The World Of The Magic

The World Of The Magic
Keisya Azura..



Terlihat Key berjalan dilorong academy dengan wajah datarnya, kali ini dia tidak ingin berteleport.


Pintu besar yang bertuliskan cafetaria itu terbuka dan menampilkan sosok Key yang berjalan menuju kursi yang biasa dia gunakan saat berada di ruang makan tersebut, kursi yang berada di pojok ruangan.


Tak lama datanglah Zou, Alvian, Alina dan Sergia. Mereka duduk di tempat yang sama dengan Key.


Mereka semua memandang ke arah Key membuat gadis bersurai coklat itu berdecak.


"Ngapain kalian melihat ku seperti itu.." seru Key dingin


"Eh.."


"Hmm..."


Mereka semua terlihat kikuk saat Key mengapa mereka.


"Ngapain kalian melihat ku seperti itu..?" tanya Key lagi


"Kok kamu jadi dingin lagi sih Key, padahal semalam kamu bicara santai dan tidak dingin pada kami.." jelas Alina


"Semalam..?" tanya Key bingung sambil mengkerutkan alisnya


"Iya kamu semalam datang ke mimpi kami.." seru Alvian


Kening Key berkerut, mencoba mengingat sesuatu hingga ingatannya berputar saat dia berada di hutan white land kemarin.


Flashback


Saat Key berada dihutan white land dia melihat Draka yang murung.


"Ada apa Draka..?" tanya Key sambil mengelus kepala Draka


"Tidak apa yang mulia putri, aku hanya ingin bermalas-malasan.."


"Apa kau ingin bernyanyi bersama ku..?"


"Tentu saja, dan aku ingin anda menyanyikan lagu itu untuk menghibur semua hewan yang ada di hutan ini.."


"Baiklah sesuai permintaan mu Draka.." seru Key menunduk ala-ala putri yang elegant


Draka tersenyum dengan tulus melihat Key.


Belalai gajah yang panjang....


Sayap burung dara..


Ikan di laut berenang...


Tuhan penciptanya..


"Suara mu bagus.." seru seseorang dibelakang Key


Key berbalik dan melihat seorang wanita cantik terbang menggunakan selendang di depannya.


"Dewi mimpi.." lirih Key pelan


"Iya ini aku putri Emerald.." sahut Dewi mimpi


"Apa yang kau inginkan..?"


"Jangan terlalu dingin putri Emerald.."


"Katakan saja apa yang kau inginkan dewi, aku tidak punya banyak waktu.."


Dewi mimpi tersenyum manis, dia tahu gadis yang berada di depannya memanglah gadis yang sangat dingin.


"Maaf jika aku mengganggu mu.." seru dewi mimpi dan Key hanya membalasnya dengan anggukan kepala


"Aku ke sini hanya ingin meminjam wajah mu. Aku ingin menemui keempat rekan mu yang sudah dipilih takdir.."


"Mengapa harus wajahku. Tidak bisakah kau menggunakan wajah mu saja.."


"Untuk kali ini tidak bisa.."


"Terserah kau saja dewi.."


"Baiklah, tapi apakah aku boleh menyanyikan lagu mu itu juga? Hanya untuk memancing mereka menemuiku di dunia mimpi.."


"Terserah..."


"Tenang saja putri Emerald, aku hanya akan menyanyikannya sebait saja.."


"Sudah kukatakan dewi, terserah kau


saja.."


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.."


Setelah kepergian sang dewi mimpi Key menghela nafas pelan, dia tahu kalau rekannya tidak akan berada jauh dari tempatnya atau lebih tepatnya rekannya masih termasuk murid Academy Magica.


Flashback off


"Aku tidak pernah menemui kalian di dunia mimpi.." seru Key dingin dan beranjak dari tempatnya duduk


"Tapi kami tahu kalau kau penjaga negeri magical.." seru Alvian pelan takut murid yang lain mendengar pembicaraan mereka


"Lalu, apa ada masalah dengan itu..?" tanya Key santai


Sebenarnya dia terkejut karena mereka mengetahui sedikit identitasnya, tapi mau bagaimana lagi ini semua ulah dari dewi mimpi.


"Andai saja dewi itu tidak memakai wajah ku pasti mereka tidak akan mengetahui ini.." batin Key


"Kami rekan mu Key.." lirih Sergia yang sedari tadi diam


"Tidak bisakah kau sedikit berbagi dengan kami..?" sambungnya


Key melirik sinis ke arah rekan-rekannya dan kemudian dia berteleport meninggalkan cafetaria.


***


"Ku dengar hasil eksperimen mu dikalahkan oleh musuh yang tidak terlihat..?" tanya Raja Ergus pada Emma yang berdiri di belakangnya


"Ya, yang mulia.." sahut Emma lirih


"Bukankah kau bilang eksperimen mu kali ini berbeda dengan eksperimen mu yang sebelumnya.."


"Benar yang mulia, dan aku sudah menguji cobanya. Namun dia berhasil mengalahkan monster milik ku..." seru Emma kesal


Raja Ergus tersenyum sinis "Bukan kah sudah ku beri saran untuk mengirim mata-mata heh. Kirim mata-mata handal, dan buat mereka bisa hidup berbaur dengan penyihir white land, maka kau akan mendapatkan informasi yang bagus.."


"Maaf yang mulia, awalnya aku mengira ini akan berhasil..." seru Emma menunduk


"Tidak apa, tapi setidaknya monster milik mu mampu membuat sebagian penduduk desa ketakutan.."


Emma mengangguk, lalu kemudian dia meminta ijin untuk undur diri.


Emma kini berada di laboratorium rumahnya, dia mengambil alat-alat bedah untuk kembali membuat eksperimen yang jauh kebih kuat dari yang sebelumnya.


"Kalian pikir penyihir lemah seperti kalian bisa mengalahkan ku dengan mudah heh.."


"Aku Emma Delva seorang panglima dan ilmuan terbaik di wilayah black land. Kalian akan menerima akibatnya karena sudah bermain-main dengan ku.."


"Aku tidak akan pernah mengampuni orang yang sudah membuat diri ku kesal.."


Emma menggerutu, tapi tangan dan matanya fokus pada apa yang sedang dikerjakannya.


Emma memang seorang ilmuan yang hebat, banyak yang mengandalkan dirinya untuk membuat banyak monster yang digunakan untuk menjaga perbatasan antara black land dan white land.


Sementara di kerajaan black land, Raja Ergus duduk di singgasana dan pikirannya berputar mengingat gadis bertopeng yang pernah menyusup ke istananya, dan pada saat itu gadis bertopeng tersebut juga tidak kelihatan. Sehingga Rey dan Danzo tidak tahu keberadaannya.


"Aku yakin ini ada hubungannya dengan gadis bertopeng itu.." seru Raja Ergus


***


Miss Rain meminta Key untuk menemuinya di ruangannya. Awalnya Key menolak tapi Miss Rain terus memaksanya.


"Ada apa bi..?"


"Apa kau sudah menemukan cara untuk mengatasi kekuatan protectorul..?"


Key menghembuskan nafas kasar, dia hampir saja melupakan soal itu.


"Astaga, aku hampir saja melupakan itu..." lirih Key


Miss Rain mengangguk "Apa kau sudah menemukannya..?"


"Belum, kalau bibi. Apa bibi sudah menemukannya...?" tanya Keisya balik


"Belum juga Key.."


"Bibi juga sudah menyusuri semua buku-buku kuno yang berada di perpustakaan rumah bibi. Tapi bibi tidak menemukan apa-apa.."


"Tidak apa bi, aku yang akan mencarinya.."


"Maaf Key bibi akan terus membantu mu.."


"Itu harus, bibi harus membantuku.."


"Oh iya bi, aku sudah menemukan rekan ku.."


"Benarkah..?"


"Hmm..."


"Siapa mereka? Apa kekuatan mereka? Lalu dari daerah mana mereka...?"


"Jangan terlalu antusias bi, mereka masih termasuk murid Academy Magica.."


"Siapa mereka? Tapi tunggu dulu, mengapa kau terlihat tidak semangat..?"


"Zou, Alvian, Sergia dan Alina.."


"Para pangeran dan putri.."


"Iya...."


"Lalu apa yang membuat mu tidak


semangat...?"


"Aku tidak tahu apa element lain yang berada dalam tubuh mereka, atau lebih tepatnya element itu belum muncul..."


"Dan sebelum element itu memunculkan wujudnya pada leadernya, maka aku tidak akan mempercayai mereka..."


...Selesai......


...Jangan lupa vote dan comment gays....


...Merci....