
Istana Emerald terlihat ramai pagi ini dengan para pengawal dan pelayan berlalu lalang sambil membawa sesuatu untuk keperluan acara.
Yah, hari ini adalah hari penyambutan dan pengenalan putri Keisya kepada seluruh warga negeri Magical. Semua orang boleh datang ke acara ini baik itu dari kalangan bangsawan maupun rakyat jelata. Semua rakyat bersuka cita karena akan melihat keturunan dari seorang Raja kerajaan terbesar di dunia Magical.
Sementara itu di salah satu kamar megah para pelayan sedang sibuk menyiapkan keperluan sang Ratu.
"Mari saya bantu memakaikan pakaian yang mulia.." seru seorang dayang yang datang sambil membawa gaun berwarna gold dan memasangkannya di tubuh Ratu Azusa
"Kalian tolong bantu putri Keisya bersiap.." seru Ratu Azusa
"Baik yang mulia.." sahut beberapa pelayan kemudian berjalan menghampiri putri Keisya dan membantunya mempersiapkan diri
"Apa sudah selesai..?" tanya Raja Argus yang baru saja datang
"Sebentar lagi yang mulia.." sahut Ratu Azusa sambil tersenyum lembut
Raja Argus mengangguk kecil dan berjalan menghampiri putri Keisya yang sedang di rias oleh pelayan.
Para pelayan yang melihat kedatangan Raja mereka pun menunduk hormat.
"Yang mulia.." seru mereka para pelayan
"Berdirilah.." seru Raja Argus
"Bagaimana persiapan putriku..?" sambung Raja Argus bertanya mengenai putri Keisya
"Sebentar lagi selesai yang mulia, kami hanya tinggal memakaikan gaun dan sepatu tuan putri.." sahut seorang pelayan sambil menunduk hormat
"Baiklah, segera selesaikan pekerjaan kalian.." seru Raja Argus dingin
"Baik yang mulia.."
....
Di kerajaan Apollous, seorang pangeran kecil berusia 4 tahun yang sangat tampan sedang menggerutu kesal. Bagaimana tidak, dia sudah lelah menunggu sang ibu dan adiknya tapi mereka belum juga selesai berdandan.
"Bagaimana mungkin ada orang yang memakai pakaian saja lama sekali.." gerutu sang pangeran dengan bahasa yang lancar tanpa cadel
"Bersabarlah pangeran Arzou.." seru seorang pengawal
"Paman selalu saja mengatakan sabar tapi mereka belum juga keluar dari kamar itu.." seru pangeran Arzou kesal sambil menunjuk kamar yang berpintu merah dengan pilar emas
Para pengawal itu hanya menghela nafas pasrah mendengar celotehan pangeran mereka yang memang tidak suka kalau menunggu terlalu lama.
Tak lama dari dalam kamar keluarlah seorang wanita cantik sambil menggendong seorang anak perempuan berusia 2 tahun.
"Kenapa ibu lama sekali.." seru pangeran Arzou dengan tatapan kesalnya pada sang ibu
"Maaf telah membuat pangeran kecilku menunggu terlalu lama. Tapi ibu adalah seorang Ratu tidak mungkin tidak memperhatikan penampilan.." seru sang Ratu memberi penjelasan
Pangeran Arzou memutar bola matanya malas kemudian berjalan pergi meninggalkan ibunya.
"Hah, anak itu.." seru Ratu Silva sambil menggelengkan kepalanya
Setelah itu mereka pun menaiki kereta kuda menuju kerajaan Emerald Kingdom.
Tak jauh berbeda dengan kerajaan Apollous, kerajaan Criolous juga tengah bersiap untuk pergi ke kerajaan Emerald Kingdom.
"Aku sangat penasaran untuk melihat wajah sang putri kecil itu.." seru Ratu Fina yang saat ini berada di kereta kuda kerajaan bersama suami dan putranya
"Kita akan melihatnya nanti Ratuku.." sahut Raja Marvel tersenyum lembut sambil mengelus rambut Ratunya
"Ini pasti akan menjadi acara yang panjang sekaligus menyebalkan." batin pangeran kecil berusia 4 tahun siapa lagi kalau bukan pangeran Alvian
"Kau kenapa diam saja sayang..?" tanya Ratu Fina pada pangeran Alvian
"Tidak apa-apa ibu.." sahut pangeran Alvian singkat
"Kerajaan Emerald akan sangat ramai kali ini karena katanya yang mulia Raja Argus memperbolehkan semua orang untuk
datang.." seru Raja Marvel sambil menghela nafas pelan
"Yang mulia Raja Argus memang sangat bijaksana.." sahut Ratu Fina
"Kau benar sayang, semoga saja negeri ini tetap makmur di bawah kepemimpinannya.." seru Raja Marvel
....
Ratu Azusa melangkah dengan anggun sambil menggendong putri Keisya. Raja Argus sudah pergi terlebih dahulu menuju aula untuk menyambut para tamunya.
Setibanya di depan pintu aula, pengawal yang menjaga pintu langsung mengumumkan kedatangan sang Ratu beserta tuan putri mereka.
"RATU AZUSA DAN PUTRI KEISYA TELAH TIBA.."
Ratu Azusa pun masuk dan tersenyum lembut pada semua tamu yang menghadiri acara penyambutan putrinya.
Saat akan menaiki singgasananya, Raja Argus pun dengan segera mengulurkan tangan untuk membantu Ratunya. Raja dan Ratu itu begitu romantis hingga terkadang menimbulkan kesan iri bagi yang melihatnya.
"Terima kasih yang mulia.." saru Ratu Azusa
"Kembali kasih sayang.." sahut Raja Argus
Setelah keduanya menduduki singgasana, Raja Argus langsung memulai pidatonya.
"Terima kasih untuk semua para tamu yang hadir. Aku mengumpulkan kalian disini karena ingin memperkenalkan putri pertama ku sekaligus pengangkatannya menjadi putri mahkota.." seru Raja Argus dingin lalu dia mengambil putri Keisya dari gendongan Ratu Azusa
"Mari kita keluar dari aula ini karena aku juga ingin memperkenalkan Putri ku pada seluruh rakyat negeri magical.." sambung Raja Argus
Semua tamu yang merupakan bangsawan pun mengikuti langkah Raja Argus.
Sesampainya mereka di halaman istana Emerald Kingdom, sudah banyak rakyat yang hadir karena ingin melihat calon penerus tahta dari pemimpin negeri ini.
"Wahai para rakyatku, hari ini aku ingin memperkenalkan putriku kecilku pada semua rakyat dan juga pada negeri magical ini..." seru Raja Argus sambil berdiri di atas altar
"Inilah dia putri kecil kami dan juga putri mahkota kerajaan Emerald Kingdom. Aku memberinya nama KEISYA AZURA
EMERALD..." seru Raja Argus menggunakan sihirnya sebagai pengeras suara agar seluruh rakyat tau nama dari putri mahkota.
Sorak Sorai para rakyat pun terdengar, mereka sangat senang karna bisa masuk kedalam istana Emerald Kingdom sekaligus melihat putri mahkota.
"Nama tuan putri sangat indah.." bisik seorang rakyat antusias
"Iya benar, semoga saja tuan putri bisa membawa negeri kita ini menuju kejayaan.." sahut seorang rakyat lagi
"*Semoga saja.."
"Tuan putri sangat menggemaskan, lihatlah pipinya yang merah itu.."
"Wajahnya sangat cantik aku yakin suatu saat nanti tuan putri pasti menjadi rebutan para pangeran dan laki-laki bangsawan.."
"Tentu saja aku percaya itu*..."
Ratu Azusa tersenyum mendengar respon para rakyat yang begitu antusias saat mendengar nama putrinya dan mereka begitu memuji kecantikan putrinya.
"Selamat yang mulia Raja Argus dan yang mulia Ratu Azusa atas kelahiran putri mahkota.." ucap Raja Marvel dan Ratu Fina
"Terima kasih sudah menyempatkan waktu menghadiri pesta ini.." seru Ratu Azusa sambil tersenyum
"Haha.. bukan apa-apa yang mulia Ratu.." sahut Ratu Fina
Mereka pun terlibat percakapan singkat dan kemudian Raja dan Ratu kerajaan Criolous itu pun mohon undur diri.
"Selamat atas kelahiran putri mahkota yang mulia Raja Argus dan yang mulia Ratu Azusa, semoga dewa memberkati kelahiran putri mahkota dan putri mahkota selalu dalam lindungan dewa.." seru Raja Denis dan Ratu Silva
"Terima kasih Raja dan Ratu kerajaan Apollous mau menyempatkan hadir di pesta penyambutan putri kami.." seru Raja Argus dingin
"Seharusnya kami yang berterima kasih karena yang mulia mau mengundang kami.." seru Raja Denis senang
"Kalau begitu terima kasih Raja Denis.." seru Ratu Azusa
"Tidak perlu berterima kasih yang mulia Ratu, suatu kehormatan bagi kami karena di perbolehkan melihat wajah putri mungil ini.." sahut Ratu Fina tersenyum lembut
"Ah begitu, kalau seperti itu silakan Raja dan Ratu menikmati hidangan yang tersedia.." seru Raja Argus dingin
"Baiklah kami pamit undur diri yang mulia.."
Raja Argus dan Ratu Azusa hanya mengangguk kecil disertai senyum lembut dari Ratu Azusa mengiringi langkah Raja dan Ratu dari kerajaan Apollous itu.