
Disaat-saat sulit seperti ini Keisya malah merindukan Andrew, biasanya lelaki itu yang akan dengan suka rela membantunya. Padahal sudah lama Keisya hidup di dunia Magical ini dan baru sekarang dia merindukan Andrew.
Bayangan wajah Andrew yang sedang menjalankan misi di markas berputar di kepala Keisya. Bahkan tak jarang senyum dan ocehan lelaki itu pun bersahutan terdengar di telinganya.
"Keisya.." Ratu Azusa melambaikan tangannya di depan wajah Keisya hingga membuat lamunan Keisya buyar
"Ibu, sejak kapan ada disini?" tanya Keisya sedikit terkejut
"Sejak tadi, Ibu hanya ingin melihat keadaan mu.." sahut Ratu Azusa sambil tersenyum lembut
"Maafkan aku yang tidak menyadari kehadiran ibu.."
"Tidak apa-apa nak. Sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan Key hingga membuat mu melamun?"
"Tidak ada Ibu.."
Ratu Azusa menggelengkan kepalanya pelan "Jangan berbohong pada ibu.."
"Key hanya memikirkan tentang negeri magical kedepannya Bu.." sahut Key berbohong sambil menghela nafas kasar
"Percaya pada dirimu sendiri nak, ibu percaya kau pasti bisa menjaga negeri ini bersama dengan rekan-rekan mu.."
"Terima kasih ibu.."
"Terima kasih kembali nak, kalau begitu ibu pergi dulu, ibu ingin menemui ayahmu.."
"Iya ibu.."
Pintu kamar Keisya kembali tertutup dengan rapat seiring perginya Ratu Azusa. Keisya kembali menatap bulan lewat jendela. Kali ini ada yang berbeda dengan keadaan White Land yaitu penyihir dari black land sudah jarang menampakkan batang hidungnya di wilayah white land. Tetapi hal ini patut dicurigai karena mungkin saja mereka sudah menyiapkan sesuatu untuk perang yang akan terjadi nanti.
Ruang singgasana..
Terlihat Raja Argus sedang duduk sambil memperhatikan sebuah kristal yang terus berputar di depannya. Kristal itu adalah sumber kekuatan kerajaan Emerald yang ada di dalam tubuh Raja Argus.
Kristal kehidupan namanya. Hanya Raja dan Ratu terdahulu yang mengetahui tentang kristal itu dan sekarang Ratu Azusa pun sudah mengetahuinya. Kristal kehidupan merupakan benda pusaka turun temurun dari Raja-Raja sebelumnya kepada Raja yang akan memimpin negeri magical selanjutnya.
"Kenapa yang mulia mengeluarkan kristal kehidupan di ruang singgasana, bagaimana jika ada yang melihatnya..?" Ratu Azusa yang baru datang pun di buat terkejut dengan hal yang dilakukan oleh suaminya
"Ah, sayang kau membuat ku terkejut.." seru Raja Argus
"Maafkan hamba yang mulia karena telah membuat anda terkejut.." seru Ratu Azusa menunduk hormat
"Tidak apa-apa sayang.."
"Tapi mengapa yang mulia mengeluarkan kristal kehidupan di ruang singgasana..?"
"Aku hanya ingin melihatnya sebelum aku mewarisinya kepada putri kita.."
"Apa anda yakin putri kita mau menerima ini..?"
"Mau tidak mau putri kita wajib menerima ini Azusa, dia adalah calon penerus kerajaan Emerald Kingdom.."
"Tapi aku ragu yang mulia, aku takut putri kita tertekan. Dia sudah cukup tertekan dengan keadaan White land saat ini.." lirih Ratu Azusa berlinang air mata
"Aku yakin dia pasti mau Azusa.."
....
Alvian menghampiri ayahnya yang sedang berada di ruang kerjanya. Dia ingin menyampaikan bahwa dirinya termasuk dalam rekan Keisya dalam menjaga negeri Magical ini.
Pintu diketuk dan setelah diperbolehkan masuk, Alvian langsung saja masuk ke dalam dan menghampiri ayahnya.
"Salam Kepada ayahanda Raja.." salam Alvian sambil menunduk hormat
"Ada apa pangeran..?" tanya Raja Marvel
Alvian pun duduk di kursi yang berada di depan ayahnya dan menarik nafas dalam-dalam. Mata tajamnya menatap serius ke arah Raja Marvel.
"Ayah apa ayah ingat tentang ramalan yang pernah disampaikan oleh peramal Yuan..?" tanya Alvian
Raja Marvel mengerutkan keningnya dan mencoba mengingat ucapan sang peramal.
"Hmm, apakah ramalannya yang mengatakan jika suatu hari nanti akan datang 5 orang terpilih untuk melindungi negeri magical?"
"Benar ayah tepat sekali.." sahut Alvian dengan mata yang berbinar
"Lalu ada apa dengan hal itu..?"
"Aku ingin memberi tahu ayah sesuatu tapi berjanjilah untuk tidak mengatakannya pada siapa pun termasuk ibu.."
"Ada hal apa pangeran Alvian? Apakah ada masalah penting?"
"Hmm begini ayah, beberapa hari yang lalu di Academy aku bermimpi di datangi oleh seseorang dan dia mengatakan kalau aku adalah bagian dari penjaga negeri magical.."
"Jangan mengada-ada pangeran, kau tau hukuman apa yang didapatkan oleh seorang pembohong di kerajaan ini bukan?" seru Raja Marvel marah
"Aku serius ayah, aku tidak berbohong. Jika ayah tidak percaya tanyakan saja pada Yang mulia putri Keisya.."
Raja Marvel mengerutkan sebelah alisnya dan menatap tidak percaya pada putranya.
"Jangan karena kau telah bertemu dengan Yang mulia putri Keisya di hari ulang tahunnya kau berbicara dusta pada ayahmu pangeran.."
Alvian menghembuskan nafas kasar, dia tidak tau bagaimana caranya untuk mengatakan hal ini kepada ayahnya. Dia sangat tau ayahnya adalah orang yang tidak mudah percaya pada siapa pun termasuk dirinya yang berstatus putranya sekalipun.
"Ayah, aku tidak pernah berkata bohong pada ayah sebelumnya. Kali ini aku serius bahkan yang mulia putri Keisya pun sudah mengakui ku.."
"Perlihatkan buktinya jika ingin di percaya.."
Dengan segera Alvian pun melakukan telepati pada Keisya untuk meminta gadis itu datang ke kerajaannya. Benar saja, tidak sampai beberapa menit gadis bersurai coklat itu sudah berdiri tegap di hadapan Alvian dan Raja Marvel.
"Salam kepada Yang mulia putri Keisya.." seru Alvian dan Raja Marvel
"Berdirilah, salam ku terima.." sahut Keisya dingin
"Ada apa pangeran Alvian..?" tanya Keisya
"Begini yang mulia, aku sudah menjelaskan tentang posisiku lada ayahku yang berstatus sebagai salah satu dari penjaga negeri
magical.."
"Lalu..?"
"Ayahku tidak percaya Yang mulia putri, dia meminta bukti padaku, itulah sebabnya kenapa aku memanggil anda.."
Keisya menatap Raja Marvel dengan teliti.
"Apa yang dikatakan oleh pangeran Alvian adalah kebenaran." sahut Keisya
Setelah mengatakan hal itu, Keisya pun kembali berteleport meninggalkan Raja Marvel yang masih dalam keterkejutannya.
"Bagaimana mungkin.." lirih Raja Marvel terkejut sambil memijit pelipisnya
"Ayah sudah percaya bukan? kalau begitu rahasiakan dari semua orang termasuk dari ibu karena jika rahasia ini bocor nyawa putra mu ini yang akan melayang.."
"Baiklah.."
"Ya sudah kalau begitu aku pamit ayah, sampai bertemu lagi.."
Alvian pun meninggalkan Raja Marvel di dalam ruangannya sendirian. Setelah merasa lebih baik Raja Marvel kembali melanjutkan pekerjaannya yaitu memeriksa laporan dari para pengawal yang berjaga di perbatasan.
....
Keisya memilih ke hutan White land untuk bertemu Draka. Tetapi sesampainya di disana dia tidak merasakan hawa keberadaan sang Naga merah tersebut.
"Kemana Draka?" gumam Keisya bingung
Keisya menajamkan semua inderanya agar mengetahui keberadaan sang Naga, hingga akhirnya dia menemukan keberadaan Draka.
Keisya pun berteleport ke tempat dia merasakan hawa keberadaan Draka. Disana Key melihat naga itu sedang mengawasi seseorang.
"Apa yang kau lakukan Draka..?" tanya Keisya mengejutkan Draka yang sedang mengintai
"Ah, Yang mulia putri mengejutkan hamba.." seru Draka sambil menggeram kecil
"Ada apa..?"
"Lihatlah yang mulia, Jendral Danzo menggunakan sihir manipulasi pada beberapa rakyat.."
Keisya pun mengalihkan pandangan ke arah Jendral Danzo dan Keisya pun mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Beraninya mereka mengusik white land lagi.."
"Tunggu dulu yang mulia.." seru Draka menahan pergerakan Keisya
"Ada apa..?"
"Lihat di sana ada panglima Emma, mungkin dia juga yang membantu Jendral Danzo untuk melakukan hal ini. Jika yang mulia Bertindak sekarang maka kita akan kalah.."
Keisya pun menghela nafas panjang, dia kesal karena tida bisa berbuat apa-apa disaat rakyatnya butuh pertolongan.
"Tunggulah kalian, perang tidak akan lama
lagi.." gumam Keisya kemudian dia berteleport pergi meninggalkan Draka