
Sergia menatap langit malam dengan bulan sabit yang indah menghiasi di langit malam. Pikirannya kembali melayang pada saat perang terjadi. Tentang seorang werewolf yang menolongnya hingga mengatakan dirinya adalah mate darinya. Entahlah menjadi Kate dari seorang werewolf tidak pernah menjadi bayangannya apalagi dia adalah seorang alpha king.
"Gia ada apa..? " tanya Alina saat melihat sang sahabat hanya berdiam diri di dekat jendela dengan tatapan rumit menatap langit
"Dewi Nyx sepertinya mempermainkan takdirku Alina.. " liriknya pelan
Alina mengerutkan dahinya bingung "Apa maksudnya..? "
Sergia diam, dia enggan mengatakan hal yang sebenarnya menjadi beban pikirannya.
"Gia, jangan pernah meragukan takdir yang sudah di gariskan oleh dewi. Jika memang kau merasa dewi Nyx mempermainkan takdirmu perlu kau ingat pasti sang dewi menginginkan kau melakukan sesuatu dengan hal itu. " seru Alina mencoba menasehati Sergia
"Menurutmu aku harus bagaimana..? "
"Aku tidak tau apa yang sekarang kau rasakan Gia, tapi apa pun yang terjadi, apapun keputusan mu aku akan selalu berada di sampingmu untuk selalu mendukung mu.. "
"Terimakasih.. "
"Tentu.. "
.............
Key berada di tempat latihannya bersama dengan Andrew. mereka hanya duduk dengan angin sepoi-sepoi yang menerbangkan rambut Keisya. Andrew atau kini kita sebut saja dia Danzo hanya memperhatikan sahabat sekaligus leadernya itu.
"Sebentar lagi kau akan menjadi Ratu.. " seru Danzo membuka percakapan yang dibalas anggukan dari Keisya
"Hal apa yang ingin kau lakukan..? " tanya Danzo lagi
"Sama seperti hal yang ingin kulakukan waktu aku memimpin markas rose blood, bagaimana..? "
"Tidak buruk, kau bisa membuat mereka lebih berkembang, ditambah disini sebagian rakyat tidak memiliki kekuatan bukan baik sihir atau pun element. jadi apa salahnya jika kau melatih mereka merakit senjata saja.. " ide dari Danzo membuat Keisya mengangguk senang
"Tentu aku akan melatih mereka beladiri dan merakit senjata hahah.. "
"Sepertinya banyak yang ingin kau benahi nanti saat menjadi Ratu.. "
"tentu saja, ayo bantu aku memerintah kerajaan bersama-sama.. "
Danzo mengerutkan dahinya bingung "Aku akan selalu bersama mu Kania, bukankah sudah ku katakan aku menyayangimu.. "
"Aku tau makanya ayo memerintah bersama ku, kau menjadi Raja ku.. " seru key dan tanpa dia sadari pipinya mendadak merah saat mengatakan hal itu kepada Andrew. Keisya hanya tidak ingin melewatkan sesuatu yang begitu istimewa di hatinya karena sedari dulu Andrew sudah menempati posisi istimewa di hatinya
Danzo terdiam, jantungnya memompa dengan cepat. Dia tidak bisa berkata-kata, matanya sontak menatap Keisya tepat di bola matanya yang indah itu. Tidak ada keraguan maupun guyonan di sana dan itu cukup membuktikan jika Keisya memang jujur.
Perasaan mereka sama, hanya saja dulu mereka terlalu gengsi untuk saling mengungkapkan. Jadi kali ini Andrew tidak akan ragu dan tidak akan membiarkan Keisya bersama dengan yang lain.
"Tentu Ratu ku.. " sahut Danzo sambil meraih pinggang keisya membuat sang gadis bersemu malu
Danzo semakin menarik pinggang Keisya mendekat hingga tidak ada lagi jarak diantara keduanya. Entah siapa yang memulai kedua bibir mereka sudah bersatu saling mengecap dan saling ******* dengan lembut. Mata Keisya terpejam menikmati ciuman itu hingga Danzo melepasnya. kembali tatapan mereka bertemu, Danzo menghapus liur yang berada di sudut bibir Keisya dengan ibu jarinya.
"Keisya Azura Emerald bangunlah rumah tangga bersamaku, saling mencintai hingga ajal menjemput, jadilah rumah ternyaman untukku berpulang dari rasa lelah dan penat, Jadilah Ratu dan ibu dari anak-anak ku kelak. Keisya menikahlah denganku.. " seru Danzo berlutut di depan Keisya dengan satu tangan yang menggantung di udara menunggu Keisya menyambut tangannya
Senyum cerah itu mengambang dari bibir Keisya dia tanpa ragu menyambut uluran tangan Danzo.
..............
Diamond pack
Kabar tentang alpha mereka yang sudah menemukan matenya telah sampai ke seluruh penghuni pack. Tapi mereka belum mengetahui jika mate dari alpha mereka berasal dari kaum vampir. Banyak para omega yang membicarakan tentang hal ini dari mulut ke mulut hingga membuat panas telinga seorang gadis yang sejak dulu mendambakan sang alpha.
"Sudah puaskah kalian bergosip dasar rendahan.. " sinis seorang gadis kasar
"Maafkan kami nona.. " seru para omega ketakutan dan sebagian memilih pergi dari hadapan sang gadis
"Ckck, menyusahkan saja.. "
Dia Sabrina Ilnori anak dari seorang Elder gamma di Diamond pack. Seharusnya dia menjadi gamma meneruskan jabatan sang ayah namun dia tidak menginginkan jabatan itu. hingga akhirnya adiknya lah yang harus mengalah dan kini menjadi gamma menggantikan sang ayah dan kakaknya.
Sebenarnya siapa gadis yang menjadi mate alpha darren itu. Apakah dia lebih hebat dari ku hingga membuat moon goddes menyatukan mereka berdua.. tidak ini tidak bisa dibiarkan, aku akan melakukan cara apapun untuk mendapatkan darren bahkan jika harus membunuh matenya..
"Apa yang membuatmu melamun nona Sabrina..? " tanya Valker sang beta diamond pack
"Tidak ada tuan Valker.. "
"Jika begitu kembalilah melatih pasukan muda, kulihat sejak tadi Gerald sangat kesusahan melatih mereka seorang diri.. "
"Baiklah kalau begitu saya permisi dulu.. "
"Silahkan nona.. "
Valker menatap kepergian Sabrina, bukan rahasia umum lagi jika nona Ilnori itu menyukai alpha mereka.
Valker menggeleng pelan "Pasti gosip tentang mate alpha darren sudah sampai di telinganya, sungguh kasihan sekali dia mencintai seseorang yang bukan matenya.. "
Valker pun memutuskan untuk pergi dan menemui Darren karena ada hal penting yang harus dia bahas.
Sesampainya di ruangan Darren, Valker langsung mengetuk pintu dan ketika sudah disuruh masuk barulah ia masuk.
"Ada apa..? " tanya Darren
"Alpha rogue yang berhasil kabur dari perang tempo hari membuat sarang di hutan yang tak jauh dari black land, apakah kita akan kembali menyerang mereka..? "
"Untuk sementara jangan ada yang bergerak jika yang mulia putri Keisya belum menjatuhkan perintah.. "
"Baik alpha.. "
"Tetap awasi pergerakan para rogue itu, jangan sampai mereka membuat kekacauan disetiap pack.. "
"Perintah di laksanakan alpha.. "
Sedetik kemudian pandangan Valker terlihat berkabut yang menandakan jika dirinya tengah melakukan mindlink dengan para bawahannya untuk melaksanakan perintah sang alpha king.
Setelah mindlink itu selesai, Valker pun kembali menatap alpha Darren
"Apa ada sesuatu lagi..? " tanya Darren dingin
"Tidak alpha hanya saja ini agak melenceng dari pembahasan ini.. "
"Katakan.. "
"Kapan anda akan membawa luna ke pack kita alpha..? "
Darren yang semula fokus pada berkas-berkas di depannya mendadak menatap Valker dengan tajam.
"Aku akan membawanya jika kondisi pack ini sudah mulai aman, kau tau sendiri di pack ini masih banyak mata-mata musuh yang berkeliaran. aku tidak ingin mate ku terluka dan berada dalam bahaya.. "
"Saya mengerti alpha. tapi sepertinya nona Sabrina perlu di awasi mengingat bagaimana agresifnya dia pada anda.."
"Tentu, itu tugas khusus untukmu.. " sahut Darren tersenyum miring
"Baik alpha.. "
**Hai semuanya...
maaf banget klo aku jarang up dan membuat kalian menunggu terlalu lamaπππ..
selamat membaca..
merci**.