
"Gia kamu kan bisa melesat, ayo kita melesat aja biar ga telat sarapan.." seru Alina tergesa-gesa
"Ayolah Gia, nanti kita di hukum kalau telat.." paksa Alina lagi
Pagi ini adalah hari pertama mereka belajar dia Academy Magica. Tapi Alin dan Sergia malah bangun kesiangan. Terpaksa mereka berdua harus berjalan dengan buru-buru menuju cafetaria karena 10 menit lagi sarapan pagi akan dimulai.
"Duh, aku tuh kalau melesat pas lagi buru-buru gini bisa gak fokus, nanti malah nabrak gimana..?" seru Sergia panik
"Dasar vampir gak berguna.." cerca Alin kesal
"Kamu juga gak berguna jadi temen.." ketus Sergia ikutan kesal
Disaat genting seperti ini masih saja mereka meributkan hal yang tidak berguna. Mereka melupakan seorang gadis yang sejak tadi berjalan dengan santai di belakang mereka.
"Duh, lima menit lagi pintu bakalan ditutup huaaaa... Gimana ini.." teriakan panik Alin memenuhi koridor asrama
"Lagian ini asrama sama cafetaria jauh banget.." gerutu Sergia
Keisya yang sedari tadi berada di belakang mereka pun mendengus kesal karena kebisingan mendengar gerutuan yang keluar dari mulut kedua gadis yang berada di depannya itu. Keisya memang terpaksa pergi dengan Alin dan Sergia karena Sergia menarik tangannya dengan spontan membuat dirinya hanya mampu menghela nafas pasrah.
Keisya menghela nafas pelan lalu meraih tangan Alin dan Sergia membuat kedua gadis itu berhenti dan menoleh kearahnya.
"Ada apa Key? Kita harus cepat.." seru Sergia
"Iya sebentar lagi pintu ditutup dan kita belum sarapan.." sahut Alin cemas
Keisya tidak menghiraukan ucapan-ucapan mereka. Dia malah mengenggam erat tangan Sergia dan Alin, lalu tiba-tiba dalam sekejab mereka sudah menghilang dan tiba di cafetaria tepat di depan Zou dan Alvian sehingga membuat kaget kedua pria itu.
"Haaa...." kaget Alvian dan Arzou bersamaan
"Astaga kalian bikin kaget aja.." seru Zou sambil mengelus dadanya
Alin yang baru saja tersadar dari apa yang dialaminya bersama Sergia dan Keisya pun menolehkan kepalanya menghadap Keisya dan melihat gadis itu tengah mengunyah makanannya dengan santai.
"Key makasih ya.." ucapnya tulus
"Hmm.." sahut Keisya dengan deheman
"Ah, Keisya makasih kamu udah selamatin kita dari hukuman.." seru Sergia senang
"Iya.." sahut Keisya dingin
Mereka pun mulai memakan sarapannya dengan tenang, hingga sebuah suara mengintrupsi mereka untuk menghentikan acara makannya.
"Keisya.." panggil seseorang itu
Ternyata itu Miss. Rain yang menghampiri meja mereka saat semua murid tengah makan dengan tenang
"Ada apa..?" tanya Keisya yang tidak menghentikan makannya
"Semalam kamu kemana? Bibi liat kamu meninggalkan acara makan malam yang belum selesai.." tanya Miss Rain dengan berkacak pinggang
"Bukan urusan bibi kan.." sahut Keisya santai
"Aku ke desa dorn, semalam ada pemberontakan disana, jadi aku membantu sedikit.." telepati Keisya pada Miss Rain yang mampu membuat mata sang bibi melotot
"Kamu ngapain disana..?" tanya Miss Rain terkejut
"Sudah aku bilang aku membantu.." jawab Keisya dingin sambi menatap tajam mata bibinya
Bila tatapan mata bisa membunuh, mungkin saja Miss Rain sudah menjadi abu karena tajamnya tatapan Keisya. Keempat murid yang berada satu meja dengan Keisya hanya menatap perdebatan antara Keisya dan Miss Rain tanpa mau ikut campur karena mereka juga tidak tahu apa yang sedang terjadi.
"Itu berbahaya Keisya, bisa tidak kamu mengikuti perintah bibi saja.." ketus Miss Rain kesal
"Sayangnya aku bukanlah seorang yang penurut.." seringai Keisya membuat emosi Miss Rain membuncah, wanita itu tahu bahkan sangat tahu jika kini keponakan dinginnya itu sedang menguji kesabarannya
"Tapi kamu itu tanggung jawab bibi.." teriak Miss Rain membuat semua perhatian murid-murid kini tertuju padanya dan inilah yang di inginkan Keisya
"Tidak cukupkah academy ini saja yang menjadi tanggung jawabmu bi? Dan aku tidak perlu menjadi tanggung jawab mu juga.." ketus Keisya
Bisik-bisik dari para murid pun mulai terdengar memenuhi telinga Keisya, hingga dirinya yang sedang dalam mood yang kurang baik pun melepas aura yang begitu mencekam dan mengintimidasi hingga mampu membuat semua murid nenggigil ketakutan.
"Ibu mu sudah menitipkan mu pada ku Keisya, dan itu berarti kau tanggung jawab
ku.." ucap Miss Rain dengan ketus
"Hari pertama ku buruk sekali.." seru Keisya dengan dingin dan tidak menyambung
"Ditambah lagi mendengar omelan mu itu bi.." sambungnya
"Keisya.." teriak Miss Rain melotot pada keponakannya yang begitu keras kepala itu
"Aku pergi.." Keisya memutuskan untuk pergi, karena jika dia tetap berdebat dengan bibinya maka itu tidak akan pernah selesai.
Kelas junior Galaxy..
Itulah papan yang tertulis di atas pintu yang baru saja dimasuki oleh Alin, Zou, Sergia dan Alvian. Mereka memang berada di dalam satu kelas yang sama.
Sudah banyak murid yang menempati kursinya, hingga mata mereka terpaku pada satu sosok yang duduk di dekat jendela siapa lagi jika bukan Keisya.
Mereka pun memilih duduk di dekat Keisya, oh iya tempat duduk mereka seperti tempat duduk di bioskop yang dibuat memanjang.
Tak lama masuklah seorang wanita muda yang cantik dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.
"Selamat pagi anak-anak.." sapanya
"Perkenalkan nama saya Arisa winder kalian bisa memanggil saya miss Risa. Saya juga merupakan wali kelas kalian.." ucapnya
"Sebelum kita memasuki pelajaran, lebih baik kalian perkenalkan nama kalian dan senjata yang yang kalian sukai.." sambungnya
Setelah mengatakan itu Miss. Risa pun menunjuk seorang murid yang berada di barisan depan untuk memperkenalkan dirinya disertai senjata yang disukainya.
Perkenalan terus berlanjut hingga sampai pada giliran Alvian.
"Nama saya Alvian Zernand Criolous, pangeran dari kerajaan Criolous dan senjata yang saya miliki adalah rantai.." ucapnya sambil menunjukkan rantai yang keluar dari telapak tangannya, banyak murid yang menatap kagum pada senjata pangeran ini dan dirinya hanya tersenyum singkat
"Perkenalkan nama saya Arzou Alexander Apollous. Saya pangeran dari kerajaan Apollous dan senjata yang saya miliki adalah double sword.." ucap Zou sambil menunjukkan kedua pedangnya yang muncul di genggamannya
"Perkenalkan nama saya Alina Caroline Apollous. Saya putri dari kerajaan Apollous dan senjata yang saya miliki adalah katana.." sambil menunjukkan katana yang langsung muncul di pinggangnya
"Saya Sergia Lusionna De Vallen, putri dari kerajaan Vampir dan senjata yang saya miliki adalah busur.." sambil menunjukkan busur yang muncul di tangannya
Dan yang terakhir Keisya tidak memperkenalkan dirinya. Dia malah asik menatap keluar jendela hingga sebuah buku melayang kearahnya. Tapi Keisya bukanlah orang yang tidak peka terhada serangan, dia yang tahu kalau ada yang menyerangnya pun mengibaskan tangannya hingga membuat buku itu terbanting dengan keras ke lantai.
"Wah-wah, ternyata kamu peka terhadap serangan saya ya.." seru Miss Risa tersenyum manis
"Ayo perkenalkan dirimu, hanya kamu yang belum memperkenalkan diri.." sambungnya
Keisya pun berdiri dengan malas "Keisya Azura dan senjata pedang.." sahutnya singkat tanpa menunjukkan senjatanya
"Dimana senjata mu? Mengapa kau tidak menunjukkannya? Atau kau malu ya karena senjata mu itu tidak sehebat punya kami.." tanya seorang murid perempuan dengan anggkuh
"Siapa nama belakang mu..?"
"Dari kerajaan mana kau..?"
"Dasar bongkahan es.."
"Dasar netizen.." batin Keisya kesal
"DIAM...SEMUANYA..." teriak Miss Risa hingga kelas yang tadinya heboh seperti pasar kembali tenang
"Baiklah siapa nama belakang mu nak..?" tanyanya lembut
"EMERALD" telepati Keisya "Nama lengkapku Keisya Azura Emerald.."
Terbelalak mata Miss Risa saat suara itu terdengar dipikirannya. Dirinya langsung menatap ke arah Keisya yang dibalas anggukan dari gadis itu. Miss Risa benar-benar terkejut baru kali ini dia bertatapan langsung dengan putri mahkota pemimpin negeri ini. Putri yang tidak pernah menampakkan dirinya kepada rakyatnya
"Tolong rahasiakan.." telepati Keisya lagi membuat Miss Risa mengangguk tersenyum
Miss Risa pun berjalan dengan pelan ke arah Keisya lalu menunduk saat sudah sampai di depannya
"Salam yang mulia putri Keisya.." sapanya lembut membuat heboh kembali kelas
"Siapa gadis itu mengapa Miss Risa hormat padanya..?"
"Dari kerajaan mana dia berasal..?" dan banyak lagi bisik-bisik yang terdengar namun Keisya memilih untuk mengacuhkan mereka
"Berdirilah.." sahut Keisya dingin membuat Miss Risa berdiri dan menampilkan senyumnya
"Maaf yang mulia putri, jika diijinkan kami semua ingin melihat senjata yang mulia
putri.." ucap Miss Risa
Keisya pun mengangguk dan mengulurkan tangannya ke depan lalu sebuah cahaya yang sangat menyilaukan terlihat di tangan Keisya membuat mereka menutup mata karena tidak kuat menatap cahaya itu.
Setelah cahaya itu redup, terlihatlah sebuah pedang putih yang sangat cantik namun memiliki aura yang begitu menakutkan. Gagang pedang itu berwarna putih dengan garis-garis berwarna gold lalu ada sebuah permata berwarna biru safir di tengah gagangnya.
Miss Risa dan murid-murid lainnya menatap kagum pada senjata Keisya, baru kali ini mereka melihat senjata yang begitu cantik dan memikat.
"Senjata anda sangat bagus yang mulia
putri.." ucap Miss Risa terkagum-kagum
"Terima kasih Miss.." sahut Keisya dingin dan kembali menghilangkan pedangnya membuat yang lain menatap tidak rela jika pedang itu disimpan kembali
"Terima kasih yang mulia putri karena sudah memberikan ijin melihat langsung senjata anda.." ucap Miss Risa yang dibalas anggukan dari Keisya
Miss Risa pun pamit undur diri dan kembali menjelaskan struktur dan tata tertib kelas mereka
"Key, sebenarnya kau putri dari kerajaan mana..?" tanya Zou saat Miss Risa sibuk menjelaskan
"Kalian akan tahu nanti.." sahutnya dingin
"Emangnya kamu gak bisa bilang secara langsung..?" tanya Alin yang dibalas gelengan dari Keisya
"Aku sering mengikuti pertemuan antar kerajaan bersama ayah dan ibuku, tapi aku tidak pernah melihat mu.." ucap Alvian penuh selidik pada Keisya
"Aku tidak seperti kalian yang akan mengikuti kemana pun Raja atau Ratu pergi.." sahut Keisya sinis
"Maksud mu apa..?" tanya Alin menatap Keisya tajam
Sedangkan Keisya hanya membalasnya dengan tatapan sinis.
Tunggu kelanjutannya ya.
Merci.