
Bulan sudah membulat dengan sempurna pertanda bahwa purnama sedang terjadi. Lolongan para werewolf yang menyambut sang bulan pun bergema di seluruh penjuru negeri magical. Keadaan berubah horor saat para werewolf itu mengintai para manusia yang akan berperang di balik semak-semak.
Rouge pun sudah menampakkan batang hidungnya dan berpihak pada Raja Ergus karena memang sifat para rogue itu adalah pemberontak. Dari atas pohon yang paling tinggi seorang mata-mata dari Kerajaan Emerald memperhatikan gerak-gerik musuhnya.
Sementara itu, di balik kegelapan terlihat Keisya yang memakai topeng silver dengan balutan jubah coklat. Matanya bersinar berwarna gold pertanda sisi werewolf miliknya mendominasi daripada sisi lainnya. Keisya melolong dengan kuat untuk memanggil semua para alpha werewolf dari berbagai pack baik terkecil maupun terbesar.
Tak lama, muncullah para alpha itu lalu menunduk hormat pada keisya sembari menunjukkan leher kirinya pertanda tunduk di bawah perintah keisya. Para alpha itu pun berganti shift dengan sisi humannya.
"Salam Yang mulia putri Keisya.. " seru mereka bersamaan
"Bangunlah... " sahut Keisya datar
Keisya berjalan membelakangi mereka, dia menatap gelapnya malam dengan tajam.
"Seperti yang kalian lihat perang akan terjadi sebentar lagi dan aku ingin minta bantuan kalian untuk mengatasi para rogue yang berpihak kepada pamanku. Kalian akan di pimpin oleh alpha dari diamond pack alpha Darren.. " seru Keisya
"Saya menerima perintah Yang mulia.. " sahut alpha Darren sambil menunduk hormat
"Kembalilah dan tunggu aba-aba dariku.. " seru Keisya
para alpha itu kembali berganti shift dan melesat pergi meninggalkan Keisya.
...****************...
"Dimana Yang mulia putri, mengapa belum juga menemui kita..? " tanya Arzou gusar
Sebentar lagi perang akan berlangsung saat purnama berada tepat diatas kepala. para pengawal pun sudah mulai kembali mempersiapkan peralatan mereka untuk berperang.
"Tidak tau, sedari tadi Yang mulia putri Keisya tidak terlihat sama sekali.. " sahut Sergia tenang
"Apa Yang mulia berniat meninggalkan medan perang tanpa mengikutsertakan kita..? " tanya Alina dengan kesal
"Hei apa-apaan perkataan mu itu, leader bukanlah orang yang seperti itu.. " sanggar Alvian menatap Alina kesal
"Sudah puas bercerita.. " seru Keisya yang datang dengan sosoknya yang menjadi gadis bertopeng
"Gadis bertopeng.... " seru mereka terkejut saat melihat gadis bertopeng menghampiri mereka
"Mengapa kau ada disini..? " tanya Sergia bingung
"Membantu.. " sahut Keisya sinis lalu dia membuka topengnya dan terlihatlah wajah cantik yang selama ini tersembunyi di balik topeng silver itu
"Leader.... " kembali mereka dikejutkan dengan fakta baru bahwa gadis bertopeng yang selama ini membantu warga di seluruh penjuru negeri magical adalah leader mereka yaitu Putri Keisya Azura
"Jadi.... jadi selama ini gadis bertopeng itu anda.." ujar Alvian melongo
"Hmmm, bersiaplah kita akan menghadapi mereka dan tidak tau kapan perang ini
berakhir.. "
"Key.. "
Keisya berbalik dan menatap bibinya yang baru saja datang menghampiri.
"Ada apa bi..? " tanya Keisya dingin
"Seorang gadis dari kaum elf ingin bertemu.. " sahut Mrs. Rain
"Biarkan dia menemuiku bi.. " sahut Keisya singkat
"Salam Yang mulia putri Keisya.. " sapanya dengan lembut sambil menunduk hormat
"Chintya... " gadis itu tersenyum tipis saat Keisya masih mengingat namanya. dia merasa beruntung saat ini
"Yang mulia tolong ijinkan saya ikut dalam peperangan ini. Saya juga ingin membalaskan perbuatan para penyihir black land terhadap kaum elf.. "
"Kau boleh ikut.. " keputusan Keisya yang tanpa pikir panjang itu membuat semua rekannya terkejut
"Tidak bisa seperti itu leader, bagaimana jika nanti dia mati di peperangan ini. Dia adalah salah satu kebanggaan dari kaum elf, jika dia mati maka akan terjadi konspirasi antara kaum human dengan kaum elf.. " bantah Arzou yang tidak ingin melibatkan kaum lain dalam peperangan ini
"Mati adalah konsekuensi yang di dapatkan jika ingin mengikuti perang. terlebih untuk menyelamatkan white land di butuhkan pengorbanan bukan..? " sahut Keisya santai
"Bagaimana mungkin anda berkata seperti itu leader, kita tidak bisa melibatkan mereka. mereka harus dilindungi bukan dilibatkan.. " sanggah Alvian
Chintya meremas bajunya yang terbuat dari serat kayu dengan kuat. Sebenarnya dia sangat takut untuk mengikuti perang ini terlebih Raja dan Ratu elf sudah melarangnya. Namun, saat mengingat perbuatan penyihir black land yang menyiksa kaum elf membuat tekadnya semakin kuat untuk ikut perang ini.
"Aku percaya pada kemampuannya itulah sebabnya aku memperbolehkan dia ikut.. " seru Keisya dingin sambil menatap Chintya "Jangan menghancurkan kepercayaan ku padamu.. " lanjutnya
Chintya mengangkat kepalanya yang sedari tadi tertunduk, matanya berkaca-kaca "Terima kasih Yang mulia putri, saya tidak akan mengecewakan anda.. " serunya
...****************...
Beberapa menit kemudian perang pun terjadi. Mereka saling menyerang dan bertukar jurus. sejauh ini belum ada yang tumbang diantara kedua belah pihak, mungkin mereka seimbang tapi entahlah tidak ada yang tau hasil akhir bukan.
Keisya pun berhadapan dengan Emma si panglima sekaligus ilmuwan monster. Mereka saling menyerang, ah lebih tepatnya Emma yang terlihat bernafsu menyerang Keisya seolah ingin memusnahkan gadis itu dari muka bumi. Sementara Keisya hanya menghindar karena dia sama sekali tidak bisa menyerang Emma karena kekuatan dari protectorul yang dimiliki Emma benar-benar menyusahkannya.
"Kau tidak akan bisa menyerang ku hahah.. " ejek Emma sambil tertawa sinis
"Benarkah..? sepertinya kau terlalu banyak bermimpi Emma.. " sahut Keisya tersenyum miring
Disaat Emma di sibukkan oleh serangan-serangan pancingan yang diberikan oleh Keisya, Keisya langsung menyerang titik lumpuh Emma yaitu di tengkuknya hingga membuat Emma terlempar dan meringis sakit. sekarang Keisya tau sesuatu tentang kekuatan protectorul.
Disisi lain, Raja Ergus berhadapan dengan Raja Argus. Mereka pun saling menyerang, memukul dan bertukar jurus.
Seimbang..
Yah itu sudah pasti karena memang nyatanya kekuatan kedua kakak beradik itu memang sangat seimbang. Sejak dulu mereka selalu seri jika diadakan latih tanding di Academy, itulah sebabnya mengapa Raja Ergus sangat marah saat ayahnya Raja Defron lebih memilih Argus untuk melanjutkan tahta.
"Apa kau akan terus berperang melawan ku adik..? " tanya Raja Argus dengan wajah sendunya
Jauh di lubuk hati Raja Ergus yang paling dalam dia sangat merindukan kakaknya tapi dia segera menepis perasaan itu jauh-jauh.
"Sampai mati pun aku akan berperang melawan mu karena kau lah aku jadi terbuang dari white land.. "
"Kau tidak dibuang adik, kau lah yang saat itu pergi dan tidak kembali lagi.. "
"Peduli setan dengan pendapat mu brengsek.. "
Raja Ergus menyerang menggunakan sihir hitam dan dibalas dengan sihir putih oleh Raja Argus. ledakan pun terjadi membuat kedua Raja itu terpental menabrak pohon dan batuk darah.
"Berhentilah adik, sejak dulu kita selalu seri.. " seru Raja Argus
"TIDAK AKAN.. " bentak Raja Ergus sinis
Mereka sama-sama berdiri dan kembali melemparkan serangan mematikan. lalu ntar dari mana datangnya pertolongan hingga membuat Raja Ergus terpental jauh dan mendapatkan luka yang sangat dalam.