
Saat ini putri Keisya tengah di gendong sang Ratu menuju taman kerajaan. Senyum lembut Ratu Azusa selalu terbit kala melihat wajah putrinya yang imut.
"Lihatlah sayang, ini adalah kerajaan kita. Kerajaan ini diberi nama Emerald Kingdom karena seluruh keturunan dari sang Raja selalu memiliki mata berwarna Emerald.." seru Ratu Azusa membuka percakapan diantara dirinya dan putrinya karena ini kali pertamanya putri Keisya keluar dari kediamannya
Diam-diam putri Keisya mendengar penjelasan dari ibunya dan menurutnya ini dapat membantunya untuk memahami dunia barunya itu.
"Di negeri magical ini terdapat tiga kerajaan besar sayang dan ketiganya di pimpin oleh klan terkuat dan lagi disini semua rakyat menggunakan sihir sebagai kekuatan
mereka." sambung Ratu Azusa dengan senyumnya yang lembut
"Ternyata nama dunia ini adalah negeri magical. Aku baru tau ada dunia yang seperti ini.." batin Keisya sambil mengerutkan keningnya
"Ketiga kerajaan besar itu adalah Emerald Kingdom, Criolous Kingdom dan Apollous Kingdom. Walaupun kedua kerajaan itu termasuk kuat tapi mereka masih berdiri di bawah kekuasan Emerald Kingdom nak. Di negeri ini semua makhluk dari berbagai bangsa hidup berdampingan. Ibu harap suatu saat nanti kau bisa menjadi Ratu yang bijaksana dalam memimpin kerajaan kita ini nak." seru sang Ratu dengan tatapan seriusnya
Putri Keisya sudah mulai memahami dunia barunya lewat penjelasan yang diberikan sang ibu. Ternyata di dunia ini ada tiga kerajaan besar dan tentu saja yang paling besar masih Emerald Kingdom. Kerajaan Apollous Kingdom berdiri tidak jauh dari Emerald Kingdom sedangkan untuk Criolous Kingdom berjarak sangat jauh dari keduanya. Criolous Kingdom berdiri di antara wilayah bangsa Vampir dan bangsa Werewolf.
Selain Vampir dan Werewolf ada banyak bangsa lain di negeri magical seperti bangsa Mermaid, bangsa Demon, bangsa Dracula, bangsa Elf, bangsa Manusia, bangsa penyihir dan yang terakhir bangsa Fairy.
Bangsa Elf dan bangsa Fairy sangat berbeda, walaupun kedua bangsa itu sangat dekat dengan alam namun ada perbedaannya yaitu bangsa Elf tidak memiliki sayap sedangkan bangsa Fairy memiliki sayap.
Begitu pula dengan bangsa Demon dan bangsa Dracula. Keduanya hampir mirip tapi Bangsa Dracula tidak bisa terbang terlalu tinggi seperti bangsa Demon dan itu sudah kodrat alam.
Mengenai bangsa Manusia, bangsa ini tidak memiliki sihir tapi mereka sangat kuat dalam startegi dan beladiri.
Diantara ketiga kerajaan banyak berdiri rumah-rumah para bangsawan baik itu dari bangsa manusia maupun Bangsa-bangsa lainnya. Lalu, tepat di tengah-tengah negeri magical terdapat sebuah hutan yang disebut sebagai hutan white land.
Mengapa di sebut hutan White land, itu karena sejauh mata memandang hanya terlihat kabut putih. Banyak rumor yang mengatakan kalau kabut putih itu beracun hingga tidak ada yang berani menginjakkan kaki disana. Tapi Ratu Azusa mengatakan kalau kabut itu tidaklah beracun, lagi kabut itu hanya menutupi permukaan hutan sedangkan di inti hutan tidak ada kabut sama sekali.
Tapi di sebelah perbatasan Utara terdapat sebuah hutan yang sangat gelap bahkan sinar matahari pun tidak bisa menembusnya. Ratu Azusa bilang itu adalah kawasan para penyihir hitam dan para pemberontak tinggal. Mereka selalu menganggu warga dan terkadang menculik gadis-gadis muda untuk di jadikan tumbal bahkan tak jarang ada juga yang merampok barang berharga para bangsawan. Karena daerah itu sangat gelap para warga negeri magical menamainya dengan Black land.
Setelah mendengarkan cerita ibunya tentang dunia Magical, putri Keisya merasakan kantuk yang membuat matanya begitu berat untuk terbuka.
"Ah maafkan ibu yang terlalu bersemangat bercerita hingga melupakan fakta bahwa kau masih bayi nak haha.." seru Ratu Azusa sambil terkekeh
Ratu Azusa memutuskan untuk membawa putrinya kembali ke kediaman. Di pertengahan jalan, Ratu Azusa bertemu dengan Raja Argus lalu mereka berdua pun berjalan beriringan menuju kediaman sang putri tercinta.
"Putriku sangat cantik.." seru Raja Argus sambil mencium pipi gembul putri Keisya
"Kau benar yang mulia, aku begitu sangat mencintainya." sahut Ratu Azusa
"Haha.. aku juga sangat mencintainya. Bersiaplah besok sayang kita akan mengadakan acara penyambutan dan pengenalan putri kita pada seluruh rakyat.." seru Raja Argus dengan senyum manisnya
"Tentu yang mulia Raja.." sahut Ratu Azusa
Malam harinya, Rain baru saja tiba di istana karena permintaan Ratu Azusa.
"Padahal aku bisa datang esok hari Azu dan kau malah menganggu waktu istirahat ku.." seru Rain kesal
"Haha.. maafkan aku kak, tapi aku hanya ingin Kakak menemani putriku di kediamannya.." seru Azusa
"Tidak bisa.. Bagaimana nanti jika terjadi sesuatu pada keponakan ku.." sambung Rain dengan mata melotot
"Ada kak Rain yang akan menjaganya jadi tidak perlu cemas.." seru Raja Argus yang baru saja tiba
"Kau berkata seperti aku akan selamanya berada di sisinya yang mulia Raja.." cibir Rain dengan kesal
"Aku tidak ingin menemani keponakan ku bukan karena aku tidak sayang tapi kalian berdua yang harus menjaganya, jangan sampai suatu saat dia tidak menyayangi kalian.." ketus Rain kemudian dia berjalan pergi meninggalkan kedua orang tersebut
Ratu Azusa dan Raja Argus saling pandang kemudian menghela nafas pasrah. Ratu Azusa pun mengambil putri Keisya dari tempat tidurnya dan menatap putrinya itu yang kini sedang menatapnya dengan polos.
"Tatapan mu sangat tajam sayang tapi walaupun begitu matamu sangat indah.." puji Ratu Azusa berdecak kagum
Sedari dulu dia sangat mengagumi mata Emerald milik sang Raja dan sekarang warna mata itu menurun pada putrinya.
"Tentu saja indah, keturunan murni dari kerajaan Emerald selalu memiliki netra berwarna emerald dan itu terlihat indah bukan.." sahut Raja Argus tersenyum lembut
"Biarkan aku yang menggendongnya sayang.." sambung Raja Argus lalu mengambil putri Keisya dari pelukan sang istri
"Baiklah.." sahut Ratu Azusa dengan senang hati
Mereka berdua pun membawa putri Keisya ke kediaman Raja dan setelah sampai disana mereka kembali membaringkan sang putri. Tanpa sengaja mata Ratu Azusa kembali menatap netra sang anak dan betapa terkejutnya dia saat melihat netra putrinya..
"Apa yang terjadi.." seru Ratu Azusa terkejut sambil menutup mulutnya dan berjalan mundur
"Ada apa sayang..?" tanya Raja Argus yang heran melihat sikap Ratunya yang seperti sedang ketakutan
"Yang mulia, lihat.." seru Ratu Azusa sambil menunjuk ke arah putrinya
"Ada apa..?" tanya Raja Argus bingung
"Lihat netra putri kita berubah, tidak berwarna emerald lagi melainkan memperlihatkan gambaran dari negeri magical dan wilayah Black land.." seru Ratu Azusa dengan wajah kagetnya
Raja Argus bingung dan langsung menatap mata sang putri tapi yang dilihatnya hanya berwarna emerald.
"Tidak sayang warna bola mata putri kita masih berwarna emerald. Mungkin kau terlalu lelah hari ini hingga membuat mu berhalusinasi, sebaiknya kita segera istirahat." seru Raja Argus
"Tapi, yang mulia Raja aku tidak berbohong.." seru Ratu Azusa pelan
"Aku tau, sebaiknya kita bahas ini besok pagi sekarang istirahat lah.." seru Raja Argus lalu mencium kening Ratu Azusa
Ratu Azusa menghela nafas pasrah dan mengikuti Raja Argus ke arah ranjang. Lalu mereka pun terlelap menjemput mimpi indah.
jangan lupa vote yang gays..
Maafin kalau ceritanya gak jelas.