The World Of The Magic

The World Of The Magic
Penculikan Putri Keisya..



Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang di dalam ruangan tahta membuat semua tamu undangan panik.


"PENGAWAL!!!! LINDUNGI RATU DAN PUTRI.." teriak Raja Argus kepada pengawal karena dia merasakan angin yang datang bukanlah angin biasa


Para pengawal langsung saja melakukan perintah Raja mereka, dan segera menyebar untuk melindungi Ratu dan putri.


"Ini saatnya yang mulia putri.." seru Draka yang sudah pindah ke dalam jubah Key


"Kau benar.."


Zou, Alvian, Sergia dan Alina pun membentuk lingkaran dengan posisi Key yang berada di tengah-tengah mereka. Mereka saling melindungi dan berusaha untuk menjaga Key selaku leader mereka.


"Jangan sampai lengah.." seru Zou


Sebuah bayangan menyerang Alvian tapi berhasil digagalkan oleh Sergia yang yang kini sudah mengaktifkan mode tubuh vampirnya.


Dengan menggunakan tubuh vampirnya Sergia bisa merasakan serangan walaupun dari jarak jauh.


"Lindungi yang mulia putri mereka mengincar yang mulia putri.." ucap Sergia


Key mendengus "Sepertinya ini akan sangat sulit.."


"Kalian harus berpencar, lindungi juga yang mulia Ratu. Aku yakin ini


hanya pengalihan agar mereka bisa menculik yang mulia Ratu.." seru Key dingin


"Tapi yang mulia putri.."


"Berpencarlah, aku akan berusaha untuk mengatasi ini.."


"Baiklah, anda akan bersama dengan Alvian dan Zou.." seru Sergia kemudian dia menarik lengan Alina dan melesat menuju kerumunan pengawal yang berusaha menjaga yang mulia Ratu Azusa.


"Yang mulia tidak apa-apa..?" tanya Alina karena dia berhasil menangkis serangan yang mengarah pada Ratu Azusa


"Terima kasih putri Alina, aku tidak apa-apa.."


"Syukurlah yang mulia.." ucap Sergia


"Mengapa kalian disini? Seharusnya kalian bersama dengan Key.." seru Ratu Azusa


"Yang mulia putri memerintahkan kami untuk melindungi yang mulia Ratu.."


Duarrrr...


"Argghhhh... Tolong.."


Suara ledakan disertai suara teriakan menggema di ruangan yang menjadi saksi perayaan ulang tahun Key.


Setelah debu itu menipis mereka melihat dua orang pangeran sudah ambruk dengan tubuh terluka danĀ  mereka tidak melihat keberadaan Key disana.


"Dimana putriku..?" seru Ratu Azusa dengan mata yang sudah berair


"Maaf...yang...mulia... putri.. Key... dibawa...oleh..orang...itu.." seru Alvian terbata-bata sementara Zou dia sudah tidak sadarkan diri.


Raja Argus menggeram marah, dia merasa gagal karena tidak bisa menjaga putri semata wayangnya itu.


"Raja ku.." lirih ratu Azusa


"Tenanglah sayang, aku yakin Key pasti baik-baik saja. Pengawal segera bawa pangeran Zou dan pangeran Alvian ke ruangan tabib.."


"Baik yang mulia Raja.."


"Yang mulia tidak perlu khawatir, karena yang mulia putri Key sudah mengetahui rencana jahat tersebut.." seru seekor kupu-kupu cantik yang hinggap di langit-langit ruangan


Raja Argus menatap kupu-kupu itu "Tapi mereka membawa putri ku, bagaimana bisa aku tenang.."


"Tunggulah yang mulia, aku yakin yang mulia putri pasti memiliki rencana dengan ini semua.."


"Lagi pula yang mulia putri tidak sendirian. Dia bersama dengan Draka.."


Mendengar Draka bersama dengan putrinya membuat Raja Argus menghela nafas lega. Setidaknya dia percaya jika Draka akan melindungi putrinya seperti yang biasa naga merah itu lakukan.


"Ada apa Raja ku..?" tanya Ratu Azusa sambil menatap Raja Argus dengan berlinang air mata


"Tenaglah sayang, kupu-kupu itu mengatakan jika Key sudah mengetahui penyerangan ini.."


"Bagaimana mungkin.." seru Ratu Azusa menutup mulutnya terkejut


"Entahlah sayang, kita tunggu saja apa yang akan dia perbuat.."


***


Key sudah tiba di istana black land, dia menatap ruangan itu dengan seksama.


"Saya telah membawanya yang mulia.."


Key mengalihakan pandangannya pada Danzo yang sudah menunduk hormat pada seorang pria yang berada di depannya yang biasa mereka panggil dengan sebutan Raja.


"Bagus, sekarang kau boleh keluar.."


Danzo pun mengangguk dan berbalik pergi setelah membungkukkan badannya.


"Siapa kau dan mengapa kau menculikku..?" tanya Key pura-pura tidak tahu


"Keponakan? Aku bukan keponakan mu.." ketus Key dengan nada datarnya


"Jangan terlalu dingin keponakan.."


"Jangan memanggilku keponakan karena aku tidak mengenalmu.."


"Wah, sepertinya kakak memang tidak memperkenalkan ku pada putrinya yang cantik ini.."


Key mendelik "Siapa kau sebenarnaya..?"


"Aku paman mu, adik kandung dari ayahmu.."


"Benarkah..? Apa kau paman Ergus yang selalu di bicarakan di Academy..?" ucap Key seolah-olah sudah percaya


"Kau benar tapi sepertinya orang-orang di Academy mu membicarakan rumor yang tidak baik tentangku bukan..?" sahut Raja Ergus


"Jika kau memang pamanku, mengapa aku tidak pernah melihat mu barang sekali pun..? Lalu bukankah gelar mu hanya sebagai pangeran tapi mengapa kau disini sebagai Raja..?"


"Itu karena aku berada jauh darimu dan mengenai statusku semua rakyat yang ada disini yang menjadikan ku Raja mereka.." seru Raja Ergus lalu dia turun dari singgasananya kemudian menepuk kepala Key pelan


"Mengapa paman menjauh? Apa paman bertengkar dengan ayah..?"


Key berpura-pura mengerti, dia mencari jalan keluar Agar Raja Ergus tidak lagi mengganggu rakyatnya


"Tidak sama sekali.."


"Begitu, lalu kenapa paman membawa ku kesini? Aku sedang merayakan ulang tahunku paman. Dan aku yakin ibu dan ayah ku tengah mencariku.."


"Jangan terlalu panik, lebih baik kau beristirahat sekarang.."


Key menagangguk kemudian dia mengikuti langkah Raja Ergus menyusuri lorong-lorong yang akan membawa mereka ke kamar yang akan ditempati oleh Key malam ini


"Ini kamar mu sayang, panggil pelayan jika kau membutuhkan sesuatu.."


"Terima kasih paman...."


Saat Raja Ergus ingin berlalu namun Key menahan tangannya diudara


"Ada apa..?"


"Aku tahu paman itu orang baik, tapi mengapa paman menyuruh orang itu menculikku..?"


"Tidak apa-apa. Duduklah sebentar lagi akan ada pelayan yang akan menjaga mu.."


"Terima kasih paman.."


Setelah kepergian Raja Ergus, Key berjalan kearah pintu dan menguncinya, lalu membuat sebuah pelindung sihir agar tidak ada yang melihatnya mengeluarkan Draka dari jubahnya.


Key sadar walaupun dia kini berada di tempat yang tenang tapi tempat yang tenang tidak pernah menjamin bahwa tidak ada bahaya yang mengintainya.


"Bagaimana menurutmu dengan perilakunya.." ucap Key tanpa basa basi


"Aku belum bisa menilai yang mulia, kita akan melihat untuk beberapa hari kedepan.."


"Baiklah aku setuju.."


"Oh iya, aku rasa kita juga akan bertemu dengan gadis kristal itu disini yang mulia.."


"Kau benar, dia adalah panglima paman Ergus.."


"Kita akan mencari informasi itu dan sedikit bertanya pada Raja Ergus mungkin akan lebih bermanfaat yang mulia.."


"Akan aku usahakan untuk bertanya padanya Draka.."


"Lalu sekarang, apa yang akan kita lakukan..?"


"Aku juga tidak tahu, mungkin besok aku akan mengunjungi perpustakaan kerajaan ini.."


"Sepertinya itu ide yang bagus yang mulia, dan jujur aku juga bosan jika bermalas-malasan saja.."


Key mengangguk menderngar jawaban Draka, dia juga sama dengan Draka. Dia tidak betah jika terlalu lama bermalas-malasan diistana.


"Apa kau sudah menyampaikan pesan ku pada kupu-kupu itu tadi Draka..?"


"Tentu saja yang mulia, anda tidak perlu khawatir.."


Setelah berbincang lumayan lama dengan Key, Draka kembali menyusup masuk ke dalam jubahnya.


Key yang merasa mengantuk pun segera berbaring dan terlelap mengunjungi dunia mimpi.


Tak ada yang tahu jika sebenarnya Raja Ergus kini sedang mencoba ngambil hati Key agar mau menjadi


pengikutnya dan memusuhi white land.


Terima kasih sudah mau membaca..


Semoga dapat menghibur anda semua.


Merci.