The World Of The Magic

The World Of The Magic
Munculnya penjaga negeri Magical..



"Aku merasakan, adanya kekuatan besar yang baru saja muncul.." seru Raja Ergus pada Emma sang panglima


"Aku juga bisa merasakannya yang mulia, sejak tadi monster-monster ku meraung ketakutan.." sahut Emma sambil membuang pandangan ke arah luar


"Sepertinya ada beberapa orang yang baru memunculkan kekuatannya.." seru Raja Ergus menatap langit gelap milik wilayah black land


Memang wilayah black land selalu saja gelap, tidak ada penerangan dari cahaya matahari saat siang dan tidak terlihat pula cahaya bulan saat malam hari.


"Sebenarnya kekuatan apa ini..?" lirih Emma bertanya-tanya


"Cari tahu asal kekuatan ini Emma.." perintah Raja Ergus


"Baiklah yang mulia.." sahut Emma lalu dia pun menghilang menyisakan asap hitam


***


Dihutan white land, Key duduk dengan senyum mengembang di wajahnya.


"Selamat datang rekan.." lirihnya pelan


Key dapat merasakan element yang tersembunyi di dalam tubuh para rekannya saat ini. Itu disebabkan karena element itu ingin menunjukkan diri pada leader-nya agar sang pemilik element itu diakui.


"Sepertinya anda sedang berbahagia yang mulia putri.." seru Draka yang baru saja tiba sambil membungkuk hormat


"Bangunlah Draka.."


Draka pun terbang mendekat ke arah Key dan melihat senyum senang mengembang di wajah putri Emerald tersebut.


"Apa yang membuat anda sangat senang yang mulia putri..?"


"Element mereka telah memperlihatkan wujudnya pada ku Draka.."


"Lalu, apa yang akan anda lakukan? Apakah anda akan menghampiri mereka dan menjelaskan tentang tugas-tugas mereka..?"


"Tidak Draka, seorang leader tidak akan mencari rekannya, tetapi para rekanlah yang harus mencari leadernya.."


"Tapi, bukankah mereka sudah mengetahui tentang anda..?"


"Itu benar, hanya saja aku ingin mereka bisa membuat ku nyaman dengan mereka dan yang paling penting mereka harus bisa menguasai element yang berada dalam tubuh mereka.."


"Apa anda tidak ingin membantu mereka untuk menguasai element mereka..?"


"Tidak.."


"Kenapa? Bukankah anda memiliki semua element? Itu berarti akan sangat mudah untuk membantu mereka menguasai element mereka.."


"Itu memang benar Draka, tapi ini semua tidak semudah yang dibayangkan. Aku mungkin hanya akan membantu mereka sedikit nanti.."


Draka pun mengangguk, dia tahu gadis yang selalu bersamanya itu akan selalu membantu orang yang membutuhkannya walaupun orang itu sudah mencela dirinya.


Sementara di academy, Zou duduk di taman yang dekat dengan gerbang keluar academy.


Zou pov


Aku kini duduk sendiri di taman, aku memang memilih untuk tidak bergabung dengan teman-temanku.


Aku mengangkat kedua tangan ku dan melihatnya, ntah mengapa aku merasa ada yang aneh dengan tubuhku.


Seperti ada sesuatu yang masuk secara tiba-tiba ke dalam tubuhku, bercampur dengan aliran darah ku.


Seperti sedang beradaptasi di dalam tubuhku dan ntah mengapa aku ingin mencari keberadaan Key.


Ntahlah, aku juga merasa aneh dengan tubuhku ini. Seolah-olah ada sebuah kekuatan besar yang mendorongku untuk segera menemukan keberadaan Key.


Zou pov end


"Pangeran Zou, apa yang kau lakukan


disini..?" seru seorang di belakang Zou membuatnya berbalik 


"Miss Rain.."


"Iya ini aku, apa yang kau lakukan di sini sendiri dan mengapa kau tidak bergabung dengan temanmu yang lain di cafetaria..?"


"Aku hanya tidak ingin Miss..."


"Apa kau sedang ada masalah..?"


"Hanya sedikit.."


"Boleh ku tahu apa itu..?"


Zou menghembuskan nafas pelan, lalu dia menatap Miss Rain "Ntah mengapa aku merasa ada sebuah kekuatan besar yang mendorong ku untuk mencari tahu keberadaan Key.."


Miss Rain tersenyum "Sepertinya element miliknya ingin memperlihatkan wujud di depan leadernya.." batin Miss Rain sambil tersenyum tipis


"Begitu ya.." sahut Miss Rain santai


"Menurut anda, apa yang sedang terjadi padaku..?" tanya pangeran Zou


Miss Rain tersenyum simpul "Mungkin kau harus mengikuti kemauan hatimu, mana tahu kau mendapat sesuatu dari Key.."


"Ikuti saja kata hatimu, maka kau akan tahu dia dimana.."


"Baiklah, akan ku coba.."


Zou pun pamit pergi pada Miss Rain yang dibalas senyum oleh guru paruh baya yang baik hati tersebut.


***


"Apa kalian merasakan sesuatu..?" tanya Sergia pada kedua temannya Alina dan Alvian. Mereka kini sedang berada di cafetaria


"Iya, aku merasa aneh dengan tubuhku. Aku merasa ada sebuah kekuatan besar yang mendorong ku untuk segera menemui Key.." seru Alvian


"Ternyata kalian merasakannya juga ya. Aku fikir hanya aku saja yang merasakannya.." seru Alina


"Lalu, apa yang harus kita lakukan


sekarang..?" tanya Alvian


"Sepertinya kita harus mencari Zou, mana tahu dia mendapat sebuah petunjuk.." seru Sergia


"Itu ide yang bagus. Lagian aku juga tidak melihatnya sedari tadi.." seru Alvian


Mereka bertiga pun memutuskan untuk beranjak dari duduknya dan pergi mencari keberadaan Zou.


"Kita tidak mungkin memutari academy yang luas ini untuk mencari keberadaan Zou. Ada baiknya jika Sergia menggunakan mata vampirnya itu untuk melacak keberadaan


Zou..." seru Alvian


"Ah, kau benar. Ayo Sergia segera lacak keberadaan kakak ku itu. Aku sudah sangat lelah.."


Sergia mendengus, tapi tak ayal dia juga melaksanakan perintah teman-temannya.


Mata gadis vampir itu pun berubah menjadi merah pekat, dia berkonsentrasi agar lebih cepat untuk mendapatkan keberadaan Zou.


"Dia ada di asrama..." seru Sergia seketika matanya sudah kembali normal


"Apa yang dia lakukan di asrama? Bukankah kita tidak diperbolehkan untuk kembali ke asrama selama jam pulang belum berbunyi.." seru Alina bingung


"Sebaiknya kita melihatnya.." usul Sergia


Mereka pun berlari menuju asrama yang lumayan jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


Dari ujung lorong yang menghubungkan dengan gedung asrama laki-laki terlihat Zou yang akan berjalan ke arah mereka.


"Zou..." teriak Alvian memanggil


"Ada apa...?" tanya Zou saat dirinya sudah berada di dekat mereka


"Apa yang kau lakukan disini? Jika penjaga asrama tahu kau disini, dia akan menghukum mu..." ketus Sergia


"Maaf, aku hanya ingin menenangkan diri saja..." seru Zou pelan dan jika di perhatikan dia terlihat lelah


"Ada apa dengan mu kak..?" tanya Alina memandang kakaknya


"Sebaiknya kita tidak berbicara disini, mari kita cari tempat yang nyaman.." seru Alvian


Mereka pun melangkah bersama mencari tempat yang nyaman untuk membicarakan masalah yang dialami Zou.


"Sepertinya di taman itu cukup nyaman.." tunjuk Sergia pada taman yang berada di samping perpustakaan


"Iya kau benar, udara di sini jauh lebih


tenang.." sahut Zou tersenyum


"Baiklah, langsung saja. Apa yang terjadi padamu.." seru Alvian


"Huh! Aku merasa ada sebuah kekuatan besar yang mendorongku untuk mencari keberadaan Key.." seru Zou gusar


"Menurut kalian bagaimana ini..?" sambungnya


"Oh, kau merasakannya juga ya.." sahut Sergia santai


Dahi Zou berkerut bingung "Mengapa kau terlihat santai? Dan respon apa itu.." sinis Zou


Sergia terkekeh geli "Tenang saja Zou, bukan hanya kau yang merasakan perasaan itu. Kami juga merasakannya.."


"Maksud kalian..?" tanya Zou tidak mengerti


"Iya kak, kami juga merasakan perasaan seperti yang kau rasakan.." seru Alina


"Sepertinya kita memang harus menemui


Key.." seru Alvian tersenyum simpul


Mereka mengangguk dan kemudian mencari keberadaan Key dengan  mengikuti insting yang ntah mengapa bisa sama dan membawa mereka ke hutan white land, tempat dimana Key biasanya berada.


Selesai...


Jangan lupa vote dan comment.