The World Of The Magic

The World Of The Magic
Ingin kembali tapi tidak bisa..



Sudah berhari-hari Key berada di black land. Dia juga sudah mengumpulkan semua informasi yang dibutuhkan. Dia ingin kembali tapi tidak bisa karena Raja Ergus selalu menahan niatnya untuk pulang. Sebenarnya Key bisa saja pulang dengan menggunakan kekuatan teleport-nya, tapi ada beberapa hal yang membuatnya tidak bisa menggunakan kekuatan itu.


Dan disinilah Key, duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai yang berada di dekat taman istana.


"Yang mulia putri kita terlalu lama berada disini.." kata Draka


"Aku tahu Draka, tapi kita tidak mungkin kembali begitu saja. Jika kita kembali, paman Ergus pasti curiga padaku..."


"Jadi apa yang harus kita lakukan yang


mulia..?"


"Ntahlah, aku juga tidak tahu. Aku tidak ingin berkomunikasi pada orang lain yang berada di luar wilayah black land. Karena hal itu dapat menimbulkan masalah baru nantinya.."


"Maaf yang mulia putri. Raja Ergus memanggil anda.." kata seseorang dibelakang Key


Key menolehkan kepalanya kebelakang dan melihat siapa yang memanggilnya "Baiklah, aku akan segera kesana."


Key beranjak dan langsung saja berjalan menuju ruang singgasana dengan diikuti Danzo dari belakang.


"Paman memanggilku..?" ucap Key dingin


"Iya.."


"Ada apa paman..?"


"Key, paman tahu kau merasa bosan berada disini..."


"Lalu.." potong Key cepat tanpa menunggu Raja Ergus menyelesaikan perkataannya


"Jika saja kau bukan alat untuk mendapatkan negeri magical ini, mungkin aku sudah membunuhmu karena telah berani memotong perkataanku" batin Raja Ergus mendecih


Tanpa Raja Ergus ketahui, Key mendengar semua isi hati dan pikirannya.


"Sayangnya itu tidak akan pernah terjadi.." ucap Key pelan dan tidak ada yang mendengar


"Ah, paman mengijinkan mu berjalan-jalan di sekitar permukiman warga agar kau tidak bosan Key.."


Key mendelik "Apa aku juga boleh pulang ke white land..?"


"Jangan terlalu buru-buru Key, karena paman masih sangat ingin kau berada disini.."


"Kenapa paman selalu menahanku disini? Apa paman tidak tahu, jika orang tuaku sangat mengkhawatirkan ku, terlebih semua teman-temanku yang berada di academy akan mempertanyakan keberadaan ku.."


"Kenapa kau mengkhawatirkan murid academy itu Key? Lagi bukankah kau memang tidak memiliki teman seorang pun hmm? Tinggallah disini Key, maka kau akan mendapatkan banyak sekali teman.."


"Tahu apa paman tentangku.." kata Key dingin dan sesekali terlihat bibirnya menyunggingkan senyum smirk andalannya


"Paman tahu, karena selama ini mata-mataku selalu memperhatikan pergerakan mu.."


"Begitu. Lalu mengapa paman malah menculik ku di hari ulang tahunku..?"


"Karena hari itu merupakan hari yang pas untuk membawamu bersama ku.."


"Hah!! Untuk apa paman membawa ku kesini? Apa aku ingin paman jadikan sebagai alat untuk mendapatkan tahta ayahku..?"


Raja Ergus terlonjak kaget mendengar penuturan Key yang tepat sasaran, tapi dia segera mengubah eksperesi-nya menjadi seperti biasa.


"Tidak mungkin aku memperalat keponakan ku sendiri. Aku tidak setega itu.."


"Lalu mengapa paman masih menahan ku disini..?" Key masih kekeuh dengan pertanyaan-nya


"Itu karena paman ingin mengulang waktu yang tidak pernah paman berikan padamu waktu kecil.."


"Omong kosong.." kata Key sinis


Raja Ergus menahan kemarahannya saat berhadapan dengan Key, tangannya mengepal hingga kuku-nya memutih karena menahan diri. dirinya tidak ingin kehilangan aset berharga yang dapat membuatnya menjadi pemimpin di negeri sihir magical land ini.


Key segera beranjak dari sana, tanpa mendengar kelanjutan pembicaraan yang dikatakan oleh Raja Ergus. Sebelum Key benar-benar pergi dari sana, dia dengan sengaja menjatuhkan sebuah kelopak bunga yang telah di modifikasi untuk memberikan pesan suara jarak jauh. Huh jangan lupakan jika dulu Keisya merupakan seorang Leader mafia black rose.


"Kita lihat saja apa yang akan terjadi disini.." batin Key


Setelah Key pergi, Emma langsung saja menghampiri Raja Ergus yang terlihat sudah melepaskan emosinya dengan menyerang beberapa pengawal yang berjaga disekitarnya.


"Yang mulia tenanglah.." seru Emma yang datang tergesa-gesa


"Anak itu benar-benar menjengkelkan.."


"Yang mulia benar, sifatnya sangat tidak mencerminkan seorang putri yang polos dan menawan melainkan mencerminkan seorang putri yang terkesan licik."


"Dia seperti Argus yang sangat keras kepala dan selalu ingin menang saja.."


Emma mengangguk "Sebenarnya apa yang anda rencanakan? Mengapa anda menahan gadis itu disini..?"


"Apa anda yakin gadis itu tidak mengetahui rencana anda..?"


"Dia tidak akan mengetahui rencana ku. tenanglah Emma, walaupun dia seorang putri tapi dia hanya gadis biasa yang polos. Dia sama seperti para putri dan pangeran lainnya di white land.."


"Antara tidak percaya dan percaya, disitulah aku berada sekarang yang mulia.."


"Terserah kau saja Emma, tapi yang terpenting sekarang aku akan membuat Key percaya dan memihak padaku.."


Sementara di kamar yang bernuansa hitam gold itu terlihat Key yang meradang marah karena mendengar ucapan Raja Ergus yang terlalu meremehkannya.


"Dia belum tahu seberapa besar pengaruhku diwilayahnya ini.." kata Key Sinis dan dingin. Matanya berkilat dan bola matanya menampilkan siluet jelas wilayah black land dan white land yang memang berada di dalam kuasa-nya.


"Lalu apa rencana yang mulia putri..?"


"Lihat saja nanti dan akan ku pastikan Raja sombong itu mendapatkan karma karena perkataannya yang terlalu meremehkan orang lain.."


***


Alvian yang tengah duduk di atas kasur di asramanya mendadak kaku dan mengerang karena dia merasa panas di dadanya.


"Apa yang terjadi? Mengapa dadaku terasa panas..?" lirihnya sambil meremas dadanya kuat


Zou yang baru saja keluar dari kamar mandi mengkerutkan alis bingung melihat tinggah teman sekamar dan merupakan sahabatnya itu.


"Ada apa Vin? Mengapa kau seperti


kesakitan..?" tanya Zou


"Dadaku panas sekali.."


Seketika Zou panik "Ayo keruang kesehatan.." katanya sambil membopong Alvian keluar dari kamar.


Dilorong menuju UKS mereka berpapasan dengan Alina yang membopong Sergia yang keadaannya sama persis dengan Alvian.


"Kakak.." panggil Alina


"Apa yang terjadi Alin? Ada apa dengan Sergia..?"


"Entahlah kakak, sedari tadi Gia selalu saja mengerang kesakitan. Dia mengaku merasakan panas didadanya.."


"Apa yang sebenarnya terjadi? Alvian juga merasakan hal yang sama dengan Sergia.."


"Sebaiknya kita membawa mereka ke ruang kesehatan terlebih dahulu kakak.."


Zou mengangguk setuju dengan perkataan Alina. Kemudian kedua kakak beradik itu membopong kedua temannya yang kesakitan menuju satu ruangan yang didalamnya terdapat banyak tumbuhan obat-obatan dan ada tabib juga yang akan mengobati mereka.


"Miss Rain.." ucap Alina terkejut saat melihat gurunya itu memasuki ruang kesehatan tempat mereka berada kini


"Apa yang terjadi..?" tanya Miss Rain


"Kami juga kurang mengerti Miss. Tiba-tiba saja mereka berdua mengeluh merasakan sakit di dadanya.." kata Zou


"Tapi sekarang mereka sudah lebih baik kok Miss.." sambung Alina kemudian


Miss Rain menghela nafas pelan "Kalian tidak perlu cemas, ini hanya sekedar reaksi dari kemarahan Key saja.."


Alina dan Zou terkejut "KEMARAHAN KEY.." kata mereka serentak


"Benar.."


"Mengapa bisa berimbas pada Alvian dan Sergia Miss..?" kata Alina setelah berhasil menguasai diri


"Itu karena pangeran Alvian dan Putri Sergia memiliki hubungan batin dengan Key.."


"Hubungan batin? Apa maksudnya Miss..?" kata Zou


"Iya, pangeran Alvian dan putri Sergia memiliki ikatan batin emosi yang terletak pada kemarahan. Jika Key sedang dalam puncaknya kemarahan maka mereka berdua akan merasakan dampaknya.." jelas Miss Rain dan itu membuat Zou dan Alina mengerti


"Sebenarnya kalian juga memiliki ikatan batin dengan Key, tapi aku belum tahu dimana letak ikatan itu berada.."


"Begitu ya Miss.." kata Alina pelan


"Semoga yang mulia putri Key baik-baik saja disana.." kata Zou lagi


Selesai....


Jangan lupa vote dan comment ya gays.


Merci.