The World Of The Magic

The World Of The Magic
Curiga



Emma kembali ke istana, dia segera menuju ruang tahta dan melapor apa yang terjadi hari ini pada Raja Ergus.


"Salam yang mulia.."


"Ada apa?"


"Gadis bertopeng itu membuat kekacauan di permukiman penduduk yang mulia."


"Apa kau sudah membereskannya?"


"Maaf yang mulia, aku hanya bisa membuatnya pergi. Tapi aku berhasil melukai lengannya."


"ba6gus, kalau begitu."


"Tapi, jika dilihat dari dekat, mata gadis bertopeng itu sangat mirip seperti yang mulia putri Keisya berwarna Emerald."


"Mana mungkin gadis yang polos seperti dia bisa menghadirkan kekuatan yang maha dahsyat seperti itu Emma. Dia itu hanya seorang putri yang lemah."


"Maaf yang mulia, tapi aku tidak berbohong mengenai hal ini. Lagi pula tidak ada orang yang memiliki bola mata berwarna emerald di dunia magical land ini kecuali keluarga kerajaan Emerald."


Raja Ergus tampak berpikir mengenai pernjelasan Emma hingga akhirnya dia menatap tajam Emma.


"Kau bilang kau berhasil melukai lengannya kan..?" kata Raja Ergus yang mendapat anggukan dari Emma


"Kalau begitu mari kita buktikan ucapanmu "


Kemudian Raja Ergus turun dari singgasana dan berjalan bersama Emma menyusuri ruangan perruangan yang ada di istananya. Hingga tibalah mereka di depan perpustakaan.


"Key ada didalam, mari kita buktikan jika ucapan mu itu benar."


Raja Ergus membuka pintu perpustakaan dan terlihatlah didalam ada Key yang sedang membaca sebuah buku. Bahkan kedatangan Raja Ergus dan Emma tidak mengusik ketenangan membaca putri Emerald tersebut.


"Key.." panggil Raja Ergus membuat Key menoleh kebelakang


"Ada apa?"


"Jangan pura-pura tidak tahu yang mulia


putri." seru Emma sarkas


"Apa maksudmu?"


"Kau tidak bisa menipu kami lagi, kau itu adalah gadis bertopeng yang membuat kekacauan di permukiman warga.."


"Kau menuduhku? Hahah... Lucu sekali, menuduh tidak punya bukti hukumannya adalah hukum pancung." kata Key dingin sambil tertawa remeh


"Jangan katakan tidak punya bukti, aku memiliki buktinya yang mulia putri."


"Oh iya, mari tunjukkan padaku dimana bukti itu."


Emma menyeringai "Perlihatkan lengan mu pada ku yang mulia putri Keisya.."


Key dengan senyum miringnya menarik lengan gaunnya dan memperlihatkan kedua lengannya yang tidak terdapat apa-apa disana.


"Ap...apa bagaimana.... mungkin.." Emma terkejut karena melihat lengan Key yang mulus tidak terdapat luka disana


"Bagaimana mungkin, kau pasti membuat ilusi disekitar sini benar kan." ucap Emma lagi


"Haha... Kau tahu kan Emma kalau kekuatan mu adalah kristal. Kau juga tahu kan jika luka akibat dari kekuatan kristal mu itu tidak akan bisa sembuh kecuali kau menyembuhkannya, lalu kau juga tahu kan jika di istana ini tidak bisa melakukan ilusi. Lalu bagaimana mungkin aku melakukan itu?" ucap Key tertawa sinis membuat Emma terdiam kaku


"Mengenai gadis bertopeng yang kau sebut, bukankah gadis itu juga pernah datang ke istana ini sebelum aku berada disini? Benarkan paman?"


Raja Ergus yang sedari tadi diam memperhatikan Emma dan Key yang berdebat pun langsung mengangguk kala mendapat pertanyaan dari Key.


"Key benar, gadis itu pernah datang ke sini sebelum Key berada disini."


"Aku tidak mungkin salah yang mulia Raja, lalu aku juga melihat gadis itu memiliki warna mata yang sama dengan yang mulia putri Keisya."


"Jadi karena itu kau mencurigai ku? Menyebalkan sekali."


"Sudahlah Emma, aku yakin tadi kau berhalusinasi mengenai Key yang kau tuduh sebagai gadis bertopeng. Aku tahu kau tidak menyukai Key, tapi ingat Key adalah hal terpenting diistana ini. Kau mengerti?"


Emma mendengus kesal karena Raja Ergus tidak mempercayainya.


"Iya sayang, kau membutuhkan sesuatu."


"Aku sudah terlalu lama berada disini. Aku ingin pulang, aku merindukan ayah dan ibuku. Lagi pula tidak ada gunanya aku berada di sini panglima mu ini kan tidak menyukai kehadiran ku dan dia juga mencurigai ku." ucap Key dingin dan ketus disertai dengan tatapan mata yang tajam


"Tinggallah lebih lama Key, nanti paman sendiri yang akan mengantarkan mu pulang."


'Kau pikir kau bisa menentang keputusanku' batin Key menyeringai


"Kalau paman tidak mengijinkan ku pulang, maka aku tidak akan berada dipihak paman jika perang itu tiba."


Raja Ergus terkejut mendengar penuturan Key, pasalnya dia belum mengajukan untuk menjadi sekutu dengan Key jika perang besar itu tiba. Jadi bagaimana Key bisa tahu keinginannya


"Darimana kau tahu mengenai perang itu..?"


"Ayah dan ibuku pernah membicarakannya. Kenapa paman kaget? Bukankah paman menginginkan tahta ayahku untuk menjadi pemimpin tertinggi negeri magical?"


"Aku tidak begitu menginginkannya keponakan."


"Bohong, asal kau tahu aku tidak suka pembohong."


"Huh!! Baiklah-baiklah aku mengakuinya.. Aku menginginkan tahta itu."


"Ambil saja jika kau bisa. Aku tidak akan membiarkan tahta itu jatuh ditangan yang salah dan aku juga tidak akan membiarkan kegelapan menguasai negeri magical ini.." batin Key menyeringai dan seringainya itu dilihat oleh Emma dan Raja Ergus


"Sekarang aku ingin kembali bersama dengan orang tua ku."


"Tidak semudah itu yang mulia putri Keisya."


Emma langsung berlari menerjang Key tapi itu bukanlah hal yang sulit untuk si gadis berdurasi coklat tersebut. Key menghindar hingga menyebabkan Emma menendang angin kosong.


"Uhhh, kau menyerang ku? Berani sekali kau."


"Tentu saja.."


Key tersenyum miring lalu tanggannya yang dia lipat kebelakang terlihat bercahaya kecil.


"Nie beweeg nie.." kata Key mengucapkan mantra pelan bahkan tidak terdengar oleh kedua orang yang berada didepannya


"Apa ini.. Kenapa tanganku tidak bisa digerakkan?" kata Emma panik


"Itu akibatnya karena berani menantang putri mahkota kerajaan Emerald." kata Key sinis


"Untuk mu paman, akan ku ingat semua kebusukan yang telah kau lakukan selama aku disini."


"Ah, satu lagi aku menarik kembali kata-kata ku, aku tidak akan berpihak kepadamu walaupun kau paman ku. Dan aku juga tidak akan memberikan tahta itu pada mu walau nyawa ku taruhannya."


"KAU... AKAN KUHABISI KAU DENGAN TANGAN KU SENDIRI.." teriak Raja Ergus marah karena perkataan Key


"AKAN KU TUNGGU KAU DI PERTEMPURAN NANTI PAMAN. SATU YANG PERLU KAU INGAT, BAHWA AKU ADALAH PUTRI YANG BERBEDA DARI YANG LAINNYA."


Setelah mengatakan itu Key menyeringai. Lalu melemparkan bola api yang besar kearah Emma dan Raja Ergus hingga membuat kedua orang tersebut terlempar karena ledakan yang dibuat bola api itu.


"TERIMA KASIH KARENA IDE MU UNTUK MENCULIKKU MEMBUATKU TAHU SEMUA SELUK BELUK BLACK LAND. AKAN KU TUNGGU KAU DI PERTEMPURAN, PAMAN SEDARAH." kata Key sebelum benar-benar menghilang dari wilayah black land


"SIALAN, AKAN KU BALAS KAU NANTI WALAUPUN KAU SEDARAH DENGAN KU. PUTRI KEISYA AZURA EMERALD." teriak Raja Ergus melepaskan kemarahannya dengan melemparkan bola-bola api keseluruh ruangan yang dipijak mereka kini.


"Aku sendiri yang akan membunuhmu dengan tangan ku ini putri Emerald. " batin Emma


Dari kejauhan Key mendengar ucapan Emma dan Raja Ergus, tapi dia hanya menatap dingin kearah istana black land yang sudah ditempatinya selama sebulan itu.


Dan selama itu pula dia sudah mendapatkan banyak informasi mengenai semua penyihir di black land termasuk informasi penting mengenai Emma dan Raja Ergus.


"Aku kembali white land." kata Key dingin


Selesai...


Jangan lupa vote dan comment...


Merci...