
Malam hari, tepatnya setelah makan malam selesai tanpa pamit pada yang lainnya Keisya langsung saja menteleportasikan dirinya dan Sergia menuju hutan white land yang berada jauh dari academy.
"Hah!!! kita ngapain kesini Key..?" tanya Sergia terkejut kala dirinya sudah tiba dihutan yang sangat gelap.
"Memulai latihanmu.." sahut Keisya dingin
Sergia terdiam dia sedang menerka-nerka latihan apa yang akan dia terima dari Keisya saat dihutan white land ini.
"Sergia Lusionna De Vallen putri vampir dengan kekuatan controlling benar..?" tanya Keisya yang sedang memejamkan matanya sambil duduk di atas sebuah pohon yang tidak terlalu tinggi
"Benar, kau tau dari mana padahal aku belum pernah menunjukkan kekuatan ku padamu..?" ucap Sergia sekaligus bingung
"Kau tidak perlu tau. Baiklah, jika kau memang seorang pengontrol aku ingin melihat kau mengontrol sesuatu.." ucap Keisya menatap tajam Sergia yang berada dibawahnya
"Sepertinya Keisya sudah mulai banyak berbicara pada ku, ini adalah salah satu keajaiban.." batin Sergia
"Aku harus mengontrol apa..?" tanya Sergia bingung
Keisya menyeringai, kemudian dia mengangkat tangannya sambil mengucapkan sebuah mantra
"Kragtige magiese mannequin is gevorm.." ucapnya
Lalu setelah mantra itu terucap dari bibir Keisya terlihatlah sebuah manekin yang menyerupai seorang pendekar dengan membawa pedang yang berwarna hitam.
Sergia yang melihat itu pun terkejut, matanya melotot seakan tidak mempercayai apa yang dilihatnya.
'Manekin' pikirnya
"Aku ingin kau mengontrol manekin itu.." ucap Keisya dengan nada dingin
"Aku akan berusaha Key.." sahut Sergia tegas
Sergia pun menatap manekin yang juga sedang menatapnya. Lalu tanpa di duga saat Sergia ingin mengontrolnya manekin itu malah menyerang dirinya hingga membuatnya terlempar. Tidak ingin kalah dari manekin itu, Sergia pun langsung melesat dan memukulkan busurnya pada si makenin, hingga membuatnya sedikit terbentur.
"Astaga manekin ini sangat kuat, bahkan serangan ku saja hanya mampu membuatnya sedikit terbentur.." batin Sergia terkejut
"Dia kurang fokus..." ucap Keisya pelan
Sergia pun memanjat sebuah pohon dengan kecepatan vampirnya dan langsung melepaskan anak panahnya untuk menyerang manekin sihir itu. Tapi siapa sangka jika sang manekin itu juga melepaskan pedangnya untuk menebas Sergia.
Sergia terengah-engah lalu menatap Keisya "Key, mengapa manekinnya kuat sekali..?"
Sergia menghindar agar pedang si manekin tidak menebas kepalanya
"Bukan manekinnya yang kuat tapi kamu yang terlalu lemah..." ejek Keisya membuat Sergia terdiam
"Seharusnya kamu fokus, dan tidak memikirkan apapun.." sambungnya lagi
"Lihat ini.." ucap Keisya mengangkat tangannya lalu manekin yang tadinya menyerang Sergia berbalik menunduk di depannya karena sudah dikontrol oleh Keisya
"Begini yang dinamakan mengontrol.." ucap Keisya kembali
Sergia terkejut karena Keisya juga bisa mengontrol manekin itu.
"Key, kamu juga mempunyai kekuatan controling..?" tanyannya dengan mata melotot
"Mungkin.." jawab Keisya ambigu
Keisya lalu menghilangkan manekin itu dan melihat jam tangan yang melingkar di tangannya
"Kita sudahi dulu untuk hari ini.." ucap Keisya yang membuat Sergia mengangguk
Lalu Keisya mengenggam tangan Sergia dan mereka pun menghilang dalam teleportasi milik Keisya.
Sementara di kamar asrama terlihat Alin yang duduk dengan bosan.
"Huh! Sergia lama sekali sih latihannya.." keluh Alina
Tak lama didepannya muncul cahaya, lalu dari cahaya itu muncul Sergia dengan wajah yang penuh peluh dan beberapa luka ditubuhnya.
Sergia jatuh terduduk di sofa membuat Alin spontan berlari ke arahnya
"Gia, kamu kenapa..?" tanya Alin panik
"Aku gak apa-apa Lin.." sahut Sergia pelan
"Gak apa-apa gimana? Liat nih badan kamu penuh luka semua. Emang latihannya seperti apa sih..?" tanya Alina
"Latihannya seru kok, aku jadi tahu kalau kekuatan yang aku punya selama ini belum ada apa-apanya waktu aku ngelawan manekin itu..." sahut Sergia
"Manekin...?" tanya Alina penasaran
"Iya manekin. Keisya membuat sebuah manekin yang menyerupai seorang pendekar untuk aku control. Tapi manekin itu sangat sulit untuk dikontrol.." jelas Sergia
"Iya.."
Alina pov
Tadi setelah makan malam selesai Keisya langsung membawa Sergia bersamanya untuk melatih kekuatan Sergia.
Terpaksa aku harus kembali ke asrama sendirian, perkataan Keisya kembali terngiang di telingaku.
Jujur aku tidak mengerti apa maksudnya. Tapi ntah mengapa aku merasa di dalam tubuhku ini memang harus ada yang diperbaiki.
Di saat aku sedang memikirkan apa yang harus diperbaiki dalam sifatku tiba-tiba ada sebuah cahaya berpendar tidak jauh dari tempatku duduk. Lalu dari cahaya itu muncul Sergia dengan wajah yang penuh peluh dan banyak luka ditubuhnya.
Aku sangat khawatir padanya, aku segera membantunya untuk duduk di sofa.
Alina pov end
Sergia pun berdiri dan meninggalkan Alina sendiri di sofa.
"Biar ku bantu..." ucap Alin sambil memegang tangan Sergia
"Tidak apa Alin aku bisa sendiri.." sahutnya membuat Alin mendesah pelan
***
Disinilah Keisya berdiri, di atas sebuah pohon yang sangat tinggi di desa Bronress. Memang setelah mengatar Sergia ke asrama, Keisya tidak langsung masuk kekamarnya melainkan pergi ke desa Bronress karena dia mendapat kabar jika desa itu sedang diobrak-abrik oleh sekelompok penjahat berjubah.
Teriakan demi teriakan terdengar memilukan karena banyaknya korban yang dibantai. Keisya langsung menyihir pakaiannya menjadi pakaian yang sering dia pakai saat membantu para warga.
Pakaian berjubah dan topeng berwarna putih yang menutupi mata juga hidungnya hingga tidak ada yang menyadari jika itu adalah Keisya.
"Warm borrels..."
Seringai tercetak dibibir Keisya saat dirinya berhasil menyerang salah satu penjahat berjubah itu.
"Siapa disana..?" teriak seorang dari penjahat berjubah itu
"Weerlig aanval.." sebuah petir menyambar pohon tempat Keisya bersembunyi membuatnya menampakkan diri
"Wah-wah.. Ada yang ingin menjadi pahlawan rupanya.." ejek si penjahat berjubah
"Pahlawan? Kata apa itu..?" tanya Keisya dengan nada dingin dan mengejek
"Beraninya kau menganggu kami.."
"Sebuah hiburan jika aku bisa menganggu kalian.." sahut Keisya
"Sepertinya anak kecil ini membutuhkan sebuah pelajaran yang berharga rupanya.." sahut seorang lagi yang mempunyai badan agak tegap
"Tapi sayangnya aku sudah bosan dengan berbagai pelajaran. Bagaimana jika kita bermain.." ucap Keisya menyeringai
Keisya memang sangat ahli dalam memancing emosi seseorang, dan jika seseorang itu emosi maka sangat mudah untuk mengalahkannya.
Langsung saja ketiga penjahat berjubah itu menyerang Keisya dengan pedangnya dan langsung disambut keisya dengan pedangnya juga. Tapi sebelum itu dia membuat sebuah manekin untuk membantunya melawan para penjahat itu.
"Kragtige magiese mannequin is gevorm.."
Manekin itu pun juga ikut menyerang para penjahat sehingga sedikit dapat membantu Keisya.
"Aku mulai bosan dengan permainan ini.." ucap Keisya dingin
Lalu Keisya pun mengangkat pedangnya tinggi dan menghunuskannya ke arah para penjahat itu, hingga membuat dua dari mereka berubah menjadi abu dan lenyap dihembus angin.
Tinggal satu lagi yang belum lenyap tapi sudah dapat dilihat jika yang satu itu sudah mengalami banyak luka yang membuatnya tidak berdaya.
"Aku akan kembali untuk balas dendam gadis bertopeng.." ucap si penjahat berjubah itu lalu kemudian dia menghilang
"Akan aku tunggu.." ucap Keisya dingin
Keisya pun melangkah mendekati beberapa rumah yang hangus terbakar lalu dari tangan Keisya keluar cahaya yang berkilau, dan cahaya itu menyebar mengelilingi beberapa rumah penduduk yang rusak hingga kembali membentuk seperti sedia kala.
"Terima kasih gadis bertopeng.." ucap seorang warga yang rumahnya diperbaiki Keisya
Keisya mengangguk lalu dirinya pun menghilang dibawah sinar rembulan.
Selesai..
Jangan lupa vote dan comment.
Merci.