompat dan mencakar disertai gigitan pada tubuh rogue itu. darah sudah berceceran dan dengan sengaja Sergia menusukkan racun wolfsbane ke tubuh rogue tersebut hingga membuatnya melemah. lalu tanpa diminta, werewolf coklat itu pun menggigit leher sang rogue hingga terputus dari tempatnya.


"Terima kasih sudah membantuku.. " seru Sergia dengan senyumnya lalu tanpa sadar mengusap lembut bulu werewolf itu


"Mate.. " lirih sang wolf yang terdengar di telinga Sergia


Mendadak Sergia terdiam mematung, dia sangat tau apa arti dari mate bagi kaum werewolf. Walaupun tidak dapat di pungkiri jika kaum vampir dan werewolf tidak pernah akur, namun semenjak pemerintahan Raja Argus semua berjalan dengan aman. tidak pernah ada kaum vampir yang mencari masalah dengan kaum werewolf, begitu pula sebaliknya. namun, menjadi mate dari seorang werewolf bukanlah hal yang diinginkan oleh Sergia.


"Apa yang sebenarnya kau rencanakan dewi Nyx.. " lirih batin Sergia meringis


Werewolf itu berganti shift ke wujud humannya dan menatap Sergia dengan tajam. sosok lelaki berkarisma dengan rahang kokoh, mata tajam bak tatapan elang, pipi sedikit berisi, hidung mancung, bibir sedikit tebal, tubuh tinggi dengan otot-otot yang menghiasi tubuhnya seketika membuat Sergia terpesona.


"Terpesona hmm.. " suaranya berat dan terdengar seksi di telinga Sergia


"Kau.. " lirih Sergia terbata-bata


"Namaku Darren Zeeland alpha dari Diamond pack. siapa namamu mate..?"


Sergia terdiam, bibirnya terlalu kelu untuk berbicara. dia masih terkejut dengan takdirnya yang menjadi mate dari seorang werewolf dan lagi werewolf itu seorang alpha king.


"Mate, kau baik-baik saja..? " kembali suara berat itu menyapu indra pendengaran Sergia


"Namaku Sergia Lusionna De Vallen.. " serunya pelan tapi alpha Darren dapat mendengarnya dengan jelas


"Nama yang cantik, secantik orangnya.. "


Sial. wajah Sergia memanas hanya dengan pujian yang terdengar biasa seperti itu.


"Maaf, aku harus pergi tugasku belum selesai" seru Sergia kemudian dia melesat meninggalkan alpha Darren yang menatapnya tajam


"Kau membiarkan mate ku pergi Darren.. " lolong wolfnya Sky memindlink humannya


"Diamlah Sky, sepertinya mate kita bukanlah gadis sembarangan.. " sahut Darren


Darren memutus mindlink dengan Sky, lalu kembali berganti shift dengan Sky untuk menyelesaikan perang yang hampir meraih kemenangan.


Sementara itu dibalik kubah pelindung, semua pengawal yang tadinya terluka sudah kembali sembuh. para Raja dari berbagai kerajaan menatap takjub kekuatan dari calon Ratu penguasa negeri Magical itu.


"Anda begitu beruntung bisa memiliki putri yang begitu kuat seperti Yang mulia putri Keisya.. " perkataan itu membuat atensi Raja Argus yang sedari tadi menatap ke arah medan peperangan berbalik ke arah Raja dari Criolous itu


"Yah, anda benar Raja Marvel.. " sahut Raja Argus dingin disertai senyum tipisnya


"Calon Ratu yang begitu menakjubkan.. " seru seorang Menteri yang dibalas anggukan dari sebagian orang yang mendengar perkataannya


Raja Argus tersenyum bangga mendengar perkataan demi perkataan orang-orang yang memuji putri kesayangannya. dia berharap putrinya itu bisa membawa pulang pamannya dan berhasil memenangkan peperangan ini.


Jubah yang Keisya pakai berkibar di tiup angin tapi itu tidak menyurutkan semangatnya untuk menghabisi lawannya. pedang yang berada di tangannya sudah berlumuran darah karena banyak yang sudah tewas di tangannya.


"Matilah kau... " teriak seorang elf hitam menggerakkan sulur racun tingkat tinggi untuk melumpuhkan Keisya


Keisya tersenyum remeh dan tanpa diduga matanya berubah warna menjadi hitam dan sulur-sulur itu kembali masuk ke dalam tanah.


"Apa.. apa yang terjadi.." bingung sang elf yang begitu tekejut melihat hal itu


tanpa menunggu lagi Keisya pun menebas kepala elf itu hingga membuat sang elf hitam tersebut jatuh tersungkur ke tanah dengan kepala dan tubuh yang terpisah.


Terbang dengan kekuatan element anginnya, Keisya membuat badai topan disertai hujan api. seolah tau mana lawan dan mana kawan, hujan api itu hanya menyerang mereka yang dianggap musuh dan pengkhianat. angin topan itu berputar dengan kencang membawa sebagian musuhnya masuk kedalam pusarannya kemudian menghilang seolah tidak pernah ada di muka bumi.


Andrew tak mau kalah dia pun menggunakan kekuatan gelapnya hingga membuat matanya yang tadi berwarna coklat menjadi hitam gelap. dia melemparkan bola api hitam ke arah para musuh yang berpihak pada Raja Ergus.


"Pengkhianat... " desis seorang penyihir ingin menusuk Andrew dengan pedang dari belakang


Andrew berbalik dan melemparkan belati beracun tepat ke arah jantung si penyihir hingga membuatnya mati.


"Ingin bermain-main dengan seorang tangan kanan mafia, cih tidak bisa.. " gerutu Andrew kesal


Semuanya ditumpas habis, hingga puncaknya adalah Keisya berdiri berhadapan dengan sang paman. seketika waktu berhenti, yah Keisya memang sengaja memberhentikan waktu agar tidak ada yang melihatnya bertarung dengan sang paman.


"Sudah ku katakan bukan, aku tidak akan menyerahkan negeri ini padamu PAMAN.. " seru Keisya membuka percakapan sambil menekankan kata paman


"Anak tidak tau diri, gadis brengsek beraninya kau menentang perintah Raja ini.. " geram Ergus


"Tentu saja aku berani. memangnya siapa kau hingga aku harus takut pada kuman seperti mu.. "


Ergus menyerang dengan cepat menggunakan gabungan dari semua elementnya hingga membuat keisya yang tanpa persiapan terpental.


"Sial, kekuatan paman membuat tubuhku remuk.. " batin keisya


Maaf menggantung lanjut part berikutnya ya...