The World Of The Magic

The World Of The Magic
Perang dan Kania



Kini kedua kubu sudah berdiri berhadapan. White land yang di pimpin langsung oleh Keisya dan di belakangnya ada Alvian, Arzou, Sergia dan Alina. Lalu di barisan ketiga berdiri para Raja tiga kerajaan besar disertai para Jendral dan para panglima kerajaan lainnya. Sedangkan black land di pimpin langsung oleh Raja Ergus dan disamping kiri ada Emma dan samping kanan ada Jendral Danzo atau bisa di sebut Andrew.


Saling melayangkan tatapan tajam, decakan kesal, senyum miring dan wajah-wajah datar itu mulai tampak ke permukaan.


"Hai paman Ergus, senang bisa bertemu lagi.. " seru Keisya dingin disertai senyum miringnya. kali ini dia akan memakai salah satu taktik perang semasa dia menjadi Kania pemimpin rose blood. memancing emosi lawan adalah salah satu kemampuan Keisya bahkan dia bisa memprovokasi lawan hingga membuat lawan menjadi lemah mental


"Hahah... Apakah Argus tidak bisa memimpin pasukan lagi hingga memperbolehkan putrinya yang lemah ini menjadi pemimpin perang.. " sini Raja Ergus sambil menatap ke arah Raja Argus tanpa menjawab sapaan Keisya


Keisya tertawa bahkan tawa itu terdengar mengerikan "Berkacalah paman, saking lemahnya keponakan mu ini hingga bisa membuat mu terluka bukan..? " seru Keisya dengan dingin


"Tutup mulutmu putri Keisya, putri lemah seperti mu tidaklah pantas hidup.. " seru Emma meradang marah


Sementara Danzo cukup terkejut saat Keisya menyebutkan dirinya sebagai keponakan dari Raja Ergus.


"Jadi,,, dia merupakan keponakan Raja Ergus.. " batin Danzo bingung "Lalu, mengapa mereka malah berperang bukan kah ini disebut perang saudara.. " lanjutnya


Prok... prok... prok..


Keisya bertepuk tangan dengan keras. Lalu tersenyum miring "Sepertinya ada yang lupa diri.. " ucap Keisya sambil menatap tajam Emma "Bagaimana mungkin kau yang hanya seorang panglima rendahan berani mengucapkan kata-kata rendahan itu kepadaku yang berstatus putri Raja sekaligus pemimpin dunia magical ini.. " seru Keisya dengan marah namun mimik wajahnya tampak tenang


"Kau memang pantas mendapatkannya... " sinis Emma


"Begitu? hmmm.. baiklah karena kau bilang kata itu pantas untukku bagaimana jika aku mengukir sebuah tato cantik di wajahmu untuk sekedar menunjukkan apakah aku lemah atau tidak.. " sahut Keisya sambil memainkan belati bergagang perak di tangannya yang entah sejak kapan dia mendapatkannya


Danzo tersentak, Kata-kata itu adalah kata yang biasa diucapkan Kania saat akan menyiksa musuhnya dan lagi belati perak itu adalah belati yang sama seperti milik Kania dulu.


Danzo langsung menatap ke arah Keisya dengan tajam "Siapa kau sebenarnya..? " tanya Danzo membuat beberapa pasang mata menatap bingung ke arah Danzo


"Siapa aku..? hahah.. sepertinya kau lupa ingatan jendral.. " seru Keisya tertawa mengejek, Keisya ingin melihat sejauh mana Andrew masih mengingat dirinya


"Jawab jujur atau aku akan memenggal kepalamu dengan tangan ku.. " teriak Danzo kesal


Keisya tersenyum miring "Jangankan memenggal kepala ku, kau bertarung di ring saja denganku selalu kalah.. " seru Keisya di iringi senyum tipisnya


"Kau... Kau... kenapa.." lirih Jendral Danzo tidak dapat berkata-kata karena ternyata yang berada di depannya memang benar kania


Keisya mengangkat sebelah alisnya "Kenapa apanya..? "


"Kenapa kau ada disini.. " seru Danzo memelankan suaranya


"Tentu saja aku ada disini karena aku adalah putri Tunggal kerajaan Emerald, calon Ratu dan juga calon pemimpin negeri magical.. " seru Keisya dengan senyum tipisnya


Diam-diam Raja Ergus menyerang tanpa aba-aba dan serangan itu ditujukan untuk kakaknya Argus. Namun serangan itu di gagalkan oleh Sergia.


"Kau pikir kau bisa melukai Raja kami.. " sinis Sergia dengan mata yang berkilat merah dia sudah sedari tadi menggunakan mata vampirnya dan di belakang Sergia pasukan vampir dari seluruh negeri magical berada di bawah kuasanya


"Jangan merendahkan orang pangeran Ergus karena kau tidak tau seberapa besar kekuatan yang ada di dalam diri seseorang.. " seru Alvian


"Hahaha... apa peduliku.. " seru Raja Ergus tajam


Sementara mereka asik berdebat, Keisya sudah membawa Danzo berteleport ke hutan white land.


"Kania.. " lirih Andrew dengan wajah sendu


Keisya tersenyum lebar "Iya ini aku Andrew.. "


Andrew langsung memeluk Keisya untuk melepaskan kerinduannya selama ini pada gadis yang sangat dia sayangi itu.


"Mengapa... mengapa kau bisa berada di dunia ini..? " tanya Andrew


"Aku juga tidak tau, Tiba-tiba saja aku terbangun di tubuh bayi yang penuh darah karena baru di lahirkan ke dunia oleh ibunya. sepertinya aku bereinkarnasi ke dunia ini


Drew.. " seru Keisya


"Reinkarnasi?? hah, aku kira itu hanya ada di novel-novel yang sering kita baca tapi setelah aku mengalaminya aku dipaksa untuk mempercayai hal ini.. " lirih Andrew tertunduk


"Beruntung bisa bertemu lagi Andrew.. " seru Keisya tersenyum lebar dan membuat jantung keduanya berdetak abnormal


"Aku juga senang bisa bertemu dengan mu lagi. kau tau saat melihatmu tertembak waktu itu membuat dunia ku hancur. aku tidak dapat membedakan mana lawan dan mana kawan, emosiku benar-benar diuji saat itu. Aku juga melampiaskannya kepada sandra kita dan beberapa anggota markas.. " seru Andrew yang tak kuasa menahan tangis hingga air matanya menetes ke pipinya


"Tidak apa-apa aku mengerti.. " sahut Keisya lalu menghapus air mata Andrew dan kembali memeluknya


"Kita harus kembali ke medan perang, aku takut ayahku dan rekan-rekan ku terluka.. "


Andrew menatap Keisya lalu memeluk gadis itu dengan erat "Aku menyayangimu maka jangan terluka.. " lirih Andrew


"Aku juga menyayangi mu dan berjanjilah untuk membantuku agar aku tidak terluka. setelah perang selesai aku akan menceritakan semuanya padamu lagi.. "


"Tentu saja aku akan memilih membantumu walaupun jalan yang kau ambil salah aku akan tetap mensupport mu Kania.. "


"Jangan memanggil ku Kania karena mereka tidak mengenalnya. panggil aku putri Keisya.. " decak Keisya sambil berkacak pinggang hingga membuat tawa Andrew meledak seketika


"Hahah.. oke oke aku akan memanggil mu putri Keisya mulai sekarang, karena sedari dulu kau memang seorang putri dan selamanya tetap seperti itu.. " sahut Andrew dengan senyum manisnya dan hal itu mampu membuat pipi Keisya memerah


Yah memang sedari dulu hanya Andrew lah yang mengetahui dan selalu mendapatkan sikap hangat dari Kania. mereka selalu mengerjakan misi bersama, dan melakukan apa pun bersama kecuali tidur dan mandi tidak mungkin bersama kan hahah..


Setelah mengobrol cukup lama, mereka pun memilih untuk kembali ke medan perang. Sejauh ini Keisya merasakan belum ada pergerakan dari kubu pamannya. Entah apa yang sebenarnya sedang di tunggu oleh pamannya itu. apakah Raja Ergus akan menggunakan werewolf rogue untuk menjadi serangan pertama mereka?. tidak ada yang tau apa yang sedang direncanakan oleh Emma dan Raja Ergus yang licik itu.