
Pagi ini di black land terlihat Key yang sedang sarapan bersama dengan Raja Ergus.
"Hari ini kau ingin kemana Key?" tanya Raja Ergus pada Keisya
"Tidak ada paman. Aku hanya akan keperpustakaan hari ini.." sahut Key acuh
"Apa kau tidak ingin menemani paman di ruang singgasana..?"
"Tidak, terima kasih."
"Apa yang membuat mu tidak tertarik pada tahta Key? Padahal kau bisa saja memilikinya?"
"Aku tidak tergiur dengan kemewahan dan juga aku tidak gila akan kehormatan."
Raja Ergus menatap ke arah Key dengan tajam, dia merasa jika Key tengah menyinggung dirinya.
"Apa maksud mu Key?"
"Paman pasti mengerti apa maksudku, paman tidak bodoh kan..?"
Setelah mengatakan itu Key beranjak dari meja makan sedangkan Raja Ergus meradang marah karena Key berani mengatakan dirinya bodoh.
"Lihat saja aku akan membuat mu bertekuk lutut didepanku anak sombong." batin Raja Ergus dan itu dapat didengar oleh Key walau dari jarak jauh sekalipun.
Key telah sampai di perpustakaan kerajaan black land. perpustakaan ini sangat jarang didatangi oleh pengawal ataupun pelayan istana.
"Apa yang akan anda lakukan?" tanya Draka yang menyembulkan kepalanya dari balik jubah Key
"Kita akan membuat kekacauan Draka sebagaimana mereka membuat kekacauan di white land."
"Apa itu tidak akan membuat Raja Ergus curiga?"
"Tidak akan Draka."
Lalu dalam sekejab Key sudah berubah menjadi gadis bertopeng lalu kemudian dia menghilang dari perpustakaan.
***
"Beberapa hari ini, jika diperhatikan gangguan dari penyihir black land lumayan berkurang ya." kata Alina
Saat ini mereka berempat sedang berada di taman academy, mereka duduk di bawah sebuah pohon rindang.
"Iya benar, apa ini karena yang mulia putri Key berada di black land?" tanya Zou
"Entahlah, yang terpenting untuk saat ini, selama yang mulia putri berada disana kita harus menjaga white land agar tetap aman." sahut Sergia sambil menata rambutnya agar terlihat lebih rapi lagi
"Menurut kalian, kapan kita akan bertemu lagi dengan yang mulia putri? Ini sudah dua minggu sejak hari ulang tahunnya...?" tanya Alvian
Mereka menggeleng tidak tahu, mereka tidak bisa mengambil kesimpulan kapan Key akan kembali lagi bersama mereka, padahal sangat banyak pertanyaan yang ingin mereka tanyakan pada Key.
"Apa Miss Rain masih belum bisa berkomunikasi dengan yang mulia putri?" tanya Alina
"Belum Alin, Miss Rain bilang yang mulia putri sengaja membentengi dirinya agar tidak bisa mendapat komunikasi dari luar black land." sahut Sergia
"Kenapa begitu?" tanya Alvian
"Aku juga tidak tahu."
"Sepertinya kita memang harus menunggu." sahut Zou
***
"Salam yang mulia.."
"Berdirilah kakak, apa yang membuat kakak datang mengunjungi ku..?"
"Aku hanya ingin menanyakan kabar Key karena aku tidak bisa melakukan telepati dengannya."
Helaan nafas gusar dari Raja Argus terdengar "Maaf kakak, kami pun sama seperti mu. Kami juga tidak mendapat kabar darinya."
"Sepertinya putri ku itu sengaja membentengi diri dari kita." kini Ratu Azusa yang menyahut dengan kesal
"Sepertinya begitu. Dia juga menghalangi diri dari pantauan bola kristal milikku."
"Aku takut dia kenapa-napa kakak.."
"Tenanglah sayang, aku percaya pada putriku. Dia putri yang sangat kuat bahkan melebihi kekuatan ayahku. Kau dengar batu safir mengatakan itu kan.?" kata Raja Argus menenangkan perasaan istrinya
"Batu safir?" tanya Miss Rain sambil mengerutkan keningnya heran
"Bukankah batu itu milik yang mulia Raja Defron?" tanya Miss Rain kembali
"Benar kakak, dan kini batu itu ada bersama Key." sahut Raja Argus
"Bagaimana mungkin batu itu bisa bersama dengan keponakan ku? Bukankah batu itu sudah lenyap bersama dengan meninggalnya yang mulia Raja Defron?"
"Batu safir tidak lenyap kakak. Ayah ku menyimpannya di sebuah gua di wilayah black land. Dan secara kebetulan Key mendapatkannya."
"Bagaimana bisa? Itu terdengar tidak mungkin."
"Tapi itulah kenyataannya kakak, Key sudah mendapatkannya. Bahkan batu safir sendiri yang memilihnya."
"Itu jugalah yang menjadi ketakutan tersendiri bagi kami kak." kata Ratu Azusa
"Tapi ntah mengapa aku merasa sebaliknya, aku merasa bahwa batu safir dapat melindungi Key dari bahaya yang akan mendekat padanya."
"Semoga saja perasaan mu itu benar yang mulia."
"Semoga saja kakak.."
***
Diperbukitan terlihat seorang gadis bertopeng yang sedang membuat badai besar dan melepaskannya ke arah ke permukiman penduduk black land.
"Kalian akan merasakan apa yang dirasakan oleh penduduk white land.."
"Ketakutan, kesedihan bahkan kematian.."
"Jangan terlalu berlebihan yang mulia, nanti menimbulkan kecurigaan."
"Aku tahu batasan ku Draka."
Angin topan disertai hujan dan petir yang menyambar-nyambar membuat banyak kerusakan di rumah penduduk.
"Sudah aku duga ini bukan bencana alam tapi ternyata kau yang membuatnya." ucap seseorang dibelakang Key
Sebenarnya Key tahu jika ada orang dibelakangnya, hanya saja dia tidak ingin menoleh. Dia tetap melancarkan aksinya dengan terus menggerakkan tangannya seperti tengah mengusir sesuatu.
"Kristal..."
Duarrr....
Sudah tahu kan siapa yang menyerang Key. Yah, dia adalah Emma si panglima Raja Ergus.
Key berhasil menghindari serangan Emma, dia pun berbalik dan menatap tajam Emma.
"Kita bertemu lagi nona kristal.."
"Oh ternyata kau, si gadis bertopeng.."
"Apa kau sudah cukup kuat? hingga kau berani menampakkan wajahmu dihadapan
ku..?" tanya Keisya sinis
"Kau... Berani sekali kau meremehkan ku?" teriak Emma marah
"Aku tidak meremehkan mu, aku hanya mengatakan yang sebenarnya."
"Matilah kau, bersama dengan kristal ku.."
Emma menyerang Key dengan lemparan-lemparan kristalnya sedangkan Key hanya terus menghindar.
"Mengapa kau terus menghindar hah! Apa kau takut terkena kristalku hahah.."
Key menyeringai lalu dia menggabungkan kekuatan petir dengan air kemudian melemparkannya pada Emma. Dan berhasil mengenai lengannya.
"Satu kali serangan dan kau terluka. Huh! Apa ini namanya kuat? Aku baru tahu."
Emma kembali menyerang Key dengan kemampuan kristalnya lalu dia juga menggunakan kemampuan barier-nya untuk melindungi dirinya.
Kristal Emma berhasil melukai lengan Key tapi tidak sampai membuat Key membeku.
"Kau lihat, aku juga bisa melukai gadis sombong seperti mu."
"Begitu.." lalu Key kembali mencari peluang untuk mendekati Emma dan menyerangnya kembali tapi barier Emma menghalangi dan menghambat pergerakan Key membuat gadis itu mendecih sinis
"Bagaimana? Masih ingin menganggap ku lemah..?"
"Haha... Sampai kapan pun kau akan tetap lemah Emma. Kau hanya bisa berlindung di bawah kekuatan barier mu, jika kekuatan itu tidak ada kau bukanlah apa-apa." kata Key sinis dan itu berhasil membuat Emma meradang
Key yang tidak ingin bertarung pun memilih berteleport menjauhi perbukitan itu dan meninggalkan Emma disana.
"Huh! Ini sakit sekali." lirih Key saat dia sudah berada di perpustakaan black land
"Yang mulia putri ini luka kekuatan kristal. Akan sangat sulit untuk menyembuhkannya. Ijinkanlah aku untuk melakukan pengobatan pada luka anda." ucap batu safir pada Key
"Lakukanlah kalung kristal, ini sangat sakit sekali."
Batu safir atau yang sering disebut kalung kristal oleh Key pun berpendar mengeluarkan cahaya ungu kehijauan. Kemudian cahaya itu membalut luka yang berada dilengan Key dan dalam beberapa menit kemudian luka tersebut menghilang tanpa meninggalkan bekas apa pun.
"Terima kasih kalung kristal, kau sudah menyembuhkan luka ku.."
"Kembali kasih yang mulia putri, aku sangat senang bisa membantu anda.."
Selesai...
Jangan lupa vote dan comment ya.
Merci.