The World Of The Magic

The World Of The Magic
Murid baru...



Pagi ini Academy magica dihebohkan dengan adanya gosip yang beredar diantara para murid yang mengatakan akan ada murid baru yang katanya berparas tampan.


"Eh, dengar-dengar nanti dikelas kita akan ada murid baru.." ucap Alvian membuka percakapan diantara mereka berlima yang akan menuju kelas


"Sepertinya begitu.." sahut Zou


"Key, semalam kau dari mana? Kau tidak kembali ke kamar selepas mengantarku


kan.?" tanya Sergia menatap Keisya dengan raut wajah penasaran


"Aku ada urusan.." sahut Keisya dingin


"Oh iya, aku dengar, semalam desa Bronress diserang oleh sekumpulan penjahat bertopeng.." ucap Alina mampu menghentikan langkah teman-temannya kecuali Keisya yang memilih terus berjalan tanpa menoleh kebelakang lagi


"Kau tahu darimana Lin?" tanya Zou


"Aku mendengarnya kak. Tadi saat aku ingin ke keluar dari kamar aku mendengar murid senior membicarakan masalah ini.."


"Tapi yang aku dengar lagi, sebelum bantuan dari kerajaan datang seorang gadis bertopeng sudah menyelamatkan para warga dan gadis itu juga sudah memperbaiki semua rumah warga yang rusak dan yang hangus terbakar.." sambung Alina lagi


"Ini aneh.." sahut Sergia membuat temannya menoleh padanya


"Aneh bagaimana..?" tanya Alvian penasaran


"Iya, sewaktu aku belum masuk academy ini, di wilayah kerajaan ku juga pernah terjadi masalah seperti ini dan gadis bertopeng itu juga menyelamatkan warga.." jelas Sergia


"Apa kau pernah melihatnya secara


langsung..?" tanya Alvian


"Iya aku pernah melihatnya, dia memakai jubah berwarna silver lalu dia memakai topeng warna putih.." sahut Sergia


"Aku jadi penasaran pada gadis itu.." ucap Zou sambil melanjutkan lagi perjalanan mereka yang tertunda


"Jadi kesimpulannya gadis itu selalu membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.." ucap Alina


"Sepertinya begitu..." sahut Alvian


Sesampainya mereka dikelas, mereka langsung menuju tempat duduk yang berada disampaing Keisya.


Tak lama kemudian Miss Risa masuk sambil membawa seorang murid laki-laki yang sangat tampan.


"Aura pria itu begitu gelap, dia berasal dari kegelapan.." batin Keisya


"Ayo nak perkenalkan dirimu pada teman-temanmu.." ucap Mrs. Risa


"Perkenalkan namaku Raynand nort kalian bisa memanggilku Rey.." ucapnya


"Rey, apa senjata milikmu..?" tanya seorang gadis dengan centil


"Senjataku pedang.." sahut Rey singkat


"Apa kekuatan mu..?"


"Kekuatanku, aku memiliki elemen api.."


"Baiklah anak-anak kalian bisa berkenalan lagi nanti, sekarang kalian harus belajar.." ucap Miss Risa


"Sebentar lagi Mr. Sin akan masuk, jadi mrs harap kalian bisa tertib.." sambungnya lalu mrs. Risa pun keluar dari kelas


Reynand pun melangkah duduk di depan Keisya dan teman-temannya.


"Apa kau merasakannya Key..?" telepati Miss Rain pada Keisya


"Aura kegelapan yang begitu pekat, disekitar academy ini.." sambungnya


"Bukan lagi disekitar academy Bi, tapi kini dia ada didepanku." sahut Keisya


"Maksud mu dia anak baru itu..?" ucap Miss Rain terkejut


"Sepertinya kau terkena ilusi Bi, sampai kau tidak menyadarinya.." sinis Keisya


"Tapi kekuatannya adalah Api, mana mungkin dia memiliki kekuatan ilusi.."


"Tapi itulah yang terjadi Bi.."


"Nanti aku akan menemuimu, kita bicarakan ini nanti.." sambung Keisya lalu memutus telepati sepihak.


"Rey perkenalkan nama ku Alvian Zernand Criolous..." ucap Alvian sambil menyodorkan tangannya pada Rey dan disambut baik oleh Rey


"Aku Arzou Alexander Apollous dan ini adikku Alina Carolina Apollous.." sambung Zou


"Aku Sergia Lusionna De Vallen.."


Lalu pandangan Rey beralih pada Keisya "Cantik.." lirihnya pelan bahkan tidak ada yang mendengar


"Key, ayo perkenalkan dirimu..." ucap Sergia menyenggol bahu Keisya pelan


Keisya menatap Rey lama "Keisya Azura.." ucapnya dingin.


"Mungkin kau bisa menipu mereka, tapi tidak denganku Reynand nort atau bisa ku sebut Reynand Adarnort.." sambung Keisya dengan nada dingin yang menusuk


Mata Rey membulat sempurna mendengar Keisya menyebut nama aslinya,


"Namanya Reynand nort Key, bukan


Adarnort..." ucap Zou membetulkan


Seringai kecil terbit di bibir mungil Keisya "Diam, jika kalian tidak tahu apa-apa.."


Saat Zou ingin menyahut ucapan Keisya, Mr. Sin sudah masuk ke kelas sehingga dia harus mengurungkan niatnya untuk membalas ucapan Keisya.


"Sial..." batin Rey


"mengapa dia bisa tahu nama lengkap ku, siapa dia sebenarnya.."


"Baiklah anak-anak hari ini saya ingin kalian memperlihatkan kemampuan kalian dalam bersenjata.." ucap Mr. Sin


"Kita ke gedung pelatihan sekarang.." sambungnya


Semua murid junior galaxy pun berhamburan keluar menuju gedung pelatihan, tapi tidak dengan Keisya dirinya pun langsung berteleport agar tidak menyia-nyiakan tenaga.


Tidak butuh waktu lama, kini semua murid sudah berkumpul di gedung pelatihan.


"Baiklah anak-anak, saya akan menunjuk satu persatu dari kalian untuk menunjukkan kemampuan kalian dalam bersenjata" ucap Mr. Sin


Lalu Mr. Sin pun membuka sebuah portal dan muncullah seekor monster serigala dari dalam portal tersebut.


"Saya ingin kalian mengalahkan monster ini, dan kalian bisa berkelompok atau individu.." ucap Mr. Sin lagi


"Rey, bagaimana kalau kau ikut kelompok kami.." ucap Alin


"Memangnya boleh...?" tanya Rey


"Gimana teman-teman boleh tidak..?"


"Boleh kok..."


"Nah, kau diperbolehkan untuk ikut.." ucap Alina tersenyum lebar


"Bagaimana dengan gadis itu..?" tanya Rey sambil menunjuk ke arah Keisya


"Keisya tidak ingin ikut, dia ingin mencoba mengalahakan monster itu sendiri..."


"Oh baiklah..."


Setelah dirasa para murid sudah memutuskan kelompoknya Mr. Sin pun menunjuk kelompok yang pertama untuk maju.


Beberapa kelompok sudah maju tapi tidak ada yang bisa mengalahkan monster itu. Kini giliran kelompok Sergia, mereka pun mesuk ke arena dan langsung mengelilingi monster serigala itu


"Aku hanya perlu fokus dan jangan memikirkan apa pun.." batin Sergia


Sergia mencoba mngontrol monster itu, lalu Zou berusaha mengalihkan perhatian si monster, Alvian dan Alina berkerja sama dengan susah payah untuk menyerang si monster serigala tersebut. Lalu terlihat Rey yang serius melemparkan bola apinya pada monster itu.


Setelah bersusah payah akhirnya kelompok Sergia berhasil mengalahkan monster serigala dengan level 50 itu.


Kini tibalah giliran Keisya yang menghadapi monster itu, dia maju ke arena sendirian.


"Lihat, gadis itu ingin mengalahkan monster itu sendirian.."


"Iya, dia sok kuat sekali. Padahal kita yang berkelompok saja tetap tidak bisa mengalahkan monster itu.."


"Wah.. Dia berani sekali.."


Banyak sindiran yang terdengar oleh indra Keisya namun dirinya tidak menghiraukan itu semua.


Keisya pun memantapkan langkahnya untuk menghadapi monster itu, dirinya berdiri di depan sang monster dengan menampilkan seringai yang sering dia tunjukkan pada setiap orang.


"Apa kau juga akan membinasakan ku seperti mereka hah aauuuuu...."


Terdengar suara sang monster didepan Keisya membuat dirinya bingung apa maksud dari ucapan monster serigala itu


"Apa maksud mu..?" tanya Keisya dengan nada dingin membuat sang monster terkejut karena Keisya mengerti apa yang diucapkannya


"Kau mengerti apa yang kuucapkan..?"


"Tentu saja aku mengerti, dan sekarang tolong jawab pertanyaanku apa maksud ucapan mu itu..?"


"Cih, jangan berpura-pura tidak tahu..."


Serigala itu menyerang Keisya, tapi Keisya hanya menghindar.


"Mengapa dia tidak menyerang monster itu sih..."


"Sok sih, udah tau lemah mau ngalahin monster sendiri pula.."


"Dasar sok kuat.."


"Aku memang tidak tahu apa maksudmu serigala bodoh.." umpat Keisya sinis


"Hah!! Semua penyihir itu sama saja, mereka membinasakan kaum kami sesuka hati


kalian.."


"Membinasakan...?" ucap Keisya bingung


"Aku tidak pernah membinasakan hewan mana pun, dan lagi aku tidak ada maksud membinasakan mu seperti yang dilakukan mereka.."


"Kenapa...?" tanya serigala itu lirih


"Karena semua hewan adalah temanku. walaupun banyak yang mengatakan kalau kau adalah monster tapi bagiku kau tetap hewan yang pantas untuk hidup.."


"Tapi aku tidak percaya padamu.."


"Terserah kau mau percaya atau tidak, itu adalah hak mu.."


Monster serigala itu menatap Keisya dengan lembut lalu memunduk di depan Keisya membuat semua yang melihat itu terkejut karena mereka mati-matian melawan monster tersebut tidak mendapat hasil yang memuaskan sedangkan Keisya yang hanya menghindari serangan si monster dapat membuat si monster itu tunduk padanya.


"Bagaimana bisa.." ucap Sergia dan Alin terkejut


"Anak yang berbakat..." ucap Mr. Sin


"Gadis yang menarik..." ucap Rey menyeringai


"Terima kasih putri Emerald karena kau tidak membunuhku.." ucap serigala itu


"Ternyata apa yang mereka katakan tentang mu itu benar.." sambungnya yang membuat Keisya tersenyum walau kecil


"Mulai sekarang kita berteman..."


"Iya yang mulia putri..."


"Karena kau adalah serigala dengan level 50 maka kau kuberi tugas untuk memata-matai desa klont.."


"Memata-matai desa klont....?"


"Iya aku ingin kau melaporkan hal apa saja yang mencurigakan di desa klont. Jika ada yang menyerang desa itu kau harus segera memberitahu ku.."


"Baik yang mulia putri.."


Keisya lalu menempelkan tangannya di kepala serigala itu lalu muncullah sebuah cahaya dan setelah cahaya itu redup terlihat sebuah tanda bintang di kepala serigala tersebut.


"Tanda itu akan memudahkan mu untuk berkomunikasi denganku walau dengan jarak jauh.."


"Terima kasih yang mulia putri.."


"Terima kasih kembali untukmu.." ucap Keisya


"Kau boleh pergi, jalankan tugasmu dengan baik. Aku percaya padamu.." sambung Keisya lalu membuatkan sebuah portal untuk serigala tersebut.


Keisya pun berteleport ke tempat duduknya


"Wah, itu adalah hal yang menakjubkan Keisya. Kau berhasil mengalahkannya tapi tidak membunuhnya.." ucap Mr. Sin yang dibalas dengan tatapan dingin dari Keisya


Selesai....


Merci.