The World Of The Magic

The World Of The Magic
Bertemu Emma..



Sudah dua hari Key berada di istana black land. Belum ada hal menarik yang dia dapatkan selama berada disana.


"Siapa kau..?" ucap seseorang dibelakang Key


Key berbalik dan menatap ke arah gadis yang bertanya padanya itu "Seharusnya aku yang bertanya begitu padamu. Siapa kau..?"


"Dia keponakan ku Emma.." sahut seseorang yang baru saja datang menghampiri mereka berdua


"Yang mulia.." seru Emma berbalik dan menunduk hormat


"Dia panglima ku Key.." seru Raja Ergus memperkenalkan mereka berdua


"Perkenalkan nama ku Keisya Azura Emerald putri tunggal kerajaan Emerald.." ujar Key dingin sambil menyeringai


"Salam hamba yang mulia putri Emerald. Perkenalkan nama hamba Emma.." sambil membungkuk hormat di depan Key


"Berdirilah."


Emma berdiri tapi tidak memandang ke arah Key, dia masih menunduk.


"alAku ingin berjalan-jalan di sekitar wilayah ini. Bolehkan paman..?"


"Tentu saja.."


"Emma apa kau mau menemaniku..?" tanya Key yang diam-diam menyeringai tanpa sepengetahuan mereka


"Perkataan yang mulia putri adalah perintah bagi hamba. Jadi hamba tidak punya alasan untuk menolak." sahut Emma


"Baiklah kalau begitu, mari kita keluar.."


Emma menemani Key berkeliling di wilayah black land, sesekali terlihat penyihir black land menyapa Emma dan hanya di balas anggukan dari gadis tersebut.


"Emma, kenapa kau begitu dikenal oleh mereka..?" tanya Key basa-basi


"Aku sering membantu mereka untuk meringankan pekerjaan mereka dengan memberikan monster dari hasil eksperimen ku pada mereka yang mulia putri."


"Eksperimen monster..?"


"Iya, aku adalah seorang ilmuan berbakat di black land sekaligus panglima Raja Ergus.."


"Jika kau seorang ilmuan, mengapa kau mau menjadi panglima pamanku? Bukankah menjadi ilmuan jauh lebih menyenangkan.?"


"Iya anda benar. Tapi saya sangat menyukai jabatan sebagai panglima yang telah diberikan Raja Ergus pada saya."


***


"Miss Rain mengapa kita tidak diperbolehkan mencari keberadaan Key.?" tanya Alina saat ini mereka tengah berada di ruang tamu kerajaan Emerald


Miss Rain menghela nafas kemudian menatap satu persatu anak didiknya tersebut "Kita tidak tahu dimana Key berada. Jika kita bertindak tanpa komando terlebih dahulu, saya takut kita akan menambah masalah


saja."


"Miss Rain benar. Jadi kita harus


bagaimana.?" tanya Sergia


Ratu Azura datang menghampiri mereka dengan senyum manis seperti biasa.


"Kalian jangan terlalu menghkawatirkan Keisya.." ucapnya


"Dia bisa menjaga dirinya sendiri.." sambungnya


"Apa maksudmu Zusa..?"


"Kakak tenang saja, kini dia sedang berada di sebuah wilayah bersama seseorang.."


"Raja Ergus maksudmu heh.." ketus Miss Rain


Ratu Azusa terlonjak kaget lalu menatap tajam ke arah Miss Rain "Tahu apa kakak tentang itu.."


"Jangan membohongi ku Azu, aku bisa melihatnya walaupun sangat samar."


"Maaf yang mulia Ratu, jika yang mulia putri berada bersama Raja Ergus bukankah itu akan menjadi masalah bagi kita? Terlebih dia adalah leader kami.." kata Zou


"Kau tenang saja pangeran Zou, Ergus tidak tahu jika Key adalah penjaga negeri magical. Dia juga tidak tahu jika kalian adalah rekan Key.."


"Siapa yang memberi tahu kalian jika Key bersama Raja Ergus..?" tanya Miss Rain


"Seekor kupu-kupu menyampaikannya pada yang mulia Raja Argus."


"HAH!!!!! Kupu-kupu..?" kaget Zou dkk serentak


"Yang mulia Raja bisa bicara sama hewan..?" kata Alina bertanya


"Kalian tidak tahu ya? Kekuatan itu juga menurun pada Key.."


Mereka kembali mengingat waktu Key berbicara pada seekor burung merpati waktu di koridor academy.


"Semua hewan di Academy magica berteman baik dengan Key.." kata Ratu Azusa


Ratu Azusa tersenyum "Aku juga tidak tahu apa yang akan terjadi. Sebaiknya kita menunggu saja apa yang akan Key lakukan disana.."


"Apa yang mulia Ratu tidak khawatir akan keselamatan Key..?" tanya Zou


"Ibu mana yang tidak khawatir pada keselamatan anaknya? Aku khawatir bahkan sangat. Tapi aku yakin Key pasti bisa menjaga diri.."


***


"Paman boleh aku bertanya..?" ucap Key menghampiri Raja Ergus yang berada di ruang singgasana


"Apa yang ingin kau tanyakan sayang..?"


"Mengapa paman memilih Emma sebagai panglima? Padahal paman tahu jika dirinya adalah seorang ilmuan..?"


"Aku hanya ingin dia menggantikan panglima ku yang sudah tewas.."


"Memangnya siapa panglima paman yang tewas itu..?"


"Namanya Reynand Adarnort dia tewas dibantai oleh murid Academy Magica.."


"Ternyata kabar itu sampai juga ketelinga paman." batin Key


"Lalu paman memilih Emma sebagai gantinya..?"


Raja Ergus mengangguk "Dia memiliki daya tarik tersendiri bagi ku."


"Apa yang membuat paman tertarik padanya? Aku saja tidak melihat dia memiliki sesuatu yang menarik.."


"Haha.... Kau terlalu polos untuk mengetahui kekuatan seseorang Key. Lebih baik kau istirahat saja, tidak baik seorang putri terlalu memiliki banyak kegiatan kan.." ucap Raja Ergus menggoda


"Apa lagi kau adalah calon Ratu dari kerajaan tertinggi di negeri magical nantinya.." sambungnya


"Aku sangat bosan berada di kamar terus, bolehkah aku bermain di perpustakaan.?"


"Apakah kau tidak mau mengistirahatkan tubuhmu keponakan..?"


"Bukan tidak mau paman, tapi aku ingin mencari sebuah buku yang akan menemani tidurku.." kata Key dingin sambil menatap tajam mata Raja Ergus


"Jika aku berada di istana dan ingin tidur para pelayan akan membawakan ku sebuah buku yang menarik untuk dibaca, lalu aku akan tertidur setelahnya.." ucap Key berbohong dan mudahnya lagi Raja Ergus mempercayainya


"Baiklah, kau kembali lah ke kamar. Paman akan memerintahkan pelayan untuk membawakan mu sebuah buku yang


menarik.."


"Harus menarik paman jika tidak aku tidak akan bisa tidur.."


"Iya tenang lah.."


Key berbalik pergi dari ruang singgasana untuk kembali kekamarnya.


Sesampainya dia di kamar, Key langsung berbaring di tempat tidur.


"Permisi yang mulia putri, ini buku yang anda minta.." seorang pelayan masuk dan meletakkan sebuah buku bersampul merah di atas meja.


Key memang sengaja tidak mengunci kamarnya sampai pelayan itu mengantarkan buku yang telah dimintanya.


Setelah pelayan itu pergi, Key segera segera beranjak menuju pintu dan menguncinya. Setelah itu dia membuat pelindung untuk mengeluarkan Draka dari balik jubahnya. kemudian mengambil buku bersampul merah tersebut.


"Strength of the crystal."


"Ini tentang kekuatan kristal, berarti ini kekuatan Emma.." ucap Key pelan


"Mari kita mulai yang mulia putri.." ucap Draka yang dibalas anggukan mantap dari Key


Key membuka halaman pertama buku tersebut.


Kekuatan kristal adalah sebuah kekuatan yang bisa menghilangkan lawan lalu memindahkannya ke dalam dimensi yang telah dibuat oleh si pemilik kekuatan.


Cara untuk membawa kembali orang-orang yang hilang adalah dengan membunuh pemilik kekuatan ini.


Tapi untuk membunuhnya tidak lah mudah, karena kekuatan ini sangat sulit dikalahkan. terlebih jika si pemilik memiliki salah satu dari kekuatan nature bander.


Jika ingin mengalahkan kekuatan kristal dibutuhkan kekuatan dan kecerdasan dalam bertindak serta kerja sama tim yang mumpuni.


"Bagaimana menurutmu Draka..?"


"Mungkin ini bisa dipercaya yang mulia, terlebih karena di wilayah white land bagian buku yang menjelaskan tentang kekuatan ini selalu dalam keadaan tersobek.." 


"Kau benar Draka.."


Setelah Key mendapatkan apa yang dia inginkan dari buku itu, Key pun menutup buku itu dan kemudian tertidur.


Selesai...


Jangan lupa vote dan coment.


Merci.