The World Of The Magic

The World Of The Magic
Sang naga Draka..



Murid senior telah kembali beraktivitas seperti biasa, walau pun sebagian dari mereka masih menjalankan misinya.


Dan pada malam hari ini di Cafetaria sudah berkumpul semua murid untuk memulai makan malam mereka.


Di meja pojok dekat jendela sudah ada Keisya, Alina, Sergia, Zou, Alvian dan juga Rey.


"Key, kau tahu semalam tidak ada murid senior yang terlihat..." seru Alina memulai percakapan mereka


"Memangnya kemana mereka pergi..?" seru Rey bertanya


Keisya menoleh dengan cepat "Kalian tidak perlu ikut campur masalah itu.."


"Kau kenapa Key, kami kan hanya ingin tahu.." seru Alvian singkat


Keisya tidak menjawab. Dia malah kembali sibuk dengan makanannya.


"Hmm.. Apakah kalian jadi ikut ke rumahku minggu ini..?" seru Rey mencoba memecahkan kesunyian di meja mereka


"Kami ikut, Keisya juga akan ikut.." seru Sergia senang


"Iya benar, kami sangat penasaran dengan desa mu.." seru Zou lagi


***


Raja Ergus berjalan mengelilingi istananya, dia melihat jendral Danzo yang sangat semangat melatih para pengawal baru.


"Tidak akan lama lagi kita akan kembali bertemu kakak.." serunya menyeringai


Lalu kemudian dia berjalan pergi dari sana dan kembali ke singgasananya.


"Salam yang mulia.." seru Rey membungkuk hormat


"Ada apa panglima..?"


"Hamba membawa kembali orang-orang yang berjiwa pemberontak yang mulia.."


"Bagus, tapi apakah kau tidak bertemu dengan gadis bertopeng itu lagi.."


"Untuk saat ini belum yang mulia.."


"Baiklah. Mungkin dia sudah merasa kalah dengan kita.."


Rey hanya tersenyum singkat sebagai jawaban atas pernyataan sang Raja.


***


"Apa yang terjadi pada mu Draka..?" seru Keisya pada seekor naga yang sedang terluka di hutan white land


Tadi saat dia sedang berada di taman academy serbuk bunga dandileon mengirimkan pesan padanya mengenai seekor naga yang terluka parah di hutan white land.


Keisya pun langsung berteleport menuju hutan white land karena dia tahu hanya Draka yang mengetahui tempat favoritnya itu.


Dan benar saja sesampainya dia disana, dia langsung disuguhkan dengan pemandangan seekor naga yang tergeletak tak berdaya dengan luka yang cukup parah di tubuhnya.


"Yang mulia putri Emerald, seorang lelaki berjubah hitam menyerangku karena mencoba melawannya. Dia membawa dua orang warga dari desa yang ku jaga.." seru Draka pelan dan sesekali meringis sakit


"Keterlaluan. Dia menyerang mu dan membuatmu terluka separah ini.." ucap Keisya emosi


"Yang mulia putri, mereka memanggilnya dengan sebutan panglima.."


Darah Keisya mendidih saat mengetahui bahwa Rey yang sudah membuat Draka terluka separah ini. Keisya pun berjalan menuju sebuah tumbuhan yang berada tak jauh dari mereka.


"Boleh aku meminta sedikit saja daun mu untuk mengobati temanku yang terluka..?" seru Keisya meminta ijin pada pohon yang memiliki kekuatan penyembuh itu


"Tentu, yang mulia putri Emerald, anda bisa mengambil sebanyak yang anda mau.." seru pohon itu mengucapkan beberapa kata yang hanya dimengerti oleh Keisya lalu merundukkan sedikit dahannya agar Keisya bisa menjangkaunya


"Terima kasih untuk kebaikan mu.." seru Keisya setelah mendapatkan beberapa lembar daun penyembuh


"Terima kasih kembali yang mulia putri, hamba senang bisa membantu.."


Keisya langsung menuju Draka dan menggiling daun penyembuh yang dia dapat menggunakan element tanahnya yang dapat mengeluarkan batu dari tanah.


Keisya melumuri tubuh Draka yang terluka dengan daun yang sudah dia tumbuk dan mengelus kepala Draka dengan sayang "Semoga kau cepat sembuh Draka, terima kasih sudah membantu ku menjaga desa Asanka.."


"Aku yang harus berterima kasih yang mulia putri karena anda sudah merawat saya sejak saya masih kecil. Dan ini tidak sebanding dengan apa yang anda lakukan pada saya dulu.." seru Draka tersenyum


Draka adalah seekor naga yang berwarna merah, Keisya menemukan Draka pada saat dirinya sedang belajar berlatih element di hutan ini. Waktu itu Draka kecil sedang belajar terbang dan karena tidak berhati-hati dia terjatuh dan menyebabkan sayapnya terluka.


Keisya pun datang dan membantu Draka mengobati sayapnya yang terluka, Keisya juga membawa Draka ke istana karena dia melihat masa lalu Draka yang masih kecil sudah ditinggal oleh ibu dan ayahnya.


Sejak saat itulah dia dan Draka berteman dan Draka adalah teman pertama Keisya.


"Kau sahabat pertama ku Draka. Dan sahabat tidak memerlukan kata terima kasih.." seru Keisya lalu membuat pelindung sihir yang kuat untuk melindungi Draka saat dirinya tidak ada nantinya.


"Terima kasih yang mulia putri.." Keisya hanya tersenyum dan kembali mengelus kepala Draka


Keisya mengangkat tangannya ke atas dan mengucapkan sebuah mantra. Lalu kabut tebal muncul mengelilingi hutan white land dan itu akan membantu untuk melindungi Draka.


Keisya kembali ke academy dan langsung menuju asramanya, ditengah jalan dia mendengar keributan dan memilih untuk melihat. Di sana terlihat Zou dan Alvian sedang membela seorang murid yang tengah di bully oleh beberapa anak senior.


"Jangan karena kalian berdua adalah pangeran di negeri ini, kalian bisa mengatur ku.." seru pria senior yang membully murid middle itu


"Aku adalah seorang bangsawan dan dia adalah pelayanku, sudah sewajarnya jika dia bersalah akan mendapat hukuman.." sambungnya lagi


"Hukum seperti itu tidak ada.." seru Alvian tegas "Tidak ada hukuman jika kesalahan yang dia lakukan tidak fatal.."


"Tau apa kau kesalahan yang dia lakukan


hah.."


"Bukankah dia hanya terlambat untuk membawakan mu makanan? Itu pun disebabkan karena dia dipanggil oleh mrs. Amel.." seru Zou menatap tajam pria sombong yang berada di depannya


"Kau menganggap itu bukanlah hal fatal? Kau memang payah dalam berfikir dan bertindak pangeran Alvian, pangeran Zou.."


Lalu murid senior itu mengibaskan tangannya hingga sebuah cahaya melesat dengan cepat menuju Zou


Shutttt....


Takkkk....


Digagalkan tentu saja. Melihat serangannya yang gagal pria senior itu pun marah "Siapa yang berani mengganggu permainanku.."


"Aku yang melakukannya.." seru Keisya dengan nada dingin khas dirinya yang kemudian berteleport tepat didepan si pria senior itu


"Kau, berani sekali rakyat jelata seperti mu menganggu ku.." teriaknya dan menunjuk wajah Keisya


Keisya menatap jari si pria yang berada tepat di depan matanya dengan senyum miring lalu tiba-tiba jari itu berbalik ke arahnya dan mencekik dirinya sendiri.


"Kau melanggar batas sebagai seorang murid senior.." seru Keisya dingin menatap tajam pria itu


"Arhhhggg...... Sakit.." teriak muris senior itu kesakitan


"Tolong lepaskan aku.." lirihnya


"Bukankah sudah dikatakan, jika murid senior yang sudah dapat perintah tidak boleh berada di sekitar academy kecuali pada saat-saat tertentu.." seru Keisya membuat pria di depannya menegang


"Dari mana dia tahu itu, bukan kah dia hanya seorang murid junior.." batin pria itu


"Aku memang seorang murid junior, tapi aku mengetahui semuanya.." seru Keisya yang kembali membuat pria di depannya terkejut


"Kau bisa membaca pikiran ku..?"


"Kalau ku katakan iya bagaimana..?" bisik Keisya membuat pria di depannya lagi-lagi menegang


"Kau... Kau..."


"Apa yang kau lakukan disini? Seingatku kelompok mu sedang bertugas bukan..?" tanya Keisya lagi sambil menyeringai


Murid senior itu pun pergi dari hadapan mereka setelah Keisya membebaskannya dari kekuatan controlingnya. Dengan perasaan kesal terhadap Keisya yang berhasil membuatnya mati kutu.


"Terima kasih pangeran dan nona sudah membantuku.." seru murid middle yang tadi di bully


"Tidak masalah, dia memang harus diberi pelajaran agar tidak semena-mena terhadap orang lain." seru Alvian tegas


"Alvian, Zou.." panggil Keisya dengan nada dingin seperti biasa


"Ada apa..?" jawab mereka serentak


"Nanti malam setelah makan malam usai, ikutlah denganku.." seru Keisya membuat mereka bingung


"Ikut dengan mu? Kemana..?" seru Zou


"Berlatih.." sahut Keisya singkat dan kemudian menghilang dalam sekejap


"Apa dia barusan bilang akan mengajari kita berlatih seperti Alina dan Sergia..?" seru Alvian antusias


"Sepertinya begitu.." sahut Zou singkat dengan senyum yang menghiasi wajahnya.


Selesai.....


Jangan lupa vote dan comment ya gays. 


Merci.