The World Of The Magic

The World Of The Magic
Kristal Emerald yang melegenda..



"Sesuatu yang besar yang menjadi kekuatan kerajaan Emerald kingdom untuk tetap berdiri gagah di dunia Magical ini.." sahut Raja Argus dengan senyum penuh kebanggaan


Keisya berdecak kesal karena menurutnya ayahnya kini tengah berbelit-belit untuk memberitahunya.


"Katakan saja ayah, karena aku tidak punya banyak waktu hari ini.." seru Keisya kesal


"Haha.. baiklah, ayah tau kau sangat sibuk.." sahut Raja Argus sambil memutar bola matanya malas dengan sikap sang putri yang sangat dingin


"Sudahlah, katakan saja Yang mulia kasihan putri kita, dia pasti sudah sangat penasaran.." seru Ratu Azusa menengahi


"Baiklah.. tapi kau belum berjanji. Jadi katakan janji mu dulu dengan kalimat yang sama seperti yang ibumu ucapkan tadi.."


"Baiklah, aku berjanji untuk menerimanya dan aku juga berjanji akan menjaganya seperti aku menjaga negeri magical ini.." seru Keisya dengan tulus dan tegas


Tak lama setelah mengatakan hal itu, tiba-tiba saja dari dalam tubuh Raja Argus keluar sebuah kristal berwarna Emerald dan hal itu membuat Keisya kagum sekaligus penasaran.


Keisya meraih kristal itu dan secara ajaib kristal itu pun masuk kedalam tubuh keisya seperti saat berada di dalam tubuh Raja Argus.


"Apa yang terjadi, mengapa kristal itu malah menyatu dengan tubuhku ayah, ibu..?"


Raja Argus tersenyum tipis "Dia akan selalu bersama mu nak, karena memang itu adalah takdir mu.."


"Apa maksudnya semua ini ayah..?"


"Kristal itu bernama kristal Emerald. dia adalah sebuah kristal dengan kekuatan maha dahsyat yang selalu melindungi kerajaan Emerald kingdom.." seru Ratu Azusa dengan senyum manisnya


"Jadi, kristal itu adalah kristal yang melegenda yang kekuatannya tertulis di sebuah buku kuno di perpustakaan..?" seru Keisya membuat Raja Argus dan Ratu Azusa terkejut


"Kau menemukan buku kuno itu..?" tanya Raja Argus penasaran


"Iya dan aku sudah menyimpannya di dimensi ruangku karena aku yakin buku itu adalah buku yang sangat penting.."


"Kau benar putriku buku itu adalah buku yang sangat penting, sudah lama kami mencarinya tapi tidak pernah ketemu.." seru Ratu Azusa


"Mengapa kalian tidak menemukannya Bu..? buku itu ada di perpustakaan kerajaan di rak paling ujung di dekat tembok usang.."


"Entahlah nak, padahal waktu itu kami sudah menyusuri setiap sudut istana untuk mencari tapi tidak pernah ketemu. tapi sekarang kau sudah mendapatkannya maka pelajarilah buku itu agar kau bisa mengerti seberapa kuatnya kristal Emerald ini." seru Raja Argus


"Hmmm, aneh sekali. Apakah buku ini memiliki kekuatan roh hingga bisa menghilangkan jejak sampai ayah dan ibu tidak mengetahui keberadaannya..?" batin Keisya bingung


"Putriku, kristal itu adalah kristal pusaka yang diberikan turun-temurun dari Raja-raja terdahulu yang pernah memimpin Emerald kingdom.." seru Raja Argus membuyarkan lamunan Keisya


"Karena kristal itu pula kita masih bisa memimpin negeri magical dengan baik walaupun paman mu menginginkannya. maka dari itu jagalah kristal itu.." sambung Raja Argus dengan sungguh-sungguh


"Baiklah sesuai janjiku, aku akan menjaganya dengan nyawaku sebagai taruhannya.."


....


Satu persatu rakyat white land yang sudah di pengaruhi oleh sihir manipulasi perlahan menghilang dan berpindah tempat ke black land. Semua hal itu disaksikan oleh Draka dan dia sangat marah melihat penyihir black land bertindak sesuka hati.


Dengan segera Draka terbang menuju hutan white land untuk memberitahu hal itu pada Keisya.


"Draka..." panggil Sergia saat melihat naga merah itu terbang melewati kastil vampir


"Putri Sergia..." sahut Draka menunduk hormat pada Sergia


"Benar putri, sekelompok penyihir black land sudah membawa rakyat white land dengan menggunakan sihir manipulasi. Aku ingin memberitahu Yang mulia putri mengenai hal ini.."


"Baiklah, ayo kita pergi bertemu Yang mulia putri.."


Draka pun merendahkan kepalanya agar Sergia bisa menaiki tubuhnya. Setelah memastikan putri Sergia sudah duduk dengan baik, Draka pun membawanya terbang menuju hutan White land.


"Lihatlah, kami akan membalas perbuatan kalian penyihir black land, tunggu saja jika waktunya sudah tiba.." batin Sergia dengan matanya yang berkilat kemerahan menahan emosi


Tak butuh waktu lama akhirnya Sergia dan Draka tiba di inti hutan white land. Disana sudah ada Alina dan Arzou juga Alvian yang sedang duduk melingkar sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting.


"Apa yang kalian bicarakan..?" seru Sergia setelah melompat dari tubuh Draka


"Astaga, Gia, bisakah kau tidak membuat ku terkejut.." ketus Alina


"Bener, kau hampir membuatku mengumpat.." sahut Alvian lagi


"Ah maafkan aku, kalian terlalu serius dengan pembahasan kalian hingga tidak menyadari kehadiranku.."


"Sudahlah, Sergia silahkan duduk kita akan membahas masalah seputar penyihir black land yang menjadi-jadi beberapa hari ini.." seru Arzou sambil memijit keningnya pelan


"Dimana Yang mulia putri Keisya..?" tanya Draka


"Yang mulia putri sedang ada kepentingan dengan Yang mulia Raja dan Ratu hingga akan datang terlambat untuk menemui kita.." sahut Alvian memberitahu


"Baiklah, informasi apa yang di dapat para pangeran dan putri..?" tanya Draka


"Wilayah laut untuk para mermaid tiba-tiba berubah menjadi hitam, banyak mermaid yang keracunan dan ikan-ikan juga banyak yang mati." seru Alvian


"Begitu pula dengan wilayah bangsa Elf dan Fairy, sebagian hutan terbakar dan kabut beracun juga terjadi di perbatasan wilayah mereka.." seru Alina


"Beberapa penduduk desa Asanka menghilang dan aku pernah melihat seorang lelaki berjubah hitam yang membawa mereka.." seru Arzou dengan tangan mengepal


"Kalian benar, penyihir black land sudah keterlaluan, kita harus benar-benar membalas mereka karena sudah menganggu ketenangan rakyat white land.." seru Sergia dan matanya kembali berkilat merah menandakan jika gadis itu benar-benar sangat marah


"Kita tidak boleh gegabah, sebelum rencana untuk menyingkirkan Emma di dapatkan, kita tidak bisa menyerang penyihir black land sembarangan."


Mereka semua menoleh ke samping dan menemukan Keisya tengah berdiri sambil memandangi mereka.


"Yang mulia putri..." lirih mereka bersamaan


"Tapi Yang mulia putri, mereka sudah keterlaluan. Jika seperti ini terus rakyat bisa saja tidak percaya dengan kerajaan dan ini bisa menjadi melapetaka untuk kita.." seru Alina


"Hah, maka dari itu kalian berlatihlah hingga menjadi kuat dan jangan lupakan jika sudah menjadi kuat jangan pernah menjadi sombong. Aku akan memikirkan bagaimana cara untuk mengalahkan Emma dan mengembalikan semua orang yang hilang.."


"Yang mulia putri, bagaimana dengan bangsa mermaid, Fairy dan Elf..? mereka membutuhkan bantuan kita.." seru Arzou mengingatkan


"Tenanglah aku yang akan menyelesaikan hal itu hingga tuntas dan aku juga akan kembali menyelinap ke black land untuk melihat seberapa kuat pertahanan mereka.." seru Keisya dengan sinis


"Yang mulia ingin membuat keributan lagi di black land..?" tanya Draka yang mengingat bagaimana hancurnya wilayah rakyat black land dibuat oleh Keisya


"Menurutmu apa yang akan aku lakukan di sana Draka..?" tanya Keisya kembali dengan seringainya


"Tentu saja membuat mereka menderita.." sahut Draka yang di balas tawa mengerikan ala Keisya yang membuat para pangeran dan putri merinding